
Seketika tubuhku kembali oleng, untung saja ada Leo yang dengan sigap menahan lenganku agar tidak terjatuh, mendengar kalau wanitaku itu masih dalam keadaan kritis membuatku seperti kehilangan jiwaku sendiri. Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku bingung harus berbuat apa, otak ku yang biasanya bisa berfikir esktra kini terasa buntu.
Akan tetapi aku tidak bisa hanya diam saja bukan, wanitaku membutuhkan diriku dia sedang berjuang untuk bertahan hidup sekarang dan aku harus ada untuknya, bukan meratapi keadaannya.
"selamatkan dia dok, saya akan membayar berapapun, tetapi pastikan dia selamat"
"kami hanya bisa berusaha Tuan, istri anda akan baik-baik saja jika persediaan darah yang dibutuhkan segera ditemukan dan kalau anda bisa mencarikan pendonor untuk istri Anda, itu sudah sangat membantu" ucapan sang dokter menginterupsi
"Leo, Kau dengar kan apa yang dikatakan oleh dokter, segera cari kesemua rumah sakit yang ada di kota ini dan membawa semua stock darah dengan golongan darah yang sama dengan Zuu dan cari pendonor yang memiliki golongan darah Ab, capat!!"
"Baik tuan"jawab Leo sambil berlalu
"What.....yang benar saja Tuan, kalau saya membawa semua stock dengan golongan darah yang sama di kota ini, entah berapa nyawa orang bisa melayang. Tuan. Ada-ada saja Tuanku ini"
"Terus ngapain kamu masih disini?"
__ADS_1
"I-iya, baik Tuan"
Leo pun berlalu dengan langkah lebarnya, kemudian datang seorang wanita yang aku tahu dia adalah sahabatnya Zuu.
"Jerry, Daddy...." Ternyata teman Zuu datang tidak sendiri melainkan bersama yang lain juga dan aku memgerutkan keningku saat melihat orang yang berikutnya, dan itu adalah Jasmine.
"Sayang Bagaimana keadaan kamu, kamu baik-baik saja kan? aku khawatir banget sayang, makanya aku datang kesini nyusulin kamu" Jasmine langsung membuka suara saat mendekat dan memelukku hingga aku kesulitan untuk bernafas.
"I'm fine. Ok" Segera aku melepas pelukan dari tunangan ku itu, bukan karena sesak, melainkan aku memang tidak pernah suka jika dia menyentuhku apalagi memelukku. Berbeda dengan Zuu, aku malah tidak ingin lepas dan selalu ingin berdekatan dengannya apalagi saat aku menyentuhnya, aku selalu ketagihan dan ingin lebih dan lebih lagil menyentuh dirinya ke hal yang lebih intim.
"Tuan, Saya Tita temannya Zuu, Bagaimana keadaan teman saya. Dia baik-baik saja kan Tuan?" Belum juga aku menjawab pertanyaan dari Jasmine, teman Zuu dengan raut wajah yang sangat khawatir menambah pertanyaan yang sulit untuk aku jawab dan mengembalikan alam bawah sadar ku ke dunia nyata bahwa saat ini wanitaku itu masih dalam keadaan kritis.
"Tu-tuan bagaimana keadaan Zuu sekarang Tuan, dia baik-baik saja kan, tidak terjadi sesuatu padanya bukan. Tuan.....tolong jawab pertanyaan saya...." Teman Zuu yang bernama Tita itu sudah mulai panik dan kembali membordir ku dengan pertanyaan-pertanyaan yang sama. Kalau boleh aku sendiri pun juga ingin berteriak bahwa tidak akan ada sesuatu apa pun yang akan terjadi kepadanya.
"Keadan nya masih kritis, dan membutuhkan banyak darah"jawabku
__ADS_1
"Zuu..... Zuujuu....hiks....hiks....." Lirihnya menjatuhkan diri dilantai rumah sakit, sama sepertiku saat aku mengetahui keadaan Zuu, dia juga sangat terpukul dengan keadaan Zuu. Aku senang wanitaku itu mempunyai sahabat seperti gadis di depanku ini yang sayang dan sangat mengkhawatirkan dirinya.
"Jerry"
"Iya Tuan" Jerry dengan cepat mendekat dan seperti biasanya dia, Yogi dan Leo seperti cenayang yang selalu bisa membaca apa yang aku maksud tanpa membuang-buang tenagaku untuk menjelaskannya. Jerry membantu teman Zuu untuk berdiri dan membawanya duduk di bangku tunggu
"Kamu tenang saja aku tidak akan membiarkan sesuatu apapun terjadi kepada sahabatmu itu" dengan tegas aku meyakinkan nya agar dia bisa lebih tenang.
"Apa kamu sudah memeriksa rumah sakit kita?" Daddy yang sejak tadi datang bersama mereka kini ikut membuka suara. Tuh kan aku sampai lupa, kalau memiliki sebuah Rumah sakit besar di kota ini dengan fasilitas mempuni yang tak kalah dengan fasilitas Rumah sakit lainnya diluar negri.
"Iya Daddy, Leo sudah mencarinya dan mungkin juga telah memeriksa kesana"
"setelah melewati masa kritisnya kita pindahkan dia kesana" Lanjutnya memberi saran.
"Iya Dad" jawabku
__ADS_1
~happy reading~🥰
"jangan lupa meninggalkan jejak dan memberikan koment positifnya, agar bisa membangun semangat penulis recehan ini🤗😁"