Water Ripple

Water Ripple
6


__ADS_3

Aku menatap ke cendela kamar di istana Pangeran Sera. Tiga hari yang lalu Kami tiba disini. Selama itu Aku melihat bagaimana kesibukan Pangeran Sera. Dia berusaha menyembunyikan ketegangan yang terjadi. Namun Aku masih bisa melihatnya. Setiap hari pasukan dalam kelompok kecil datang dan pergi.


Pangeran terus mengadakan rapat, Pangeran Aranapun sering terlihat disini. Namun Aku tidak pernah melihat Putri Margitha lagi. Dia tidak datang.


Aku mendesah, Pangeran Sera melarang para putri khususnya untuk datang ke istananya tanpa izin. Sepertinya pengalaman dengan Putri Alena dulu membuatnya lebih waspada terhadap orang yang keluar masuk istananya.


Pangeran Sera pernah menanyakan padaku sambil lalu, Bagaimana Aku bisa menuju ke Garduete tanpa diketemukan saat Pangeran Riana membawaku kabur dari istana Pangeran Sera.


Aku tidak bisa menjawab. Bagaimana mungkin Aku menceritakan bahwa Pangeran telah menyuap seorang pengemis miskin untuk membiarkannya tinggal dan bersembunyi dirumahnya. Di sanalah Pangeran menyusun strategi melarikan diri dan rencana perjalanan jika sewaktu-waktu Aku berhasil dibawa kabur. Setiap hari Pangeran Riana menyamar dan mendekati istana untuk mencari kesempatan. Barulah ketika insiden Putri Alena, Pangeran Riana berhasil melarikanku. Aku tidak mungkin mengorbankan pengemis dengan keenam anaknya kepada kerajaan Argueda. Mereka kini sudah hidup bahagia. Anak-anaknya sudah bersekolah dan mempunyai sepetak tanah untuk penghasilan mereka. Aku tidak mau merusak kebahagiaan mereka.


Beruntungnya Pangeran Sera tidak memaksaku untuk menceritakannya. Dia begitu baik. Aku jadi semakin segan padanya.


"Apa yang Kau pikirkan" Aku terkejut ketika sedang melamun menatap taman tengah sambil duduk diselusuran pagar, Pangeran Sera tau-tau sudah di belakangku. Aku tidak menyadari kedatangannya. Sejak kapan Pangeran berada di sana ?.


"Pangeran sudah datang" Tanyaku senang.


"Ya, Apa ada sesuatu yang menganggumu Yuki ?"


"Aku hanya sedang memikirkan sesuatu sehingga tidak menyadari kehadiran Pangeran" Akuku.


"Apa Kau sedang memikirkan Riana"


Aku terkejut kenapa Pangeran Sera tiba-tiba menyinggung Pangeran Riana.


"Tidak. Bukan itu yang kupikirkan" Kataku cepat. Mungkin karena wajahku yang tak pandai berbohong Pangeran Sera kemudian tersenyum. Dia bersandar di selusuran pagar disampingku. Wajahnya tampak sangat lelah dan tertekan.

__ADS_1


"Aku terus bertanya beberapa hari ini, Sebenarnya Apa yang terjadi padamu Yuki, Aku terkejut saat Para penjaga melaporkan telah menemukanmu sendirian ditengah hutan di musim dingin dengan Pakaian yang bisa membunuhmu sewaktu-waktu. Aku tidak percaya sampai Aku menyentuhmu sendiri dengan tanganku. Apakah ada sesuatu yang terjadi sehingga membuatmu berada di sana"


Aku memalingkan wajahku, tidak tahan saat melihat sorot mata Pangeran Sera yang memandangku dengan penuh rasa ingin tahu.


"Aku..." Aku binggung bagaimana Aku bisa mengatakannya.


Aku pergi karena melihat Pangeran Riana berciuman dengan gadis lain


Aku tidak mungkin mengatakan hal itu. Pangeran Sera tidak suka jika Aku membahas Pangeran Riana didepannya.


"Aku..."


Pangeran mendekatkan wajahnya dan langsung menciumku mesra. Menghentikan kata-kataku. Aku mundur melepas ciumannya. Terkejut.


"Aku tahu" Bisik Pangeran Sera sembari menatap mataku dalam. Dia tau Aku berada disana pasti karena Pangeran Riana. Dia mencegahku mengatakannya. Kenapa hatinya begitu baik.


Terdengar suara gulf. Pangeran Sera berjalan pergi menjauhiku untuk menerima. Dari percakapannya yang masih kudengar, tampaknya Dia memerintahkan untuk terus melanjutkan percarian menyebar sampai ke negara lain. Dia pasti sedang membahas pencarian Putri Margitha dan Ratu.


Aku tidak bisa menunda lebih lama, Aku harus memberitahukan kepadanya. Setiap detik sangat berharga bagi Putri Margitha dan Ratu.


"Pangeran,Boleh Aku bertanya sesuatu" tanyaku ragu ketika Dia sudah selsesai menelephone dan kembali ke tempatku. Aku tidak tahu harus bagaimana memulainya.


"Katakan Yuki" Ujar Pangeran Menatapku penuh perhatian. Dia meletakkan gulf disakunya. Pangeran tidak pernah meletakan sembarangan gulf jika ada Aku. Sepertinya Dia takut Aku akan berubah pikiran dan menghubungi Pangeran Riana untuk meminta kembali ke Garduete.


"Kenapa Aku tidak melihat Putri Margitha, Apa Dia tidak tahu jika Aku datang ?"

__ADS_1


Pangeran Sera terdiam. Sirat sedih tampak nyata di matanya. Pangeran terdiam beberapa saat. Dia mendekap kedua tangannya di dada. Setelah terdiam cukup lama, Akhirnya Dia menghela nafas panjang dan kembali menatapku. "Margitha tidak ada di sini"


Aku menatap Pangeran dalam. Entah apakah Dia akan mempercayai ceritaku atau tidak. "Aku tahu" bisikku lirih dengan wajah serius.


"Kau tahu" Tanya Pangeran Sera terkejut.


"Ya, Aku tahu Putri Margitha dan Ratu sudah menghilang tanpa jejak ketika sedang melakukan perjalanan kembali ke istana"


"Siapakah yang memberitahumu, Apakah orang dari Garduete"


Aku menggelengkan kepala.


"Berita menghilangnya Margitha dan Ratu sengaja tidak kita sebarkan Yuki. Aku sudah melarang pelayan untuk memberitahumu. Lalu darimana Kau mengetahuinya ?" Kini perhatian Pangeran Sera penuh padaku.


"Putri Margitha sendiri yang mengatakannya padaku"


"Margitha sendiri ?" Pangeran tampak kebingungan. "Bagaimana cara Dia menghubungimu. Kenapa Dia tidak menghubungi Kami ?"


"Putri Margitha datang dalam mimpiku dan memberitahuku ketika Aku didunia sana. Karenanya Aku segera kembali ke dunia ini setelah menerima pesan dari Putri Margitha"


"Margitha tidak memiliki kemampuan seperti Naru. Hanya Naru yang mampu berhubungan dengan dunia yang berada di dimensi lain di negeri ini. Itupun tidak sembarangan Dia bisa melakukannya"


"Jika Aku ingin menceeitakan sesuatu pada Pangeran, Apakah Pangeran mau mendengarkan" Tanyaku pelan.


Pangeran bersandar kembali disampingku. Aku membenahi dudukku di pagar dengan sikap sopan.

__ADS_1


"Aku harap Pangeran tidak menceritakan pada siapapun soal Aku"


Aku agak berlebihan. Pangeran Sera tidak mungkin setega itu membocorkan identitasku sebagai ciel. Pangeran menatapku penuh perhatian. Menungguku bercerita.


__ADS_2