
"Jadi Kau adalah seorang Ciel ?" Pangeran Sera mengulang lagi pertanyaannya, Seolah meyakinkan dirinya sendiri. Aku telah menceritakan semua kepada Pangeran Sera mengenai identitasku dan mama, Siapa saja yang mengetahuinya. Kenapa Bangsawan Dalto sampai tega menjebakku di kuil iblis sehingga Aku sekarat. Semua karena satu alasan, Aku adalah Ciel. Manusia yang dianugerahi beribu Anugerah oleh dewa. Bangsawan Dalto dan iblis itu mengincar darahku.
" Ya, Apakah itu buruk bagi Pangeran ?"
Pangeran Sera menggengam tanganku erat. Dia tersenyum seolah tidak memiliki beban berat dipundaknya. "Itu Artinya Aku harus lebih menjagamu dengan baik. Terimakasih sudah mau berbagi rahasiamu denganku Yuki. Apa yang Kita bicarakan ini tidak akan keluar sampai kamar ini"
"Maafkan Aku baru mengatakannya sekarang"
"Ini bukanlah cerita yang bisa Kau bicarakan secara sembarangan. Aku mengerti Kau pasti butuh waktu untuk itu" Pangeran mendesah pelan. "Sekarang terjawab sudah, Waktu itu Aku sangat penasaran Kenapa Kau begitu diincar oleh kekuatan hitam itu. Sekarang Aku tahu alasannya."
"Tapi Iblis itu berhasil melarikan diri. Aku khawatir suatu saat nanti Dia akan kembali dengan kekuatan yang tak terbendung"
"Jika ada pergerakan Seperti itu, pasti Kuil suci akan mengetahuinya"
"Kuil suci ?" Tanyaku kebingungan.
"Ya, Di dunia ini ada satu tempat dimana manusia yang ingin bertobat dan melepaskan diri dari kehidupan dunia bisa datang untuk mensucikan diri dan mempersiapkan amalan untuk menghadapi kematian. Di kuil suci, tempat dimana pendeta suci yang menjaga dunia ini dari kegelapan. Semua negeri didunia ini tunduk padanya"
__ADS_1
"Kalau begitu Aku bisa sedikit lebih tenang"
"Jadi bagaimana Kau bisa mengetahui mengenai Margitha. Informasi apa saja yang bisa Kau peroleh. Kau bilang Kau bisa melihat kematian dari orang terdekatmu saat Kau tidur. Apakah Margitha dan ibu.." Pangeran Sera tidak lagi melanjutkan kata-katanya. Dia tampak bergetar. Aku menggoyangkan bahunya kencang. Meminta untuk tetap fokus padaku.
"Tidak...Lihatlah Aku" Pintaku cepat. Aku merengkuh wajah Pangeran Sera dengan kedua tanganku. Memintanya untuk memandang mataku agar Dia bisa melihat kejujuranku. "Putri Margitha dan Ratu masih hidup. Inilah alasanku kembali ke dunia ini, Aku mendapat pesan dari Putri Margitha dan kembali kemari. Pangeran tenanglah, Dia baik-baik saja saat ini hanya...hanya Kita harus segera menemukannya dan membawanya kembali"
Pangeran tampak mulai tenang ketika mendengar perkataanku.
"Jadi dimana Dia sekarang ini Yuki ?"
"Putri Margitha dan Ratu saat ini ditawan oleh Raja Trandem dari negeri Rasyamsah"
"Putri Margitha tidak menceritakan secara rinci padaku mengenai kejadiannya, Kami hanya bertemu didalam mimpiku secara singkat, Tapi Jika sampai sekarang negeri Rasyamsah belum mengeluarkan tuntutan, Tujuannya sangat jelas, Mereka ingin mengacaukan negeri atas kehilangan Ratu dan Putri Raja sekaligus Memanfaatkan situasi ini untuk menguasai Argueda" Kataku cepat.
"Kau benar Yuki, Sudah satu bulan Mereka menghilang tanpa jejak. Aku sudah menyelusuri setiap jengkal tanah Argueda namun tidak menemukannya. Pencarian sampai melebar ke negeri Garduete dan sekitarnya karena ada kemungkinan Garduete terlibat. Ternyata Aku salah"
Aku sudah menduga, Banyaknya Prajurit Argueda yang melakukan pencarian di negeri Garduete adalah mungkin Karena Pangeran Sera berpikir, Negeri Garduete mencoba melakukan balasan, karena Pangeran Sera telah mencoba melarikan Calon Ratunya dengan menculik adik dan ibunya. Tapi, Aku tidak yakin Pangeran Riana akan sekejam itu sampai memanfaatkan orang yang sedang sakit.
__ADS_1
Walaupun Pangeran Riana terkenal sangat dingin dan jarang mau dekat dengan orang lain, Dia masih punya harga diri untuk tidak menyakiti orang lain dengan cara yang licik seperti itu.
"Margitha di Rasyamsah" Pangeran menggelengkan kepala tidak mengerti. "Itu tempat yang sangat jauh dari sini. Negeri itu sedang kacau balau. Aku tidak menyangka mereka masih memikirkan cara licik seperti ini ditengah kekacauan negerinya. Negeri Argueda adalah sekutunya sendiri, Tapi sekarang mereka berani menusuk Kami dari belakang"
"Yang terpenting sekarang Kita harus memikirkan cara bagaimana menyelamatkan Ratu dan Putri Margitha terlebih dahulu. Sebelum semua terlambat"
"Apakah ada yang masih tidak Kau ceritakan Yuki" Aku tergagap saat Pangeran Sera tiba-tiba mengajukan pertanyaan padaku. Dia ternyata menyadari Aku masih menyembunyikan sesuatu.
Aku binggung apakah Aku harus mengatakan informasi terakhir ini. Aku khawatir Pangeran Sera akan lepas kontrol mendengarnya.Tapi jika Aku tidak mengatakan dan sesuatu terjadi pada Putri Margitha, Aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika hal itu sampai terjadi.
"Katakan Yuki, Aku mohon. Apakah ini sesuatu yang buruk" Bujuk Pangeran Sera lembut, seolah Dia mengerti keraguan didalam hatiku. Aku memalingkan wajahku berpikir. Bayangan Putri Margitha dan Ratu terus menghantuiku akhir-akhir ini.
"Raja Trandem berniat menjadikan Putri Margitha salah satu selirnya untuk mendapatkan keturunan dari Putri Margitha"
Sedetik Aku mengatakan hal itu, Wajah Pangeran Sera langsung mengeras. Dia berdiri dengan marahnya. Aku merangkul lengannya. Mencoba menenangkannya. Pangeran Sera sangat menyayangi Putri Margitha, Aku mengerti sekali bagaimana perasaannya sekarang mendengar berita ini.
"Pangeran tenanglah, emosi tidak akan membawa hasil yang baik. Sekarang kita harus menenangkan pikiran untuk memecahkan masalah ini" Bujukku sambil menggoyangkan lengannya.
__ADS_1
"Kau benar Yuki, Kita harus tenang memikirkan masalah ini. Sekarang bersiaplah, Kita akan ke istana Raja. Ayah harus mendengar hal ini"
Aku menganggukan kepala mengerti.