
Zuu yang terkejut sampai membungkam mulutnya sendiri dengan kedua tangan, ia sungguh tak percaya Kenzio bisa melakukan hal licik seperti itu pada sahabatnya.
"Tu-tuan. A-apa yang Anda lakukan?" lirihnya dengan lelehan air mata yang sudah menetes kepipi mulusnya.
Kenzio yang melihat Zuu sampai meneteskan air mata untuk laki-laki lain, entah kenapa membuat hatinya tak bisa terima, ada rasa marah dan kesal saat melihatnya
Waupun Kezio hanya menganggap Zuu sebagai sugar baby akan tetapi Kenzio tidak akan pernah rela bila wanitanya memiliki hubungan dekat dengan laki-laki lain, apalagi sampai mempunyai perasaan khusus padanya hingga menangisinya seperti itu.
" Ini baru awalnya saja sayang. Kau itu terlalu cepat terbawa perasaan"
"Lihatlah" lanjutnya sambil menggeser video selanjutnya
"Tapi kenapa pak? kenapa saya diskors?apa kesalahan saya?"
"Ini hanya masalah sepele Pak. saya juga tidak sengaja melakukannya dan saya bisa kok memperbaikinya pak, tapi saya mohon pak jangan skorsing saya. Saya mohon" melihat kedua Vidio yang ditunjukkan oleh Kenzio, membuat perasaan Zuu hancur. Ia tidak menyangka pria yang selama ini ia cintai begitu kejam dan tidak berperasaan seperti ini.
Vidio yang menunjukkan seorang gadis yang mengatupkan kedua tangannya memohon agar tidak dihukum dan diskors selama sebulan. Dalam Vidio tersebut juga terlihat gadis itu menangis sepanjang lorong ruangan setelah diusir keluar dari ruangan menejer.
Seorang gadis yang begitu Zuu kenal dan gadis itu juga yang telah membantunya agar bisa bekerja di perusahaan yang sama dengannya, siapa lagi kalau bukan Tita sahabatnya sendiri, sahabat yang selalu membantunya ketika ia dalam masalah, sahabat yang selalu ada untuknya dalam suka dan dukanya,kini sahabatnya itu mendapatkan masalah karena dirinya
"Aku tidak percaya ini.....hiks.....hiks...."ia tidak bisa lagi membendung air matanya yang sejak tadi ingin tumpah, melihat sahabatnya memohon dan menangis seperti itu, membuat hatinya sakit. ia menangis terseduh-seduh dipangkuan Kenzio dengan tubuh yang bergetar dengan kedua tangan mungilnya menutupi wajahnya.
Entah kenapa melihat wanita itu menangis dengan tubuh yang bergetar di pangkuannya, membuat hati Kenzio ikut bergetar dan merasakan sesak dibagian dadanya. Kenzio pun menekan dadanya agar bisa mengurangi rasa sesaknya, akan tetapi hal itu sama sekali tidak berpengaruh sedikitpun. Paru-parunya seakan kekurangan oksigen sehingga membuatnya sesak.
"Apa aku mendadak terkena serangan jantung? kenapa belakangan ini aku sering mngelami gangguan sesak seperti ini, jangtungku selalu berdetak tak beraturan. apalagi saat berdekatan dengannya kadang terasa sesak dan sakit dan kadang juga berdetak yang rasanya seperti kencang tak beraturan, ada apa denganku?apa aku mengalami gagal jantung? sepertinya aku betul-betul harus memeriksakannya dengan benar. ini semua karena wanita aneh ini"
"Ini belum seberapa sayang, temanmu itu hanya mendapatkan skorsing dan belum....
__ADS_1
yaa yang paling parahnya, jika sampai temanmu itu keluar dari perusahaan ini, aku tidak menjamin sih.... dia akan diterima diperusahaan lain atau tidak.
"Apa" ujar Zuu begitu lirih masih dengan lelehan air mata di pipinya. Ia kembali menatap Kenzio dengan intens, mencari kebohongan dimatanya akan tetapi hanya kepercayaan diri yang tinggi yang Zuu dapatkan dari mata tajam pria tersebut.
"Dan siapa namanya tadi, laki-laki payah itu?"
"Kau tahu kan apa yang bisa aku lakukan padanya....."Kenzio sengaja tidak melanjutkan perkataannya untuk membuat Zuu ketakutan, karena semakin Zuu takut maka itu akan menguntungkan dirinya.
Kenzio berencana membuat Zuu takut dan memelas dan memohon padanya berakhir wanita itu akan tahkluk hanya pada dirinya.
"Aku tidak menyangka dia bisa se tega itu, apa kesalahan dua orang temanku kok tega sih. apa yang harus aku lakukan" . Batin Zuu sudah tak tahu lagi apa yang harus ia lakukan agar teman-temannya bisa terlepas dari masalah ini. ia mengusap air mata dengan kasar dan kembali menatap Kenzio lebih tajam lagi. Tatapan mata yang mengandung kemarahan didalam hatinya kepada pria itu.
"Kau....kau bukan Zio yang dulu kukenal, kau laki-laki licik, kau tega melakukan segala cara
agar keinginanmu tercapai. aku membencimu....aku membencimu....kau sungguh mengerikan dasar pria br*ngs*k". Sirat mata tajam menyalang yang mewakili umpatannya dalam hati. Mata yang begitu menghunus jantung kenzio. ingin sekali Zuu mengumpat pria itu dengan kasar, akan tetapi ia tidak mau gegabah lagi dalam berucap dan melakukan kesalahan fatal yang bisa mencelakai sahabatnya.
Zuu seketika merubah mimik wajahnya yang tadinya sedih dan garang seperti singa yang ingin menerkam mangsanya dan kini Ia berubah menjadi wajah yang penuh pengharapan dan ingin dibelas kasihani, seperti seekor kucing imut yang minta di elus.
"Saya mohon tuan. saya akan melakukan apapun yang anda inginkan, tapi lepaskan Jony dan jangan buat teman saya Tita diskors apalagi sampai dipecat tuan, saya mohon....saya mohon....." Zuu memohon dengan mata memelas sambil mengatupkan kedua tangannya agar teman-temannya tidak menjadi korban kekonyolan bosnya itu. Kenzio sampai mengerjap-ngerjapkan kedua matanya tak percaya. Tetapi sumpah demi apapun Zuu begitu menggemaskan dimanatanya sampai berulangkali menelan salivanya kuat.
"Saya akan melakukan sesuai yang anda inginkan. Anda ingin saya menandatanganinya bukan? saya akan melakukannya" ujarnya yakin dan pria berparas tampan yang masih memangkunya itu mengangkat sudut bibirnya tersenyum tipis menyeringai, karena umpannya telah berhasil.
"Saya mohon tuan jangan ganggu mereka, mereka tidak bersalah, saya yang salah disini tuan saya yang sering membantah anda, tolong hukum saya saja tuan saya mohon" Zuu terus memohon berharap teman-temannya bisa dilepaskan dari masalah ini
"Really"ucap Kenzio singkat dengan senyum mengembang karena usahanya untuk menjebak Zuu berhasil
"Jony dan Tita sedang membutuhkan bantuanku sekarang. aku tidak akan membiarkan mereka celaka dan menderita hanya karena diriku, aku akan melakukan apapun untuk menyelamatkan mereka dari kelicikan pria ini" .Zuu pun menganggukkan kepalanya yakin.
__ADS_1
"Gadis pintar" ucapnya sambil mengacak-acak rambut Zuu dengan gemas
"Jadi sekarang kita bisa mulai?" kini seyum jail tersemat dibibirnya
"Mulai?" lirih Zuu bertanya dengan bingung
"Umm" jawab Kenzio singkat
"Iya, Kita akan mulai membahas masalah surat perjanjian ini dengan serius" kini Zuu sudah bisa berdiri saat Kenzio melonggarkan tangannya yang memeluk pinggang Zuu. Zuu berdiri membuat jarak antara dirinya dan Kenzio. Ia mengambil pena yang Kenzio berikan padanya tanpa ragu lagi.
"Pertama kau harus menandatangani surat perjanjian ini dan...., aku akan memberimu kedudukan yang unik, yaitu menjadi simpanan ku sekaligus menjadi kekasih pura-pura ku"
"Aduh tuan.... aku kesulitan mencerna perkataan anda dengan baik, bisakah tuan menjelaskannya lebih spesifik lagi" pintanya yang sudah merasa pening disebagian kepalanya. Ia mendadak migrain disebabkan perkataan tuan Kenzio yang begitu ambigu menurutnya.
"Ck....kau itu "
"Selain menjadi simpananku, kau juga akan berpura-pura menjadi kekasihku. Dan kau harus mengikuti setiap peraturan dalam surat perjanjian dan jangan pernah membantah" ujar Kenzio dengan menekankan semua kalimatnya.
"Cepat tandatangani sebelum aku berubah pikiran dan membuat kau menyesal" akhirnya Zuu pun menandatangani surat perjanjian dan menerima semua yang tertera pada kertas tersebut sampai masa perjanjian berakhir yaitu kurun waktu dalam 6 bulan seperti yang telah ditentukan dalam perjanjian tersebut
"Aku hanya perlu bersabar sampai 6 bulan saja, lalu aku akan terbebas dari perjanjian konyol ini".
"Apa boleh saya bertanya tuan? seru Zuu ingin tahu sesuatu yang sejak tadi seperti ada yang janggal dalam hatinya yang sulit ia mengerti.
"Sebenarnya ada motif lain apa yang anda rencanakan dibalik perjanjian konyol ini?"
Kenzio yang mendapat pertanyaan seperti itu sontak menatap sinis kearah Zuu diiringi seringai jahat disudut bibirnya
__ADS_1
~happy reading~🥰