
setelah menunggu beberapa saat akhirnya para pekerja pabrik selesai istirahat dan kembali masuk kedalam pabrik , Zio lalu mengikuti mereka secara diam-diam dan tidak butuh waktu lama Zio bisa berbaur tanpa ada satu orang pun yang mencurigainya, bahkan penjaga yang berada di pintu gerbang sama sekali tidak curiga
Zio yang berjalan diantara para pekerja, terus memparhatikan keadaan sekitar dan benar saja apa yang dikatakan oleh Zuu itu memang benar bahwa pabrik ini selain memproduksi obat,disini juga adalah sebagai tempat penilitian ia sendiri juga belum tahu pasti tempat ini meneliti tempat apa,yang jelas hingga saat ini belum tanda-tanda yang mencurigakan
Zio terus berjalan dan mengikuti mereka dan setelah sampai didalam,juba mantel yang mereka kenakan diganti dengan pakaian serba putih, dengan sedikit ragu dan terpaksa Zio ikut membuka mantel tersebut dan menggati dengan pakaian yang sama dengan para pekerja lain
semua orang seperti sedang menatap padanya tetapi hanya seperkian detik saja karena mereka segera melanjutkan kegitan masing-masing
Zio sedikit faham dari info yang didapatkan dari Zuu,bahwa bos mereka sering membawa pekerja baru dari kota untuk bekerja dipabrik,dengan kisah yang hampir sama yaitu dipaksa bekerja disana karena tidak sanggup membayar hutang atau diiming-imingi dengan kerja ringan dengan gaji besar,tetapi yang sebenarnya mereka diperlakukan seperti layaknya budak,ya walaupun digaji tapi itu tidak sepadang dengan kerja keras mereka
dari info itulah Zio sedikit bisa memahami bahwa orang-orang itu sama sekali tidak peduli,
tentang perkembangan apa saja yang terjadi,yang terpenting untuk mereka hanyalah bisa hidup bersama orang-orang yang mereka sayangi, mereka hanya pasrah terhadap kehidupan yang mereka jalani sekarang karena melawan pun akan percuma, dengan melawan itu sama saja mengantar nyawa melayang ditanga mereka
"kamu anak baru ?"suara itu menyadarkan Zio dari lamunannya
Zio hanya menganggukkan kepalanya dengan samar
"aku Joni"pria itu mengulurkan tangan sebagai tanda perkenalan, Zio yang sejak tadi diam menerima uluran tangan tersebut,tidak ada salahnya ia akrab dengan para pekerja lain, karena itu bisa membantunya dimasa depan
"Zio....namaku Zio,apa kau tahu orang baru disini biasa mengerjakan apa?jawabnya datar dan diikuti dengan pertanyaan
"iya ikutlah denganku"jawabnya diikuti dengan anggukan
Joni memiliki wajah yang lumayan tampan berkulit sawo matang, dengan senyum manis yang memperlihatkan lesung pipinya, Joni adalah pria hambel dan terkesan santai
baru saja akan melangkah Zio dan Joni di kejutkan dengan suara dari seorang pria yang berteriak pada mereka
"heiii.....sedang apa kalian disitu,apa kalian pikir kalian itu digaji hanya untuk mengobrol saja"suara itu menggemah didalam ruangan tersebut
__ADS_1
pria yang memakai pakaian seperti seorang pengawas lengkap dengan senjata yang dibawahnya segera menghampiri dimana Zio dan Joni berdiri"itu tidak benar tuan kami hanya....."Joni berusaha menjelaskan tetapi dengan cepat pria berbadan tegap itu meneyela dan memberika tatapan dingin kepada mereka berdua
"apa kau pikir aku buta?"ucapnya tegas
Zio yang melihat berdebatan itu hanya diam tak mempedulikan sama sekali,tatapannya datar seperti biasanya,tetapi itu hanya untuk sesaat karena detik berikutnya wajahnya terlihat memerah menahan amarahnya dengan tangan terkepal
pria itu m*ngh*ntam kepala Joni kesamping dengan menggunakan senjata miliknya hingga terjatuh dan mendapat benjolan dikepalanya
tak hanya sampai disitu ia juga membentak Zio dengan keras "heii kau.... apa kau tuli, cepat sana keluar dan kerja!!!"perintahnya kepada Zio dengan mendorong keras bahu Zio menggunakan s*nj*ta yang sama,Zio yang didiorong hanya bergeser sedikit karena pria itu memiliki tubuh yang kekar dan kuat sehingga tidak mudah untuk menjatuhkannya
pria itu seperti heran merasa sedikit aneh dengan Zio yang tidak sama seperti pekerja lainnya yang memiliki postur tubuh yang biasa saja dan terlihat begitu lempeng,tidak sama seperti pria yang berada dihadapannya yang menatap dirinya dengan tatapan dingin seperti ingin memangsanya hidup-hidup
merasa ditantang oleh tatapan yang zio berikan, pria itu ingin menghampiri nya lagi dan memberikan pelajaran padanya, akan tetapi seseorang datang dan meminta pria itu segera pergi karena bos mereka akan segera datang"kita belum selesai ,lihat saja nanti setelah aku kembali kupastikan aku akan mematahkan semua tulangmu"ancamnya dengan mununjuk kedepan mata Zio dan berlalu pergi
Zio terlihat sangat marah hingga rahangnya mengeras, ia sampai menepalkan tangannya menahan emosi yang sejak tadi ia tahan,kalau saja ia tidak mengingat misinya, sudah dipastikan pria yang ada dihadapannya ini sudah lenyap sejak tadi ditangannya
"apa kau baik-baik saja?"ia menghampiri Joni yang terluka dan segera mengajaknya keluar,agar tidak mendapat amukan kembali
Joni yang sudah lebih baik sekarang menunjukkan pekerjaan apa yang akan di kerjakan oleh Zio yaitu mengecek stock barang yang ada digudang,dan saat ini Zio maupun Joni sedang mengangkat barang yang akan dibawah kelantai tiga dan matanya teralihkan dengan isi kardus yang ia senggol dan terjatuh hinggah membuat isinya berhamburan keluar
mata Zio melotot saat melihat semua isi yang ada didalam kardus,yang isinya begitu familiar dimatanya yang notabennya seorang mafia.Zio melihat kesemua kardus, kerena penasaran ia membuka beberapa diantaranya,dan betapa kagetnya ia saat kardus-kardus itu ia buka dan melihat semua isinya,dan isinya adalah barang yang sama hanya jenis saja yang berbeda
"i-ini....jadi bener ternyata semua dugaanku selama ini "Zio menghirup serbuk yang satu dan serbuk yang lainnya untuk memastikan dan semua serbuk itu yang ia ketahui adalah jenis bahan membuat obat-obatan yang sering sekali orang-orang diluar sana menyalah gunakannya
Joni yang sejak tadi melihat kelakuan Zio yang menurutnya begitu aneh menahan langkah pria itu untuk bertanya
"ada apa?kenapa kau membuka semua kardus-kardus ini? sebenarnya apa yang terjadi,apa yang aneh dari barang-barang ini?"semua pertanyaan yang sejak tadi ia tahan lolos begitu saja dari bibirnya
"apa kau sungguh tidak tahu tentang semua barang ini ?"bukannya menjawab Zio malah balik bertanya
__ADS_1
Joni yang ditanya hanya menggeleng karena memang ia tidak tahu obat apa yang diproduksi tempat ia bekerja,ia hanya berfikir bahwa itu hanya obat-obatan biasa,dan sama sekali tidak pernah curiga
"semua serbuk ini adalah bahan untuk membuat obat-obatan terl*r*ng yang artinya ini adalah pabrik *l*gal"ia menjelaskan dengan sangat menggebu bahwa ini adalah pabrik yang beroperasi membuat obat-obatan yang terl*r*ng, dengan kata lain ia bekerja ditempat pembuatan barang h*r*am tersebut
agar tidak meninmbulkan kecurigaan ia dan Joni segera membereskan semua yang barang berhamburan keluar akibat ulahnya,dan merapikan kembali tempat itu,dan untungnya didalam gudang tersebut tidak terpasang kamera cctv
"walaupun kita sudah tau ini adalah barang-barang il*g*l,ini tidak berpengaruh tidak akan ada yang berbeda,kita semua akan menghabiskan sisa hidup kita di tempat ini"ratapannya yang begitu putus asa
"siapa bilang kita akan disini selamanya,aku akan menghancurkan tempat ini bersama orang-orang yang yang menjalankan bisnis ini dengan tanganku sendiri"seringai licik itu tersungging di bibirnya dengan tatapan penuh keyakinan
"apa kau susah tidak waras? Joni menempelkan punggung tangannya kedahi Zio tapi itu hanya sedetik karena Zio menghempaskan tangan Joni cukup keras
"cwiihk,apa kau pikir aku sedang bercanda? dengar....karena kau sudah banyak tahu kau harus membantuku agar kita bisa keluar dari tempat ini"ucapnya dengan penuh keyakinan,sebenarnya masih banyak keraguan dihati Joni,tapi tidak ada salahnya ia percaya pada pria itu yang memiiliki keyakinan yang begitu kuat
*****
diruangan lain tetapi masih di dalam bangunan yang sama,saat ini beberapa orang sedang asyik berbincang antara satu dengan yang lainnya seperti sedang bernegosiasi,orang itu tidak lain adalah bos atau biasa disebut ketua dengan beberapa orang yang juga berpakaian rapi,mereka tengah membahas kesepakatan kerjasama yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak
setelah membahas kesepakatan beberapa orang sudah berjalan keluar ruangan itu tak terkecuali ketua,mereka menunju tangga sambil berbincang santai
Zio dan Joni yang berjalan menapaki tangga dengan kedua tangan mereka yang mengangkat barang dalam kardus tidak sengaja berpapasan dengan orang-orang tersebut sangking asyiknya memperhatikan keadaan sekitar, ia tidak sengaja menyenggol lengan salah seorang diantara mereka dan menjadi pusat perhatian
Joni yang berjalan dibelakang Zio itu membukkukan badannya kepada bosnya dan para tamunya dan segera meminta maaf atas ketidak sengajaan Zio yang menyeggol seseorang diantara mereka
Zio yang hanya diam memperhatikan wajah mereka satu persatu dikejutkan dengan salah satu dari wajah tersebut yang tidak asing baginya"Alek.......,bener ternyata dugaanku,semoga saja pria itu tidak mengenaliku kalau sampai Alek mengenaliku semua usahaku akan sia-sia"Zio langsung menunduk dan meminta maaf dengar suara yang sedikit disamarkan
"maaf tuan saya tidak sengaja, kardus ini sedikit menghalangi pandanganku,sekali lagi saya minta maaf"kilahnya
Alek yang sama-samar mendengar suara itu memicingkan matanya kepada bawahannya itu karena seperti mengenal suara itu
__ADS_1