
Ayumi masih harap-harap cemas menunggu kabar dari ibunya di depan ruang IGD. Richi masih memperhatikan Ayumi dari kejauhan. Rendy di tugaskan untuk mengurus pekerjaan yang belum di selesaikan oleh Richi di kantor. Tak lama kemudian dokter keluar dari ruangan IGD.
"Dokter bagaimana keadaan ibu saya?" tanya Ayumi kepada Dokter ketika dirinya sudah bertatap muka dengan Dokter.
"Maaf! Ibu Ningsih mengalami koma dan harus di pindahkan ke ruang ICU," ucap Dokter.
Tubuh Ayumi terasa sangat lemah kala dirinya mendengar kondisi ibunya yang koma. Dokter pun kini sudah berlalu dan menghilang dari pandangan kedua mata Ayumi.
"Ibu!" pekik Ayumi dengan getir. Ayumi rasanya tidak mampu untuk berdiri tegak. Kala Ayumi mau tumbang, Richi dengan gesitnya berlari dan langsung menahan tubuh Ayumi.
"Tuan?" Ayumi sangat terkejut dengan sosok Richi yang tiba-tiba saja ada di depan kedua matanya dan menahan tubuhnya.
15 menit telah berlalu.
"Minum dulu," tawar Richi seraya menyodorkan sebotol air mineral. Ayumi pun meraih sebotol air mineral dari tangan Richi lalu meneguknya.
"Jadi Tuan Richi yang menghubungi pihak rumah sakit untuk datang ke rumah?" tanya Ayumi.
"Kalau iya kenapa?" tanya Richi balik.
"Ayumi cuman mau mengucapkan terimakasih," ucap Ayumi dengan wajah datarnya.
"Sama-sama!"
"Aku akan ganti semuanya," kata Ayumi.
"Uang dari mana?" tanya Richi seakan meledek Ayumi. "Belum nanti biyaya ibu kamu di rumah sakit. Apalagi ibu kamu koma," kata Richi yang bersikap angkuh.
"Tuan tenang saja! Ayumi pasti bisa mendapatkan biyaya rumah sakit untuk ibu!" tegas Ayumi.
"Ayumi yakin kalau Kak Dika bisa membantuku tanpa pamrih."
Ayumi sangat yakin kalau Dika pasti akan membantunya. Ayumi pun meninggalkan Richi.
__ADS_1
Hemmmm!
"Aaahhhhh... " desah Dika kala dirinya sudah mencapai pelepasan. Sabrina rela kehilangan mahkotanya demi uang. Demi merubah dirinya menjadi modis dan banyak uang.
Dika menghempaskan tubuhnya secara kasar di sebelah Sabrina. "Sabrina kamu emang gannas. Tapi aku suka. Walaupun asli masih tingtong tapi gaya kamu saat bercinta sangat luar biasa. Huft!"
"Karena aku sering nonton video ulala Dik. Hahaa... "
"Luar biasa." Dika mencubit gemas pipinya Sabrina. Dika merasa bangga karena dirinya bisa membobol pintu yang masih gres. Tadinya Dika berharap membobol Ayumi. Tapi karena Ayumi sudah janda. Sabrina pun jadi.
Ayumi kembali menghubungi Dika berkali-kali tapi tetap tidak bisa di hubungi karena Dika mematikan ponselnya. Dika saat ini tidak mau di ganggu.
"Dika kemana sih?" kesal Ayumi. "Di saat di butuhkan seperti ini. Kenapa dia susah untuk di hubungi."
Huft
Ayumi membuang nafas berat.
Esok harinya~
Ayumi di kejutkan dengan penampilan Sabrina yang jadi modis apalagi saat ini Sabrina keluar dari mobil mewah. Dalam semalam bisa merubah hidup Sabrina menjadi banyak uang. Semalaman Sabrina emang memuaskan Dika. Mobil itu pemberian dari Dika. Walaupun mobil bekas miliknya yang sudah lama tidak di pakai tapi masih kelihatan bagus dan keren. Penampilan Sabrina menjadi pusat perhatian di kampus. Sabrina merasa puas sekali karena sekarang dia bisa mengalahkan Ayumi.
"Sabrina kamu cantik banget," sapa Ayumi. Namun, sapaan Ayumi tidak di balas oleh Sabrina. Melihat Sabrina yang acuh membuat Ayumi semakin bingung. Tapi Ayumi tidak memperdulikannya. Ayumi saat ini ingin sekali bertemu dengan Dika.
Ayumi segera menghampiri Dika. Saat ini Dika lagi berada di sebuah taman kota.
"Hei sayang," sapa Ayumi dengan manis.
Dika menyambut sapaan Ayumi dengan mendekap Ayumi dengan sangat mesra.
"Hei juga sayang. Maaf sayang kemarin aku itu sibuk. Aku mengantar mama ke Bogor. Ponsel aku mati saat sudah di Bogor," kata Dika mengarang cerita.
"Iya tidak apa-apa sayang."
__ADS_1
Ayumi pun tanpa sungkan langsung menceritakan masalah yang terjadi kepada Dika. Soal Ibunya yang koma dan butuh banyak biyaya. Ayumi memberanikan diri meminjam uang kepada Dika. Kesempatan emas ini tidak akan pernah di sia-siakan oleh Dika.
"Sayang. Aku akan bantu kamu. Bahkan kamu tidak perlu menggantinya. Asalkan kamu-?"
"Asal apa sayang? " tanya Ayumi.
"Asal kamu temani dan layani aku malam ini di atas ranjang," bisik Dika. "Sayang, aku sangat mencintaimu. Aku ingin menikahimu tapi orangtuaku menyuruhku untuk menyelesaikan dulu kuliahku. Ayumi please malam ini saja. Dan aku akan membiyayai biyaya rumah sakit ibu kamu. Ayumi, aku mohon. Cuman malam ini saja."
Deg~
Ayumi langsung diam tanpa kata.
"Sayang setelah selesai kuliah aku akan menikahi kamu. Aku janji sayang. Tapi izinkan aku menyentuhmu malam ini saja sayang." Dika terus saja merayu-rayu Ayumi.
Saat ini, Ayumi sedang di dalam masa yang sangat sulit. Ternyata apa yang di katakan Richi waktu itu ada benarnya. Tapi Ayumi tidak punya banyak pilihan lain lagi sekarang. Ibunya lebih penting.
"Iya aku mau," ucap Ayumi pasrah.
Diam-diam orang suruhan Richi merekam pembicaraan Ayumi dengan Dika.
Richi sudah menerima rekaman suaranya. Richi langsung membanting ponselnya dan mengepal kedua tangannya.
Prak
Richi memukul meja kerjanya. "Kenapa Ayumi sebodoh itu. Dari pada dia harus tidur dengan Dika lebih baik dia kembali menjadi istri simpananku. Dan aku tidak akan menyentuhnya kali ini. Istri Simpanan hanya sekedar status untuk menyelamatkan Ayumi dari laki-laki bajingan seperti Dika."
Richi tidak terima kalau Ayumi menyerahkan milik Ayumi kepada Dika. Richi sangat yakin kalau Dika cuman terobsesi dengan tubuh Ayumi, Dika tidak akan mungkin pernah menikahi Ayumi.
"Aku harus gagalkan! Ayumi tidak boleh menyerahkan asetnya. Ayumi kenapa kamu sangat bodoh sih hah," pekik Richi.
Prak
Richi kembali memukul meja kerjanya. Richi tidak bisa menahan amarahnya. Richi akan terus mengintel Ayumi.
__ADS_1