
Alek yang mendengar suara tersebut memicingkan matanya kepada sumber suara karena seperti mengenal suara itu"suaranya.... seperti aku mengenali suara ini tapi dimana? "Alek bermonolog sendiri menerka-nerka siapa orang itu tetapi ia tidak mendapat jawabannya"sudahlah kayaknya aku salah ingat"
"jangan sampai pria br*ngs*k itu mengenaliku,kalau tidak semuanya akan runyam"
Alek segera memberi pengertian kepada tamunya dan menyuruh para pekerjanya itu segera pergi walau dalam hatinya ia sungguh sangat geram kepada para bawahannya karena sudah berani bersikap tidak sopan pada tamunya,
Zio dan Joni bernafas dengan lega saat mereka meninggalkan tempat itu dan Zio dan Joni pun segera berlalu meninggalkan tempat itu
setelah melewati beberapa ruangan Zio dan Joni sampai di depan ruangan yang tertutup rapat dengan beberapa penjaga lengkap dengan senjatnya,Joni yang berjalan lebih dulu memberi pengertian kepada para penjaga itu agar ia dan Zio bisa masuk tanpa dicurigai
"baiklah kalian boleh masuk dan segera keluar saat sudah selesai"ucap salah satu penjaga memperingatkan
Zio dan Joni masuk setelah mendapat izin dari para penjaga,untungnya Zio sudah merusak jaringan cctv didalam ruangan tersebut sehingga mereka bisa dengan leluasa
menjalankan rencana yang mereka susun beberapa saat lalu
sebelumnya joni mengatakan bahwa ia pernah menemukan beberapa kotak berisi senj*ta didalam ruang inokulasi dan inkubasi ,hal itu mebuat praduga yang besar di kepala Zio untuk masuk kedalam rungan tersebut.
dan setelah sampai didalam ia benar-benar mencari apa yang dikatan oleh Joni,setelah beberapa kali memeriksa tempat tersebut ia tidak menemukan apapun, Zio dan Joni yang meresa aneh sampai mengerutkan keningnya untuk memutar otak dimana mereka menyembunyikan kotak-kotak yang berisikan senj*ta itu
karena tidak ingin menimbulkan kecurigaan karena terlalu lama didalm, mereka memutuskan untuk segera keluar dari ruangan tersebut , Zio melangkah dengan cepat akan tetapi ia kembali berbalik saat ia menginjak lantai yang seperti meneluarkan suara lain
ia pun mengetuk-ngetuk lantai tersebut dan benar saja lantai itu seperti mempunyai ruang kosong, Zio pun segera mengcungkil lantai keramik tersebut karna mengira itu adalah pintu menuju ruangan lantai bawah
dan benar saja dugaan Zio setelah ia berhasil membuka pintu keramik itu, Zio yang notaben seorang mafia tentu saja tahu tempat-tempat berbauh rahasia seperti
Joni sampai melongo melihat tingkah laku Zio yang begitu lihai dan juga jeniusnya dalam menafsirkan sesuatu,rasa kagum Joni kepada Zio semakin membulatkan tekatnya untuk membantu pria itu dan rela ikut bersamanya Jikalau pria itu memintanya
"kau tunggu disini agar tidak terlalu menimbulkan kecurigaan"Zio pun segera masuk kedalam ruangan lantai bawah tersebut setelah mengucapkan ultimatum kepada Joni
tidak salah lagi tempat dimana puluhan orang bekerja dipabrik yang beroperasi membuat obat-obatan te*l*rang dan sebagai tempat penelitian itu juga adalah tempat peny*lund*pan berbagai s*nj*ta api
sungguh sangat ironis kehidupan yang mereka jalani,puluhan kepala rumah tangga harus bekerja,membanting tulang mereka ditempat l*kn*t seperti itu tanpa mengetahui apapun,mereka hanya bekerja sebagai buruh kerja pabrik,dan selainnya orang-orang yang didatangkan adalah sebagai operasional pekerja inti
didalam ruangan rahasia tersebut terdapat beberapa kotak kayu seperti peti berjejer dan bersusun,didalam kotak tersebut terdapat beberpa jenis s*nj*ta api, diantaranya ada beberapa jenis s*n*pan paling mematikan disunia dan beberapa jenis p*st*l dan juga bom gr*n*t dan bom n*klir
setelah memasukkan beberapa s*nj*ta dan beberapa b*m kedalam kardus ia pun memanggil Joni untuk membantunya
******
ditempat lain didalam kamar yang berukuran kurang lebih 4 meter persegi itu seorang wanita sedang dirundung kecemasan karena sejak sore ia tidak mendapat kabar dari Zio dan sekaran sudah sore sudah berganti malam dan ia belum tahu keadaan pria itu
__ADS_1
kecemasan itu terganti dengan rasa takut dan cemas melihat dari balik jendela ada beberapa pria menuju rumahnya yang ternyata itu adalah Alek dan beberapa anak buahnya
tok
tok
tok
Zuu yang merasa panik tidak tahu harus berbuat apa,akan tetapi ia harus menghadapi pria itu, karena setelah urusan Zio selesai mereka akan segera pergi dari tempat itu
"aku harus menemui pria l*knat itu agar tidak menimbulkan kecurigaanya.aku harus bersikap biasa"
Zuu pun menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan pelan agar bisa menormalkan jantungnya karena rasa cemas dan rasa takutnya
ceklek
setelah pintu terbuka ia terperanjak akibat Alek merengkuh dan mendorongnya tubuhnya sampai mentok ditembok
"apa yang kau lakukan,tolong lepaskan"Zuu yang merasa terancam mendorong tubuh Alek,tetapi pria itu tidak bergeser sedikitpun
"ada apa?hem"tanyanya dengan nada tegas dan mengintimidasi
"apa dia tahu kalau aku sering masuk kedalam hutan atau dia tahu kalau aku menyembunyikan pria lain didalam rumah"pertanyaan demi pertayaan muncul begitu saja dan membuatnya semakin dilanda kepanikan
"atau mungkin.....tidak....tidak....jangan sampai itu terjadi yaa Tuhan jangan sampai Zio teryangkap,tolong selamatkan pria itu,kalau sampai dia tertangkap maka habislah aku"ratapannya memohon kepada Sang Pencipta.keringat dingin sudah membanjiri pelipis gadis itu
"ada apa? kenapa kau sampai berkeringat seperti ini"ucapnya sambil mengusap keringat dingin yang keluar dipelipis gadis itu"apa kau sakit?. Zuu hanya menggeleng
"jadi,ada apa....kenapa kau sampai lama sekali membuka pintu yang sejak tadi aku mengetuknya?"lanjutnya dengan nada meninggi
Zuu sampai kembali terlonjat kaget akibat bentakan dari pria br*ngs*k itu
"sudah kukatakan jangan pernah kau berfikir untuk pergi dariku,karna kau tidak akan pernah jauh dari tempat ini"ucapnya dingin mengingatkan Zuu
"ti-tidak itu tidak benar,sa-saya hanya se-sedang berada didalam toilet,ja-jadi kumohon lepaskan saya tuan"ucapnya terbata karna takut pria itu akan marah
"sudah kukatakan kau itu milikku dan hanya akan menjadi milikku jadi jangan pernah berfikir untuk kabur" lanjutnya sambil terus mengusap dan menyapu wajah Zuu dengan bibirnya dengan gerakan sangat s*ns*al
salah satu dari anak buahnya menutup pintu,seperti sangat mengerti apa yang diinginkan tuannya
setelah pintu tertutup alek menggendong tubuh Zuu keatas pundaknya seperti karung beras,ia terus menggendongnya sampai masuk kedalam kamar yang berukuran kurang lebih
__ADS_1
4 m persegi itu dan membaringkan tubuh Zuu dengan sangat kasar
Alek yang tidak mau membuang kesempatan langsung menindih tubuh Zuu agar gadis itu tidak kabur,ia mendaratkan bibirnya tepat dibibir Zuu merengkuh manis bibir ranun Zuu
"saya mohon tuan tolong lepaskan saya, kasihani saya"ratapannya memohon agar ia bisa dilepaskan
"Tuhan tolonglah hambamu ini jangan biarkan pria kejam ini merenggut kehormatanku"Zuu terus berdoa dalam hati dan terus memberontak,
sayang pergerakannya menimbulkan gesekan-gesekan yang menambah semangat Alek untuk terus m*nc*mbunya,Zuu yang diperlakukan seperti itu menendang keras adek kecil Alek
"Aagrrh"Alek yang merintih kesakitan akibat tendangan keras dari Zuu segera berlari mengejar Zuu yang akan meninggalkan kamar itu
Zuu yang berusaha melarikan diri kembali tertangkap oleh Alek dan membawanya kembali kedalam kamar
belum sampai membaringkan Zuu diranjang, tubuh Alek terjatuh kelantai akibat benda keras yang m*ngh*ntam kepalanya
tidak sampai disitu ia juga medapat bogem mentah dan juga tendangan keras yang membabi buta disekujur tubuhnya hingga membuatnya sudah tidak berdaya
Zuu yang kaget melihat keaadan Alek yang terkapar tak berdaya dilantai karena sudah tak sadarkan diri,kemudian tatapannya beralih kepada sosok yang menolongnya
"Zi-Zio"lirihnya terbata dan langsung menghambur kepelukan pria itu untuk mencari perlindungan
Zio yang ingin kembali m*ngh*ntam pria itu dengan benda keras berhenti karena pelukan dari Zuu, Zio tidak tinggal diam dan segera merengkuh erat tubuh Zuu yang bergetar karena tangisannya
"sayang sudah cukup tidak apa-apa semua akan baik-baik saja"ucapnya begitu lembut untuk menenangkan wanitanya
"aku bersumpah tidak lagi.....,aku bersumpah sayang,aku akan menghabisi semua orang telah menyakitimu dan menghancurkan semua tempat ini tanpa tersisa"ucapnya tegas dengan mata yang merah menyala serta rahan yang mengeras akibat kemarahannya yang saat ini sudah diatas puncaknya
"Zi-Zio aku takut....ishk....ishk....ishk...."ia tak sanggup lagi melanjutkan kata-katanya,suara tangisan Zuu yang begitu memilukan itu membuat hati Zio seperti di hantam batu besar,hingga membuatnya sakit dan sesak disaat bersamaan
"ini semua salahku,kalau saja aku tidak terlambat kamu tidak akan disentuh b*ji*gan itu...br*ngs*k"
Zuu yang sudah lebih baik,mendongakan kepalanya melihat wajah yang saat ini sedang menahan amarahnya, Zuu dengan sangat lembut mengusap wajah yang menurutnya sangat tampan itu walau dalam keadaan marah
Zuu menangkup wajah prianya dengan kedua tangan dan memberikan kecupan dibibir kenyal prianya,dari kecupan-kecupan kecil itu berubah menjadi l*m*tan
"sayang kita harus segera keluar dari sini sekarang"ucapnya mengusap bibir Zuu yang basah akibat ulahnya sendiri
setelah mengikat tubuh Alek yang sudah tidak berdaya itu, Zio dan Zuu segera keluar dan betapa kagetnya karena belum sempat mereka keluar,mereka lebih dulu dihadang beberapa orang
~happy reading~🥰
__ADS_1