
"Maksud kamu jangan egois? Apa aku ini sangat egois?" tanya Richi yang masih menatap dengan tatapan menakutkan untuk Ayumi.
"Iya! Aku kan sudah bilang. Kalau aku ini juga seorang wanita yang ingin dicintai. Tuan, bukannya Tuan sudah memberikan aku kebebasan kalau aku boleh berhubungan dengan laki-laki lain asal aku tidak menyerahkan milikku kepada laki-laki tersebut," ucap Ayumi dengan lirih. Ayumi sangat berharap kalau Richi tidak menarik ucapannya kembali.
"Aku mohon! Jika Tuan Richi tidak bisa mencintaiku. Izinkan laki-laki lain untuk mencintaiku. Tuan, aku akui kalau aku mulai nyaman berada di dekat Tuan. Tapi aku juga ingin merasakan rasanya di cintai. Tuan, aku harap bisa mengerti dan tidak marah. Percayalah, kalau milikku akan tetap jadi milik tuan kalau tuan tetap menjadi suamiku." Ayumi berusaha untuk meyakinkan Richi. Ayumi selama ini belum merasakan yang namanya pacaran. Belum pernah merasakan rasanya di cintai. Ayumi sangat merasa kalau Dika sangat menyukainya.
"Bagiman jika suatu saat nanti laki-laki itu inginn menikahimu Ayumi? Apa kamu tidak berpikir kearah sana?" kata Richi yang kini menatap sayu wajah Ayumi. Richi sangat takut kalau suatu saat nanti Ayumi memilih laki-laki itu di bandingkan dirinya. Namun, Richi masih belum sadar dengan perasaannya kala dirinya sudah jatuh cinta kepada Ayumi.
Ayumi tertegun. Ayumi mulai terhanyut dengan tatapan sayu dari Richi. Keduanya begitu terhanyut dengan tatapan yang tidak bisa di artikan oleh keduanya.
"Aku akan memilih laki-laki yang sangat mencintaiku lahir batin," tutur Ayumi. Kini Ayumi sudah terlepas dari cengkraman Richi. Ayumi berlalu masuk kedalam kamar. Ayumi mangambil handuk. Ayumi akan kembali membersihkan tubuhnya. Richi masih diam mengantum memikirkan perkataan Ayumi yang barusan saja Ayumi lontarkan.
Richi mengusap wajahnya secara kasar. Richi semakin tidak mengerti dengan suasana hatinya saat ini. Pada akhirnya Richi memutuskan untuk pulang saja tanpa berpamitan terlebih dahulu kepada Ayumi yang saat ini sedang mandi.
Hemmm!
Rosa mengetahui kalau ibunya Ayumi belum mengetahui kalau Ayumi sudah menikah dan menjadi istri simpanan seorang tuan muda. Rosa akan memanfaatkan situasi ini untuk melabrak Ayumi dan mempermalukan Ayumi. Rosa geram karena Ayumi tidak mau di ajak kerja sama dengannya.
__ADS_1
Richi pulang ke rumahnya. Sesampainya di dalam kamarnya Richi langsung menghempaskan tubuhnya secara kasar di atas ranjangnya yang empuk. Terlintas Richi memikirkan perkataan Ayumi.
"Apakah Ayumi tidak merasakan kalau aku cemburu. Apa Ayumi tidak sadar apa artinya rasa cemburu itu. Ayumi, aku baru mengenalmu dalam beberapa hari terakhir ini. Entah kenapa rasanya kalau aku ini ingin memilikimu." Richi terus bergumam. Richi mengacak-ngacak rambutnya secara kasar.
"Aku harus bertahan satu atap dengan Rosa sampai Rosa melahirkan. Aku tidak akan menarik ucapanku kalau aku sudah mengucapkan kata TALAK untuk Rosa."
Richi membuang nafasnya secara kasar. Baru kali ini Richi galau karena wanita yang baru saja ia miliki.
..
Ayumi ingin rasanya berkeluh kesah kepada ibunya soal dirinya yang sudah terjerat pernikahan siri dengan tuan muda untuk menggantikan hutang-hutang alm bapaknya atas kerugian yang di tanggung oleh perusahaan Richi. Namun, nyali Ayumi menciut kala dirinya teringat riwayat ibunya yang memiliki tensi darah tinggi.
Waktu sudah menunjukan pukul 12 siang. Ayumi terbangun dari tidur siangnya. Ayumi teringat janjinya kepada Dika untuk ketemuan di taman. Ayumi langsung bangkit dari tempat tidurnya. Rencananya setelah Ayumi sholat dzuhur Ayumi akan segera pergi ke taman yang sudah di janjikan kepada Dika.
Richi juga sama baru bangun dari tidur siangnya. Richi merasakan perutnya yang keroncongan. Richi memutuskan untuk menelepon Cafe tempat kerja Ayumi untuk delivery. Karena Cafe tersebut sudah menjadi langganan. Ketika Sabrina mendengar kalau Richi memesan makanan. Sabrina meminta kepada atasannya kalau dirinya ingin mengantar makanan yang di pesan oleh Richi. Atasannya mengizinkan karena kebetulan kurir yang bertugas lagi berhalangan hadir.
"Ini kesempatan emas untuk aku. Mis Rosa pasti lagi sibuk pemotretan," batin Sabrina dengan senyuman liciknya.
__ADS_1
Ayumi sudah bersiap-siap untuk menemui Dika. Ayumi tampak sangat cantik menggunakan dres berwarna putih yang panjangnya selutut. Di lapisi blezer warna hitam. Ayumi mengikat satu rambutnya kebelakang. Balutan make up dengan sangat natural.
"Aku juga ingin rasanya di cintai. Maaf kalau aku sudah berbuat dosa karena pergi tanpa izin dari suami. Tapikan suami aku sendiri saja tidak pernah mencintaiku? Jadi dia mana perduli. Dia melarang aku berkencan karena dia takut kalau miliknya aku berikan juga kepada orang lain. Emang dia pikir aku itu wanita murahan apa?" Ayumi terus mendumel di dalam hatinya kala dirinya dalam perjalanan menggunakan ojeg online menuju taman.
Sebelum mengantar pesanan Richi. Sabrina mengganti pakaianya terlebih dahulu dengan pakaian yang sangat minim memperlihatkan lekuk tubuhnya.
"Aku yakin tuan Richi akan tergoda," ucap Sabrina saat menatap dirinya di dalam cermin di sebuah Mal. Sabrina begitu sangat yakin dengan penampilannya akan membuat Richi tergoda.
Saat ini, Rosa dalam perjalanan menuju rumahnya. Rosa sudah selesai pemotretan. Rosa ingin bermanjaan dengan Richi saat ini. Rosa sangat yakin kalau Richi pasti ada di rumah.
Ayumi sudah tiba di taman. Ayumi tersenyum saat mendapati Dika yang duduk manis di atas rerumputan hijau di bawah pohon rindang. Dika balas tersenyum kala dirinya tersadar kalau Ayumi sudah datang dan melangkah menuju ke arahnya.
"Subhanallah, Ayumi kamu sangat cantik." Dika begitu terpesona dengan penampilan Ayumi hari ini. Dika sampai tak berkedip memandang Ayumi dari ujung kaki sampai ujung rambut.
"Maaf kak Dika sudah menunggu lama," sapa Ayumi saat bertatap muka dengan Dika.
Dika langsung berdiri tegak, Dika masih memandang Ayumi. Di pandang seperti itu oleh Dika membuat Ayumi tersipu malu.
__ADS_1