
"Apa-apaan ini" Kata Bangsawan Voldermon marah. "Kenapa ini asam sekali"
"Benarkah ?" Tanyaku sambil menggigit jerukku yang kedua.
"Apa Kau tidak merasakannya ?"
"Ini enak"
Bangsawan Voldermon menatapku tak percaya. Untuk membuktikannya, Aku kembali memakan jerukku yang ketiga didepannya.
"Kau ini seperti orang hamil. Senang yang asam-asam" Ujar Bangsawan Voldermon membuatku tersedak. Aku menyambar minuman didepanku dan langsung meminumnya sampai habis.
"Jangan berkata aneh-aneh ketika Aku sedang makan" Kataku marah.
"Aku mengatakan apa ?" Tanya Bangsawan Voldermon tak mengerti. Aku meletakan jeruk ke piring kesal dan bangkit berdiri dengan tiba-tiba. Namun...Aku nyaris ambruk membentur lantai jika Bangsawan Voldermon tidak cepat berdiri dan menangkapku.
Pandanganku gelap untuk sesaat. Mungkin efek dari darah rendahku.
"Apa Kau baik-baik saja ?" Tanya Bangsawan Voldermon ketika Aku melepaskan diri dari pelukannya. Aku mengerjap. Mencoba fokus.
"Ya, Aku rasa Aku akan kembali ke kamar. Kalian lanjutkan saja makannya"
"Aku antar" Pangeran berdiri di sampingku diikuti pandangan tidak suka dari Putri Marsha.
"Aku bisa sendiri"
__ADS_1
Namun Pangeran sudah lebih dulu meraihku dalam gendongannya. Aku melingkarkan tanganku di lehernya. Ada kesedihan di wajah Putri Marsha. Membuatku merasa bersalah.
"Aku bisa sendiri. Turunkan Aku" Kataku berusaha melepaskan diri. Pangeran semakin mendekapku erat di dadanya.
"Diam Yuki" Perintah Pangeran membuatku terpengkur.
"Kami permisi dulu" Ujar Pangeran sembari berjalan pergi menjauhi teman-temannya. Dari balik bahu Pangeran Aku melihat Putri Marsha menatap Kami dengan ekpresi sedih. Membuatku semakin merasa bersalah. Aku memalingkan wajahku, Melihat ke arah Pangeran. Apakah Dia akan senang jika mengetahui kehamilanku. Aku merasa semakin berat untuk mengatakan padanya.
Kehamilan ini sangat menyiksaku. Aku harus berusaha mati-matian menyembunyikannya. Lebih sulit daripada yang kuduga karena setiap kali mencium bau menyengat dari makanan khususnya makanan laut Aku pasti langsung mual. Para Pelayan seperti curiga padaku. Tapi Aku bersikap seolah tidak tahu apa-apa. Aku tidur lebih banyak daripada biasanya. Badanku terasa sakit semua.
Di lain pihak Aku semakin sering melihat Pangeran dan Putri Marsha di istana. Malam hari, Aku duduk berkumpul dengan Raja, Ibu Suri, Pangeran Riana dan Bangsawan Voldermon. Kami makan di istana kecil tempat ibu suri.
"Wajahmu sangat pucat Yuki, Apa Kau yakin Kau baik-baik saja ?" Tanya Raja di sela makan malam Kami. Aku menganggukan kepalaku. Para Pelayan kembali datang dengan membawakan Sup yang masih mengepul. Aku langsung tegang. Wanginya membuatku mual. Aku menahan mati-matian, Namun saat sup itu diletakan didepanku. Aku sudah tidak dapat menahannya.
Aku menutup mulutku. "Yuki ada apa ?" Tanya Pangeran meletakan sendoknya untuk menyentuhku. Aku menepis tangannya dan segera berlari menjauh. Sampai taman Aku sudah tidak tahan lagi. Aku langsung membuang semua makanan yang ada di perutku.
Aku menerimanya dan menggunakan untuk berkumur. Raja dan Ibu Suri terlihat berjalan mendekat.
"Ayah, Nenek, Maafkan Kami, Sepertinya Kami harus segera pulang" Ujar Pangeran Riana ketika Mereka sudah mendekat.
"Ya, Biarkan Yuki istirahat. Suruh tabib memeriksa dan minta pelayan untuk membuatkan makanan hangat untuknya" Kata Raja cemas.
"Putri Yuki.." Aku merasa takut ketika Ibu Suri memanggilku. Nada suaranya seolah Dia sudah tau apa yang terjadi. Aku takut Dia akan menyuarakan didepan Pangeran Riana. Aku belum siap menerima reaksinya Jika Dia mengetahuinya. "Jawab pertanyaanku ini" Kata Ibu Suri lagi.
Aku diam.
__ADS_1
"Kau sedang hamil kan ?"
Aku menjadi pucat. Ibu Suri menyuarakan dengan lantang. Terdengar suara gelas jatuh didekatku. Bangsawan Voldermon menjatuhkannya. Sontak semua mata langsung memandang kearahku.
"Hamil ?" Tanya Pangeran tidak mengerti.
"Kau selalu bersamanya tapi tidak menyadari perubahan pada Yuki, Riana. Seharusnya Kau lebih peka dan tidak sibuk untuk urusan yang tidak perlu" Tegur Ibu Suri pada Pangeran Riana.
"Putri Yuki, Apa itu benar ?" Tanya Raja masih tidak percaya.
"Periksa saja sekarang. Aku sangat yakin tebakanku ini benar. Sepertinya Putri Yuki sendiripun sudah mengetahuinya. Aku benar kan Putri ?"
Aku menundukkan kepala. Tidak tahu harus menjawab apa.
"Tunggu apa lagi. Cepat suruh tabib istana datang memeriksa" Perintah Raja dengan nada senang.
Aku rebahan di bangku panjang dengan posisi Pangeran Riana memangku kepalaku. Raja dan Ibu Suri duduk tak jauh dari tempat Kami. Bangsawan Voldermon berdiri didekat Kami dengan wajah penasaran. Seorang Tabib dibantu perawat sedang memeriksaku.
Setelah selesai. Tabib itu bangun dari duduknya.
"Bagaimana ?" Tanya Raja langsung.
"Selamat yang mulia, Anda akan segera mendapatkan cucu. Selamat Pangeran Riana anda akan segera menjadi seorang Ayah" Tampak kegembiraan di wajah Raja dan Ibu Suri. Pangeran Riana tersenyum penuh kepuasan. Aku tahu, Dia sangat bernafsu membuatku hamil selama ini. Dan sekarang keinginannya terkabulkan.
"Akhirnya, Kau hebat juga Riana" Kata Bangsawan Voldermon terkekeh.
__ADS_1
"Usia kandungan Putri baru menginjak minggu ke tiga, Saya harap Putri tidak terlalu terbebani pikiran yang tidak perlu dan beristirahat dengan baik untuk kesehatan janin didalam perut Putri. Saya akan meresepkan obat agar mengurangi rasa mual dan memberi tambahan gizi untuk janin"
"Ya..Ya...Berikan yang terbaik untuk cucuku" Kata Raja bersemangat.