
Tanpa sadar Aku berhitung dalam hati.
Aku tidak yakin.
Aku mencoba berhitung lagi. Tapi...
Aku mengambil alat tes kehamilan yang dibawakan Bibi Sheira. Tidak mungkin tapi...
Aku telah terlambat seminggu. Saat Aku dibawa kemari Aku sedang masa subur. Karenanya Kerajaan Argueda sampai menyediakan obat perangsang untuk Pangeran Sera, berharap Kami segera mendapatkan keturunan. Namun...Apakah mungkin.
Aku menutup kotak obat kesal akan pikiranku sendiri. Memasukan nya ke laci didekatku. Selanjutnya Aku mengeluarkan dan menyusun barang-barang yang kubawa dari duniaku sana ke dalam kamar Pangeran Riana.
Pangeran Riana tidak akan marah hanya karena Aku menambahkan sedikit barangku didalam kamarnya. Aku mengambil buku didalam kotak ketika dua buah amplop jatuh di kakiku. Aku mengenali tulisan di amplop itu sebagai tulisan mama. Ada namaku di sana yang ditulis oleh mama. Refleks Aku mengambilnya dan membuka amplopnya.
Surat untukku.
Kenapa Bibi sheira baru memberikannya. Ada tulisan tangan Bibi Sheira di amplop belakangnya.
Ibumu pernah berpesan untuk memberikanmu jika usiamu sudah 21 tahun. Tapi Aku rasa inilah saatnya bagimu mengetahui kebenarannya.
Kebenarannya....
Aku membuka surat mama dengan penuh penasaran.
__ADS_1
*Yuki,
Ketika Kau membaca surat ini, Aku sudah tidak ada di dunia. Aku mempunyai firasat sebentar lagi Aku akan meninggalkanmu. Sheira berkata Aku hanya terlalu khawatir, Tapi Aku tau dengan baik siapa diriku. Aku menuliskan surat ini, Karena Aku tau sebentar Lagi Kau mengetahui siapa diri kita dan kembali ke dunia itu. Bagaimana Ayahmu ? Apakah Kau menyukainya. Jangan biarkan Dia gila karena pekerjaannya.
Apakah Kau juga sudah tau siapa dirimu dan apa kemampuanmu. Pergunakan itu semua dengan baik. Hidup di kerajaan sangat keras. Aku harap Kau bisa menjalaninya dengan baik
Oh ya, Apa Kau sudah bertemu dengan Tunanganmu ?. Dia pria yang sangat baik. Kau pasti akan bahagia jika bersamanya. Mama yakin itu*
Aku mendesah. Yang Mama tidak ketahui adalah Aku ternyata adalah wanita yang dipilih dewa untuk menjadi Calon Ratu Pangeran Riana. Bagaimana jika Mama mengetahuinya. Apa saran yang bisa diberikan padaku untuk situasi yang sedang Aku hadapi.
Apa Ayahmu sudah menceritakan mengenai Kakak laki-lakimu juga ?.
Aku mengenyit. Kakak. Aku mempunyai seorang kakak laki-laki ?. Ayah belum pernah menceritakan. Bahkan Rena juga tidak. Aku tidak tahu Aku masih mempunyai keluarga.
Aku ingat, Ayah dan Mama bertemu ketika keduanya sedang patah hati. Jadi inikah kisah Ayah itu. Aku mulai mengerti.
Tolong jaga Ayahmu dan Kakakmu. Mama yakin Kau bisa melakukannya. Kakakmu agak sulit Tapi Dia bukan orang jahat.
Aku mungkin harus kerumah Ayah dan mencari tau lagi mengenai Kakakku jika ada kesempatan.
Yuki, Saat Kau tinggal didunia asal kita, Aku yakin Kau akan mengalami banyak hal sulit. Tapi Aku yakin Kau pasti mampu melewatinya. Kau juga pasti akan mendengar mengenaiku. Aku menulis surat ini agar Kau tau apa yang terjadi sesungguhnya. Semoga setelah ini Kau bisa memaafkan orang itu seperti Mama yang telah memaafkannya sejak lama.
Siapa ?
__ADS_1
Sebelum bertemu dengan Ayahmu. Aku telah melewati banyak kesulitanku sendiri. Salah satunya Aku mencintai seorang pemuda. Dia selalu jadi penyelamatku. Dia mencintaiku, Begitupun Aku. Tapi takdir harus membuat Kami berpisah.
*Aku sudah berusaha melupakan Dia. Menjauh dari hidupnya. Namun Dia seperti terikat padaku. Keberadaanku hanya menjadi duri dalam daging bagi kehidupan rumah tangga yang baru dijalaninnya. Aku harus pergi. Menjauh sejauh mungkin
Saat itulah Aku bertemu dengan Ayahmu. Kami sama-sama terluka. Sama-sama saling mengobati hingga Kami jatuh cinta dan menikah. Tapi Orang itu masih menginginkanku. Dia sangat marah ketika Aku menolak kembali. Dia memisahkanku dengan Ayahmu.
Yuki, Aku menceritakan semua ini bukan untukmu membenci orang itu. Maafkan Dia. Mama sudah memaafkan Dia. Di dalam hidup Mama Dia tetap penyelamatku. Aku menyayanginya. Suatu saat Kau akan mengerti perasaan seperti ini. Didalam kisahku, Ada banyak yang terluka. Namun itulah hidup. Kau juga akan mendapat luka sendiri dalam kisahmu. Jalanilah apapun itu dengan tersenyum. Kita lahir membawa takdir yang tidak dapat kita abaikan.
Aku menyayangimu Yuki. Semoga Kau selalu bahagia dimanapun Kau berada*
Aku mendesah. membaca surat mama sampai akhir. Ada sebuah foto yang diselipkan di lembar terakhir surat. Aku mengambil foto itu.
Foto Mama saat masih muda. Dia tertawa begitu bahagia. Mengalungkan lengannya di lengan Pemuda di sampingnya. Tanganku bergetar ketika mengenali pemuda itu.
Aku mataku langsung tumpah menyadari semuanya.
Aku tidak mungkin salah. Walaupun pemuda itu kini sudah jauh berbeda seperti ketika Dia masih muda. Aku masih dapat mengenalinya dengan baik. Rambutnya sekarang sudah memutih dan badannya sudah mengembang seiring bertambahnya usianya. Tapi senyumnya tetap sama. Aku sangat mengenali senyum itu.
Senyum Raja Bardansah, Raja negeri Garduete. Ayah Pangeran Riana.
Aku teringat ketika pertama kali Kami bertemu, Bagaimana Raja menatapku penuh kerinduan. Dia tidak memandangku, Dia memandang Mama yang dilihatnya ada padaku. Dia masih mencintai mama sampai sekarang.
Dia yang memisahkan Mama dan Ayah. Ketika Mama meninggal, Dia mungkin merasakan kesedihan yang lebih dari Ayah. Penyesalannya karena membawa Mama jauh dari hidupnya sendiri. Akhirnya Dia mengizinkan Ayah membawaku kembali. Dia yang menjebak mama selama ini. Dia...Raja negeri ini..Raja Garduete.
__ADS_1