Zulaikha Dan Pria Misterius

Zulaikha Dan Pria Misterius
part 32. Kekasih vs Tunangan


__ADS_3

Siang ini Kenzio sengaja mengajak Zuu untuk ikut dengannya menjemput Jasmine tunangannya dan setelah beberapa puluh menit berkendara akhirnya mereka sampai di bandara internasional,siapa yang tahu permainan apa yang sedang direncanakan oleh Kenzio kali ini


"kita mau jemput siapa tuan?"ujarnya bertanya kepada Kenzio karena sejak tadi ia penasaran


"jangan banyak bertanya dan berhenti memanggilku tuan tuan"


"memangnya kenapa tuan, selama inikan saya memang selalu memanggil anda dengan sebutan tuan?kenapa sekarang dipermasalahkan?"ujar Zuu bertanya dengan polosnya


"huh. kau itu setiap kesempatan selalu saja membantah apa saja yang kukatakan"


"apa kau lupa.kau sudah menjadi wanitaku. dan sekarang aku ingin kau memanggilku dengan panggilan sayang.jadi berpikirlah sekarang panggilan apa yang pantas untuk pria setampan diriku"


"panggilan sayang....jhahahaha.....anda begitu lucu tuan"ujar Zuu sambil tertawa renyah menertawakan perkataan tuannya itu yang menurutnya kekanak-kanakan"emangnya panggilan sayang apa yang anda inginkan...hahahah....."masih dengan tawanya yang membuat Kenzio merasa kesal sehingga ia mencekal tangan Zuu kemudian mengukung ditembok dan seketika itu pun Zuu terdiam


"kenapa berhenti,ayo tertawa!kau pikir ini lucu"ujarnya sembari mendekatkan bibirnya ke bibir Zuu dengan posisi seperti ingin **********


mendapat serangan tiba-tiba dari Kenzio,ia sontak memberontak "ok...ok....saya tidak akan memanggil anda dengan sebutan tuan lagi, saya janji"ujarnya dengan menutup bibirnya rapat sambil merentangkan dua jari membentuk huruf V


"good....kau tahukan.sekali kau melanggar, kau akan mendapatkan hukuman yang lebih dari ini"


"baiklah tuan,.....eh Zio"ujarnya dengan meralat yang kata pertamanya saat melihat mata memicing Kenzio padanya


"Zio" lirih Zuu mengingat panggilannya pada Kenzio saat dihutan dan kini ia bisa memanggilnya lagi dengan nama itu,tanpa sadar air mata Zuu menetes saat mengingat kebersamaannya bersama pria dihadapannya itu, tiga tahun yang lalu


"Zio"Kenzio ikut mebeo saat mendengar namanya disebut dengan nama Zio,ia seperti tersengat aliran listrik yang membuat bulu kuduknya merinding saat sekilas ingatan seorang gadis yang memanggilnya dengan nama Zio,tetapi bukan gadis yang menjadi cinta pertamanya melainkan......orang lain.tapi siapa dia


"izkhh.... Aagrrh...."Kenzio merintih saat mengalami sakit kepala yang luar biasa,tubuhnya luruh kelantai duduk berlutut sembari menjambak rambutnya sendiri dengan kedua tangannya agar bisa mengurangi rasa sakit yang menyerangnya,kepalanya serasa sangat berdenyut saat ia terus mencoba mengingat-ingat potongan-potongan kejadian yang ia lupakan akan tetapi serasa sangat sulit baginya untuk melakukannya,semakin ia berusaha semakin bertambah pula denyutan dan rasa sakit yang ia rasakan di kepalanya


"tuan.... tuan...anda kenapa tuan"lirih Zuu sangat panik lalu ikut berjongkok duduk berlutut seperti Kenzio, ia tidak tega melihat pria yang dicintainya itu merintih menahan rasa sakit. entah keberanian dari mana Zuu mengangkat tangannya untuk menangkup wajah Kenzio menghadap wajahnya dan pada saat itu mata mereka bertemu entah mengapa Kenzio seakan tersihir oleh mata Zuu yang memandangnya dengan tatapan yang sangat sulit Kenzio jabarkan.ia seperti melupakan kalau saat ini ia sedang mesakan kesakitan

__ADS_1


tatapan mata Zuu yang masih berkaca-kaca menahan tangisnya,seakan menusuk relung hati Kenzio sehingga ia merasakan kegelisahan dan ketenangan secara bersamaan sehingga ia tidak merasakan sakit lagi dikepalanya.rasa sakitnya berangsur hilang oleh rasa yang sulit ia artikan dalam hatinya


"hei....tenanglah"Zuu memaksakan bibirnya tersenyum untuk menenangkan Kenzio sembari mengusap-usap rahang tegas milik pria itu dengan perlahan


Kenzio yang terbawa suasana memejamkan mata menikmati sentuhan yang berikan Zuu padanya.ia menangkup satu tangan Zuu sembari mencium telapak tangannya"katakan.siapa kau sebenarnya"


"kenapa aku merasa kau sangat dekat denganku,apa dulu kita punya hubungan?"


"hubungan seperti apa yang kita miliki?"pertanyaan-pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Kenzio dengan memelas sehingga membuat Zuu kesusahan menelan salivanya sendiri


"a-aku"Zuu tidak bisa berpikir,otaknya seperti berhenti bekerja dan tenggorokannya mulai kering


lama mereka berada di posisi itu sampai ada seseorang wanita yang berteriak memanggil nama Kenzio dari kejauhan. Zuupun berdiri diikuti dengan Kenzio


"Ken..... Ken..... Kenzio aku disini"pekik seorang wanita memanggil nama pria yang ia kenali sebagai tunangannya


Zuu mendongakan kepalanya sembari berjinjit agar bisa melihat siapa yang sedang memanggil pria yang sekarang sedang menatapnya dengan tatapan teraneh menurut Zuu.


"Bukankah dia Jasmine Evisenna"ujarnya sangat lirih terdengar seperti sedang berbisik


yaa seingatnya ia mengenal aktris cantik satu ini,selain menggeluti dunia perfilman Jasmine juga menjadi salah satu model ambasador yang terkenal di dunia


"Keen....how are you "serunya begitu antusias saat melihat tunangannya itu datang sendiri untuk menjemput dirinya.baru kali ini ia merasa dispesialkan oleh Kenzio, karena pria itu sendiri yang datang menjemputnya


"I miss you.Ken"ujarnya sembari mendekati Kenzio ingin memeluknya karena sudah tidak bisa membendung rasa rindunya lagi,akan tetapi sebelum ia sempat memeluk dan mencium tunangannya.....tiba-tiba Zuu sudah berada di depan Kenzio untuk menghalau gadis itu agar tidak sembarangan menyentuh prianya,sehingga tempat pelabuan rindu Jasmine tertahan oleh Zuu sehingga yang ia peluk saat ini bukanlah tunangannya Kenzio melainkan memeluk gadis yang tak dikenalnya.


melihat interaksi keduanya membuat Kenzio tersenyum simpul oleh kelakuan mereka,terutama tingkah Zuu yang menurutnya sangat lucu dan sikapnya yang begitu manis padanya"sepertinya umpan sudah berhasil,saatnya menarik dengan kuat agar tidak terlepas"


"heii....kau itu siapa?beraninya sekali kau menghalangiku.aku itu mau memeluk tunangan ku sendiri.kenapa kau tiba-tiba muncul seperti itu"ujarnya menatap tajam gadis yang sudah menghalangi dirinya dan tunangannya.ia segera melepaskan pelukannya kepada gadis kurang ajar itu.apa dia tidak tahu aku ini siapa?bahkan tidak tahu berhadapan dengan tunangan siapa?. pikirnya

__ADS_1


"ayo jawab kenapa diam saja. dasar gadis aneh.Ken beri dia pelajaran dia sudah lancang padaku"ujarnya merengek sambil bergelayut manja di lengan kokoh tunangannya


"beb....ayo dong jangan diam saja,beri dia pelajaran karna tidak sopan sama kita"ucapnya semakin manja.


Zuu yang melihat tangan prianya dipeluk gadis lain dan sedang menatapnya tajam, ia juga menantang mata tajam wanita manja tak tahu diri itu,kemudian memicingkan matanya menatap tajam kearah Kenzio yang sedang menahan senyum dan mengangkat satu alisnya seolah ia sedang mengejeknya


"siapa wanita ini?apa dia tunangan Kenzio seperti yang dikatakan Tita tempo hari" mengingat perkataan Tita sahabatnya membuat hatinya perih seperti tertusuk pisau di bagian dadanya. ada rasa panas dalam hatinya seperti sedang terbakar


"apa ini rencanamu.ia ingin aku melihat semuanya ini agar aku sakit hati?hah.memang siapa yang sakit aku hanya tidak menyangka saja.akan bertemu tunangannya disini" ucapnya dalam hati


"tetapi kenapa rasanya memang sakit"


karena tak mau mengganggu sepasang kekasih dan menambah rasa sakit yang ada saat melihat mereka sedekat itu membuat hatinya semakin sesak dan sakit,akhirnya ia pun berniat meninggalkan mereka dan segera berlalu pergi sebab sedikit lagi ia tinggal maka ia tidak akan bisa menahan lagi air matanya yang sudah mengembung di pelupuk mata, Zuu tidak ingin hal memalukan itu sampai terjadi dan iapun berlalu pergi tanpa menghiraukan perkataan gadis itu,akan tetapi sebelum ia melangkah pergi, tangannya dicekal oleh pria yang sudah menyakiti hatinya itu


"huh....lepaskan saya tuan"ujarnya tanpa berbalik,karena ia sangat tahu kalau tangan yang menghentikannya itu adalah tangan kokoh milik pria yang dicintainya,karena sampai kapanpun getaran dihatinya masih tetap sama saat pria itu menyentuhnya


Kenzio melepaskan tangan tunangannya yang melingkar di lengannya dengan manja,kemudian ia menyentak tangan Zuu sembari menariknya sehingga gadis itu membentur dada bidang milik Kenzio


"sudah kukatakan kau akan mendapatkan hukuman jika kau dengan berani melanggar apa yang sudah aku katakan padamu"ujarnya sembari menyentil jidat Zuu dengan gemas karena sudah berani melanggar perintahnya


"Akh....izkh....sakit tahu"pekiknya mengusap-usap jidatnya yang sakit dan detik itu juga air matanya mengalir dan iapun segera mengalihkan pandangan ke arah lain" tapi apa kesalahan saya tu..."ujar Zuu tersadar akan kesalahannya serta membungkam mulutnya sendiri karena takut keceplosan


"maafkan saya tu...ehh...


Zio sa-sayang"ujarnya dengan memelas sembari mengigit bibir bawahnya sebab merasa takut untuk dihukum


"heii.... perempuan tidak tahu diri,sayang-sayang siapa kau berani memanggil tunangan orang seperti itu"


"beb apa yang dia katakan cepat usir dia karena sudah lancang padamu"ujarnya

__ADS_1


"aduh...akh... "Zuu mendadak mengusap jidatnya yang sebenarnya sudah tidak sakit lagi,ia melakukannya hanya untuk mengalihkan perkataan gadis yang bernama Jasmine itu


~happy reading~🤗🥰


__ADS_2