Zulaikha Dan Pria Misterius

Zulaikha Dan Pria Misterius
part 37.Mencari Zuu


__ADS_3

Saking paniknya mencari Zuu, Kenzio bahkan lupa kalau ia mempunyai banyak sekali bawahan dan anggota team Black Hunters yang tentunya bisa ia kerahkan untuk mencari dimana keberadaan Zuu, yang tentu saja tidak membutuhkan waktu yang lama dan menguras energinya.


Otaknya seakan buntu hanya karena khawatir akan keadaan Zuu yang menghilang dengan luka akibat kuah panas dari makanan yang ia jatuhkan sendiri.


Setelah keluar dari lowby dan mobilpun sudah dipersiapkan oleh sopir, akan tetapi sebelum masuk kedalamnya ia kembali mengedarkan pandangannya kesana kemari, berharap Zuu masih berada disekitar halaman gedung perusahaan dan benar saja saat melayangkan pandangannya kearah taman ia melihat Zuu yang sedang duduk di salah satu bangku bercat putih yang berada di taman perusahaan. Akhirnya Ia pun bisa bernafas lega saat melihat sosok yang sejak tadi dicarinya


...Setelah memastikan bahwa itu memanglah Zuu, Kenzio pun segera membawa langkah kakinya yang lebar dengan penuh semangat serta menyunggingkan senyum bahagia, akan tetapi langkahnya terhenti seketika saat melihat ada pria lain yang juga berada disana dan kini keningnya berkerut dan semakin berkerut saat melihat wanitanya dirangkul dan dipeluk oleh pria itu...


...giginya bergemeretak dengan rahan mengeras, wajahnya kini tak lagi bersahabat, darahnya seakan mendidih hingga keubun-ubunnya sehinggah kulit wajahnya memerah. Kali ini ia tidak akan tinggal diam melihat wanitanya berdekatan lagi dengan laki-laki lain apalagi sampai memeluknya seperti itu. Ia semakin melebarkan langkah kakinya karena sudah tidak sabar menghajar pria yang telah mengusik miliknya, sekarang ini ia benar-benar terlihat seperti orang yang tidak terkendali yang ingin segera menghancurkan orang tersebut....

__ADS_1


Pria itu terlihat berjongkok dan memeriksa kaki Zuu yang sakit akibat kuah soto yang panas, belum sempat ia berdiri berniat untuk membeli obat untuk Zuu, tanpa pria itu sadari dirinya sudah terjungkal kebelakang akibat t*ndan*an keras dari kaki kokoh Kenzio.


"Akkhhhh.....Jhon....."pekikan Zuu saat melihat Jhonny tiba-tiba terjungkal akibat t*ndan*an keras yang dilakukan Kenzio pada sahabatnya,dan bukan hanya itu Kenzio juga memberikan beberapa kali b*gem mentah ke wajah dan perut Jhonny dengan membabi buta.


suara pekikan Zuu yang terkejut menjadi pusat perhatian orang-orang dan beberapa karyawan yang berada disekitar mereka, tetapi apakah mereka melerai?.....tentu saja tidak,mereka cukup waras untuk tidak ikut campur dalam urusan sang Presdir dimana tempat mereka bekerja, mereka sebenarnya sangat terkejut dan kasihan melihat Jhonny yang sudah babak belur dihajar oleh tuan Kenzio akan tetapi mereka masih lebih sayang dengan hidup mereka sendiri, serta masih ingin bekerja dengan tenang diperusahaan yang dipimpin oleh si biang kerok dari perkelahian tersebut.


Zuu yang terkejut seakan tak merasakan lagi perih dan panas dikakinya, ia segera bangkit dan segera membantu Jhonny, kalau tidak pria itu akan mati ditangan Kenzio.


"Tuan tolong hentikan...."

__ADS_1


"kau bisa membunuhnya tuan"


Zuu berusaha menyelamatkan Jhonny, akan tetapi tenaganya tidak cukup mampu menghentikan Kenzio, dan pada saat Kenzio ingin menghempaskan tangan Zuu yang selalu menghalanginya memberikan pelajaran pada pria yang tak lain adalah Jhonny, Zuu malah terjatuh dan membuat dirinya merasa kesal pada Kenzio yang sudah membuatnya terjatuh dan membuat babak belur temannya


"Stoooopp...are you crazy?"teriakannya dengan lantang dan keras agar Kenzio mendengarnya


seketika itu juga Kenzio berhenti dan menatap tajam wanitanya saat mendengar ucapan dari wanita yang sedang ia lindungi menurutnya


Zuu kemudian membantu Jhonny untuk berdiri dan membawanya pergi dari sana,akan tetapi keinginannya itu hanyalah angan semata saat mendengar perkataan Kenzio

__ADS_1


"Berhenti Zulaikha sedikit saja kau melangkah, aku akan menghabisinya"ujarnya dengan tegas bernada ancaman serius.


Zuu menatap tajam kearah Kenzio yang sedang menatap dirinya jauh lebih tajam lagi, nyalinya yang besar tadi seakan menciut tak bersisa


__ADS_2