
"Sebenarnya motif lain apa yang anda rencanakan dibalik perjanjian konyol ini?"
Kenzio yang mendapat pertanyaan selancang itu dari Zuu sontak menatapnya sinis diiringi seringai jahat disudut bibirnya.
"Saya ingin tahu kenapa anda memilih saya untuk jadi pacar pura-pura anda, yah... setahu saya banyak wanita cantik diluar sana akan suka rela menjadi kekasih anda, sekalipun itu hanya pura-pura"
"Aku baru tahu kalau kau itu ternyata peka dan jeli juga". ujar Kenzio masih dengan tatapan sinisnya
"Di samping itu kau juga sudah sangat lancang bertanya yang bukan rana kamu" ujarnya semakin ketus
"Kau tahu....kau itu tidak berhak dan tidak perlu ikut campur dengan apa yang akan saya lakukan. Mengerti" ucapnya yang semakin ketus sambil mencengkram dagu Zuu, sehingga Zuu diam seketika dengan mengatupkan kedua bibirnya kedalam
"Tapi....baiklah saya akan berbaik hati agar kau tidak mati penasaran karenanya, dan yang paling penting agar kau tahu batasanmu dan jangan pernah berharap lebih dari hubungan palsu ini"
"Yaah kau tahu lah cara mainnya seperti apa, saya juga yakin kok kalau kau itu sudah berpengalaman dalam hal berhubungan tanpa menghadirkan hati dengan banyak pria. karena baik kamu atau saya, sampai kapanpun tidak akan pernah ada rasa diantara kita" ucapannya begitu tegas dengan menekan semua perkataannya
deg
Jantung Zuu seakan berpacu bersamaan dengan mata yang sudah berkaca-kaca, ia sengaja menoleh sambil mengedip-ngedipkan matanya agar air mata yang sejak tadi ia tahan tidak menestes. Zuu merasa seluruh tubuh nya tak bertulang, Ia mendadak lemas dengan lutut yang gemetar menjadikan ia tak bisa menopang tubuhnya sendri, untunglah Zuu berpegangan pada ujung meja sehingga ia tidak terjatuh.
Ingin sekali Zuu menjerit dan menangis sejadi-jadinya agar rasa sesak dihatinya bisa sedikit berkurang tapi apalah daya ia harus terlihat kuat di hadapan pria tak berperasaan dihadapannya ini. Kali ini dirinya benar-benar sudah tidak punya harapan lagi untuk bisa mendapatkan kembali cinta Zio, cinta pertamanya.
Zuu kembali menghadap pada bosnya itu dengan tersenyum getir di bibirnya, ia pun berjalan kembali dan duduk dipangkuan Kenzio "Anda benar sekali tuan, saya harap kedepannya kita bisa bekerja sama dalam hubungan baru kita"
"Hubungan antara wanita simpanan sekaligus kekasih pura-pura anda " sindirnya dengan tatapan yang sulit di artikan. Zuu mengangkat tangannya untuk mengelus rahang kokoh milik Kenzio dan jemari tangannya yang mungil meraba halus dada bidan milik pria itu.
"oh iya Tuan. Anda belum menjawab pertanyaan saya, apa alasan tuan sampai memilih saya" ia mengulang pertanyaan yang sejak tadi ingin diketahuinya
"Sungguh kau ingin tahu?"
"Iya....saya ingin tahu tujuan anda yang sebenarnya"
"Dengar dan perhatikan baik-baik isi Vidio ini" Kenzio kembali memperlihatkan Vidio yang beberapa waktu lalu dikirimkan oleh salah seorang karyawannya yang juga satu divisi dengan Tita
__ADS_1
Dalam Vidio tersebut ada dirinya dan tita sedang mengobrol ringan sambil menyantap makan siangnya yang pada saat itu kantin sudah sepi lantaran Zuu terlambat lagi ke kantin untuk makan siang.
"I-ini?"ucap Zuu dengan lirih nyaris berbisik dengan pikiran yang sudah kemana-mana
"S*al...., inikan pada saat aku dikantin. Yaa ampuun.....saat itu......, kira-kira siapa coba yang kurang kerjaan begini sampai di vidio in segala. Sepertinya aku dalam masalah besar" Zuu sudah keringat dingin membayangkan apa yang akan terjadi
"Aku tidak tahu lagi gimana caranya agar bisa mendapatkan hatinya dengan keadaan seperti ini" .ujar Zuu dengan wajah suram dan lesu pada Tita sahabatnya dalam Vidio tersebut
"Gue yakin kok lo bisa meluluhkan hati tuan muda dinginmu itu, jangan pesimis gitulah". Tita memberi dukungan pada Zuu dengan penepuk-nepuk bahunya agar Zuu lebih berusaha dan lebih bersemangat lagi mengejar cintanya.
"Gue akan dukung lo seratus persen agar lho mendapatkan tuan muda, sang presdir Bramasta Group tenag saja".
"Really.....ok baiklah aku akan terus berada disisinya agar dia bisa menjadi milikku seutuhnya, dan aku akan membuatnya bertekuk lutut padaku.....hahaha....". ucapnya dengan binar mata penuh semangat diiringi dengan tawanya yang pecah karena ucapannya sendiri seperti pemeran seorang antagonis dalam sinetron yang sering ditontonya di siaran TV dan Drakor andalannya. Begitulah kira-kira isi vidio yang menggambarkan dirinya seperti seorang wanita yang ambisius untuk mendapatkan seorang pria kaya.
.
"Waduuh....apa gak berlebihan ini, aku kan hanya asal bicara. Bagaimana ini. Apes banget" . Benak Zuu sudah khawatir akan mendapatkan masalah karena ucapannya tempo hari
"Hahaha....gitu dong hahaha". Balas Tita dengan tawa yang sama pecahnya dengan Zuu masih dalam vidio
"Mmm itu hanya_"
"Saya rasa kamu sangat puas dengan hasil yang kau dapatkan sekarang. Tapi sayang.....bagiku kau tidak lebih hanya sekedar kotoran yang menempel di pakaianku bahkan sangat mudah untuk saya dibersihkan" ucapannya angkuh dengan menghina dan menjatuhkan harga diri Zuu.
"Apa yang kau pikirkan. aApa kau pikir akan mudah memperdayaiku dengan wajah polosmu itu, kau itu wanita licik yang begitu ambisius". Kenzio kembali mengcengkram dagu Zuu dengan sangat kuat sehingga Zuu meringis kesakitan
"Saya tidak tahu sudah berapa banyak laki-laki yang sudah jatuh dalam perangkapmu. Tapi ingatlah satu hal, jangan samakan seorang Kenzio Aprilio Bramasta dengan b*rand*lan seperti yang kau tipu dengan wajah polosmu itu"
"Kau itu hanya wanita mur*han yang tidak berati apa-apa" ujarnya dengan menghempaskan wajah Zuu dengan kasar, sehingga Zuu menringis dan jatuh kelantai.
Tumpah sudah air mata Zuu yang sejak tadi ia tahan tapi ia tidak akan pernah mau terlihat menyedihkan dihadapan Kenzio, Ia pun segera bangkit dan memberanikan diri memandang Kenzio dengan tajam.
Kenzio sengaja mengatakan hal buruk kepada Zuu, agar kesombongan dan kepercayaan diri wanita itu jatuh dihadapannya karena wanita itu sudah berani menginjak-nginjak harga dirinya yang sudah menganggap dirinya sama dengan pria-pria hidung belang yang mudah terjerat perangkapnya.
__ADS_1
"Sepertinya anda belum mengenal saya dengan baik tuan, Anda pikir saya akan percaya dengan alasan semacam itu, saya tahu kalau anda seorang mafia jadi alasan sepele itu tidak akan meruntuhkan ego anda yang tinggi. Tapi baiklah tuan saya tidak akan mempermasalahkannya, kalau memang itu yang anda inginkan dengan senang hati saya menerimanya karena ini juga yang saya inginkan. jadi tuan...... jabatan apa yang akan anda berikan kepada saya sebagai imbalan" ujarnya dengan nada menantang. Jujur saja saat ini Zuu ingin sekali mengutuk dirinya yang telah berbicara seperti itu. Hatinya sebenarnya sudah remuk sejak ia mendengar hinaan atas dirinya, tetapi Ia tidak ingin kelihatan lemah dihadapan Pria tak berperasaan ini.
"Hah.... dasar wanita serakah" ujarnya yang ditanggapi Zuu dengan mengangkat kedua bahunya
Kenzio sangat heran bagaimana bisa seorang OG bisa banyak tahu tentang dirinya. Apa dia itu mata-mata yang diutus oleh para musuhnya. Pikirnya
"Saya bukan mata-mata kok Tuan, maaf saya hanya menebak saja kalau anda seorang mafia" ujar Zuu dengan seringai licik di bibirnya
"Jadi apa saya bisa menempati ruangan yang mana saja yang saya inginkan di kantor ini?".
"Hahaha....mm kau benar, kau akan menempati tempat yang paling kau sukai yaitu berada satu ruangan denganku" serunya dengan bersemangat membalas tantangan dari Zuu.
" Akhh.....s*aaaalllll....." . Umpat Zuu dalam hati
"Selama perjanjian berlangsung kau akan tetap menjadi asisten pribadiku"
"Dan setelah perjanjian ini berakhir saya akan memberikan 5% saham di perusahaan ini dan seperti yang sebelumnya saya sampaikan, Kau akan mendapatkan hunian rumah mewah atau apartemen yang kau inginkan"
"Dan satu lagi, pergunakan ini untuk apa pun yang kau inginkan. Saya rasa itu lebih dari cukup untuk imbalan mu. sayang" Kenzio mendekat dan memberikan gold card kepada Zuu kemudian ia meraih wajah Zuu serta mengelusnya kemudian ia mencium pipi Zuu dan menyapu bibir merah ranum milik Zuu.
Kenzio sendiri tidak habis fikir kenapa dirinya tidak bisa mengontrol dirinya. Ia merasa Geram dan gemas disaat bersamaan hanya karena tingkah wanita dihadapannya itu yang kadang bertingkah konyol dengan menantang dirinya padahal dari pancaran mata wanita itu sangat berbading terbalik dari dalam tatapannya yang ingin dilindungi.
"Apa saja. Apa saya bisa menggunakan kartu ini untuk membayar gigolo saat saya tidak merasa puas saat bersama anda?"
"Kau_". Kenzio menghela nafasnya dengan kasar ia benar-benar sudah kehilangan kesabarannya saat ini, berhadapan dengan Zuu seperti mengadu adrenalinnya, sebagai seorang pria egonya tentu terusik, dengan perkataan yang Zuu layangkan pada dirinya, Zuu seperti dengan sengaja memancing kemamarahannya. Ingin rasanya Kenzio membawa Zuu sekarang juga untuk merengkuh tubuh wanita itu dibawah kungkungannya untuk menikmati syurga dunia bersamanya.
drrttt..... drrttt.......
"Berani kau_" ucapannya terhenti saat dering ponselnya berbunyi. "s*al.....siapa yang telah berani menggangguku"
drrttt.....drrttt....
"Iya halo" sentaknya pada orang diseberang sana tanpa melihat nomor kontak siapa yang telah menghubunginya.
__ADS_1
~happy reading~🥰