
"Habisnya kau itu habis dengar si Vini mau ke Jakarta langsung berbinar-binar. Emang siapa sih si Vini itu?" tanya Ayumi yang masih ketus.
"Sayang, kamu cemburu! Dia itu sudah aku anggap sebagai adik. Vini itu teman kecil aku sayang," jelas Richi. Tangannya kembali nakal dan memainkan si kembar.
"Sayang, setiap dekat denganmu kenapa aku selalu menginginkannya," goda Richi. Tangannya semakin mer3mas si kembar.
Ayumi mulai merinding dengan sentuhan tangan Richi. "Mas, sudahlah... aku capek! Jangan seperti ini," kata Ayumi berpura-pura capek. Padahal dirinya sudah mulai terpancing.
"Benarkah?" bisik Richi.
Ayumi mengangguk. Namun, kedua matanya mulai merem-melek akibat tangan suaminya yang terus nakal. Richi tidak menyadarinya karena Ayumi tidur miring memberlakangi Richi. Ayumi emang tidak bisa menolak jika Richi memulainya.
Di dalam kamar lainnya. Mama Tiara dan Reza masih berbincang membahas Vini.
"Papa sangat yakin dengan kehadiran Vini di rumah ini akan mengalahkan Ayumi. Vini cantik, berkelas, modis, Ayumi tidak ada apa-apanya di bandingkan Vini," kata Papa Reza.
"Vini lebih baik di bandingkan Ayumi. Mama tidak mau si Ayumi nantinya menguras habis harta kita. Richi aja yang bodoh, tertipu dengan keluguan si Ayumi itu," kata Mama Tiara.
__ADS_1
Hemm~
Pada akhirnya Ayumi tidak bisa menolak. Ayumi dan Richi kembal, hemmm. Dan berharap ada hasilnya. Richi sudah merindukan sosok kehadiran seorang anak.
"Dasar Mas Richi, padahal tadi siang udah," kata Ayumi dengan suara campur des4h karena Richi kini lagi menghentakan tubuhnya.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Sesuai yang sudah di janjikan Richi kepada Vini kalau siang ini Richi akan menjemputnya di Bendara Soekarno Hatta. Diam-diam Ayumi mengikuti mobil Richi. Ayumi kini berada di dalam taxi.
"Aku penasaran seperti apa sih si Vini itu," desis Ayumi.
"Hah? Datar banget itu body. Bagusan Bodyku. Bohay, seksi, montok. Nah si Vini apaan. Datar kayak gitu. Tepos lagi," desis Ayumi ketika Ayumi sudah melihat Vini.
Vini langsung cipika-cipiki dan peluk-peluk Richi, membuat Ayumi terbakar api cemburu.
"Richi ah kamu makin tampan saja," goda Vini dengan melebarkan senyum.
__ADS_1
"Kamu juga makin cantik saja Vin." Richi membalas menggoda Vini.
"Ah Richi." Vini kembali memeluk tubuh Richi. Pelukan hangat pun di balas oleh Richi membuat Ayumi semakin cemburu.
Ayumi memutuskan untuk menghampiri Richi dan Vini. Setelah dekat, Ayumi langsung saja mendorong tubuh Vini secara kasar. Ayumi langsung menggandeng mesra tangan Richi.
"Sayang jadi dia yang namanya Vini?" tanya Ayumi kepada Richi. Ayumi bersenderan di bahu Richi. Membuat Vini semakin tidak suka melihatnya.
"Iya sayang dia Vini. Teman kecil aku," ujar Richi memeperkanalkan Vini kepada Ayumi.
"Vin, ini Ayumi. Istri baru aku. Cantikkan?" Richi memuji Ayumi di depan Vini membuat Ayumi senang dan membuat Vini semakin muak saja.
"Iya cantik," ketus Vini.
Vini dan Ayumi kini saling berjabat tangan.
~
__ADS_1
Richi, Ayumi dan Vini sudah tiba di rumahnya Richi. Kedatangan Vini di sambut hangat oleh Tiara dan Reza. Ayumi merasa iri kepada Vini, waktu itu ketika Ayumi datang, Tiara dan Reza tidak menyambutnya sama sekali.
"Beruntung sekali si Vini. Bisa di sambut hangat gitu sama mama dan papa," batin Ayumi lirih.