Water Ripple

Water Ripple
39


__ADS_3

Aku berjalan di tengah kota yang terbakar. Kepanikan terlihat di sekelilingku. Perang telah berlangsung sampai matahari terbit. Aku bisa melihat langsung banyak korban berjatuhan. Bangunan yang terbakar dan hancur. Rasyamsah yang dulunya terkenal sebagai negeri yang indah kini berubah seperti sebuah neraka.


Terdengar lonceng bergema nyaring diseluruh pelosok negeri. Di atas bangunan tertinggi istana. Bendera Argueda perlahan dikibarkan. Pangeran Sera memenangkan pertempuran. Sekarang Argueda telah menguasai Rasyamsah, Yang berarti Argueda menjadi satu-satunya negeri terbesar di dimensi ini.


Sebuah tangan merengkuhku dari belakang.


"Aku menemukanmu" Bisik Pangeran Sera di belakangku. Dia memelukku begitu erat. Baju besinya terasa dingin di kulitku. Pangeran membalikkan badanku menghadapnya. Dia mengenyit saat melihat lebam di wajahku akibat pukulan Rafael. Dia menelusuri luka ku dengan lembut. "Kau baik-baik saja ?" Tanyanya.


Aku mengangguk pelan.


Pangeran memelukku lagi. "Baguslah.." Bisik Pangeran dengan nada sayang dan penuh kerinduan. "Aku merindukanmu"


Pangeran Sera yang telah berhasil menguasai Rasyamsah memutuskan untuk tinggal sementara di Negeri Rasyamsah untuk menstabilkan keadaan dan menumpas habis seluruh pengikut Rafael yang tersisa. Rafael berhasil melarikan diri saat pertempuran. Dia kabur meninggalkan pasukannya yang justru berjuang untuknya. Sampai sekarang keberadaanya belum diketemukan. Pangeran Sera sangat marah saat tau Rafael nyaris memperkosaku. Dia memerintahkan semua pasukannya untuk terus mencari keberadaannya hidup-hidup. Dia ingin membuat perhitungan secara pribadi dengan Rafael untuk ibunya, untuk adiknya dan untukku.


Semua korban dari Raja Trandem dan Rafael yang ternyata hanya dibuang begitu saja di jurang, diangkat dan dimakamkan secara layak. Tidak ada lagi kekerasan bagi Rakyat Rasyamsah namun sekarang menjadi mimpi buruk bagi semua pengikut Rafael. Pangeran Sera memerintahkan untuk memancung semua pengikut Rafael yang selama ini terbukti benar telah menyengsarakan rakyatnya. Semua harta yang ditimbun dari Bangsawan dan Raja Tradem diambil untuk digunakan sebagai biaya pembangunan kembali Rasyamsah. Ajaibnya sesaat setelah Rasyamsah hancur, Hujan yang sekian lama dinantikan oleh Rakyat turun dengan cukup derasnya.


Sungai-sungai kembali mengalirkan air. Tunas pohon muncul. Dan terdengar lagi cicit burung yang saling bersautan di langit, Seolah mendendangkan kemenangan dari Rakyat Rasyamsah.

__ADS_1


Dari Pangeran Sera akhirnya Aku tahu apa yang telah terjadi setelah Ratu dan Putri Margitha dibawa pergi. Pasukan yang mengejar kami bertemu mereka di tengah jalan dan berhasil menyelamatkan mereka dari kejaran Pasukan Rasyamsah. Kemudian, tak seorangpun Pasukan Rasyamsah tidak pernah kembali setelah itu untuk memberikan laporan kepada Rafael. Mungkin hal ini yang membuat Rafael waspada sehingga Dia sibuk dan membiarkanku cukup lama. Aku merasa bersyukur atas hal itu.


Setelah mendapatkan Ratu dan Putri Margitha, Pangeran membagi pasukan menjadi dua. Satu ikut bersamanya untuk mencari informasi dan menyusun rencana penyerangan. Satu lagi mengawal Ratu dan Putri Margitha kembali ke istana negeri Argueda. Menurut Pangeran Sera, Mereka sudah tiba di istana dan sedang menjalani proses pemulihan. Aku harap Ratu dan Putri Margitha cepat sehat kembali.


Pangeran Arana dikirim Pulang Pangeran Sera kemudian ketika mereka bertemu. Tampaknya Pangeran Sera masih marah kepada Pangeran Arana karena telah bertindak nekat dan membawaku ikut serta sehingga Aku ditawan oleh kerajaan Rasyamsah.


Aku duduk di atap bangunan barat istana. Menyaksikan bagaimana perayaan kemenangan berlangsung di bawah. Disini sangat sunyi dan nyaman. Aku memandang langit. Bulan bersinar cukup terang. Udara hari ini cukup lembab, hujan turun sepanjang pagi dan baru berhenti di sore hari. Warna hijau sudah mulai menampakan wujudnya. Bunga-bunga bermekaran di sepanjang jalan kota. Rasyamsah seolah terbangun kembali dari tidur yang panjang.


Rakyat tidak bersedih atas kekalahan negerinya. Mereka bergembira karena terbebas dari penderitaan yang mereka alami selama ini.


"Pemandangan di sini sangat indah" Kataku menunjuk di bawah. "Aku belum pernah melihat kebahagiaan di Rasyamsah seperti yang kulihat sekarang selama Aku di negeri ini"


Pangeran duduk didekatku. Dia menyodorkan minuman yang dibawanya. Aku menerimanya dan meminumnya. Hangat.


Aku dengar Pangeran Riana menghilang. Sepertinya Dia dan teman-temannya kembali ke Garduete begitu mengetahui kemenangan negeri Argueda.


Itu bagus. Karena Aku tidak perlu bertemu dengannya kembali. Aku tidak perlu mengingatkan diriku bahwa Kami sudah berakhir. Dia pergi menyelamatkanku, Tapi Dia membawa Putri Marsha bersamanya. Hanya untuk apa ?. Apakah untuk memperlihatkan padaku bahwa Mereka sudah kembali bersama ?. Untuk apa Dia datang kalau hanya menambah luka untukku.

__ADS_1


Sebuah kembang Api di luncurkan ke atas langit malam. Terdengar suara meletus disusul percikan api berwarna orange yang cukup besar. Menyebar ke segala arah.


"Wahhhh" Seruku senang.


Kembang api kedua ..ketiga...dan seterusnya melesat, menyinari langit.


"Kau senang" Tanya Pangeran lembut di sampingku.


"Ya, Pertualanganku yang terakhir ini cukup menguras tenaga. Namun Aku lega karena sudah berakhir"


"Tapi ingat jangan lakukan itu lagi mengerti ?" Pangeran mencubit pipiku. Aku meringis kesakitan. "Jadikan pengalaman ini agar Kau tidak bertindak gegabah dan tidak mempercayai orang yang baru saja Kau temui. Kita beruntung keadaan menjadi baik untuk Kita, Namun tidak setiap saat keberuntungan itu dapat terus terjadi"


"Aku mengerti..Sakit.." Renggekku. Aku mengusap pipiku yang dicubit Pangeran Sera. Pangeran tercenung beberapa saat. Dia seperti memikirkan sesuatu.


"Yuki.." Panggilnya lembut. Aku menoleh. Tampaknya ada sesuatu yang sangat ingin dikatakannya.


"Aku sudah meminta Ayah untuk mempersiapkan pernikahan Kita"

__ADS_1


__ADS_2