
Rasyamsah adalah negeri yang sangat subur, letaknya agak tertutup karena dikelilingi pegunungan besar. Salah satu dari empat negeri besar di dunia ini. Letaknya berbatasan di sebelah timur dengan Argueda. Sangat jauh dari ibukota. Bisa mencapai tiga minggu perjalanan dengan berkuda. Pantas saja Pangeran Sera awalnya tidak yakin jika Putri Margitha dan Ratu berada di sana. Negeri Rasyamsah di lindungi oleh Dewi Barinda atau dewi hujan. Aku menghela nafas, Buku ini hanya menceritakan garis besarnya. Jika dilihat negeri ini seharusnya bersekutu dengan Argueda. Karena kesuburannya banyak negeri lain yang berusaha menguasai Rasyamsah, sehingga Dia meminta bantuan negeri Argueda dengan imbalan 10 persen hasil bumi negeri itu untuk Argueda yang diberikan setiap tahunnya. Tapi mengapa...mengapa sekarang Dia malah menculik Ratu dan Putri dari negara Argueda. Apa yang sebenarnya terjadi ?. Aku membolak-balikkan buku berharap menemukan informasi lebih jauh. Tapi sayangnya Aku tidak menemukan apapun.
"Beberapa tahun ini Negeri Rasyamsah perlahan berkembang menjadi negeri yang mulai menguasai negeri kecil disekitar. Tepatnya semenjak kepemimpinan Trandem Bardana" Aku berbalik. Pangeran Arana sudah berdiri dibelakangku. Membuatku terkejut.
"Aku hanya.." Kataku salah tingkah. Aku merasa malu karena telah kepergok mengambil buku di ruang kerja Pangeran dan mencari tau soal negeri Rasyamsah.
"Tidak apa-apa Putri, Maaf Aku muncul tiba-tiba dan mengagetkan Putri"
Pangeran Arana duduk didekatku. Dia sama tertekannya seperti Pangeran Sera. Ikatan batin antara Dia dan Putri Margitha begitu besar mungkin Karena mereka saudara kembar.
"Negeri Rasyamsah dulu adalah negeri yang subur" Ujar Pangeran Arana sembari memandang lurus ke depan. Tatapannya kosong, seperti berada di tempat lain.
"Dulu ?" Tanyaku tak mengerti.
__ADS_1
Raja terdahulu bernama Balqira adalah seorang Raja yang arif dan bijaksana. Sangat mementingkan rakyatnya dan berani melawan para pejabat kerajaan yang korupsi atau semena-mena kepada Rakyat dan tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Akibatnya banyak pejabat dari dalam kerajaan sendiri yang tidak menyukai Rajanya. Suatu hari Raja Balqira mendadak sakit keras. Sebulan kemudian Dia meninggal dunia. Kepergiaannya menimbulkan polemik sendiri karena Raja belum mempunyai keturunan. Akhirnya dari rapat kerajaan diangkatlah perdana menteri yang dikenal dekat dengan Raja, Trandem Bardansah untuk menjadi raja berikutnya. Raja Trandem Bardansah menikahi Ratu terdahulu sehingga Ia dapat di sahkan menjadi Raja Rasyamsah selanjutnya menggantikan Raja Balqira.
Ketika Dia menjabat, Korupsi merajalela, Pajak melejit naik. Yang miskin makin miskin yang kaya makin kaya. Raja Trandem tidak peduli dengan rakyatnya. Dia hanya peduli bagaimana memperkaya diri sendiri. Setiap hari Dia bersenang-senang. Dia mengumpulkan para wanita cantik di seluruh negeri, menjadikan mereka budak seksnya atau upeti untuk pengikutnya. Dia tidak melihat apakah wanita itu sudah menikah atau tidak. Asal wanita itu cukup umur dan cantik, Raja Trandem akan mengambilnya.
Kabarnya pernah ada wanita cantik yang baru melahirkan bayinya, Raja Trandem membunuh bayi dan suaminya dihadapan wanita itu lalu menjadikan wanita itu sebagai dayang di istananya. Tapi sebelum Raja Trandem menyentuh wanita itu, Wanita itu sudah ditemukan tergantung di kamar. Dia lebih memilih mati ketimbang harus menjadi selir Raja Trandem. Sebelum mati, Wanita itu menuliskan surat dengan darahnya yang ditulis di dinding kamar. sebuah kutukan dari dendamnya
Raja Trandem tidak akan mempunyai keturunan sampai akhir hayatnya seperti ketika Dia membunuh Bayiku. Dan Dia akan mati dengan hina karena seorang wanita.
"Aku sudah tiga tahun tidak mengunjungi negeri Rasyamsah" ucap Pangeran Arana sembari tercenung. "Sejak Trandem menjabat sebagai Raja, Aku sama sekali tidak punya akses masuk ke istana. Sepertinya Trandem tidak ingin Aku di sana"
"Kenapa ?"
"Ada desas desus yang kudengar setelah kematian Raja Balqira, Bahwa sebenarnya Trandemlah yang telah meracuni Raja Balqira secara terencana sehingga seolah-olah Raja meninggal karena sakit keras. Aku belum sempat membuktikan kebenaran berita ini ketika Aku dipulangkan kembali ke negeri Argueda. Semenjak itu hubunganku dengan Rasyamsah menjadi renggang. Aku sudah beberapa kali mencoba menghubungi Ratu tapi tidak bisa"
__ADS_1
"Hanya Dia yang peduli dengan Rakyatnya" Kataku lirih. Aku merasa bersimpati dengan Ratu. Dia harus menikahi orang lain disaat suaminya baru saja meninggal dunia demi Rakyatnya. Namun ternyata Pengganti suaminya jauh lebih buruk dan malah menghancurkan negeri.
"Putri Benar, Trandem memerintah dengan otoriter. Dia dibantu oleh kemenakannya yang dibesarkan semenjak kecil. Aku belum pernah bertemu dengan orang itu tapi yang Aku dengar Dia lebih sadis daripada Trandem sendiri"
Aku melihat buku dipangkuanku. Mendengar cerita Pangeran Arana menbuatku tidak percaya, Dalam buku negeri Rasyamsah diceritakan sebagai negeri subur seperti dalam negeri dongeng. Tapi akibat keserakahan Rajanya semua itu berubah dengan cepat.
"Putri Yuki..." Aku menoleh memandang Pangeran Arana yang memandangiku ragu. Dia tampak bimbang akan sesuatu.
"Yuki..." Aku berbalik. Pangeran Sera berjalan mendekat.
"Pangeran"
"Apa yang Kalian lakukan disini ?" Tanya Pangeran Sera ketika Dia sudah berada didekat Kami. Aku menunjukan buku di tanganku mengenai negeri Rasyamsah. "Pangeran Arana menceritakan mengenai negeri itu. Ternyata berbeda terbalik dengan apa yang ada di buku"
__ADS_1