Water Ripple

Water Ripple
49


__ADS_3

Acara bulan madu Kami berlangsung sesuai rencana. Putri Margitha lebih menikmati ini ketimbang Kami sendiri. Baguslah, Menurut kabar setelah penculikan itu jiwanya sedikit tertekan. Liburan ini membantunya untuk pulih. Kami tiba di sebuah pulau yang cukup indah, Di sebuah negara bernama Qaiyan. Di sini pasir nya putih dengan laut berwarna biru yang cukup kontras. Pohon kelapa melambai-lambai sepanjang pantai. Aku duduk selonjoran di pantai, Sudah beberapa hari Kami mengunjungi semua tempat wisata di pulau ini. Besok Kami harus pulang dan kembali ke rutinitas kerajaan. Pangeran Arana datang dan duduk disampingku. Dia baru saja berenang di pantai. Putri Margitha sedang sibuk memilih perhiasan dari kerang yang dijual seorang pedagang lokal tak jauh dari tempat Kami. Pangeran Sera menemaninya.


"Apa Putri baik-baik saja" Tanya Pangeran Arana tiba-tiba. Aku menoleh menatapnya tidak mengerti. "Maafkan Aku jika Aku salah, Namun Aku sering merasa akhir-akhir ini, tepatnya sebelum pernikahan Putri bersikap tidak biasa. Putri tersenyum tapi mata Putri menunjukan kesedihan, Apa ada yang menganjal di hati Putri ?"


"Tidak ada. Kenapa ?"


"Baguslah. Jika ada sesuatu yang menggangu dan Putri enggan menyampaikan pada Kakak, Putri bisa menyampaikan padaku. Aku sudah menganggap Putri sebagai saudaraku sendiri seperti Margitha"


"Terimakasih" Kataku tulus.


Putri Margitha berlari kearah Kami. Dia menunjukan perhiasan yang telah dipilihnya kepadaku. "Coba lihat cantik bukan" Katanya Riang.


Aku mengambil satu gelang dari untaian kerang. "Cantik" Kataku terkagum.


"Jika Putri Suka, Putri bisa ambil itu"


"Terimakasih"


Terdengar keributan dari jauh, Spontan Kami menoleh. Di sepanjang Pantai Aku melihat Lekky berjalan dengan gaya acuh. Dia di temanin makhluk hijau setinggi lutut yang berjalan dengan setia mengikuti setiap langkahnya. Mata Mahkluk itu besar hampir mendominasi seluruh wajahnya, Aku jadi membayangkan Dia seperti sugar Glider peliharaanku saat Aku masih Sekolah dasar dahulu. Semua mata memandangnya dengan penuh kekaguman. Para wanita menatapnya dengan tatapan penuh pengharapan.

__ADS_1


"Lekky Darmount" Bisik Pangeran Arana didekat Kami. Aku merasakan ketegangan didalam dirinya. Pangeran Sera berjalan cepat kearah Kami dan langsung duduk disampingku.


"Kalian tau siapa Dia ?" Tanyaku terkejut. Bukankah Bangsawan Voldermon mengatakan hampir tidak ada yang tau seperti apa wajahnya.


"Aku belum pernah bertemu Dia langsung, Tapi Rambut putih susu, kulit pucat, dan mahkluk hijau itu. Sudah pasti itu Dia. Dua tahun yang lalu Dia membunuh satu keluarga bangsawan tua Argueda dan hampir seluruh isinya dalam waktu semalam"


"Untuk apa Dia ada disini ?" Tanya Putri Margitha keheranan. Namun Aku melihat tatapan ketertarikan seorang wanita didalam dirinya.


"Apapun itu, Kita harus berhati-hati" Jawab Pangeran Sera tegas


Lekky berjalan santai melewati Kami. Aku bertatapan dengan mahkluk hijau didekatnya. Matanya membelak besar ketika melihatku. Sejurus kemudian Dia mendongak untuk berbicara dengan Lekky. Di tangannya ada apel merah yang baru setengah gigitan. Mereka berlalu dari hadapan Kami.


Akhirnya Pangeran Sera memutuskan untuk berangkat lebih awal dari jadwal begitu Kami sampai penginapan. Seluruh pelayan dan penjaga bersiap pergi. Aku berdiri diatas dek kapal memperhatikan kesibukan dibawahku. Bahan makanan diangkut masuk ke dalam. Putri Margitha bersungut karena rencana liburannya harus selesai lebih cepat. Pangeran Arana tampak sibuk membantu mengatur keberangkatan.


Kapal akhirnya mulai menjauhi daratan. Aku menyaksikan senja di langit yang mulai terlihat. Pangeran Sera berjalan dibelakangku, Kemudian memelukku mesra. "Apa yang Kau pikirkan ?" Tanya Pangeran Sera lembut.


Aku tersenyum menatap laut, hari mulai gelap. Matahari menghilang dan sang bulan mulai muncul di langit.


"Aku memikirkan soal kita" Kataku akhirnya.

__ADS_1


Pangeran merengkuhku. Kami diam.


Aku teringat akan pembicaraanku dengan Lekky tempo hari...


"Penawaran kedua...." Kata Lekky waktu itu. "Kau ikut bersamaku dan meninggalkan kedua pangeran itu. Tapi jangan khawatir, Jika suatu saat Kau ingin kembali..Kau bisa kembali kapanpun Kau mau. Bagaimana ?"


Aku merasa tawaran kedua adalah apa yang kuinginkan. Jawaban dari segala doa-doaku. Menghilang dari kehidupan kedua Pangeran ini. Lekky mampu untuk membawaku dan menyembunyikanku dari Mereka. Lekky tersenyum. Dia tau seolah tau jawabanku.


"Bagaimana ?, Aku bisa membawamu sekarang jika Kau mau"


"Aku tidak bisa pergi sekarang. Aku telah berjanji untuk menikah dengannya. Jika Aku menghilang sekarang, Aku akan mempermalukannya dihadapan para tamu undangan dan rakyatnya. Lagipula Aku ingin pergi tanpa diketahui Pangeran Riana. Biarlah Dia mengetahui Aku berada bersama dengan Pangeran Sera. Apakah Kau bisa membantuku melakukannya Lekky ?"


Lekky tampak berpikir sejenak. Akhirnya Dia menganggukan kepala menyetujui. "Aku akan menjemputmu saat Kau berada di Qaiyan. Beritahu Aku jika Kau berubah pikiran"


"Kau tidak menghadiri pernikahanku ?" Tanyaku ketika Dia berdiri hendak pergi.


"Apa Kau ingin Aku membunuhi orang-orang dihari pernikahanmu karena menodongkan senjata kearahku ? Tidak Yuki...Mereka tidak akan senang jika Aku berada disini"


Aku ingin mengatakan sesuatu. Angin berhembus melewatiku dengan cepat. Saat mengerjap, Lekky sudah tidak ada di tempatnya. Dia sudah menghilang. Aku melihat kesekeliling. Dia tidak ada di sini. Bagaimana Dia bisa datang dan pergi secepat itu.

__ADS_1


__ADS_2