Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)

Wanita Simpanan (Kisah Cinta Ayumi)
KCA (2)


__ADS_3

Esok harinya. Ayumi, Rendra dan Ibu Ningsih sudah sampai di Jakarta. Ibu Ningsih kembali ke rumah lamanya yang selama beberapa bulan di tinggalkan. Dengan terpaksa Ayumi harus kembali ke kota ini. Demi kuliahnya, demi cita-citanya. Ayumi ingin menjadi wanita karir yang terpelajar.


"Terima kasih Ren, kamu emang baik," tutur Ayumi seraya meraih kedua tangan Rendra, menggenggamnya dengan erat. Membuat Rendran merasakan kembali getaran cinta. Apalagi dengan tatapan Ayumi yang dalam seperti itu.


"Yum, bisa gak tidak usah senyum manis seperti itu. Dan menatapku seperti itu? Tatapan dan senyuman mu membuat ku meleleh." Rendra manarik tangan kiri Ayumi. Tangan Ayumi ia tempelkan di bidang dadanya, "Kamu merasakannya kan? Kalau detak jantungku itu berdetak sangat cepat."


Ayumi kembali tersenyum, "Kenapa?" tanya Ayumi yang berlagak so polos.


"Karena ini cinta," jawabnya tanpa sungkan. Rasa cinta Rendra kepada Ayumi begitu besar. Ayumi percaya dan merasakannya. Namun, untuk saat ini. Ayumi memilih untuk tetap sendiri. Kegagalan Ayumi di pernikahan pertama membuatnya trauma. Meskipun Rendra baik, tapi kan kedepannya tidak tahu? Contohnya Richi dan Dika. Ayumi selalu membanding-bandingkan Rendra dengan Richi dan Dika.


"Aku akan sabar menanti jawaban kamu Ayumi," ucapnya lembut.


"Kamu emang baik Ren." Ayumi memeluk Rendra. "Maafkan aku yang belum bisa membalas cinta kamu," lirihnya.


Rendra mengkecup ubun-ubun kepala Ayumi, mengelus-ngelusnya. "Iya Yum. Tidak apa-apa kok! Aku mengerti."

__ADS_1


...----------------...


Hari pertama Ayumi masuk kampus. Kedatangan Ayumi ke kampus menjadi pusat perhatian. Seorang primadona kini sedang hamil. Mereka bertanya-tanya kapan Ayumi menikah? Tahu-tahu sudah hamil saja. Apa hamil di luar nikah? Bisik-bisik tetangga mulai samar-samar terdengat di telinganya Ayumi. Tentunya mencibirnya. Namun, Ayumi tetap cuek, tidak memperdulikannya sama sekali. Ayumi tetap percaya diri.


"Yum, kamu hamil anak siapa?" tanya Sabrina. Kini Ayumi dan Sabrina sedang di taman kampus.


"Anak jin," jawab Ayumi ketus.


"Ish... " Sabrina mendorong bahunya Ayumi. "Yang bener dong Yum. Kapan kau nikah lagi? Udah hamil aja." Sabrina semakin kepo.


"Aku belum menikah lagi. Aku hamil anak Richi," jawab Ayumi.


"Tidak! Aku berharap sih selamanya dia tidak mengetahuinya," harap Ayumi.


Di Rumah kediaman Richi.

__ADS_1


"Mas, kenapa kau masih berhubungan dengan Hellena?" tanya Vini campur isak tangis.


"Lebih baik, Mas Richi gugat saja aku."


"Oh tentu saja. Dengan senang hati. Kau dulu yang merusak rumah tanggaku dengan Ayumi. Dan sekarang ada wanita lain yang hadir kedalam rumah tangga kita. Anggap saja ini karma. Kau sudah tidak bisa memberikan aku anak. Apa aku harus mempertahankan kamu Vini?" ucapnya dengan meninggikan suaranya.


Kebetulan Hellena ada juga. Hellena terus menggandeng mesra tangan Richi. Hellena sangat senang melihat pertingkaian antara Richi dan Vini.


"Kamu emang jahat Mas," pekik Vini.


"Kau juga jahat. Kita sama-sama jahat Vini. Karena kau yang menggodaku membuat rumah tanggaku hancur," sentak Richi.


"Suruh siapa dengan mudahnya tergoda bujuk rayuku. Dasar emang kau laki-laki mata keranjang," kata Vini dengan sinisnya.


"Aku tunggu surat perceraiannya," kata Vini ketika melewati Richi.

__ADS_1


Kini Vini sudah menyerah. Selama beberapa bulan terakhir ini, Vini tidak pernah mendapat nafkah batin dari Richi. Vini juga merasa hasratnya berkurang ketika rahimnya sudah di angkat.


"Sayang, akhirnya kita bisa menikah," seru Hellena yang kini bersenderan di bahunya Richi.


__ADS_2