Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)

Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)
Episode 30


__ADS_3

Richi kini sudah tiba di Jakarta~


"Sayang akhirnya kamu pulang juga." Rosa menyambut kedatangan Richi dengan sangat manis. Namun, sambutan dari Rosa di balas acuh oleh Richi. Rosa semakin geram. Rosa semakin sulit untuk merebut kembali hantinya Richi.


Dika mulai mencari informasi soal keberadaan Ayumi dan Ibu Ningsih. Dika sangat yakin kalau ibunya Ayumi masih koma dan masih di rawat di rumah sakit.


"Pokoknya kalian harus cari informasi mengenai wanita ini dan ibu ini lewat rumah sakit yang berada di seluruh Indonesia," perintah Dika kepada orang-orang suruhannya yang sudah ahli dalam bidangnya. Dika ini emang keturunan sultan. Dika calon tuan muda juga. Status Dika cuman masih kuliah saja.


Sabrina semakin puas saja meloroti uangnya Dika. Akhir-akhir ini Dika emang lagi males untuk melayani Sabrina. Namun, Sabrina terus saja mengganggu dan merayunya hingga membuat Dika kesal dan akhirnya memberikan Sabrina cukup banyak uang agar dirinya tidak terus-terusan di ganggu oleh Sabrina. Dalam pikiran Dika saat ini adalah mencari keberadaan Ayumi.


"Kenapa aku jadi galau begini tanpa ada Ayumi?" gumam Dika. Terlintas Dika membayangkan kala dirinya sedang bersama Ayumi.


"Ayumi sebenarnya wanita baik-baik. Dia menerima tawaranku karena terpaksa. Terpaksa demi membiyayai pengobatan ibunya," gumamnya lagi. Pikiran Dika semakin kacau saja.


~Di Singapore. Ayumi baru di tinggal beberapa jam saja sudah kangen dengan Richi. "Aku Video call saja kalinya udah sampai apa belum?" gumamnya. Ayumi segera meraih ponselnya yang ia taruh di atas nakas di samping tempat tidurnya. Ayumi menghidupkan layar ponselnya. Lalu menghubungi Richi via video call. Saat ini Richi sedang mandi.


Mendengar ponsel Richi yang terus saja berdering Rosa pun mengambil ponsel Richi yang tergeletak di atas ranjang.

__ADS_1


"Ayumi?"


Rosa pun menggeser tombol warna hijau.


"Loh kok malah Mba Rosa sih. Mas Richinya mana?" kata Ayumi di sebrang sana.


"Eh! Kamu itu kan mantan istrinya Richi. Ngapain sih masih menghubungi Richi?" tanya Rosa sinis.


"Eh bukannya Mba Rosa juga mantannya istri Mas Richi. Jadi ngapain juga Mba Rosa tinggal satu atap. Ih gatau malu."


Tut!


"Ish... " Ayumi kesal. Ayumi mengkerucutkan bibirnya. "Katanya sudah pisah kamar. Tapi kenapa itu si Mba Rosa bisa ada di kamar Richi. Sebal deh," kesal Ayumi yang terus mengkerucutkan bibirnya.


"Pokoknya besok Mas Richi harus kembali kesini. Aku tidak mau Mas Richi kembali balikan lagi dengan Mba Rosa. Ish... sebal." Entah kenapa Ayumi semakin takut kehilangan Richi. Ayumi tidak mau jauh-jauh dengan Richi.


"Pokoknya aku harus hamil juga seperti Mba Rosa!"

__ADS_1


~


Richi sudah selesai mandi. Richi masih menutupi sebagian tubuhnya menggunakan handuk. Richi duduk di tepi ranjang seraya mengeringkan rambutnya yang basah. Rosa masuk kembali kedalam kamar Richi. Rosa membawakan Richi sebuah white cofie. Itu bukan sekedar minuman. Rosa sudah mencampurkan sesuatu yang membuat tubuh Richi kepanasan. Rosa kini sudah tidak meminum pil Kb. Rosa ingin cepat hamil. Tapi Rosa juga kadang masih ulala dengan sang produser.


"Aku sudah buatkan minuman untuk kamu." Rosa meletakan minumannya di atas nakas. Richi cuek saja. Richi malah asyik memainkan ponselnya.


"Di minum dulu dong. Mumpung masih angat loh," kata Rosa dengan nada suara di buat selembut-lembutnya.


Richi meraih gelasnya. Rosa sangat senang kala melihat Richi mengambil gelas cofie tersebut. Dan~


Hemmm~


Hei say. mampir ke karya teman aku juga yah. Di jamin seru 😊😊



__ADS_1



__ADS_2