
"ka-kamu kenapa, kok sampai berkeringat begitu?kamu sakit?"ucapnya bertanya dengan heran melihat Kenzio yang begitu gelisah
"khemm....Ngak..."Kenzio pun bangkit lalu berdehem dan mengelak. Karena Kenzio berdiri secara tiba-tiba, kaki Zuu yang berada di pangkuannya, jatuh kepentok sudut kaki sofa yang terbuat dari besi, yang akhirnya mengakibatkan ia kembali memekik kesakitan.
"akhhh....aduuhhh sakit......sakit tahu....,kebiasaan deh"
"lagian kalau berdiri tuh ngomong dulu kek.
tuh kan tambah sakit lagi kan kakinya....ihh...sebel" ujarnya panjang lebar yang membuat Kenzio tak tega dan merasa sangat menyesal, melihat Zuu kesakitan. Seketika itu pun ia segera kembali duduk bersimpuh di hadapan Zuu.
Lalu kemudian ia kembali mengambil kaki Zuu sayu kaki Zuu yang sakit dan mengelusnya secara perlahan serta meniupnya, berharap bisa mengurangi rasa sakitnya.
"maaf"lirihnya pada Zuu yang sedang cemberut memanyunkan bibirnya, tetapi yang sebenarnya adalah hati Zuu begitu senang dan terasa hangat diperlakukan manis oleh pria yang sangat dicintainya itu.
"tunggu dulu. Apa katanya tadi, dia....dia meminta maaf padaku? ke sambet apa coba,hahaha.....wah....seorang Kenzio?" benaknya tertawa senang dan geli sendiri mendengar seorang Kenzio meminta maaf apalagi hanya untuk hal sepele.Pasalnya pria itu jarang sekali ingin meminta maaf kepada orang, walaupun ia telah m*mbun*h orang sekalipun.
"andai saja sikapnya selalu manis seperti ini padaku, mungkin aku orang yang paling bahagia sedunia" ucapnya dalam hati tersenyum bahagia. berharap akan ada titik dimana ia merasakan cinta dan perhatian dari Kenzio selamanya.
"oh iya....tadi kamu kenapa?"tanyanya kembali saat mengingat apa yang sejak tadi yang ia tanyakan, akan tetapi Kenzio enggan untuk menjawabnya, yang membuat ia semakin penasaran.
Kenzio kembali bangkit, tetapi sebelum itu ia meletakkan kaki Zuu lebih dulu dengan benar agar tidak tidak kepentok lagi. Lalu Ia mendudukkan dirinya disamping Zuu, kemudian memeluk wanitanya dengan penuh kehangatan.
"Dengar....sayang. Bisakah kau menurut saja padaku, agar kau tidak melihat lahi sisi buruk diriku. Kau tahu, aku tidak akan melepaskan orang yang telah mengusik apa yang sudah menjadi milik ku?"selorohnya yang membuat Zuu mengangkat wajahnya menatap prianya heran dalam benaknya bertanya-tanya "ada apa dengannya, apa sekarang aku bisa berharap padanya?."
__ADS_1
"Bisakah kau mendengarkan apa yang aku katakan, dan jangan membantah apalagi melanggarnya?"lanjutnya mendikte Zuu dengan pertanyaan.
"Sudah kukatakan padamu, jangan lagi berhubungan dengan laki-laki lain, tapi kenapa susah sekali kau menuruti apa aku yang ku katakan....kau selalu saja berdekatan dengan banyak pria" cercah nya menyudutkan Zuu yang membuat hati Zuu seketika menjadi panas mendengarnya. Zuu melayangkan tatapan mata menyalang kearahnya.
"kenapa....?kau sendiri selalu saja membuat mataku sakit dengan kemesraan kalian"ucap Zuu tak kalah pedasnya.
"Kau selalu saja bermesraan saat bersamanya, kalian sama sekali tidak peduli akan kehadiran ku....., kalian pikir, aku ini obat nyamuk apa, yang selalu menghalau nyamuk datang untuk mengganggu kalian" cercahnya pajang kali lebar, yang membuat sudut bibir Kenzio terangkat membentuk senyuman tipis, kemudian mengulum bibirnya kedalam menahan tawanya.
Kenzio merasa bahagia mendengar penuturan Zuu yang marah karena rasa cemburunya terhadap dirinya dan Jasmine, akhirnya apa yang selama ini yang menjadi tujuannya berhasil.
Bukan puas karena rencananya selama ini berhasil, yaitu menjerat Zuu dengan cintanya lalu kemudian meninggalkannya, melainkan rasa bahagianya itu berasal dari dalam hatinya yang berbunga-bunga mendengar ungkapan rasa Cemburu Zuu terhadap wanita lain yang dekat dengannya.
Entah hilang kemana rencana untuk menghancurkan hati Zuu itu tertiup angin, sehingga rencana itu hilang memudar, digantikan rasa sayang dan tak rela kehilangan wanita itu.
"A-apa....., ti-tidak sa-sama sekali ti-tidak,"ia menjeda ucapannya untuk mengurangi rasa gugupnya "un-untuk apa aku cemburu"ucapnya kembali mengelak
"kalau kau tidak cemburu, kenapa kau harus marah-marah seperti itu"lanjutnya semakin bersemangat menggoda Zuu
"a-aku tidak ce-cemburu ataupun marah"ucapnya kembali menyelesaikan
"Baiklah, karena kau tidak marah dan juga cemburu, kedepannya aku akan mencumbunya di di hadapanmu"ucapnya berbohong memancing amarah Zuu.
"APA....,a****pa kau gila? sedikit saja kau menyentuhnya aku akan manghabisimu" ucapnya dengan lantang dan penuh dengan peringatan keras.
__ADS_1
"Oh yah....apa hak mu melarang ku?"ucapnya kembali menggoda Zuu dengan mengangkat kedua alisnya.
"Karena kau hanya milikku Kenzio Aprilio Bramasta dan hanya aku yang berhak atas dirimu"ucapnya penuh percaya diri.
"benarkah?"ucap Kenzio semakin membuatnya bersemangat untuk menggoda Zuu, melihat wajah Zuu yang memerah karena kesal, dan itu sangat menggemaskan baginya.
"APA...eh....anu...eh...bukan....bukan seperti itu.... aduuhhh"ucapannya tak beraturan, setelah menyadari semua perkataan yang diucapkannya barusan adalah hal yang sangat memalukan. "Bagaimana ini....kenapa juga aku kecoplosan....dasar mulut bar-bar.....sekarang apa yang akan dia pikirkan tentangku" ia menggerutuki kebodohannya sendiri.
"hahahahaha....."Kenzio sudah tak bisa lagi menahan tawanya, ia sampai memegang perutnya sendiri karena terlalu banyak tertawa.
Zuu yang sudah kepalang basah, hanya bisa pasrah menerima semua apa yang akan dikatakan Kenzio, dan pastinya pria itu akan mengejek dirinya karena telah lancang dan sudah tidak tahu diri.
Sedangkan Kenzio yang tersadar oleh ekspresi Zuu yang hanya diam saja seketika itu juga menghentikan tawanya, karena saat ini ekspresi wajah Zuu berubah menjadi senduh dan terlihat menyedihkan, membuatnya tak tega, kemudian ia membawa Zuu kedalam pelukannya.
"hiks....hiks....hiks....apa menurutmu itu sangat lucu? Apa aku kelihatan sangat bodoh?"ujarnya lirih dengan tubuhnya yang sudah bergetar karena menangis sesegukan.
"Dengar...."ucap Kenzio sembari mengangkat dagu Zuu dengan satu jarinya, agar wajah senduhnya itu terlihat jelas. Hati Kenzio bergetar melihat air mata penuh cinta yang ditunjukkan Zuu padanya. Ia seperti hanyut dalam kesedihan yang Zuu rasakan.
Kenzio menyapu air mata Zuu dengan lembut laku ia mencium mata Zuu satu persatu dengan penuh kasih sayang
"Dengarkan aku Nona Zulaikha. Apa yang kau pikirkan?
~Happy reading~🥰
__ADS_1