Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)

Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)
KCA (5)


__ADS_3

Suasana di kediaman Richi.


"Richi, kapan kau akan melamar Hellena?" tanya mama Tiara.


Mendengar pertanyaan mamanya membuat Richi jadi tidak berselera makan. Richi sudah tidak bersemangat lagi untuk menikah. Richi berhubungan dengan Hellena hanya sekedar pelampiasan saja.


"Maaf mah! Richi harus berangkat ke kantor, ada meeting." Richi beranjak berdiri, ia tidak menghabiskan terlebih dahulu makanannya.


"Ada apa dengan anak itu?" tanya mama Tiara kepada Papa Reza.


Papa Reza hanya mengangkat kedua bahunya.


Di tempat lain, Ayumi lagi bersiap-siap untuk kembali bekerja di Cafe tempat kerjanya yang dulu. Berkat bantuan Sabrina, Ayumi bisa masuk kerja lagi. Meskipun dalam keadaan hamil trimester ke II, Ayumi di perbolehkan kerja. Tapi Ayumi tidak menjadi waiters. Melainkan di bagian kasir.


"Alhamdulilah bu, Ayumi akhirnya mendapatkan pekerjaan," seru Ayumi ketika dirinya mencium punggung tangan sang Ibu.


"Yum, kau kan lagi hamil. Sudahlah. Diam daja di rumah dan fokus kuliah. Biar saja ibu yang kerja. Mudah-mudahan jualan gado-gado ibu tiap hari laku keras," kata Ibu Ningsih.


Ya! Selama kembali ke Jakarta, Ibu Ningsih membuka warung kecil-kecilan yaitu jualan gado-gado.


"Tidak apa-apa bu! Ayumi kuat ku. Lagi pula, anak Ayumi ini sepertinya mengerti keadaan ibunya. Alhamdulilah dia gak manja dan gak meminta aneh-aneh," seru Ayumi seraya mengelus-ngelus perutnya.


"Iya nak! Ibu cuman berharap kau bisa membuka hati kamu untuk Rendra," harap ibu Ningsih.


Ayumi tersenyum tipis. Sebenarnya rasa itu sudah mulai ada. Namun, Ayumi belum menyadarina.Sebab ia masih trauma. Dika dan Richi, dua laki-laki yang pernah dekat dengannya hanya mempermainkannya saja.

__ADS_1


"Kalau begitu Ayumi pamit. Assalamualaikum Bu."


"Wa'alaikum salam."


Ketika Ayumi keluar rumah, dirinya dikejutkan dengan sosok Rendra di halaman rumahnya. Rendra berpakaian santai, ia berdiri di samping mobilnya. Rendra membuka kacamata hitamnya kala melihat Ayumi sudah di depan teras rumah. Rendra pun menghampiri Ayumi.


Masya Allah, Rendra pagi ini tampan sekali. Senyumannya sangat manis. Ren, kenapa kau masih menungguku? Kenapa tidak mencari wanita yang masih gadis, bukan wanita janda hamil seperti ku.


Ayumi menohok memandang wajah tampan yang kini berada tepat di depan kedua matanya.


"Ibu hamil ini kenapa pagi-pagi sudah bengong," sahut Rendra.


Ayumi masih bengong. Rendra melambai-lambaikan kedua tangannya di depan Ayumi. Namun, tetap saja. Ayumi masih bengong.


"Eh... " Ayumi kaget ketika mendapat ciuman sekilas dari Rendra. Ayumi merona dan menyentuh bibirnya.


Rendra juga jadi salah tingkah dan menggaruk-garuk pelipisnya.


"Maaf Bumil. Sepertinya bibirku ini lagi khilaf. Hehee... " Rendra nyengir kuda.


"Maaf, jangan marah." (✌🏽)


Ayumi malam tersenyum mesem, ia terus menyentuh bibirnya.


"Kenapa terus di sentuh? Apa masih kurang?" goda Rendra.

__ADS_1


"Apaan sih," sahut Ayumi malu-malu kucing.


"Nanti, setelah kita halal. Ciuman sekilas itu akan menjadi ciuman dalam dengan tempo yang lama. Hingga kita kesulitan bernafas," bisik Rendra.


Deg~


Jantung Ayumi berdegup sangat cepat. Ayumi kini menyentuh bidang dadanya.


"Kenapa? Apakah hatimu mulai berdebar untukku?" Rendra menggoda Ayumi kembali.


"G'R!"


Ayumi nyelonong melewati Rendra. Dengan gesitnya Rendra meraih tubuh Ayumi hingga kini Ayumi dalam pangkuan Rendra.


"Turunin Ren! Aku gendutan. Berat tau." Ayumi berontak. Ayumi menggerak-gerakan kedua kakinya.


"Justru karena kau gendutan membuat aku semakin jatuh cinta," tutur Rendra dengan lembut.


Ayumi kembali menohok.


"Jangan seperti itu. Mau aku cium lagi?" tawar Rendra.


Ternyata eh ternyata ada mantan suami Ayumi yang sedari tadi memperhatikan Ayumi dan Rendra. Richi sangat terbakar api cemburu melihatnya.


Sebenarnya Rendra sama Ayumi itu sudah menikah apa belum?

__ADS_1


__ADS_2