Zulaikha Dan Pria Misterius

Zulaikha Dan Pria Misterius
part 24. Hukuman level 1,part 2


__ADS_3

"CEPAT CARI DIA ATAU KALIAN SEMUA AKAN SAYA PECAT"perintahnya masih intonasi suara yang tinggi


"I-IYA TUAN" para pengawal itu serempak menjawab kemudian membukkukan badannya dan segera bergegas mencari keberadaan gadis yang dimaksud oleh tuannya


"bagaimana mencarinya di dalam keramaian seperti yang notabennya kami sendiri tidak melihatnya. dasar bos aneh"umpat sang menejer yang mendampingi tuan Kenzio bingung pada pewaris tunggal Indra Hermawan itu.ia kemudian memberanikan diri untuk bertanya pada tuannya


"ma-maaf tuan kalau boleh saya tahu ciri-ciri dari gadis yang anda cari seperti apa?"


"agar kami bisa dengan mudah menemukannya"tanyanya sesopan mungkin agar tidak mendapat amukan dari Presdir baru BRAMASTA GROUP


"apa Mall ini sudah sangat miskin sehingga tidak mempunyai kamera CCTV ?"ucapnya dingin hingga membuat nyali menejer itu menciut


"ma-maaf tuan" ia segera memerintahkan para pengawal dan pihak keamanan serta menghubungi pengawas yang mengawasi semua bagian monitor CCTV yang ada di Mall tersebut


setelah beberapa menit menunggu,akhirnya sang menejer mendapatkan informasi dari bawahannya yang memperlihatkan Vidio seorang gadis yang sedang dicari oleh tuan Kenzio. gadis yang sedang asyik bersorak riang menonton pertunjukan idolanya bersama para pengunjung lain dan berbaur dengan mereka,ia segera memberitahukan info itu pada tuan Kenzio


"jadi gadis ini yang sedang anda cari .selera anda buruk sekali tuan .lihatlah penampilan gadis ini terlihat begitu kampungan dan l**r" menejer itu hanya mampu berkata dalam benaknya. ia tidak menyangka seorang tuan muda dari kalangan keluarga terpandang seperti keluarga Bramasta itu bisa bergaul dengan gadis se bar-bar itu.


yaa saat ini Zuu hanya mengenakan kaos oblong polos berwarna putih yang kebesaran dengan celana jeans light blue panjang yang terlihat begitu sederhana sehingga yang melihatnya tidak akan menyangka bahwa dia akan datang bersama sang pemilik Mall


"kami sudah dapat info tuan dan gadis yang bersama anda sedang asyik melihat pertunjukan dibawah"


"gadis nakal" Kenzio ingin sekali memberi pelajaran pada wanita itu karena sudah membuatnya repot seperti ini


"dan saya sudah memerintahkan mereka agar segera menjemputnya dan membawanya kesini. tuan"


"tidak usah biar saya saja"ucapnya datar


"kalian pergilah setelah saya menjemputnya dan beritahukan pada semua pengawal mu agar jangan sampai ada yang menyentuhnya, apalagi di tengah keramaian seperti itu karena kalau sampai itu terjadi dan sedikit saja ada yang menyentuhnya walau seujung kuku sekalipun aku berjanji tidak akan melepaskan kalian"ucapnya panjang lebar menjelaskan serta menekan disetiap kata-katanya dengan nada mengancam kepada pria yang bekerja sebagai menejer Mall disana


pria itu sampai tercengang dan menelan saliva nya dengan susah payah saat mendengar ancaman yang diucapkan oleh tuan Kenzio yang menurutnya begitu mengerikan ditelinga sehingga ia bergidik ngeri dibuatnya


setelah mengucapkan hal itu Kenzio segera menyusul dimana Zuu berada


"dia itu sungguh bucin"


"hah....cinta memang sungguh mengerikan" ucapnya melihat punggung besar tuan Kenzio itu menjauh


******


Zuu yang sedang asyik dengan dunianya sendiri merasa semakin aneh melihat beberapa orang yang sejak tadi mepet-mepet dan berdesak-desakan kini sepertinya lebih leluasa bergerak dan seperti merasakan keanehan dengan datangnya beberapa orang berjas hitam yang menghalau setiap orang yang akan mendekat kearahnya


akan tetapi Zuu tidak mau ambil pusing dan melanjutkan kembali melihat aksi idolanya di atas panggung tanpa curiga ada seseorang yang sejak tadi dengan memandang dirinya dengan tatapan yang mengerikan


saat asyik bersorak-sorai melihat ketampanan semua personil K-Pop idolanya itu, Zuu tersentak karena ada seseorang yang mencekal tangannya dari arah belakang


"aduh" Zuu sontak mengaduh ria


dan betapa terkejutnya ia saat melihat pria yang sejak tadi pergi tidak tahu kemana perginya kini sudah kembali lagi


"tu-tuan"lirihnya saat melihat ada kemarahan di mata tajam pria itu.pria yang sudah mengangkat nya menjadi asisten pribadinya itu, akan mengikuti meeting penting, akan tetapi ia melupakan pria itu karena sedang asyik berteriak-teriak bersama dengan orang-orang yang saat ini juga sedang asyik histeris memanggil-manggil nama-nama personil dari K-Pop idolanya yang kesemua yang telah di sebutkan Zuu itu tidak ada yang benar


"mampus.....bagaimana ini?"


ia harus mencari cara agar bisa terhindar dari hukuman yang akan diberikan tuan Kenzio padanya,karena sudah berani memakai waktu kerja dengan bersantai dan bersenang-senang ditempat ini


"umm....."

__ADS_1


"anda dari mana saja tuan?"bertanya untuk mengalihkan kesalahannya


"sejak tadi saya mencari anda tahu"ujarnya


mengeles


"apa anda sudah membeli barang-barang yang anda butuhkan?"ia bertanya lebih dulu agar tidak menimbulkan kecurigaan


"berani sekali kau "ujar Kenzio yang sudah tidak tahan lagi oleh semua tingkah konyol gadis itu,ia memberikan tatapan maut yang siap untuk menerkamnya


"ya?"Zuu membeo"mampus....kali ini aku pasti habis oleh"


"berani sekali kau mengidolakan pria lain dan.....sebanyak itu lagi.hah"


"aku itu jauh lebih tampan dari mereka , dan aku jauh lebih kaya dari mereka, dan satu lagi. aku jauh lebih bisa memuaskanmu kalau kau mau.jadi berhentilah mengidolakan mereka!!!" ingin sekali rasanya Kenzio berteriak dan mengatakan semua itu kepada Zuu akan tetapi harga dirinya masihlah sangat tinggi hanya untuk mengatakannya pada gadis tidak tahu diri itu


"ingin sekali rasanya aku merobohkan tempat ini" pekiknya dalam


hati menahan setiap amarahnya


"apa yang sedang kau lakukan disini.hah?"masih dengan intonasi yang tinggi


ia segera membawa Zuu kedalam


Special rooms yang hanya disediakan bagi orang-orang penting seperti dirinya


setelah sampai didalam special rooms tersebut Kenzio menatap tajam kearah Zuu


"berani sekali kau berkeliaran saat sedang bekerja?"


"dan sekarang kita sudah sangat terlambat menghadiri meeting penting yang akan dihadiri kolega penting saya dari luar negri,dan kau hanya menyia-nyiakan waktu saya hanya untuk mencarimu yang begitu asyik menonton acara yang tidak jelas seperti itu"ujarnya panjang lebar menatap Zuu yang sedang menunduk


"ma-maaf tuan"lirihnya


"tolong maafkan saya tuan saya sungguh menyesal"lirihnya karena kesalahan memang ada pada dirinya yang terlalu asyik sehingga lupa kalau saat ini meraka akan menghadiri meeting


"Ok fine"


"sekarang saya tidak akan mempermasalahkan masalah ini lagi tapi ada syaratnya"


"a-apa tuan?"tanyanya dengan sangat gugup


"saya ingin kau berhenti menyukai mereka"


"APA?"pekiknya begitu terkejut dengan apa yang didiengarnya


"kau keberatan?"


"apa dia itu bercanda?


"kau bersungguh-sungguh menyukai mereka.serakah sekali?"


"ti-tidak tuan bukan menyukai dalam artian...."


"saya tidak ingin kau menyukai mereka dalam bentuk apapun?mengerti"serunya sembari meneguk minumannya karena merasa haus saat sedang bersama dengan Zuu, ia terlalu banyak mengeluarkan kata-kata sehingga membuatnya kehausan


"ba-baiklah tuan sesuai dengan keinginan anda?" lirihnya.

__ADS_1


"iyakan sajalah dari pada mendapatkan masalah baru dan harus di hukuman lagi"


"good girl "pria itu terlihat mengembangkan senyumnya puas dengan jawaban Zuu


bersamaan dengan itu beberapa orang masuk secara bersamaan dengan membawa beberapa cemilan dan minuman dan menaruhnya di atas meja didepan sofa yang Kenzio dan Zuu duduki


serta di antara mereka ada beberapa wanita secara serempak membawa barang-barang seperti pakaian-pakaian mewah dan elegan,tas dan sepatu serta barang pelengkap accessories seperti jam dan accesseoris lainnya dan semua barang-barang mewah yang dibawa oleh mereka adalah barang-barang bermerk dan barang limited edition


Zuu yang terkejut sampai membulatkan matanya lebar dengan mulutnya menganga


"tutup mulutmu"Kenzio menyupitkan dua jarinya untuk menutup mulut Zuu yang terus terbuka lebar


"selamat siang tuan dan Nona "salah satu wanita sepertinya seorang menejer sedang menyapa dan menjabat tangan tuan Kenzio dan Zuu secara bergantian


"selamat siang"ujar Zuu menjawab sapaan dari sang menejer wanita yang sedang menyapanya.sedangkan Kenzio hanya menjawab dengan anggukan kepala


"mari nona saya bantu memilih pakaian untuk anda"ucap sang menejer yang membuat Zuu mengerutkan keningnya


"a-apa"ia bingung karena setaunya mereka kemari untuk membeli barang untuk diberikan kepada kolega bisnis tuan Kenzio


" a-anda salah mbak saya kesini hanya ikut bersamanya dan tidak berniat untuk membeli pakaian dan barang-barang disini"jelasnya agar tidak terjadi kesalahpahaman karna ia tidak mampu untuk membayar barang-barang tersebut dari penghilatan nya dari harga satu barang saja sudah mencapai puluhan juta dan bahkan mungkin ada ratusan juga.


yaa walaupun Zuu tidak terlalu tahu tentang barang-barang mewah dan branded tetapi dari tampilannya serta harganya bisa dilihat keasliannya barang tersebut yang begitu indah dan nampak lebih bersinar dibandingkan barang-barang yang biasa ia kenakan


"tunggu apa lagi kau sudah menghabiskan waktuku dengan mencari mu dan saya tidak ingin lagi membuang-buang waktu hanya untuk mendengar penolakan darimu"Kenzio sudah sangat geram terhadap Zuu yang selalu membantah apa yang dikatakannya


"ta-tapi tuan..."


"saya tidak terima penolakan dan kamu lihat pakaianmu yang kamu kenakan selain bau pakaian seperti itu juga tidak pas untuk kau kenakan hari ini.kau tahukan kita akan menghadiri meeting penting"jelasnya panjang lebar karena bagi Kenzio, Zuu tidak bisa dijelaskan hanya dengan satu kata. Kenzio sampai meneguk satu


" dia ada benarnya juga " Zuu melihat pakaiannya yang nampak lusuh dan tidak cocok untuk bisa pakai dalam pertemuan penting ia kemudian mengangguk dan ikut bersama wanita yang tadi


"gadis pintar"Zuu nampak tersenyum tipis melihat punggung Zuu yang menghilang dibalik fitting room yang disediakan didalam ruangan tersebut


drrrreettttt.....drrreeettttt


dering ponselnya berbunyi dan ia segera mengangkatnya karena sejak tadi sejak tadi iya telah menunggu-nunggu kabar dari bawahannya itu


"halo tuan"


"Hem"jawabnya singkat


"Anda sudah bisa bernafas lega tuan karena kita sudah mendapatkan semua data-datanya. baik itu data pencucian uang yang mereka lakukan dan semua data pelanggaran yang mereka lakukan baik itu diluar maupun dalam perusahaan"


"kerja yang bagus jer"


yaa Jerry sudah berada di Indonesia sejak 2 hari yang lalu dan mulai meretas semua jaringan dan data-data orang-orang yang sudah banyak merugikan perusahaan


tidak butuh waktu lama bagi Jerry mengerjakan hal-hal seperti itu yang ber bau-bau kecurangan karena sebelumnya Jerry juga bekerja dikantor Kenzio yaitu perusahaan Kenz Group yang iya bangun sendiri dinegara H selain itu Jerry juga bekerja dimarkas besar team Black Hunters sebagai hacker handal


"kita hanya menunggu waktu yang tepat agar bisa memberikan mereka pelajaran. tuan"


"good boy. kau selalu bisa diandalkan"


setelah itu ia menutup panggilannya karena bersamaan dengan itu Zuu keluar dengan pakaian yang berbeda.


Kenzio mengamati penampilan Zuu yang terlihat berbeda dengan pakaian kantor yang ia kenakan terlihat begitu cantik dan smart

__ADS_1


celana dan bleser warna hitam yang klop banget di padukan dengan dalaman putih,terlihat sangat cantik dan berkelas dan tak lupa Zuu menggunakan high heels sehingga ia sedikit kesusahan untuk berjalan


Kenzio mengangguk setuju dengan pilihan Zuu,dan kini penampilannya sudah seperti sekertaris sungguhan


__ADS_2