
Aku sudah pernah mencari petunjuk keberadaanya sebelumnya di istana Ayah. Tapi Aku tidak menemukan petunjuk apapun mengenainya. Ayah seperti sangat merahasiakan keberadaan Anak laki-lakinya. Namun Aku hanya menemukan satu fakta bahwa segala bisnis Ayah masih berjalan dan malah menghasilkan lebih banyak, Selain itu semua pelayan di istana Ayah setiap bulan masih menerima gaji Mereka. Semuanya dikelola seperti ketika Ayah masih hidup. Pangeran Riana tidak melakukannya begitu juga Pangeran Sera. Ayah tidak mempunyai kerabat, jadi satu-satunya yang mungkin adalah semua itu dikendalikan oleh anak laki-lakinya.
Tapi, Aku berpikir lagi. Di surat wasiat yang diberikan padaku, selain namaku juga tertulis nama Lekky Darmount. Saat kutanyakan pada Bangsawan Voldermon, Dia sangat terkejut ketika Aku menyebut nama itu.
"Dari mana Kau tau nama itu Yuki ?" Tanyanya waktu itu.
Aku melihat ekpresi yang aneh di mata Bangsawan Voldermon dan jadi urung mengutarakan soal surat wasiat Ayah padanya.
"Aku hanya mendengarnya sekilas dari para pelayan" Kataku berdalih. "Ada apa dengan nama itu ?" Tanyaku pura-pura kebingungan.
"Keluarga Darmount adalah keluarga pembunuh bayaran paling terkenal di dunia ini. Mereka tinggal di gunung milik pribadi, Sangat tertutup dan misterius. Kepala Masing-masing keluarga itu dihargai sangat mahal. Tidak sembarang orang bisa ke sana. Jikalaupun ada yang memaksa masuk ke wilayah Mereka, tidak ada yang pernah kembali lagi hidup-hidup. Pernah ada seribu pasukan menggempur masuk ke gunung untuk mencari keluarga Darmount, tapi dalam waktu semalam hanya ada satu orang yang kembali sembari membawa cerita soal kengerian keluarga itu"
Aku duduk dan mendengarkan Bangsawan Voldermon bercerita.
"Saat ini kepala keluarga Darmount adalah Lazzar, Kau percaya, harga kepalanya sama dengan sepertiga wilayah Garduete saat ini. Tapi ada seorang lagi yang digandang-gandang akan mengantikan Lazzar nanti, Yaitu keponakannya yang bernama Lekky Darmount. Harga kepalanya lebih mahal daripada Lazzar. Ada darah peri didalam darahnya, konon kepala keluarga Darmount yang dulu menikah dengan seorang peri dan menghasilkan anak perempuan yang menjadi ibu dari Lekky ini. Tidak ada yang mengambarkan sosoknya dengan jelas, Semua yang pernah melihatnya sudah mati di tangannya. Tapi Aku dengar Dia ini bisa muncul dan menghilang secepat kilat. Dia menjadi terkenal ketika dalam semalam membunuh seluruh penghuni istana bangsawan Argueda untuk membalas dendam istrinya yang telah terbunuh. Dia sangat gila. Lebih baik tidak berurusan dengannya"
__ADS_1
Aku menatap Lekky didepanku sekali lagi. Aku belum pernah melihat seperti apa kakakku. Tapi Aku sangat yakin orang didepanku ini adalah Dia.
Seperti yang diberitakan Bangsawan Voldermon, Tampaknya Lekky memang punya kemampuan untuk muncul dan menghilang secepat kilat.
"Kau mau menikah tanpa mengundangku ?" Tanya Lekky membuyarkan lamunanku.
"Kau tidak pernah muncul selama ini" Kataku membalasnya.
"Apa itu penting ?" Tanya Lekky acuh.
"Untuk apa Kau datang Lekky"
"Kulihat hanya Kau yang tidak bahagia akan pernikahan ini, Jadi Aku datang untuk mengajukan dua penawaran untukmu"
"Penawaran ?"
__ADS_1
"Ya, Kau bisa memilih salah satu diantara dua ini. Penawaran pertama, Kau menikah dan menjadi istri yang baik disini bersama suamimu"
Aku diam mendengarkan. Aku merasa ada sedikit harapan dari kedatangannya.
"dan yang kedua.."
Sendari pagi letupan petasan terus terdengar bersautan. Istana sudah riuh rendah oleh tamu undangan dan pesta pernikahan yang akan berlangsung. Para perias sendari pagi sudah sibuk mendandaniku. Rambutku di tata sedemikian rupa. Mahkota emas bertahtah intan dan permata, yang beratnya hampir dua kilo di letakkan di kepalaku. Penderitaanku masih belum berakhir ketika Aku harus mengenakan gaun pengantin. Putri Magitha tampaknya lebih memilih keindahan ketimbang kenyamanan pemakainya. Aku menyesal telah membiarkannya mengatur semua gaun pengantinku.
"Putri tampak sangat cantik" Puji seorang pelayan ketika selesai mendandaniku. Aku melihat ke cermin dan mendapati bayangan wanita yang jauh berbeda dengan diriku yang biasa. Seorang wanita yang terlihat anggun dan berkelas. Jika dalam keadaan normal Aku pasti akan terpana melihat perubahan diriku, Namun sayangnya suasana hatiku yang sekarang sedang tidak mendukung.
"Terimakasih" Kataku pelan. Pelayan itu tersenyum. Seorang pelayan datang dan mengatakan upacara sebentar lagi akan dimulai, Aku harus segera bersiap. Para pelayan membantuku berdiri dengan gaun pengantin yang seolah bertumpuk disegala tempat. Aku berjalan diikuti enam orang pelayan, menuju tempat upacara, Dimana Aku dan Pangeran Sera akan dipertemukan kembali setelah seminggu Kami di pingit didalam kamar.
Aku menundukkan kepala sepanjang perjalanan. Melangkahkan kakiku dengan berat. Sebentar lagi Aku akan menjadi istri sah dari Pangeran Sera. Sampai sekarangpun Aku masih ragu untuk melakukannya, Namun Pangeran Riana sedang berada disini. Jika pernikahan ini sampai gagal, Aku khawatir imbasnya kembali pada Pangeran Riana dan Garduete.
"Putri" Seorang pelayan menyentuh lenganku pelan. Matanya menatap kedepan dengan perasaan takut. Ketika Aku mendongak, Aku melihat Pangeran Riana berdiri didepan Kami. Menghalangi jalan.
__ADS_1
Matanya tampak dingin dan tidak bersahabat. Dia menatapku lurus. Rahangnya dikatupkan rapat. Aku menahan mati-matian keinginan untuk berlari kepelukannya dan memohon agar Pangeran membawaku pergi dari pernikahan ini.
Aku melangkahkan kaki maju tanpa keraguan, menatap ke depan dengan tenang.