
Setelah keluar dari ruangan Presdir dan mendapatkan tugas dari sang Presdir untuk membuat kopi, Zuu segera menuju pantry
pada saat berjalan, Zuu membawa langkahnya melewati ruangan di mana Tita dan teman-teman satu divisi dengannya berada,entah itu kebiasaan yang Zuu sering lakukan atau firasat yang membawanya kesana,pada saat pandangannya mengarah ke meja di mana sahabatnya itu biasanya sedang bekerja,betapa senang hatinya sampai mengembangkan senyum sumringah saat melihat Tita sahabatnya berada di tengah-tengah orang-orang yang sedang serius bekerja didalam ruangan tersebut.
"haaahhh.....syukurlah....ternyata kamu masih punya hati juga"ujarnya masih dengan senyum manis diwajahnya sambil berlalu meninggalkan ruangan tersebut
Zuu terus melangkahkan kakinya hingga ia berhenti seperti masih ada satu yang mengganjal di hatinya "seperti aku melupakan satu hal.... tapi kira-kira apa yaa...."ucapnya sambil menetuk-netukkan satu jari kedagu sembari berfikir keras, mengira-ngira apa yang sedang ia lupakan
" Astagaa...... Jonny"serunya saat mengingat temannya yang masih disekap oleh Kenzio. Zuu yang merasa khawatir segera menghubungi ponsel Jonny untuk menanyakan keadaan sahabatnya itu
tuuuutttt.....tuuuuttt..... tuuuuttt......
panggilan yang pertama,kedua dan ketiga masih tidak terjawab membuat hati Zuu semakin khawatir, dengan tidak sabar ia kembali menghubungi Jonny dan kali ini ia merasa lega saat teleponnya terhubungkan dengan Jonny
"halo Zuu"
"Jon .....syukurlah"serunya memanggil nama Jonny
"Jon kamu tidak apa-apa kan?kamu baik-baik saja kan Jonny?ucapannya yang mencercah Jonny dengan pertanyaan
"memangnya kenapa?aku baik-baik saja kok" jawabnya santai karena saat ini ia memang tidak terluka sedikitpun
"beneran gak papa?....Aaahhh......syukurlah kalau tidak terjadi sesuatu yang buruk"
"yaa...tadi sempat sih aku disekap sama orang-orang yang tak di kenal dan kesemuanya itu menggunakan jas serba hitam dan mereka semua bertubuh besa"
"oh yaa....tapi mereka tidak menyakiti kamu kan"
"ciieee......khawatir banget sama aku sampai gak rela gitu aku tersakiti"
__ADS_1
"cikhh....najis"
"sekarang kamu dimana?"
"aku masih di bengkel sih....lumayanlah tadi sempat istirahat juga,waktu disekap aku ketiduran,dan pas bangun dibebasin deh"
"jhahahaha.....bisa aja lo pea"ucapnya meniru gaya berbicara Tita dengan tawa terpingkal-pingkal sebab perkataan dari sahabatnya itu yang menurutnya begitu lucu.gila kali temannya itu pikirnya
"uda ah, aku mau kerja dulu,nanti kena omel lagi dari si bos"
"ok see you"
"eeh.... tunggu....tunggu....tahu dari mana kamu aku......,".....tuuuttttt.....ucapannya terhenti saat Zuu menutup panggilannya tanpa menjawab pertanyaan yang sangat ingin diketahuinya
********
Saat sampai diruangan meeting dengan membawa secangkir kopi untuk tuan Presdir, Zuu sampai menelan saliva nya dengan susah payah saat merasakan aurah yang mencekam diruangan tersebut
Zuu yang tidak ingin ikut mendapatkan masalah segera mempercepat langkahnya kearah tuan Kenzio sambil membawakan nampang yang berisi secangkir kopi yang sudah dipesan oleh tuan Presdirnya itu sebelumnya ,Aurah dingin dari pimpinan meeting yang duduk dikursih paling ujung didepan meja panjang yang membentang diantara beberapa orang-orang penting perusahaan yang Zuu juga sebenarnya tidak tahu mereka bekerja sebagai apa diperusahaan ini dan di bagian didivisi-divisi mana saja, tetapi yang jelas wajah-wajah mereka saat ini terlihat sangat pucat dan pias dengan semua ketegangan yang ada
setelah beberapa langkah Zuu sudah berada didekat tuannya dan meletakkan kopi di atas meja "silahkan tuan"ucapnya meletakkan kopi yang sudah ia siapkan untuk tuannya itu
"saya permisi tuan"ujarnya permisi kepada pimpinan perusahaan itu dan ingin berlalu pergi meninggalkan ruangan tersebut akan tetapi belum sempat berbalik dan kabur, ia lebih dulu di tahan oleh suara bariton Kenzio
"tunggu"serunya kepada Zuu
"i-iya"lirihnya terbata karena ia sama sekali tak menyangka akan berada ditengah-tengah orang-orang penting seperti mereka dengan segudang masalah yang ada
"karena sekarang kau sudah menjadi asisten pribadiku,aku ingin kau berada disisiku sampai meeting ini berakhir"ujarnya kepada Zuu yang mulai merasakan ketegangan seperti apa yang dirasakan para anggota dewan direksi perusahaan yang telah berbuat kesalahan dan pelanggaran yang tak termaafkan,mereka semua terlihat seperti seorang terdakwa yang akan di vonis hukuman mati
__ADS_1
"i-iya tu-tuan"ujarnya mengiyakan daripada nantinya akan menerima amukan lagi dari pria yang menjadi atasannya itu yang saat ini berada dalam mood garangnya
"Yogi"serunya memanggil nama Yogi
"iya tuan"jawabnya sembari mempersiapkan apa yang diminta oleh tuannya,hanya dengan satu kode yang sangat ambigu menurut Zuu
"semuanya siap tuan"ucapannya.Yogi yang dikenal sebagai salah satu tangan kanan Kenzio Aprilio Bramasta,selain sebagai tangan kanan tuan Kenzio, manusia satu ini juga adalah ketua mafia yang memimpin ribuan orang anggota dari team Black Hunters yang tersebar dibeberapa negara besar dunia.selain terkenal kejam dan keji ia juga tidak mempunyai belas kasih kepada siapapun yang melakukan kesalahan kepada tuan Kenzio dan ia hanya menerima perintah dari tuan Kenzio saja
"baiklah semuanya.....bisa kita mulai?"kali ini suara Kenzio sedikit lebih rendah akan tetapi terselip sinyal adanya bau-bau penindasan
"tu-tuan....saya mohon maafkan kami....ampuni kami tuan muda.saya berjanji ini tidak akan terjadi lagi"ujar satu orang mulai merengek dan memohon sembari bersujud didepan tuan Kenzio sambil terus menerus meminta pengampunan dari Pewaris tunggal Bramasta Group dan beberapa orang lainnya yang ikut berkomplot dalam penggelapan uang dan menjual data-data perusahaan semuanya serempak ikut bersujud didepan tuan Kenzio yang sedang menahan amarahnya yang membuncah dengan mengetatkan rahangnya dan tangan terkepal kuat.
ingin sekali Kenzio menghajar mereka semua saat ini juga sehinga membuat mereka babak belur,tapi sepertinya hukuman itu terlalu ringan buat mereka yang sudah lancang bermain-main dengan keluarga Bramasta
"Yogi....bereskan semuanya.rumput liar memang seharusnya dipangkas agar tidak merusak bangunan"setelah mengucapkan hal tersebut Kenzio meninggalkan semua orang dan berlalu pergi tak menghiraukannya siapapun
"tuan saya mohon ampuni kami tuan"hanya kata itu yang terdengar menggema disetiap sudut ruangan
Zuu yang tidak tahu harus berbuat apa hanya diam tak bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri
"kau masih disitu?"seru Kenzio pada Zuu yang sejak tadi hanya diam saja
"iya"Zuu hanya membeo dan tersadar dari kekakuannya mendengar suara bariton tuan Kenzio
Zuu pun akhirnya mengikuti langkah lebar Kenzio yang sudah keluar dari ruangan tersebut
setelah Kenzio dan Zuu keluar dari ruangan,tak berselang lama puluhan bodyguard berjas hitam yang tak lain anak buah Yogi, masuk kedalam ruangan dan menyeret mereka semua orang-orang yang sudah melakukan kecurangan dan menggiring mereka keluar dari gedung BRAMASTA GROUP
semua orang menjadi bingung dan penasaran dengan apa yang terjadi terhadap mereka,tetapi tidak ada yang berani untuk bertanya
__ADS_1
"hah....bikin repot saja"ujar Yogi kesal memandang mereka semua sudah keluar dari gedung mengendarai mobil mewah mereka
"mereka pikir masalahnya hanya sampai disini.pulanglah dan lihat sendiri buah dari apa yang kalian perbuat,hah.....berani sekali kalian bermain-main dengan tuan"ucapnya bermonolog sendiri