Zulaikha Dan Pria Misterius

Zulaikha Dan Pria Misterius
part 26. Penampilan baru


__ADS_3

Setelah ciuman panas yang mereka lakukan, Kenzio segera membayar bill dan segera menarik tangan Zuu keluar meninggalkan cafe.


Setelah sampai diparkiran Kenzio membukakan pintu pada Zuu dan menyusul masuk ke dalam mobil setelah beberapa lama Kenzio dan Zuu hanya diam dalam keheningan menatap tajam satu sama lain, mata menyalang saling menantang dengan tatapan yang tak terbaca "Apa yang kau lakukan? apa kau sudah gila? apa maksudmu melakukan semua itu, apa kau ingin membuktikan serendah apa dirimu.hah" setelah benerapa menit akhirnya Kenzio membuka suara dengan nada membentak meluapkan emosinya.


"hah"Zuu tidak menjawab, ia hanya membuang nafas jengah menanggapi pertanyaan dan makian dari Kenzio, dengan menampilkan senyum menyeringai.


"Kenapa, apa tuan menyesal ingin menjadikanku sugar baby?" jawabnya yang malah balik bertanya, hatinya sekarang benar-benar hancur karena telah berulang kali Kenzio menghina dirinya.


"Jadi sekarang kau ingin menantangku?" ucap Kenzio yang emosinya sudah diubun-ubun, dan Zuu kembali menanggapinya dengan mengangkat kedua bahunya, sok biasa saja, padahal didalam hatinya ia ingin menangis sekencang-kencangnya.


"aku harus kuat......aku mohon, aku mohon" ucap Zuu dalam hati menguatkan diri sambil mengepalkan tangan sekuat tenaga agar bisa menahan rasa sakit yang bersarang dalam hatinya.


"Aku hanya menyanggupi perkataan anda tuan, apa itu salah?" ucap Zuu tak mau kalah, kali ini dan seterusnya ia akan berusaha keras untuk tidak menunjukkan sisi lemahnya dihadapan Kenzio, agar pria itu tidak lagi menginjak-injak harga dirinya.


"Hah" kali ini Kenziolah yang tersenyum menyeringai jahat terhadap Zuu yang telah berani menantang dirinya.


"Baiklah...., kau terlalu percaya diri nona"


"Jadi jangan salahkan aku, karena kau sendiri yang datang padaku dan menyerahkan diri dengan suka rela...., jadi jangan pernah menyesal dengan keputusanmu itu" ucapnya tegas memperingati.


setelah mengatakan hal itu, Kenzio segera membawa mobilnya keluar dari parkiran cafe tersebut dan membelah jalan raya yang padat oleh kendaraan dengan kecepatan tinggi.


"Turun" ucapnya kepada Zuu setelah ia menepikan mobilnya kepinggir jalan. Zuu yang tidak mengerti menatap Kenzio dengan bingung"apa maksudnya turun, inikan masih jauh dari kantor ?"


"Ayo turun" ucapnya mengulang. Kenzio memberi perintah kepada Zuu agar Zuu segera turun dari mobilnya.


"Maaf tuan tapi ini...," ia menjeda perkataannya dan memperhatikan keluar jalanan yang masih berada jauh dari kantor


"inikan, kita masih jauh dari kantor?"


"Iya aku tahu itu. Hari ini tugasmu selesai dan cepat turun" ucapnya lagi dengan wajah datarnya.


"Hah. Aku sungguh tidak percaya ini, manusia es ini bahkan tega menurunkanku ditengah jalan seperti ini"


"se-sekarang tuan"


"Tega banget". Gumamnya yang masih bisa didengar oleh Kenzio, akan tetapi pria itu seakan tidak peduli dengan perkataannya.


"Iya se-ka-rang ayo cepat turun" ulangnya.


Mata Zuu menyalang dengan memancungkan bibirnya kedepan dan menghela nafas frustasi sambil menurunkan kakinya dari mobil sport mewah milik tuan Kenzio yang terhormat dengan menyentak kan kakinya kesal.


Setelah Zuu turun dan menutup pintu mobil dengan kasar Kenzio segera menancap gas, lalu ia berlalu pergi meninggalkan Zuu dipinggir jalan dengan mengembangkan senyum jahilnya.


Zuu yang ditinggal sendirian, mengayunkan langkahnya dengan sesekali menghentak-hentakan nya karena begitu kesal kepada bosnya itu, dan sekarang ia punya status baru yaitu menjadi sugar baby.


"Apa. Sugar baby, sepertinya sekarang aku benar-benar sudah gila" Zuu berkata dan menggeleng sendiri sambil terus berjalan.


Sesaat kemudian, ia berhenti dan teringat memiliiki aplikasi ojek online, lalu iapun memesan ojek online agar ia bisa lebih cepat sampai di kontrakannya. Ia sudah tidak sabar lagi merilekskan dirinya di kasur yang tak begitu empuknya itu.


Akan tetapi belum juga ojeknya yang ia pesan itu datang, suara klakson dari mobil sport nan mewah yang sebelumnya meninggalkannya ditepi jalan, kini kembali dan berhenti lagi didepannya. Siapa lagi kalau bukan tuan Kenzio yang terhormat "aku tahu kau tak Setega itu padaku,dan kau memang Zio yang dulu kukenal".

__ADS_1


Kenzio menurunkan kaca mobilnya kemudian menjentikkan tangannya untuk memanggil Zuu dengan isyarat. Zuu akhirnya mendekat lalu membungkukkan badannya untuk mendengar apa yang akan dikatakan manusia es itu padanya.


"Jangan lupa besok pagi kau datang kekantor sebagai sekertarisku dan.....," ia menjeda ucapannya dan melirik kebawah tubuh Zuu yang terdapat dua gundukan bukit kembarnya, sambil menaikkan alisnya naik turun. Zuu ikut melirik kearah pandangan mata nakal Kenzio, dan menemukan bukit kembarnya ditatap laki-laki yang berada dihadapannya, Zuu sontak menutupinya dengan kedua tangannya, sembari menatap tajam Kenzio.


"Jangan lupa bersiaplah dengan konsekuensi dari keputusan yang sudah kau buat" ia tersenyum menggoda sambil melihat reaksi Zuu selanjutnya, karena mata wanita itu sudah hampir keluar melototi nya dengan tajam dan itu sangat membuat nya terhibur. Ia harus cepat pergi dari sana karena kalau tidak, image cool nya akan hilang karena tak kuat menahan dirinya yang ingin segera mengukung Zuu dibawah kendalinya.


Setelah mengucapkan hal itu dan menyerahkan semua paper bag yang berada didalam mobilnya kepada Zuu, Kenzio pergi begitu saja tanpa rasa bersalah sedikitpun karena sudah dua kali meninggalkan Zuu seorang diri di pinggir jalan.


Zuu hanya melongo tak percaya dengan apa yang terjadi. Harapan yang sebelumnya ada kini harapan itu terpatahkan oleh Kenzio yang kembali meninggalkannya seorang diri.


"Aakkkh"pekiknya frustasi


"Dasar br*ngs*k, manusia es tak punya perasan.... hiks...hiks...dasar baj*ng*n."


pekikan Zuu yang mengumpat kesal dan beberapa umpatan-umpatan kasar lagi yang lainnya keluar begitu saja dari mulutnya, hingga tak sadar beberapa orang yang berada disekitarnya kini memperhatikan dirinya dengan tatapan aneh.


Berbeda dengan seorang pria yang sudah jauh dari tempat dimana ia meninggalkan Zuu sendiri dipinggir jalan, ia merasa puas karena sudah mengerjai Zuu.


"Salah sendiri, itu akibatnya karena sudah menantang ku dan kita lihat apa yang akan terjadi padamu setelah ini"


Ia tak berhenti mengembangkan senyumnya saat mengingat wajah Zuu ketika ia kesal padanya, wajah itu sangat lucu dan begitu menggemaskan.


"Besok aku akan mengikatmu sampai kau tidak bisa bergerak sedik pun untuk mencari mangsa lain lagi nona Zulaikha"


Akan tetapi jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam ia merasa kasihan pada Zuu dan khawatir dengan keadaannya yang Ia tinggalkan dijalan sendirian.


Ia pun membanting setirnya untuk yang kedua kalinya, ia memutar balik arah yang berlawanan untuk kembali dan melihat keadaan Zuu, apakah wanita itu sudah mendapatkan taksi atau belum.


"Siapa laki-laki itu" tanyanya menatap tajam kearah Zuu yang sudah meninggalkan tempatnya.


Ia memperhatikan motor yang ditumpangi Zuu dan tanpa sadar ia mengikuti motor tersebut hingga sampai di depan sebuah bangunan tiga lantai yang bersusun, bisa ditebak bangunan itu adalah rumah kontrakan yang hanya berukurang, kurang lebih 4×5 meter persegi dalam satu unit


"Apa dia tinggal dirumah kontrakan sekecil itu?" Ia begitu heran dengan kehidupan yang dijalani Zuu sekarang, dalam hatinya terselip rasa tak tega melihat Zuu yang hanya tinggal di kontakan kecil, yang menurutnya sama sekali kurang layak untuk ditinggali.


"Apa selama ini persepsi ku salah mengenai dirinya?tetapi kalau memang benar, kenapa ia sampai tinggal ditempat seperti itu?". pikirnya menimbang dan sama sekali tidak menyangka bahwa Zuu tinggal di kontrakan sekecil itu.


"Dia kan bisa membayar apartemen dari hasil merayu pria-pria kaya"


"jadi kemana uang yang ia dapatkan dari memikat para pria-pria kaya hidung belang itu selama ini?"


Setelah melihat Zuu turun dari motor yang ia tumpangi, terlihat Zuu memberi uang ongkos pada sang pria, wanita itu lalu masuk kedalam pintu pagar besi itu dan menghilang dibalik tembok, kemudian ia baru tersadar dengan keadaan, bahwa sedari tadi dirinya mengikuti Zuu sampai kerumah kontrakan nya "Sedang apa aku disini. aApa aku sudah gila dan sudah tidak punya pekerjaan lain sehingga aku sampai mengikutinya ?" ujarnya bertanya dan mengumpat pada dirinya sendiri.


"aakhh....s*al"


"yang benar saja, aku harus cepat-cepat pergi dari sini. sebelum ketahuan"


*


*


*

__ADS_1


Pagi harinya Zuu sudah rapi dengan pakaian kerja yang baru, dan sekarang iap terlihat lebih fresh dan juga modis. Sebelumnya ia hanya mengenakan seragam OB saat sedang bekerja dan sekarang ia nampak cantik dengan pakaian barunya.



Penampilan Zuu yang sudah memakai pakaian kantor yang telah dipilih oleh Kenzio sendiri.



Dan penampilan Zuu saat diajak oleh Kenzio ke Mall berlogo BRAMASTA GROUP tersebut agar merubah penampilannya


Ia berjalan keluar kontrakan dengan suitan dari para pemuda remaja penghuni tetangga kontrakannya saat melihat tampilan Zuu hari ini yang begitu berbeda


Zuu hanya menanggapinya dengan tersenyum ramah


"cieee... Zuu lo mau kemana,keren banget Lo hari ini?"kali ini bukan para pemuda itu yang menggoda Zuu melainkan sahabatnya sendiri dan siapa lagi kalau bukan si Tita


"udah ah stop, kamu itu sejak kemarin ngejek aku Mulu,gak capek apa"ucapnya memanyunkan bibirnya sebal campur malu karena sahabatnya itu tak henti-hentinya menggoda dirinya


"udah dibilangin juga, ini itu bukan sesuatu hal yang harus aku syukuri,ngerti gak sih.... aku itu lagi gak mood karena hari ini dan seterusnya akan terjebak dengan manusia es itu"


"bukannya ini yang Lo mau bisa deket dengan ziomu itu,agar lo bisa membuat ia jatuh cinta lagi sama Lo dan bisa cepat ingat siapa Lo sebenarnya"


"ia tapi aku kadang ingin menyerah saja,setiap kali ia semena-mena padaku,aku gak tahan"ucapnya manja dan mengeluh pada sahabatnya itu


"emang gak mau,kalau gitu buat gue aja"


masih dengan mood menggodanya


"bukan,bukan kayak gitu ta, aku itu bingung dengan keadaanku saat ini"ucapnya frustrasi


"iya...gue ngerti kok.yang sabar yaa, gue doain agar lo bisa mendapatkan kebahagian seperti yang lo inginkan"doanya tulus kepada sahabat nya, mengharap kebahagiaan datang kepada sahabatnya itu mengingat penderitaan yang selama ini yang ia dihadapi


selama ini


"Aamiin....🤲"


"tapi aku gak yakin bisa jalani ini semua,mengingat bagaimana orang-orang dikantor, gimana mereka gak sukanya sama aku apalagi sekarang ini, aku akan selalu berada didekat tuan muda Kenzio yang terhormat setiap waktu dikantor" masih dengan ngeluhnya yang berkepanjangan,ia selalu saja ingin bermanja pada sahabatnya itu disetiap kesempatan


"ya eelah...orang mah gak usah didengerin,biarin aja mereka ,nanti pasti diem sendiri".


"dan mau gimanapun orang melihat Lo dan menghina lo menganggap Lo gak bener, Lo tetap sahabat gue yang paling baek hati dan tidak sombong selain itu Lo sahabat gue yang paling baek sedunia"


"mereka itu gak tahu saja kalau gadis cantik ini adalah wanita yang paling tulus kepada orang lain"


"idih....gombal...."ia tersenyum menahan tawanya oleh pernyataan yang langkah itu dari sahabatnya


"iya beneran gak gombal,emang gue cowok Lo apa,ngegomabalin ceweknya yang lagi manyun gini"


"ahahahaha"mereka berdua tertawa dan bercengkrama bersama sepanjang jalan meninggalkan kontrakan dengan motor matic yang sehari-harinya membersamai keduanya menuju kantor pusat BRAMASTA GROUP


Dan sampailah mereka di lobby kantor pusat BRAMASTA GROUP dengan beberapa pasang mata yang sulit diartikan

__ADS_1


~happy reading~🥰


__ADS_2