
Flashback off
POV Author#
"Hei.....hello.....Tuan Kenzio hei....hei" ujar Zuu yang sedari tadi menjentikkan jarinya seraya memanggil-manggil nama Kenzio, namun tidak ada jawaban dari pria itu karena sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Ngapain sih, katanya mau ngejelasin semuanya. Pasti lagi nyari-nyari alasan saja bukan" ucapnya kembali mengintimidasi Kenzio dengan sorot mata memicing
"Alasan?" jawabnya balik bertanya yang diangguki oleh Zuu. "Tidak, aku hanya sedang mengingat kejadian beberapa hari yang lalu" ujarnya menjawab sembari mengelus kepala Zuu dengan sayang.
Zuu yang di perlakukan manis seperti itu oleh seorang Kenzio, merasa sangat bahagia dan tersenyum-senyum sendiri.
"Kejadian apa?" tanya Zuu penasaran
"Kejadian.....sudahlah, aku tidak ingin membicarakan hal itu lagi, dan aku berjanji tidak akan membiarkanmu dalam bahaya lagi" Jawabnya tetapi kemudian mengalihkan pembicaraan.
"Maksudnya apa sih,__ooh....kejadian itu. Saat itu___"ujar Zuu menerawang mengingiat-ingat apa yang dimaksud oleh Kenzio.
"Shttt" Kenzio segera menempelkan satu jarinya untuk menutup mulut Zuu yang hendak bersuara kembali. Zuu yang mendapat perlakuan seperti itu menatap wajah Kenzio dengan intens.
"Sudah kukatakan, aku tidak ingin
membicarakan hal itu lagi, itu membuat aku parno saat mengingatnya"
"seett daahhh, seorang Kenzio bisa parno juga..... hahahaha" ujar Zuu tergelak cekikikan apalagi saat tangan Kenzio menggelitiknya.
"Berani kamu yah, ngeledekin aku....."
"Hahaha.....Udah....udah....stop....stop...."
"Hahaha.....ok....ok.....aku minta maaf, aku minta maaf......aakhh....."pekiknya memberontak saat Kenzio membekapnya tubuhnya dengan satu tangan dan tangannya yang satu lagi tidak berhenti untuk menggelitiknya.
"Ahhh......huuhhh.....haahh.....huuhhhh" deruh nafas Zuu yang masih ngos-ngosan.
"Kenapa. masih mau?" Tanya Kenzio dengan jahilnya.
__ADS_1
"Tidaaak.... stoooopp" Zuu pun menghindar dengan mendorong tubuh Kenzio menjauh darinya, akan tetapi Kenzio kembali menarik tubuh Zuu kembali dalam dekapannya.
"Jangan harap, kamu bisa jauh dariku lagi nona Zulaikha?" Zuu hanya tersenyum senang mendengar penuturan darinya.
"Ok. Jadi kalau yang tadi itu bukan ciuman, lalu apa?"
"Beneran sayang, itu semua tidak benar, semuanya tidak seperti yang kamu lihat, awalnya aku memang memanggilnya datang kekantor untuk menjelaskan kalau hubungan kami itu tidak bisa dilanjutkan lagi, akan tetapi sebelum aku menjelaskan semuanya, dia malah mendekat ke arahku dan tiba-tiba saja dia" Kenzio sedikit menjeda penjelasannya dan mengangkat kedua bahunya, lalu kemudian melanjutkan penuturannya. "Dan aku sendiri tidak tahu apa yang akan dia lakukan dan saat itu kamu keburu datang sebelum sempat aku menghindar, jadi itu semua terjadi karena kesalahan kamu juga" ucapnya panjang lebar menjelaskan kronologi kejadiannya.
"Apa, jadi kamu menyalahkan ku karena kalian sempat berciuman, begitu" ucapannya menjadi ketus karena tidak terima dengan ucapan Kenzio yang menuduhnya.
"Yang benar saja, bukannya kamu senang yah, dapat ciuman dari tunangan kamu sendiri" lanjutnya mencebikkan bibirnya dengan mengangkat satu sudut bibirnya.
Kenzio tidak menyangka ternyata ucapannya menjadi bumerang untuknya sendiri.
"Iya kan, kenyataannya memang seperti itu, seandainya saja kamu datang sedikit lebih lama, mungkin aku bisa menghindar dan dia tidak akan menciumku dengan sembarangan" ucapan Kenzio datar dan tak kalah ketusnya, karena menurutnya ucapan Zuu kali ini sudah tak beralasan, ia tidak terima jika dirinya dikatakan merasa senang dalam keadaan yang salah seperti itu.
"Yah sudah, aku juga gak peduli, diakan tunangan kamu juga apa salahnya coba, kenyataannya kalian masih bersama dan kalian akan segera menikah, dan satu hal lagi, aku tidak ingin disalahkan atas perpisahan kalian"
"Nona Jasmine adalah gadis yang baik dan aku tidak ingin menyakiti hatinya"
"Sayang...." ujar Kenzio yang bingung atas semua perasaan Zuu yang begitu ambigu menurutnya, dekat dengan Jasmine salah, meninggalkan Jasmine juga salah.
"Satu lagi nilai plus dalam diri kamu sayang, yang membuat Aku tidak bisa lepas dari kamu, yaitu kebaikan hati kamu, kamu wanita yang sangat lembut dan hangat dan aku sangat mencintaimu." ujarnya dalam hati yang begitu mengagumi wanita yang berada di dekapannya.
"Kita itu sama-sama wanita, dan aku tahu gimana sakitnya ketika pria yang kita cintai memiliki perasan lebih terhadap wanita lain, dan itu sempat aku rasakan saat kalian selalu bersama dan mengabaikan aku" ujarnya senduh, mengingat bagaimana selama ini ia selalu pulang dengan perasaan sakit tapi tak berdarah. Apalagi Kenzio melakukan hal itu dengan penuh kesadaran dan terlihat begitu sengaja memperlihatkan kemesraannya dengan Jasmine sehingga siapapun yang melihatnya akan iri kepada mereka.
Kenzio yang merasa sangat bersalah atas perilakunya selama ini, yang terlalu sering menyakiti hati Zuu, sudah tidak bisa menahan diri untuk tidak merengkuh tubuh wanitanya.
"Maaf sayang....aku sungguh menyesal karena telah membuatmu terluka dan sakit hati atas perlakuan ku selama ini" ujar Kenzio dengan lirih lalu mendaratkan kecupan hangat dan mendalam penuh kasih di puncak kepala Zuu.
"Aku berjanji akan menyelesaikan semuanya."
"Aku tahu ini tidak akan mudah, tapi aku berjanji akan mengakhiri hubunganku dengan Jasmine secepatnya, karena aku hanya mencintaimu dirimu seorang dan tidak ingin kehilangan dirimu."
Kenzio kembali mendaratkan kecupan lembut di kening Zuu dengan sayang, dan itu membuat Zuu sangat tersentuh oleh perlakuan Kenzio padanya.
__ADS_1
*****
Berbeda dengan perasaan yang saat ini dirasakan Zuu dan Kenzio, mereka menikmati kebersamaan mereka. Sedangkan jasmine saat ini, selain merasa kecewa atas perlakuan Kenzio, dan tunangannya itu saat ini hanya sibuk dengan kekasih bayarannya, membuatnya tidak bisa mengontrol dirinya.
"Akkhhhh....s*al....s*al, br*ngs*k" pekiknya memukul-mukul setir mobilnya untuk meluap rasa kesalnya.
"Aku fikir selama ini dia sudah berubah dan bisa menerima aku sepenuhnya, tapi apa sekarang, dia tetap saja Kenzio yang dulu yang tidak bisa menerima aku dan tidak bisa melihat ketulusan cintaku"
"Hiks....hiks....hiks...., kenapa Ken....kenapa....?"
"Aku fikir selama ini kamu menjauhi aku, karena kamu masih mencintai dirinya dan masih mengharapkannya, ternyata aku salah, kamu bisa merubah rasa cinta kamu, dan memberikannya kepada orang lain tapi bukan aku, kenapa.... Ken.....kenapa?"
"Gimana kalau sampai Daddy dan Mommy tahu hubungan kami ini tetap sama, jalan ditempat, ahh bisa-bisa Deddy mencarikan cowok lain lagi seperti dulu, gimana ini___
braaakkk
Kleeeikkkk
"Aaw...." suara Jasmine merintih sakit saat mobilnya tak sengaja menabrak mobil sesorang yang ada didepannya.
"Mobil siapa sih berhenti sembarangan begitu, dia pikir ini jalan khusus untuknya apa"
gerutunya kesal saat melihat ada mobil yang berhenti didepannya secara tiba-tiba. Ia pun segera keluar dari dalam mobilnya lalu mengetuk-ngetuk kaca mobil yang ada didepan mobilnya yang baru saa ia tabrak.
Tok....tok....
"Hei keluar kamu" ujarnya ketus karena saat ini ia masih dalam keadaan emosi. Dan sekarang ia bisa meluapkannya kepada seseorang.
Tidak lama orang yang didalam mobil itu keluar dengan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya, ternyata didalam mobil tersebut adalah seorang pria dengan postur badan yang tinggi tak jauh dari postur tubuh Kenzio cuma sedikit kulitnya agak gelap dari Kenzio.
Pria itupun melepas kacamata hitam yang ia gunakan dan betapa terkejutnya ia saat mengetahui pria tersebut adalah seseorang yang sangat ia kenal.
"Kau" pria itu hanya tersenyum sinis kearah Jasmine dengan mengangkat satu sudut bibirnya.
~Happy reading~🥰
__ADS_1
jangan lupa memberikan jejak like, komen, dan Vote nya.....🤗🤗