Zulaikha Dan Pria Misterius

Zulaikha Dan Pria Misterius
part 48. Hal yang paling menyakitkan


__ADS_3

Pagi ini Kenzio sudah terlihat rapih dengan setelan jasnya, baru kali ini ia bangun dengan senyum sumringah di wajah tampannya, tidak biasanya ia tersenyum semanis itu di pagi hari, apalagi beberapa tahun terakhir yang sering mengalami mimpi buruk dan mimpinya itu begitu aneh. Hal yang jarang dan bahkan tidak pernah ia lakukan selama puluhan tahun lamanya.


Sekitar 20 menit, waktu yang ia habiskan hanya untuk menatap pantulan dirinya di cermin, memastikan penampilannya sudah sempurna dan tidak ada lagi yang tertinggal.


"Sebenarnya aku lagi ngapain sih" ucapnya, ia pun menggelengkan kepalanya saat tersadar dari tingkahnya yang begitu konyol.


"Kenzio....sepertinya kamu saat ini terkena sindrom budak cintanya Zulaikha" ujarnya sambil tersenyum menatap pantulan dirinya didepan cermin sembari merapikan rambutnya yang sebenarnya sudah rapih.


Setelah semua dirasa cukup dan terlihat sudah ganteng plus wangi, ia segera turun untuk menemui Leo yang sudah menunggunya hampir sejam lebih.


Leo yang melihat bosnya turun dari tangga segera menghampiri dan menyapa bosnya itu. Tetapi belum sempat ia mengeluarkan suara, Leo terlebih dulu mengerutkan keningnya terheran-heran melihat penampilan dan prilaku bosnya yang tidak seperti biasanya, ia sampai mengucek matanya saat melihat bosnya itu mengembangkan senyum padanya dan lebih dulu menyapa dirinya. Ada hal aneh apa yang terjadi kepada bosnya itu. pikirnya


"Leo. pagi, kau baru datang?"


"Ada apa dengan tuan Ken, apa terjadi sesuatu? Apa penyakitnya kini lebih parah?"


"Dan apa katanya tadi, baru datang? yang benar saja"


Kenzio yang tersadar dengan sikapnya yang sudah berlebihan dan mungkin sedikit aneh, kembali bersikap normal dan dingin seperti biasanya. "Kau itu, bukannya menjawab, kamu malah bengong. Pagi ini aku sedang ingin menyapamu, kenapa kamu terlihat shock begitu"


"Eh, maaf Tuan. Pagi, sejam lalu saya sudah datang untuk menjemput tuan lebih pagi, karena pagi ini kita akan meeting dengan beberapa klien penting." jawabnya sembari menjelaskan jadwal bosnya pagi ini.


"Ok. Good"


"Oh iya tuan, setelah meeting kita akan menyuplai dikawasan Depok, untuk proyek pembangunan RS Amal dan meeting dengan para investor" ujar Leo melanjutkan jadwal tuannya hari ini.

__ADS_1


Kenzio hanya berpikir sejenak dan mengiyakan semuanya, walau sebenarnya sangat berat ingin pergi, karena hari ini ia tidak ingin terlalu banyak mengambil pekerjaan yang begitu menyita waktunya, karena malam ini ia berniat mengajak Zuu special dinner, serta akan menyatakan perasaan cintanya kepada Zuu.


"Ah....si*l, kalau kayak gini, bisa-bisa gagal rencana yang sudah kupersiapkan untuk memberikan surprise kepadanya. Kalau saja ini bukan proyek Amal". Ucapnya dalam hati menimbang, rasa galau serasa menghimpit hatinya yang sangat ingin memberikan kejutan kepada Zuu, dan seperrinya itu hanya ada diangan-angannya saja.


Satu sifat yang tidak banyak orang ketahui dari seorang Kenzio Aprilio Bramasta, di samping ia adalah seorang CEO dan Presdir yang cenderung dingin, angkuh dan tidak mudah tersentuh dia juga adalah seorang pemimpin geng mafia yang sangat kejam, namun siapa yang sangka, dibalik sifat kejam dan dinginnya itu tersimpan sisi jiwa sosial yang sangat tinggi. Ia sangat peduli pada lingkungan sekitarnya yang mengalami penindasan, ketidak Adilan dan membantu orang yang dalam keadaan terancam dan kesulitan, itulah sisi lain dari seorang Kenzio.


Hari ini, Kenzio ingin sekali menghabiskan waktunya berdua saja dengan Zuu, tanpa ingin di ganggu dari apapun dan siapapun juga, akan tetapi rencana hanya tinggal rencana, yaa walau pun Zuu sudah sering ikut bersama dengannya untuk sekedar meeting dan memantau proyek diluar, akan tetapi kali ini sudah berbeda, Kenzio saat ini, hanya ingin selalu berada di dekat Zuu dan menghabiskan waktu bersamanya berdua untuk memanjakan wanitanya itu dan membayar semua rasa sakit yang ia torehkan dihati Zuu. Mungkin dengan itu penyesalan dihatinya akan sedikit berkurang.


Setelah mendengar rincian kegiatannya hari ini yang begitu padat yang dijelaskan oleh Leo, wajah yang sejak tadi sumringah kembali murung dan terlihat dingin seperti biasanya, namun saat ia melihat pesan chat dari Zuu dilayar ponselnya, Ia kembali melebarkan senyumnya.


"Aku sudah dikantor, apa hari ini kamu tidak ngantor tuan dan langsung berangkat ke proyek kontruksi?"


"karena yang aku tahu, kamu akan mengadakan meeting dengan para investor RS Amal di daerah Depok"


Kenzio yang membaca setiap kata demi kata yang dikirim oleh Zuu, rasanya seperti mood booster baginya yang membuat ia begitu bersemangat dan tersenyum-senyum sendiri. Kata-kata Zuu seperti sebuah perhatian yang luar biasa kepada dirinya walau terdengar hanya seperti pertanyaan yang biasa saja, namun bagi dirinya itu sangat berarti.


"Aku ngantor kok sayang, gak mungkin banget aku pergi tanpa berpamitan padamu dulu. iyakan. Lagian aku itu sangat merindukanmu sayang, jd tidak mungkinlah aku pergi"


"Alaah gombal"


"Gak gombal sayang, kamu tahu kan aku tidak ahli dalam hal semacam itu, itu keluar begitu saja dari dalam hatiku, jadi kamu tahu apa, itu artinya aku tulus sayang sama kamu"


"Tuh kan...., sekarang malah modusin aku🙈"


"Modusin gimana, orang aku jujur kok"

__ADS_1


Dan masih banyak lagi pesan demi pesan yang tulis untuk membalas pesan satu sama lain, layaknya muda mudi yang baru pertama kali pacaran.


"Yaa ok, tapi sekarang kamu dimana?"


"Disini" Obrolan chating pun berakhir saat Kenzio sudah berada pas dibelakang Zuu yang sedang berada di ruangannya dan berdiri di dinding kaca yang menjulang tinggi. Zuu yang terkejut seketika Zuu berbalik dan mendapat serangan kecupan singkat dari Kenzio di keningnya.


"Astagfirullah.....Zio" pekiknya yang terkejut melihat kedatangan Kenzio yang tiba-tiba sudah ada di belakangnya.


Setiap Kenzio mendengar panggilan itu dari mulut Zuu, entah mengapa seakan telinganya sudah terbiasa mendengar Zuu memanggilnya nama itu dan hatinya merasa bahagia saat mendengarnya.


"Iya sayang kenapa, kangen yaa sama aku" ucapnya datar tanpa ekspresi sembari menangkup wajah Zuu sambil mengelusnya.


Zuu yang diperlakukan seperti itu membuat perasaannya seperti melayang-layang di udara, ia seperti terlena oleh belaian sayang oleh Kenzio.


"kamu itu apaan sih, ngagetin tahu gak"


"Kamu mau yah aku jantungan dan cepat mati"


"Aakhh....aduuh. Kok jidatku disentil sih, sakit tahu" ujarnya memanyunkan bibir sembari mengusap kepalanya yang panas akibat sentilan dari Kenzio.


"Salah sendiri, lagian itu mulut kebiasaan yah, gak di filter dulu kalau ngomong"


"Ngaco aja" ucapnya menambah gerutunya yang kesal pada Zuu yang sudah berkata yang tidak-tidak. Kenzio sudah mengalami frustasi yang luar biasa selama beberapa hari saat Zuu terbaring dirumah sakit, akibat tertembak dan itu membuatnya seperti kehilangan arah dan ingin mati rasanya.


Kenzio menggenggam tangan Zuu, lalu kemudian ia membawa Zuu kedalam pelukannya dan berkata_ "Jangan sekali-kali kamu mengatakan hal konyol seperti itu lagi, jangan membuatku berada di situasi seperti itu lagi, aku akan menghabisi diriku sendiri kalau kamu sampai meninggalkanku. Apa kamu mengerti" ucapnya lirih sembari mempererat pelukannya.

__ADS_1


Zuu hanya diam membisu mendengar semua penuturan dari Kenzio yang begitu takut kehilangan dirinya. Apa itu artinya dia sangat mencintaiku. Pikirnya


"Berjanjilah, kamu tidak akan pernah meninggalkanku" ucap Kenzio lirih dan melepas pelukannya lalu meraih dan menangkup wajah Zuu untuk mencari jawaban dengan menelisik wajah Zuu intens.


__ADS_2