Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)

Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)
Episode 32


__ADS_3

"Lalu bagaimana Prans? Di lanjut apa-?"


"Ah aku sudah tidak mau. Aku jijik. Lebih baik aku cari model lain saja," kesal Prans.


Prans mengumuti seluruh pakaiannya yang tergeletak di lantai. Prans memakai kembali pakaiannya. Setelah itu Prans keluar kamar Hotel meninggalkan Rosa yang tubuhnya masih polos.


"Kenapa denganku?" gumamnya.


"Duh... ini kenapa lagi pengen buang air kecil terus."


Rosa sepertinya mengalami tanda-tanda penyakit kanker serpiks. Rosa sama sekali tidak menyadari soal penyakit yang sangat mematikan itu.


"Mungkin kalau pake obat sirih nanti juga akan kembali sembuh," pikir Rosa.


~Esok Harinya.


Richi menemui Dika di kampus. Richi langsung saja menghantam Dika dengan men0nj0k wajah Dika hingga membuat tubuh Dika tersungkur. Di celah-celah bibir Dika sedikit mengeluarkan darah. Dika bangkit lalu mengusap darah di celah bibirnya.


Richi seketika langsung menarik pakaian Dika. Cengkraman Richi begitu sangat kuat sehingga Dika tidak bisa berontak dan melawan Richi.


"Jangan pernah kamu coba untuk menyentuh lagi Ayumi. Dia sekarang istriku. Awas saja kalau sampai kamu berani menyentuh dan melecehkannya kembali," ucap Richi dengan sangarnya. Richi kembali mendorong tubuh Dika sehingga Dika kembali tersungkur. Pertingkaian antara Richi dan Dika menjadi sorotan para Mahasiswa di kampus.

__ADS_1


Richi pun dengan angkuhnya meninggalkan halaman Kampus.


"Sialan! Brengsek," dengus kesal Dika seraya mengepal kedua tangannya.


Di rumah, Rosa terus merebahkan tubuhnya. Rosa terus saja sering buang air kecil sampai mengeluarkan lendir. Rosa merasa lelah dan hari ini dirinya sama sekali tidak bisa pemotretan.


"Sepertinya aku harus konsultasi," gumam Rosa yang mulai merasakan pusing. Dan tubuhya mudah lelah.


Hemmm~ Ayumi dan Ibu Ningsih lagi adem ayem di Singapore. Ayumi disibukan mengurus ibunya.


"Apa?" Rosa terbelalak kala dirinya membaca hasil ter leb soal pengakitnya.


"Kanker Serpiks? Dokter serius?" tanya Rosa dengan getir.


"Masih stadium 1. Jadi kemungkinan masih bisa di sembuhkan," kat Dokter.


Rosa masih tidak percaya. Rosa tetap menyangka kalau semua hasil tes leb itu salah. Dan Saat itu juga Rosa mendapat telepon kalau dirinya haru datang ke sebuah Vila yang masih daerah Jakarta. Rosa segera bergegas kesana.


"Ini tidak mungkin, Dokter pasti salah."


~

__ADS_1


Dan pada akhirnya Dika sudah mengetahui keberadaan Ayumi dan Ibunya. Dika tidak perduli soal status Ayumi yang sudah menikah. Dika begitu pintar dan licik. Dika menyuruh seseorang untuk terus melacak Ayumi dan Ibu Ningsih.


"Aku tidak perduli dengan statusnya. Ayumi sayang bersiaplah... hahaaaa."


Sementara Richi belum bisa ke Singapore. Urusan Richi di Jakarta masih banyak yang belum Richi selesaikan. Kerjaan Richi di kantor tidak bisa di handle oleh Rendy.


"Baru 2 hari aja sudah kangen. Ayumi, semoga kamu dan ibu baik-baik saja," harap Richi. Kerjaan Richi jadi tidak fokus. Richi terus memikirkan Ayumi.


"Huft! Aku sampai lupa dengan niatku yang harus melakukan Usg kehamilan. Aku sangat berharap kalau Rosa itu tidak hamil. Aku ingin segera memenuhi keinginan Ayumi."


Di kabarkan 2 hari lagi kedua orang tua Richi akan datang ke Jakarta. Kedua orangtua Richi sengaja tidak memberikan kabar kepada Richi karena ingin memberikan kejutan untuk Richi.


Dan pada akhirnya Rosa mendapatkan komplen lagi.


"Ahhhh... Rosa kenapa kamu jadi menjijikan begini sih hah?"


Rosa terbelalak. Rosa juga merasakan kalau dirinya sangat lelah, baru saja beberapa menit sudah tidak sanggup melayani.


Apakah benar soal penyakitku itu?


○ Info karya baru akyu

__ADS_1



__ADS_2