Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)

Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)
Episode 48


__ADS_3

Ayumi kini sedang di tangani oleh Dokter. Ayumi di bawa ke Rumah Sakit oleh Rendra. Ayumi masih pingsan.


"Bagaimana keadaan gadis ini?" tanya Rendra kepada sang Dokter.


"Tidak kenapa-napa. Dia cuman kecepean dan kekurangan nutrisi," jawab sang Dokter.


"Oh gitu!" Rendra mangut-mangut. Setelah itu Sang Dokter keluar. Rendra berdiri di sebelah ranjang. Rendra menatap dalam-dalam wajah Ayumi yang tampak cantik dan terlihat sangat natural.


"cantik!" Rendra rasanya enggan mengalihkan pandangannya. Rendra terus menatap wajah Ayumi.


"Masih jomblo gak ya? Kalau masih jomblo mau aku ajak nikah," celoroh Rendra dengan senyuman tipisnya. Terlihat manis dengan kedua lesung pipi kala Rendra tersenyum.


Sementara Richi terus saja merenung di dalam kamarnya. "Kenapa aku tidak bisa menahannya. Ayumi, maafkan aku! Apakah masih ada kata maaf untukku," lirih Richi sembari menatap foto Ayumi di layar ponselnya.


"Aku sudah kehilangan Rosa karean perilaku Rosa yang membuatku harus meniggalkannya. Dan sekarang apakah aku akan kehilangan Ayumi karena perbuatanku sendiri." Richi terus bermonolog. Richi tidak mau sampai berpisah dengan Ayumi.


Vini tiba-tiba saja merasakan kram perut yang sangat luar biasa. Vini setiap mau datang bulan emang selalu merasakan sakit perut. Kali ini sakit perutnya tidak bisa Vini tahan hingga pada akhirnya Vini bergegas ke rumah sakit.


"Apa dok, di rahim saya ada kista dan panjangnya sudah 2cm. Dok apakah masih bisa di sembuhkan" tanya Vini kepada Dokter Dini.


"Masih bisa dengan cara pengobatan herbal dan juga medis. Nanti saya akan kasih obatnya. Setiap satu bulan sekali harus kontrol ya Mba," jelas Dokter Dini.

__ADS_1


"Dok apakah kista ini akan mempengaruhi kesuburanku?" tanya Vini dengan getir.


"Tentu saja. Selama kista itu masih ada di rahim. Otomatis Mba akan kesulitan mempunyai keturunan."


Deg


Vini langsung gemetar kala dirinya mendengar penjelasan dari Dokter. Bagaimana tidak, Richi sudah mengharapkan kehadiran sosok anak. Begitupun Tiara dan Reza sudah menginginkan cucu.


"Bagaimana ini?" batin Vini.


Di Rumah Sakit Sejahtera Rendra masih setia munggu Ayumi. Perlahan-lahan Ayumi membuka matanya. Pandangan Ayumi terus ke atas menatap atap-atap rumah sakit.


"Kamu sudah sadar?" tanya Rendra kala melihat Ayumi sudah membuka matanya.


"Kau siapa?" tanya Ayumi seraya menyepitkan matanya.


"Duh baru siuman sudah ingin berkenalan," goda Rendra.


"Apaasih! Gak jelas," ketus Ayumi seraya memijit dahinya.


"Namaku Rendra. Kamu?" tanya Rendra.

__ADS_1


"Panggil saja aku Ayumi. Kondisi ku sudah membaik. Aku ingin pulang. Ibuku pasti sangat mencemaskanku." Ayumi bangun dan membuka jarum infusan yang menempel di tangannya.


"Aw," jerit lirih Ayumi.


"Mangkanya pelan-pelan. Jadi sakit kan," kata Rendra yang langsung meraih tangan Ayumi yang sakit. Rendra meniupi tangan Ayumi yang perih.


Lalu setelah itu Rendra memapang Ayumi, membantu Ayumi untuk berjalan.


"Masih pusing kenapa maksain pulang?" tanya Rendra.


Namun, Ayumi tidak menyahut. Ayumi sebenarnya merasa risih karena tangan Rendra melingkar di punggungnya.


Ketika di loby, Rendra dan Ayumi berpapasan dengan Momy Shima.


"Rendra, ini calon istri kamu?" seru Momy Shima ketika sudah bertatap muka dengan Rendra dan gadis cantik yang berdiri di sebelah Rendra.


Hah?


Ayumi dan Rendra saling lempar pandang.


"Bu-!"

__ADS_1


"Iya Momy, ini calon istri Rendra. Cantik kan?"


Ayumi langsung menatap Rendra dengan tatapan penuh dengan penjelasan. "Apa maksudnya sih?" batin Ayumi geram.


__ADS_2