Zulaikha Dan Pria Misterius

Zulaikha Dan Pria Misterius
part 10.Langkah pertama(hujan meberikan kemudahan)


__ADS_3

Pagi ini hujan turun dengan sangat lebat dan hari ini adalah hari ketiga Zuu dan Zio melakukan pemantauan dari kejauhan serta mencari informasi seputar pabrik tersebut


dan tentu saja yang mencari informasi dari warga hanya Zuu karena Zio selama dua hari ini hanya bersembunyi dan tak terlihat,ia hanya memantau dari kejauhan


tetapi kali ini hujan yang lebat memberikan keberuntungan bagi mereka,karna dengan begitu Zio bisa menyamar dan berlagak seperti seorang pekerja dipabrik itu agar tidak ada yang mencurigainya


Zio sengaja memakai mantel kuning besar dan sepatu laras panjang agar bisa menyamakan dengan yang digunakan para pekerja lainnya,jangan tanyakan dimana mengambil mantel tersebut karna itu adalah hasil curiannya


jangan lupakan wajahnya tampanya yang mencolok itu sudah tidak ada lagi karena pagi tadi sudah didandani dengan sangat baik oleh Zuu


flashback on


"ayo cepat tutup matamu"Zio megangkat satu alisnya berfikir dengan apa yang akan dilakukan gadis itu


"eh...mau ngapain tutup mata segala...?gak usah pake tutup mata, aku pasrah kok kalau kamu mau cium...nih"ia memocongkan bibirnya pasrah ingin dicium


Zuu yang kesal menoyor kepala Zio dengan keras hingga ia terhuyung dan hampir terjungkal kebelakang


"izh apaan sih....ckckck otak kamu tuh yang gak beres, ngerer aja isinya kotor semua"ia merasa frustasi dengan tingkah Zio yang menurutnya semakin hari semakin aneh


bukannya marah Zio malah terkekeh karena ia begitu senang saat melihat Zuu merasa kesal padanya,itu menjadi hiburan tersendiri untuknya


"ayo cepetan merem"ia mengulang apa ia inginkan sejak tadi


" huh perasaanku sungguh tidak enak"pria itu membatin


setelah Zio menutup mata Zuu pun beraksi dengan kepiawaianya ia seperti seorang makeup artis,ia dengan lincah terus memoleskan sesuatu kewajah tampan milik zio


bukan hanya wajahnya saja tetapi juga tangan dan betisnya samapai kaki pun tak lupuk dari polesannya, tak lupa sentuhan di rambut nya juga diacak-acak memberikan kesan santai


"selesai...."ucapnya bersemangat seperti telah mengerjakan tugas negara yang sangat peting


"ayo cepet kamu bercermin"Zio menurut saja apa kata Zuu,dan betapa terkejutnya ia hingga matanya membulat sempurna melihat penampilannya yang hitam seperti arang


"apa yang telah kau lakukan pada wajah tampanku,ya ampuun.....wajahku yang tampan sudah seperti tungku perapian"ia menatap tajam kearah Zuu yang sejak tadi menertawakannya


belum sempat meminta penjelasan padanya dia sudah kabur lebih dulu,merasa tidak terima ia berlari mengerja Zuu karna gadis itu sudah kabur duluan dari kamarnya"dasar gadis nakal awas saja kalau ketangkap akan kuberikan pelajaran yang setimpal"ia tersenyum penuh arti


ia terus mengejar Zuu yang sejak tadi berlari dari jangkauan Zio, Zuu berlari mengitari meja yang ada diruangan yang sempit dalam rumahnya


berntung ibu tidak ada dirumah dan melihat rumahnya sudah seperti kapal pecah karna beberapa barang sudah berserakan dilantai,


dan pelakunya tidak lain adalah mereka berdua


Zuu yang sudah lelah dengan nafas yang memburu menghetikan langkahnya karena tidak sanggup lagi untuk berlari


"sudah...sudah....aku menyerah..."lirihnya sambil terus mengatur nafasnya yang naik turun


Zio yang tersenyum penuh kemenangan segera menangkap tubuh Zuu dati arah belakang lalu menggelitiknya sampai Zuu merasa sudah tidak tahan karena merasa geli


"hahahahaha....stop please....,aku sudah kelelahan hahahaha.....hentikan"pekiknya tertawa kegelian dan terus berusaha melepaskan diri dari tangan nakal Zio

__ADS_1


Zio pun berhenti tanpa melepaskan tangan kekarnya dari pinggang Zuu,ia seperti menikmati setiap helai rambut yang berterbangan yang mengenai wajahnya


ia menghirup dalam-dalam aroma sampo dirambut Zuu yang sudah seperti candu baginya,ia mecium pucuk kepala zuu dengan memejamkan mata merasakan kebahagiaan ketika ia melakukannya


rasanya sangat berbeda ketika ia melakukan itu pada orang lain sebelumnya


"kenapa rasanya aku tidak ingin kamu jauh dariku, Zuu aku berjanji akan membawamu keluar dari tempat ini,bisakah kamu bersabar dan menunggu sebntar lagi" batinnya berharap agar Zuu selalu berada disisinya


tidak berbeda jauh darinya,saat ini hati Zuu pun ikut menghangat saat diperlakukan demikian,ia tidak tahu apa yang terjadi dengan hatinya yang merasa hangat setiap kali Zio menciumnya dengan penuh kasihsayang


Zuu mendongak menatap kearah Zio,ia kembali tertawa saat melihat hasil karyanya berantakan


"yah jadi rusak kan....kamu sih dibilangin juga ini itu penting untuk penyamaran kamu agar tidak ketahuan saat berbaur dengan mereka"jelasnya


"kamu itu sangat mencolok tahu"sambil mengerucutkan bibirnya, Zio yang tidak dapat menahan rasa gemesnya melabuhkan bibirnya pada bibir Zuu


Cup


Cup


otomatis Zuu menggigit bibirnya karena kaget dan merasa malu, jantung Zuu sekarang ini sudah tidak beres,tidak dapat bekerja dengan baik "Oh my God jantungku....jantung berpenyakit"ia memegang dadanya merasakan detak jantungnya yang tak beraturan


"jangan menggodaku lagi sayang kamu tahu,itu akan sangat sulit bagimu"ia kembali merengkuh pinggang Zuu dengan posesif


"ayo katakan,kamu bilang aku mengcolok.....apa yang mencolok dariku?ia sengaja menggoda Zuu


"ummm.... mencolok dari...."ia sengaja menggantung ucapannya sambil mecubit hidung macung Zio dan menangkup wajah pria itu yang sedikit menghitam dengan kedua tangannya


"kamu mencolok dari ini"ia menyentuh pipi Zio dan mengusapnya,ia terus mengusap hingga turun kerahang tegas milik pria itu yang ditumbuhi sedikit bulu-bulu halus


Zio seakan susah menelan salivanya sendiri, saat usapan tangan Zuu dirahangnya seakan membakar gairahnya yang menjalar keseluruh tubuhnya hingga membuat tubuh bagian bawahnya menegang ia sudah tidak dapat lagi menahan hasratnya yang sudah diatas ubun-ubun


seketika Zio menggendong tubuh Zuu ala bridal style kedalam kamar


"aakkh"pekiknya kaget merasa tubuhnya melayang keudara


"sudah kutakan jangan pernah menggodaku apalagi memancingku sayang, itu akan sangat menyulitkanmu"ia terus berjalan masuk kedalam kamar tampa mempedulikan penolakan Zuu yang ingin diturunkan


ia membaringkan tubuh Zuu dengan sangat hati-hati,akan tetapi Zuu bangun dan hendak berdiri tapi itu sia-sia karena tangannya sudah ditahan oleh Zio


"Zio apa yang kau...."suaranya tenggelam dalam c*um*n yang Zio berikan, Zio ******* dan menggigit kecil bibir Zuu berusaha agar gadis itu memberinya ruang, usahanya membuahkan hasil,Zuu yang awalnya diam kini membuka mulut memberi akses terhadap Zio dan membalas setiap l*m*tan yang diberikan prianya


mendapat lampu hijau dari Zuu pria itu langsung merengkuh tubuh wanitanya agar tidak ada jarak antara mereka, l*m*tan-l*m*tan yang awalnya lembut kini begitu kasar dan menuntut ,tangan kokohnya sekarang merengkuh tengkuk wanitanya agar lebih memperdalam c*um*n panas mereka


tangan Zio yang sejak tadi diam kini bergerak,m*njam*h dengan nakal hingga tangan kokohnya menyentuh gundukan kembar yang begitu kenyal dan padat yang menjadi favorit para kaumnya


"eeugh"d*s*han yang keluar dari bibir Zuu membuat Zio semakin bersemangat,ia tersenyum simpul penuh kebahagiaan tanpa melepas p*gut**nya


setelah lama saling berbagi saliva Zio pun menghentikan aktivitas nya dan segera keluar dari kamar meninggalkan Zuu dengan tanda tanya besar di kepala gadis itu


"dia itu kenapa,apa dia kebelet?"kebelet dalam otaknya Zuu, adalah pria itu sedang ingin buang air dan sudah diujung tanduk, yah itulah dalam pemikirannya yang masih awam

__ADS_1


Zuu terkekeh dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah dari Zio yang menyambar pintu saat ingin keluar dari kamarnya dan lagi suara pintu kamar mandi yang ditutup dengan kasar


sedangkan kebelet yang dirasakan Zio sangat jauh berbeda dengan ekspektasi Zuu, karna saat ini pria itu sedang berusaha menuntaskan hasratnya yang membuncah diatas ubun-ubunnya didalam kamar mandi.


setelah drama yang panjang keduanya,mereka membereskan rumah yang tadi berantakan akibat ulah mereka sendiri,dan kembali mengoleskan arang pada wajah dan tubuh Zio dengan tipis,agar wajahnya tidak terlalu mencolok dan bisa meratakan warna kulit orang-orang yang berada dipabrik dan di lingkungan desa


flashback off


di balik pohon besar jauh dari jangkauan orang-orang,Zio dan Zuu sedang bernegosiasi


"baiklah aku akan mengantarmu lebih dulu setelah itu aku akan kembali lagi kesini dan masuk bersama mereka"ia saat ini sedang menunggu para pekerja yang sedang beristirahat,sebelumnya ia sudah mengamil salah satu juba mantel milik salah satu pekerja saat mereka masuk kekantin dan meninggalkan jubanya diluar


"kalau kamu mengantarku,yang ada waktu istirahat mereka akan habis dan segera masuk untuk bekerja dan kau tidak ada kesempatan lagi"ucapnya membantah


"baiklah aku akan masuk kedalam setelah kamu pulang dan kamu harus langsung pulang"


"ayo cepat....pulang sana!!


" jaga diri baik-baik"ia mengelus kepala Zuu sambil memberikan ultimatum,seperti seorang ayah yang memberi nasehat pada anaknya


"izh...apa sih lebbay deh"ucapnya kesal


"aku akan disini sampai kau keluar dan satu lagi kita pergi dari rumah bersama dan pulang juga harus bersama"ucapnya tegas dan penuh penekanan


ia sungguh tidak mengerti bagaimana cara berfikir Zio,"bagaimana mungkin aku meninggalkan dia sendiri didalam sana,bagaimana kalau dia ketahuan dan bagaiman jika dia tertangkap"ia membatin merasa khawatir akan keselamatan Zio


"apa dia tidak tahu kalau aku sangat cemas"gerutunya tetapi samar-samar masih bisa didengar oleh telinga Zio


"kau itu keras kepala sekali....aku itu menyuruhmu pulang agar kau dan ibumu terhindar dari masalah"jelasnya agar gadis itu mengerti,bisa gawat kalau ia ketahuan dan namanya ikut terlibat


Zio tidak takut akan apa yang akan terjadi padanya,ia hanya merasa cemas memikirkan gadis itu dan ibunya kalau saja hal buruk terjadi padanya


bukannya membantu Zuu melarikan diri ia justruh menyeret gadis itu dalam masalah besar dan ia tidak mau sampai itu terjadi


"kamu pulang yah....aku akan baik-baik saja,dan tidak akan terjadi sesuatu apapun padaku"bujuknya


Zuu menggelengkan kepalanya tidak setuju


"I promise to you"ia mengangkat dua jarinya membentuk huruf V dan menyunggingkan senyumnya yang memperlihatkan gigi putih yang berjejer rapi


"really?"tanyanya untuk menghilangkan keraguannya


yang diangguki oleh Zio


"pulang lah..... setelah itu aku akan masuk,lihatlah mereka semua sudah selesai"


"tunggu aku dirumah"ucapnya sampil mencium kepala Zuu dengan sayang


Zuu hanya mengangguk dan menurut apa kata Zio ia berjalan pulang dengan perasaan yang masih ada rasa cemas dalam hatinya


tanpa mereka sadari tak jauh dari tempat mereka berdiri,

__ADS_1


ada sepasang mata yang tengah memperhatikan apa yang mereka lakukan


~Happy reading ~🥰


__ADS_2