Zulaikha Dan Pria Misterius

Zulaikha Dan Pria Misterius
part 23. Hukuman level 1,part 1


__ADS_3

Zuu yang awalnya ingin tidur dan beristirahat seharian didalam kamar kost nya kini harus menjalani hukuman yang diberikan oleh tuan Kenzio yaitu menjadi asisten pribadinya


Zuu yang notabennya gadis desa yang tidak pernah bersosial media didesanya dan tidak tahu lebih detail soal pekerjaan apa saja yang dikerjakan seorang asisten dan sebagainya merasa bingung sendiri


ia hanya sering melihat di beberapa film dan novel yang sering ia baca, yang menggambarkan seseorang yang bekerja sebagai asisten itu mengurusi semua pekerjaan pribadi dan perkejaan dikantor bosnya


Zuu hanya bisa menuruti apa saja yang diucapkan dan diperintahkan oleh bosnya itu tanpa banyak berkata dan membantah karena bisa jadi hukumannya bukannya hanya sampai level 3 yang ada Sampai level setan .


pikirnya


seperti saat ini Zuu yang terlihat begitu kesusahan berjalan menuju lift dengan berlari-lari kecil mengimbangi Langkan tuan Kenzio yang lebar meninggalkan dirinya yang membawa notebook dan jas yang masih terbungkus rapi ditangannya


saat sampai didalam lift Zuu mengatur nafasnya yang memburu. Zuu sampai mengelap keringatnya didahi dengan salah satu pergelangan tangannya dengan susah payah, karena saat ia masih membawa kedua barang penting milik bosnya itu


"Hem"Zuu yang mendengar deheman dari tuan Kenzio berbalik kearah beliau dan betapa terkejutnya ia saat tuan Kenzio mengelapkan keringat Zuu menggunakan sapu tangannya .


Zuu yang mengikat rambut nya keatas memperlihatkan leher jenjangnya yang putih mulus juga mengeluarkan keringan yang menetes kebawah kaos oblong putih yang yang digunakannya bekerah agak longgar


glek


Kenzio yang melihatnya sampai menelan saliva nya sendiri dan terlihat sangat gugup melihat tetesan keringat yang menetes kebawah celah antara kedua bukit kembar milik Zuu


"Hem" setelah mengelapkan keringat Zuu di dahinya kini tangan itu bergerak turun kebawah leher jenjang Zuu dengan tangan sedikit bergetar


deg


Zuu sampai menahan nafasnya gugup dengan situasi ini


"ini lap sendiri keringatmu. bauu" ucapnya dengan datar tanpa ekspresi sedikit pun ia mengambil semua barang yang dibawah oleh Zuu dan memberikan sapu tangan miliknya pada Zuu


"hapus tuh keringatmu.kau itu belum mandi ya?" Zuu yang mendengar ucapan tak sen*noh itu otomatis mencium kain yang melekat ditubuhnya "perasaan gak bau" ia mengerucutkan bibirnya sebal atas perlakuan tuannya itu


"mandi kok tuan"ucapnya sebel


Ting


suara lift terbuka dan tuan Kenzio keluar dari dalam lift menuju lobby diikuti oleh Zuu dari balik punggung pria itu, Zuu yang berjalan mengikuti langkah lebar bosnya dengan membawa barang-barang penting miliknya sontak menjadi pusat perhatian para karyawan baik perempuan maupun laki-laki, Zuu berjalan menundukkan kepalanya karena risi dengan tatapan mereka yang mengandung kebencian kepadanya terutama para karyawan perempuan yang tergila-gila pada bosnya itu.


cacian dan makian bersarang dihati mereka saat Zuu dengan terang-terangan berada didekat tuan muda Kenzio, mereka heran kok bisa-bisanya tuan Kenzio bisa dekat dengan Zuu yang notabennya hanya seorang office girl


sedangkan dengan mereka semua tidak ada yang pernah terlihat menarik dihadapan bosnya itu, jangankan mendekatinya, ketika bosnya itu disentuh atau menyentuh wanita lain ia akan segera ganti baju atau mencuci tangan nya sendiri didepan meraka karena pria itu benar-benar tidak ingin disentuh oleh sembarangan orang


hingga apapun yang akan terjadi dan apapun yang akan mereka lakukan bosnya itu tidak akan peduli sama sekali pada mereka.


contohnya pada saat ada salah satu dari karyawan wanita yang berpura-pura jatuh dihadapan pria itu, Kenzio sama sekali tidak peduli padanya dan terus berjalan


dan pada saat ada lagi karyawan wanita yang dengan sengaja mengambil kesempatan saat dirinya mengantarkan berkas keruangan tuan Kenzio dengan membuka lebar dua kancing baju yang ia kenakan sehingga terlihat menantang dan menonjol kan dua bukit kembarnya akan tetapi,sama sekali Kenzio tidak tergoda dengannya,lalu ia dipermalukan dan dipecat saat itu juga oleh Kenzio dengan tidak terhormat


dan ada beberapa hal lagi yang membuat mereka jera dan tidak ada lagi yang berani mendekati tuan Presdirnya itu

__ADS_1


mereka semua menjadi heran dengan bosnya itu banyaj pertanyaan yang beredar tentangnya


apakah dia itu pria impoten atau seorang gay karena kalau dilihat dari semua penampilan para karyawan wanita itu terlihat begitu sangat cantik dan juga seksi akan tetapi sama sekali tidak bisa menarik perhatian bosnya.akan tetapi apa dimiliki seorang Zuu dan apa kelebihannya sehingga ia lebih unggul daripada mereka semua


******


teeennnn.......Teen.......tennnn.....


suara klakson mobil sport itu membuat Zuu tersentak dari lamunannya


"ayo naik"Kenzio yang sejak tadi didalam mobil dan duduk didepan kemudi memerintahkan Zuu agar segera naik karena sejak tadi ia memperhatikan Zuu hanya diam saja dan berdiri diluar mobil seperti orang b*d*h


Zuu membuka pintu belakang karena tidak ingin terlalu berdekatan dengan Kenzio, ia lebih memilih duduk dibelakang karena Zuu takut tidak bisa mengontrol perasaan nya sendiri


"apa kau pikir aku ini supir mu yang akan mengantarmu kemana pun yang kau mau?"suara dingin itu kembali membuat Zuu tersentak


"ayo cepet pindah. karena aku tidak ingin hanya karena dirimu yang lelet itu sehingga pertemuan penting ini gagal dan dibatalkan"


akan tetapi yang sesungguhnya adalah walaupun Kenzio terlambat dan mereka menunggu 2 hari disana tidak akan pernah bisa dibatalkan oleh pihak yang akan diajaknya bekerja sama.karena hanya pemimpin Bramasta Group yang bisa melakukannya


perusaahan mana sih yang bisa menolak perusahaan besar seperti perusahaan Bramasta Group. walaupun mereka menunggu 2 bulan pun mereka akan rela asal bisa bergabung dan bekerja sama dengan salah perusahaan terbesar didalam dan luar negeri itu


Zuu kemudian berpindah kedepan dan duduk di samping tuan Kenzio


"ma-maaf tuan"ucapnya terbata


"sebelum ke restoran kita singgah di butik dekat sini terlebih dulu"ujarnya memberikan titah setelah Zuu sudah berada disampingnya


"aku itu tidak bertanya padamu.aku memberi tahu mu karna kau adalah asisten yang harus tahu semuanya yang akan aku kerjakan"


"iya tuan"Zuu memutar bola matanya malas


"aduh kenapa susah sekali memasang seatbelt mobil semewah ini?" lirihnya karena ia kesusahan dalam memasang sabuk pengamannya


"jangan bilang kau tidak pandai memasang seatbelt karena itu adalah alasan dan cara kuno para wanita mendekati seorang pria yang sudah basi" Zuu yang mendengar nada sindiran padanya menautkan kedua alisnya dengan mata tajam menatap pada bosnya itu


"bisa-bisanya dia itu berfikiran seperti itu. apa aku memang serendah itu dimatanya?" wajah Zuu berubah menjadi sendu saat mengingat fakta bahwa Kenzio kini sudah bukan Kenzio yang ia kenal dulu.


Zuu yang tidak ingin terlihat lemah dihadapan Kenzio kembali memasang seatbelt nya dengan sedikit memaksa karena keadaannya saat ini memang ia kesusahan dalam memasangnya


Sampai ia pun berhasil memasangnya akan tetapi tangannya sedikit terjepit yang mengakibatkan sedikit terluka dan berdarah


"aduh...izh"dengan reflek ia mengibas-ngibaskan tangannya yang agak perih


Kenzio yang melihat tangan Zuu terluka reflek mengambil tangan gadis itu dan menatapnya dengan nanar sembari mengisap darah segar yang keluar dari luka tersebut


"apa kau segensi itu tidak mau meminta tolong padaku,apa harga dirimu setinggi itu dan lebih penting sehingga kau lebih rela terluka seperti ini?haah" Kenzio membentak Zuu dengan suara yang begitu dingin hingga tanpa berkedip air mata Zuu tumpah begitu saja


melihat Zuu terluka dan mengeluarkan air mata seperti itu membuat dada Kenzio menjadi sesak dan seperti kesulitan untuk bernafas

__ADS_1


setelah darahnya sudah berhenti keluar karena memang lukanya tidak terlalu parah ia pun segera membuka dasboard untuk mengambil kotak P3k dan berniat untuk mengobatinya akan tetapi Zuu menahannya


"biar saya saja tuan.lagian ini hanya luka kecil kok"Zuu berniat menarik tangannya akan tetapi dicekal oleh Kenzio yang sedang menahan kemarahannya, karna lagi-lagi Zuu membantahnya


"aku bilang diam ya diam" ia pun kembali menarik tangan Zuu dan mengolesnya dengan salep


"izh"melihat Zuu meringis dengan cepat ia memberikan tiupan-tiupan kecil dengan sangat lembut pada tangan Zuu yang terluka dan dengan sangat telaten mengobatinya


"kadang aku berfikir kau bukan Zio yang kukenal tetapi disaat-saat seperti ini kau seakan menarik ku lagi untuk selalu ingin kembali padamu dan berada disisi mu karena kau adalah Zio ku yang penuh kelembutan dan selalu perhatian terhadapku seperti ini"


"lain kali aku akan menghukum mu dengan sangat berat jika kau bertindak bodoh seperti ini lagi.kau faham"ucapnya datar saat memberi ancaman kepada Zuu


"jika kau berlaku manis seperti ini aku tidak akan menahan diriku untuk mencium mu karna kau begitu menggemaskan" benak Zuu yang terlihat mengembangkan senyumnya tapi detik berikutnya wajahnya kembali terlihat suram


"tapi jika aku melakukan itu , kau akan berfikir lagi aku ini memanglah wanita murahan" Zuupun menarik nafas panjang dan meratapi nasibnya yang begitu miris


"kau memang gadis yang aneh.perubahan moodmu sama seperti seekor bunglon" Kenzio tidak habis pikir dengan mood Zuu yang berubah-ubah.yaa sejak tadi ia memperhatikan setiap perubahan mimik wajah Zuu yang berubah-ubah dalam waktu hitungan detik bisa berubah sama seperti seekor bunglon


setelah beberapa menit berkendara Kenzio dan Zuu pun tiba disebuah Mall terbesar yang berada di kotanya yang berlogo Bramasta Group.butik yang dimaksud Kenzio berada didalam Mall miliknya yang tidak jauh dari kantornya. butik ternama dengan barang-barang berkelas dan bermerek dari pakaian hingga tas-tas branded


Zuu terus mengikuti langkah tuan Kenzio memasuki Mall tersebut dan ketika memasuki Mall itu dan berjalan menuju lobby mereka lebih dulu disambut oleh orang-orang yang sepertinya staf Mall ini mereka membukkukan badan pada tian Kenzio untuk memberi hormat pada pewaris tunggal tuan Indra Hermawan .


petugas keamanan dengan cepat memberikan akses jalan bagi pemilik Mall tersebut dan menejer yang mendengar bahwa satu-satunya pewaris dari BRAMASTA GROUP datang berkunjung ia dengan segera menyambut dan mengawalnya sampai ketempat tujuan tuan muda.


mereka dikawal ditengah keramaian disebabkan hari ini Mall mengadakan acara karnaval yang saat ini sedang berlangsung, acara tersebut mendatangkan beberapa artis dan penyanyi ibu kota serta salah satu K-Pop terkenal dikorea yang dihadirkan secara live oleh staf Mall, banyaknya pengunjung dari berbagai kalangan yang sengaja datang untuk menyaksikan secara live bintang kesayangan mereka sehingga pada hari ini Mall sangat ramai oleh ratusan atau mungkin menghampiri ribuan orang yang datang sehingga memadati semua jalan masuk Mall tersebut


Zuu sampai tercengang melihat sambutan yang diberikan oleh pihak Mall pada tuannya itu.sebenarnya seberapa berkuasanya orang itu. pikirnya


Zuu masih keadaan tercengang saat melihat banyaknya orang yang memadati Mall terbesar di ibu kota sampai semua orang berdesak-desakan baik itu pengunjung yang datang untuk berbelanja atau hanya sekedar nongkrong atau ingin melihat secara langsung pertunjukan-pertunjukan dari artis-artis ibu kota dan salah satu bintang grup K-POP yang terkenal di Korea juga turut hadir memeriahkan karnaval tersebut


ia sampai tidak sadar kalau ia sudah tertinggal dengan rombongan tuan kenzio dan Kenzio juga tak menyadari bahwa Zuu sudah tidak ada lagi di dekatnya karena ia juga sedang serius membicarakan dan bertanya tentang perkembangan Mall akhir-akhir ini.


akan tetapi yang sebenarnya adalah tanpa ia bertanya Kenzio sudah sangat tahu perkembangan setiap perusahaan-perusahaan yang berada dibawah naungannya. ia hanya ingin mengetes sendiri orang yang bersangkutan dan ada niat lain yang terselubung dalam hatinya yang hanya ia sendiri yang mengetahui nya


Zuu yang melihat K-Pop idolanya berada dipanggung besar itu menghentikan langkanya dipinggir pembatas jalan acara yang diselenggarakan oleh pihak Mall yang berada dibawah naungan BRAMASTA GROUP tersebut sebagai acuan minat konsumen agar Mall mereka selalu terdepan dalam memberikan pelayanan dan memberikan perhatian dengan beberapa kegiatan menghibur para konsumen seperti karnaval-karnaval ,pentas-pentas dan masih banyak lagi acara-acara spektakuler lainnya dan beberapa inovasi-inovasi terbaru yang tak kalah dengan design luar negri


Kenzio yang tersadar bahwa Zuu tidak lagi mengikutinya berbalik untuk melihatnya dan benar saja Zuu sejak tadi menghilang dibalik punggungnya


"kemana dia?"lirihnya sambil terus melihat sekelilingnya mencari keberadaan gadis itu


"ya tuan?"jawab sang menejer Mall


"dimana gadis itu?"Kenzio bertanya sambil melirik ke kiri dan ke kanan


"seorang gadis tuan?kami tidak melihat anda bersama dengan seorang gadis" menejer pria dan para pengawal itu bingung sendiri sebab sejak tadi tuannya masuk kedalam Mall sendiri tanpa membawa serta gadis bersamanya


"APA KALIAN BUTA?HAH...."Kenzio panik karena khawatir pada Zuu sampai-sampai berteriak kepada semua orang, lantaran mereka berkata tidak melihat Zuu yang sejak tadi bersamanya dan mereka seenaknya berkata tidak melihatnya


"CEPAT CARI DIA ATAU KALIAN SEMUA AKAN SAYA PECAT"perintahnya masih dengan intonasi suara yang tinggi

__ADS_1


"I-IYA TUAN" para pengawal itu serempak menjawab kemudian membukkukan badannya


~happy reading~🥰


__ADS_2