
"Karma?" tanya Richi.
"Iya Karma. Dulu aku sudah berdosa karena tidak melayani suami dan malah melayani yang bukan muhrim, hingga pada akhirnya Tuhan memberikan aku hidayah. Aku kini berpenyakitan Richi. Penyakit kanker yang aku derita ini sudah lebih dari cukup. Dan kini, aku lagi berusaha untuk memperbaiki diri. Karma untuk kamu ya ini! Vini tidak bisa hamil karena penyakit kistanya yang semakin buruk sehingga di haruskan untuk Vini mengangkat rahimnya. Richi, ini hukuman untuk kamu karena kau sudah menyianyiakan cinta Ayumi. Begitu mudahnya kau tergoda, padahal Ayumi sudah melani dengan baik. Tugasnya sebagai istri sudah Ayumi penuhi, tidak sepertiku," ujar Rosa panjang lebar.
Richi terdiam. Richi mencerna dengan baik-baik. Apa yang di katakan Rosa emang ada benarnya juga.
Tiara dan Reza kini sedang berada di kantin Rumah Sakit. Karena merasa lapar, keduanya memutuskan untuk makan dulu di Kantin.
"Pah, bagaimana kita carikan istri kedua buat Richi?" sahut mama Tiara memberikam saran.
"Bagus juga tuh," kata Papa Reza yang menyetujui saran mama Tiara.
"Sudahlah, biarkan si Vini itu jadi istri pertama Richi. Mama tidak enak sama orangtua Vini kalau Richi harus menggugat cerai Vini," ucap mama Tiara ini.
"Iya betul! Pokoknya Richi harus menikah lagi. Bagaimanapun juga, Richi harus mempunyai keturunan."
Hemmm~
Dika mulai galau gaes. Galau karena gagal untuk mendapatkan Ayumi, Dika sangat terobsesi dengan kecantikan dan kemolekan Ayumi. Tapi, Dika gahal.
"Dimana Ayumi sih?" kesal Dika seraya melempar-lembar bebatuan kecil. Kini Dika lagi duduk termenung di atas rerumputan hijau di sebuah taman kota.
"Aku di sini," celetuk Sabrina yang kini duduk di sebelah Dika.
__ADS_1
"Kau bukan Ayumi, kau itu Sabrina wanita yang rela melakukan apa saja demi uang," seloroh Dika menghina Sabrina.
Pletak
Sabrina menjitak kepala Dika.
"Aw sakit!"
"Pokoknya kau harus nikahin aku. Bagaimana pun kau itu yang pertama kali merenggut kesucianku. Aku tidak mau tahu," ucapnye enteng.
"What?" Dika terkejut.
"Tidak usah mangap gitu." Sabrina menutup mulutnya Dika yang terbuka lebar.
"Ogah banget," desis Dika.
"Kau mengancamku?" tanya Dika.
"Kalau iya kenapa?"
"Aku kan sudah memberikan uang dan bahkan mobil. Apa masih kurang?" tanya Dika.
"Iya?"
__ADS_1
"Dika, aku sudah lelah mencari om om yang mau menjadikan aku sebagai istri simpanan. Lebih baik kita nikah aja yuk?" seloroh Sabrina.
"Apaan sih," desis Dika yang merinding melihat sikapnya Sabrina.
"Eh... kau masih mengharapkan Ayumi? Jangan harap. Meskipun Ayumi sudah menjadi janda kembang. Tapi dia itu ogah menerima loe, hahaha.. Jadi lebih baik kita nikah yuk?" Sabrina meraih tangan Dika. Sabrina kini bersenderan di bahu Dika.
Dasar gila.
~
Vini sudah selesai oprasi. Vini masih belum sadarkan diri. Vini kini sudah di pindahkan ke ruang rawat inap. Oprasinya berjalan dengan lancar. Tinggal menunggu Vini siuaman.
"Richi, lihat istrimu. Sekarang dia sudah tidak berguna," desis Tiara.
"Itu kan istri pilihan mama dan papa. Wanita yang Richi cintai itu Ayumi," sahut Richi.
"Jangan sebut-sebut wanita miskin itu lagi Richi. Wanita miskin itu cuman ingin menguras hartamu saja," ucap mama Tiara sinis.
"Terserah! Mama dan Papa selama ini terlalu mencampuri urusanku," kesal Richi.
Sementara Ayumi dan Rendra mulai kasmaran nih. Ayumi terus tersenyum mesem. Kini Ayumi sedang melamun di atas tempat tidur. Entah kenapa Ayumi jadi kepikiran Rendra.
"Apakah aku sedang jatuh cinta?" tanya Ayumi pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Rendra pun sama, sepanjang perjalanan menuju ke Jakarta sedari tadi Nukie perhatikan terus saja senyum-senyum. Rendra sangat bahagia karena takdir yang kini sudah mempertemukannya lagi dengan Ayumi.
Ayumi, aku akan sabar menunggumu. Ayumi, aku tidak perduli dengan statusmu. Ayumi, jaga dirimu baik-baik, jaga juga calon anak kita yang ada di dalam rahimu. Ciyeeee, anak kita? Gak papa kali ya ngaku-ngaku. Kalau cinta sama ibunya harus cinta juga sama anaknya. Ah Ayumi, love you.