Water Ripple

Water Ripple
36


__ADS_3

Banyak orang sakit tergeletak secara sembarangan tanpa perawatan. Tempat ini pun sangat kotor tanpa ventilasi udara.


"Panggil bantuan kemari cepat. Kita akan membersihkan tempat ini"


"Tapi Putri.."


" Raja Kalian mengizinkanku untuk berbuat sesuka ku. Jika kalian tidak mau membantu, Biar Aku sendiri yang bekerja"


Aku masuk ke dalam bangunan. Berjalan pelan agar tidak menginjak para tawanan yang sakit. Aku membuka semua cendela yang ada agar ruangan memiliki sirkulasi udara. Aku tidak tahu harus mulai dari mana. Tapi Aku akan bekerja sebisaku, Lebih baik bertindak daripada hanya diam dan berdoa memohon pertolongan. Itu bukan sifatku.


Para pelayan dan penjaga akhirnya ikut turun membantu. Bantuan datang ketika Kami masih memiliki segudang pekerjaan. Aku mengambil semua kain-kain kotor dirumah singgah dan mencucinya. Membersihkan semua perabotan, menyikat lantai, menyingkirkan debu dan sarang laba-laba yang bergelantungan di berbagai tempat. Akhirnya setelah bekerja selama kurang lebih enam jam, dengan dibantu delapan orang pelayan dan enam penjaga. Rumah singgah lebih bersih daripada sebelumnya. Atap yang bolong sudah ditambal, begitu juga dindingnya yang rusak sudah diperbaiki. Rumah ini sudah tidak miring lagi. Setidaknya kemungkinan untuk rubuh ataupun bocor kecil. Angin tidak akan masuk ke dalam jika malam hari tiba.

__ADS_1


Setelah semua bersih, Kami menggelar matras yang Aku ambil dari gudang perlengkapan pasukan. Memindahkan tawanan yang terluka sesuai tingkat keparahan lukanya. Berbekal pengalaman medis yang kupunya, Aku memeriksa dan mengobati mereka sementara para pelayan memasak makanan yang Kami dapat dari tempat pembuangan bahan makanan kerajaan. Aku tidak bisa seenaknya mengambil makanan yang masih bagus dari dapur istana. Aku khawatir akan berisiko nantinya kepada para Tawanan karena Rafael sangat perhitungan dengan para tawanan ini. Tapi, Apa yang kami punya juga bukanlah sayur-sayuran busuk. Kami sudah memilihnya dan membersihkannya dengan baik.


Setelah makanan matang, Para pelayan dan penjaga membagi-bagikan kepada para tawanan. Hanya bubur jagung dicampur dengan wortel, kentang,dan sawi yang dipotong kecil-kecil. Kami hanya bisa menyajikan itu. Tapi mereka semua sudah senang. Memakannya dengan lahap.


Aku kembali ke istana larut malam dengan perasaan lebih tenang. Berjanji dalam hati bahwa besok Aku akan kembali ke sana.


Sudah hampir sepuluh hari Aku mengurusi para tawanan. Banyak yang sudah mulai sembuh. Wajah mereka juga lebih bersinar daripada ketika Aku pertama kali kemari. Aku senang perjuanganku tidak sia-sia. Walau tawanan mereka.punya hak untuk hidup lebih layak.


"Lebih menarik daripada Aku harus melihatmu terus-terusan" Kataku kesal.


Rafael tiba-tiba memelukku. Aku menggeser badanku cepat tapi Dia mencegahnya. "Apa yang Kau lakukan ?" Kataku kaget.

__ADS_1


"Apa tidak kau pikir daripada mengurusi para sampah itu, Lebih baik Kau belajar bagaimana bersikap dan menyenangkan hati calon suamimu" Rafael meremas pantatku.


Aku mendorongnya kencang. Tanpa berkata apa-apa lagi, Aku berjalan pergi. Aku harus segera mencari cara untuk keluar dari sini. Aku masih beruntung sementara ini Dia terlalu sibuk mengurusi negaranya sehingga mengabaikanku. Tampaknya Pasukan Pangeran Sera sedang bergerak kemari sehingga Rafael sibuk mempersiapkan peperangan. Tapi, Aku tak yakin Dia akan terus sibuk dan akan tiba saatnya bagi Rafael untuk mengangguku. Semoga Itu tidak terjadi. Aku berharap keberuntungan ini terus bersamaku.


"Silahkan Makan" Kataku sembari menyodorkan piring berisi makanan kepada para tawanan. Hari ini Kami cukup beruntung mendapatkan umbi di sekitar rumah singgah sehingga bisa memberikan para tawanan makan. Rafael sungguh kejam,Dia mengetahui Aku mengambil bahan makanan yang sudah dianggap tidak layak untuk dipakai hidangan kerajaan. Dia kini menyuruh pelayan membakar bahan makanan tersebut jika tidak digunakan. Sepertinya Dia tidak rela sisa makanan itu dimakan para tawanan.


Para tawanan menerima dengan senang. Mereka tidak peduli apa yang Kami hidangkan. Bagi Mereka, Dianggap sebagai manusia saja sudah lebih dari cukup.


"Ini makanlah" Aku menyodorkan piring pada seorang tawanan yang menutupi rambut dan tubuhnya dengan selimut. Wajahnya tidak terlihat karena Dia terus menundukkan kepala. Aku baru melihat tawanan itu sekitar tiga hari yang lalu. Dia sangat misterius. Aku tidak tahu kapan Dia datang, Tapi Aku tidak melihat Dia sedang terluka. Tapi Aku pernah tanpa sengaja melihat tangannya. Tangannya sangat bersih dan terawat. Tidak seperti tangan tawanan yang lain. Tawanan ini hanya duduk diam di pojokan. Sedikit menyepi dengan sekitar. Aku menunduk untuk mengintip wajahnya. Namun Dia langsung menarik piring ditanganku dan berbalik memunggungiku. Aku ingin mengatakan sesuatu tapi Tawanan yang lain menyodorkan tangannya untuk meminta makanan.


Selesai memberi semua makanan Aku duduk diantara para tawanan untuk menikmati makananku sendiri.

__ADS_1


"Aku dengar anda adalah Putri yang ditunjuk oleh dewa untuk menjadi calon Ratu kerajaan Garduete berikutnya. Anda sangat cantik dan baik hati. Walaupun Anda sendiri berada disini sebagai tawanan tapi Anda tetap tidak berhenti menebarkan kebaikan. Anda memandang manusia tanpa melihat status dan kedudukan sosialnya, Sangat rendah hati dan Namun memiliki sikap teguh atas prinsip yang anda emban. Beruntunglah negeri Garduete memiliki Ratu seperti anda. Tidak seperti Kami, Penguasa Kami sangat zolim tidak mau memikirkan Rakyatnya. Hanya memperkaya diri sendiri. Semua mencari aman, membuang Kami seolah Kami ini bukanlah manusia" Kata seorang Pria tua yang duduk didekatku.


__ADS_2