
"lepaskan br*ngsek....atau kau akan menyesal karna sudah menyentuhnya.ini peringatan pertama dan terakhirku "
Baron sama sekali tidak menggubris ucapan dari Kenzio, ia masih saja membuat sentuhan naik turun pinggang dan diperut Zuu walau sejak tadi Zuu memberontak"
"kau akan tahu akibat dari kelancanganmu itu.dasar bod*h"umpatnya dengan darah yang sudah mendidih ingin menghancurkan orang yang telah menyentuh wanitanya
"hahahaha"kau memang sungguh menggelikan"
"dimana Kenzio yang orang-orang takuti itu? dimana orang-orang handal yang selalu menyertaimu?"
"hanya karena seorang gadis kecil seperti ini kau tidak dapat mengendalikan dirimu....ckckck...."
"apa dia ini kekasihmu?"Baron kembali mengelus pipi Zuu lalu mencium helai rambutnya, yang membuat darah Zio benar-benar sudah mendidih
"ternyata kau manis juga sayang.tinggal lah bersamaku,aku yakin lebih bisa memuaskanmu dari pada...."
"sudah kuperingatkan agar tangan busukmu itu jangan menyentuhnya"
"baiklah karna kau memaksa.kau bod*h karena sudah menghilangkan kesabaran yang kupunya.....jemari-jemarimu itu akan kubuat tambah membusuk sampai kau ingin mati rasanya"ucap Zio datar tapi dengan tatapan tajam dan dingin yang mampu membuat bulu kuduk merinding
"baiklah karena waktumu sudah habis....maka lihatlah adik kesayanganmu itu sekarang sedang berbuat apa?....."belum sempat Zio menyelesaikan perkataannya. ponsel milik Baron berdering dan rekaman vidio masuk di ponselnya
saat membuka rekaman video tersebut, gambaran wajahnya berubah menjadi kusut dengan guratan wajah yang mengalami frustasi berat.dia sampai tak sadar kalau Zuu saat ini sudah lepas dari jeratannya
"yap....itu yang sejak tadi ingin ku katakan padamu"ucap Zio datar
bagaimana wajahnya tidak kusut kalau saat ini ia sedang melihat rekaman adiknya Alek yang terkulai lemas diikat dengan b*m nuklir aktif yang memiliki waktu yang sisanya hanya 15 menit saja dan ketika salah sedikit saja menyentuhnya itu bisa sangat fatal
"baiklah karna aku baik,aku akan memberimu kesempatan sedikit untuk bermain...eeemmm"
Zio mengeluarkan tiga buah tombol masing-masing memilki tombol hijau dan merah
"ini adalah tombol dimana kau harus memilih. yang mana tombol yang akan menyelamatkan hidup adik tersayangmu dan yang mana untuk....."Zio mengangkat bahunya
"disini juga ada sebuah tombol yang bisa menyelamatkan pabrik mu dari ledakan besar"
"yaa....aku pikir pergi tanpa meninggalkan jejak disana adalah sebuah kesalahan jadi......,"
"apa boleh buat jiwa sosialku sangat tinggi"
"itu bukanlah kesalahanku"
"tinggi dari mananya,kau itu akan membuat orang disana kehilangan pekerjaannya tahu"suara hati Zuu yang memicingkan mata kearah Zio yang ditanggapi senyum tipis pria itu
Baron yang berdiri tegak kini lututnya seperti tak bertulang ia tak dapat memprediksikan kehancuran apa yang akan terjadi.keadaan pria itu saat ini sungguh sangat menyedihkan bernanding terbalik dengan yang sebelumnya
"hahahaha.....wajahmu itu menggelikan sekali"
"santai saja ini hanya permainan. dan kau sendiri yang akan memainkannya"ucapnya datar tanpa rasa beban
"tapi ingat nyawa adikmu dan seluruh aset mu yang ada dipabrik itu akan hancur jika kau sampai salah memilih tombol"ucapnya memperingatkan
"dan mereka tidak punya banyak waktu....kau hanya punya tiga kesempatan memilih"
"Tuan Kenzio siapa kau sebenarnya?"Zuu membatin sungguh ia tidak menyangka bahwa pria yang selama ini ia anggap sebagai tempat berlindung. ternyata prianya itu pria sangat mengerikan,terlepas dari apa yang dialaninya selama ini Zuu tidak ingin Kenzio menjadi orang yang jahat
"lepaskan semua orang-orang ku dan mulailah memilih tombol ini" setelah Jerry dan Leo dilepaskan Zio segera melemparkan semua tombol itu kepada mereka berdua.
Baron yang tidak mau membuat mood Zio rusak dan memancing amarah pria itu lagi, segera melepaskan semua orang-orang Zio, Jerry,leo,termasuk Zuu, Joni serta ibu Laras
dan ia sendiri mendekat dan menjangkau tubuh wanitanya lalu ia bawah kedalam pelukan berbentur dengan dada bidan serta lengan kekar yang sangat erat memeluk tubuh Zuu.
Leo dan Jerry serta beberapa anggotanya sungguh heran melihat betapa posesifnya ia kepada gadis yang berada disisiya saat ini,mengingat bosnya itu tidak pernah ada manis-manisnya kepada wanita.bahkan ke tunangannya sendiri
dan ya... satu lagi perubahan selama bosnya itu menghilang,kalimat yang pria itu ucapkan tak sama seprti biasanya.sekarang sudah lumayan banyak tapi aura dingin masih mengental didalam dirinya
Baron yang tidak ingin membuang-buang waktu .karena saat ini waktunya tinggal 7 menit lagi segera memilih....walaupun kenzio seseorang yang dikenal dengan kekejamannya dan tidak akan melepaskan orang-orang yang telah mengusiknya,tapi seorang Kenzio juga dikenal memiliki jiwa keadilan yang tinggi dan dapat dipercaya
karena itu ia akan memilih tombol berdasarkan feeling-nya.
"kau itu sedang apa hah?sejak tadi kau hanya diam saja,dimana pria kurang ajar yang yelah berani mengusik milikku"matanya menyalang kearah Baron tetapi tangan membelai lembut kepala Zuu
"Baiklah a-aku akan me-milih tombol pertama berwarna hijau".tombol pertama ada ditangan Leo dan Leo yang sangat menghargai waktu, tidak mau membuang-buang waktu.dan tanpa aba-aba lebih dulu ia langsung menekan tombol warna hijau yang telah dipilih oleh Baron
tik
.
.
__ADS_1
tik
.
.
tik
suara bom waktu itu terdengar dari balik ponsel Baron yang sedang melakukan sambungan vidiocall bersama salah satu anak buahnya yang sedan berasama dengan adiknya,dan itu menunjukkan bahwa adiknya itu masih baik-baik saja
tetapi didetik berikutnya
duuuaaarrrrrrrrrrr
.
.
.
.
suara ledakan yang begitu menggema dari kejauhan tempat mereka berdiri seperti letusan gunung berapi yang meletus sehingga getaran yang dihasilkan masih dapat mereka rasakan
Baron hanya bisa meraup wajahnya dengan kasar, mendengar ledakan itu membuatnya sangat frustasi
jangan tanyakan para penduduk yang berada disana, mereka terjatuh dari tempat tidur mereka akibat goncangan dari ledakan tersebut,karena saat ini sudah menunjukkan jam dua dini hari maka dari itu penghuni desa sudah diperkirakan dalam keadaan tertidur
dan ini adalah salah satu dari rencana Zio yang ingin meledakkan tempat itu sesuai dengan waktu yang sudah ia tentukan
"wwuaaaahh.....kalian sungguh hebat ya. bisa memiliki b*m yang ledakannya begitu menggemparkan seperti itu...hebat...hebat"Zio mengangkat dua jempol karena kagum atas hasil kerjanya
"tapi sayang sekali senjata makan tuan.itu bukan kesalahanku itu hasil bisnis yang selama ini kau jalani"ucapnya cuek tanpa rasa bersalah
" kau masih menpunyai dua kesempatan,dan kau harus memilih yang benar kalau kau ingin nyawa adikmu selamat"
"tidak.....tidak.... aku tidak akan memilih lagi"kepercayaan dirinya hilang begitu saja saat mendengar ledakan dari pabriknya,dan kalau itu sampai terjadi pada adiknya ia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri
"sayangnya kau tidak punya pilihan dan waktumu hanya ada tiga menit tersisa"
"Kenzio kau sungguh brengsek....lepaskan adiku"
"kau akan membayar dengan nyawamu, kau tidak akan kulepaskan kalau sampai terjadi sesuatu pada Alek"
"bahkan diwaktu terjepit pun kau begitu sombong"
"kau ingat sudah berapa kali kau menangkap ku,dan kau tidak pernah berhasil melenyapkan aku,kalian tahu kenapa?"
"karena aku pintar dan kalian sangat bod*h"
"hahahahahha....."Zio tertawa merasa geli dengan perkataanya sendiri,dan para bawahannya ikut tertawa karenanya
"silahkan buang waktumu untuk mendebat dan disana waktu adikmu sudah hampir habis"
"tik"
"tik"
"tik,waktumu hanya tersisa 1 menit"
"Ok aku memilih tombol merah yang ada di tangannya"Baron menunjuk Jerry yang memegang tombol kedua
Jerry yang ditunjuk pun tak mengambil kesempatan untuk menekan tombol dan........
tik
.
.
tik
.
.
tik
Baron yang mendengar suara tersebut dari ponselnya merasa lega karena ia menekan tombol yang benar
__ADS_1
"waah ternyata kau memilih tombol yang benar"
"baiklah kesempatanmu hanya bersisa satu kali dan kau harus memilih tombolnya sekarang"
Baron melihat jam dipergelangan tangannya, waktu hanya tersisa 30 detik terhitung dari sekarang,ia tidak ingin membuang waktu dan ia memilih tombol warna merah di tombol ke tiga
dan dengan segera Leo menekannya
hening...
tik
b*m waktu itu terhenti dan Baron bisa bernafas dengan lega,akan tetapi didetik berikutnya.....
duuaaarrrrrr
.
.
suara ledakan itu berasal dari ponsel yang digenggamnya
"surprise........"
********
di rumah Zuu
didalam bangunan berukuran kecil itu terlihat bangunan sudah tak berbentuk disebabkan ledakan yang tidak terlalu besar dari arah dapur
"agrrh"para anak buah dari Alek itu merintih akibat tertimpa serpihan bangunan,mereka berdiri terpincang-pincang dan segera mencari keberadaan tuannya
"tuan....tuan.....anda tidak apa-apa"mereka memeriksa denyut jantung tuannya dan ternyata tuannya masih hidup walaupun beberapa tulangnya sudah patah dan bila dilihat pria itu sudah tak bisa lagi berdiri
ternyata ledakan bukan dari bom aktif yang dipasang ditubuhnya melainkan bom lain yang Zio pasang di area dapur tanpa diketahui orang lain.bom ini bersifat ringan ledakan yang dihasilkannya tidak terlalu besar hingga yang berada disekitarnya masih bisa bertahan akan tetapi bisa dipastikan akan mengalami patah tulang
********
"ha-halo tuan...,apa tuan masih disana"salah satu anak buahnya yang mengabari
"ha-halo apa yang terjadi? dimana Alek?"Baron yang masih mendengar suara dari sambungan teleponnya seperti mendapat angin segar
" Tu-tuan Alek bersama kami, tetapi kondisinya saat ini sungguh memperihatinkan tuan "
"memprihatinkan gimana?"
"sepertinya tuan Alek mengalami beberapa patah tulang tuan"
"huh...."Baron membuang nafas dengan kasar lalu mematikan sambungan teleponnya. ia menatap Kenzio dengan tatapan penuh kemarahan
"k"r*ng ajar kau....kau itu memang sangat licik"
"cepat serang mereka dan jangan sampai ada yang bisa keluar dari hutan ini
kali ini mereka saling menyerang tanpa ada yang menggunakan senjata melainkan mereka beradu kekuatan fisik
diwaktu yang sama team Black 01 berdatangan untuk membantu Zio dan lainnya. petarungan antara keduanya pun berlangsung sangat sengit
Zio segera mengamankan Zuu dan ibunya terlebih dulu karena takut mereka terluka
"Joni bawalah Zuu dan ibu Laras bersamamu. bawa mereka pergi jauh dari sini dan jangan pernah kembali lagi"
"dengar aku percayakan mereka padamu"
"Zuu terlepas apa yang akan terjadi padaku kamu dan ibumu harus selamat"ia mengambil tangan Zuu lalu ia genggam dengan sangat erat
"gak...gak mau,kalau aku selamat kamu pun harus selamat Zio"
"dan kau juga masih berhutang banyak penjelasan padaku.aku tidak mau mati penasaran karena kau"ucapnya dengan ketus
Zio merengkuh tubuh Zuu membawa kedalam pelukannya.tidak tahu kenapa perasaannya mengatakan setelah ini dia tidak akan lagi bertemu dengan gadis yang selama hampir satu pekan itu menemaninya.
ia lebih mengeratkan kembali pelukannya. perasaan yang begitu kuat namun tanpa status
"kenapa aku merasa tidak akan pernah lagi melihatmu"
"aku mohon selamatkan dirimu sekarang,pergi dari sini aku akan mengerahkan beberapa pengawal untuk menjaga kalian"Zio mengusap kepala Zuu dan menciumnya
"Zio kenapa aku merasa kita tidak akan bertemu lagi?apa ini hanya perasaanku saja."
__ADS_1
"Zio berjanjilah kau akan selamat dan datang menjemputku kalau kau ingkar janji aku tidak akan memafkanmu
~happy reading~🥰