Zulaikha Dan Pria Misterius

Zulaikha Dan Pria Misterius
part 49. Perdebatan


__ADS_3

Mendapat pertanyaan seperti itu, ia ikut menatap kearah mata Kenzio dengan intens, berusaha mencari ketidak seriusan dalam setiap kata-kata pria itu melalui tatapan matanya yang teduh, namun yang ia dapat hanya ada ketulusan dimatanya serta keyakinan yang kuat untuk dirinya.


"Gimana ini, seharusnya kan aku senang akhirnya Zio bisa menganggap aku penting baginya dan mungkin saja dia sudah mulai cinta sama aku lagi sama seperti dulu, yaa walaupun dia belum bisa mengenal siapa aku yang sebenarnya, tapi hal inilah yang kuinginkan sejak dulu, yaitu bersamanya untuk selama-lamanya dan tak terpisahkan lagi. Tapi apa bisa yah aku berharap lebih padanya? sedang dia masih memiliki hubungan dengan wanita lain dan wanita itu adalah calon istrinya sendiri. Apa mungkin Aku bisa merebut calon suami orang. Tidak..... tidak, bagaimana mungkin aku bisa se egois itu"


"Kenapa diam?" ujar Kenzio dengan pertanyaan yang membuat tenggorokan Zuu seketika mengering.


"Hem, I-iya_" jawabnya terbata bersamaan dengan suara ketukan pintu dari luar, Iapun menoleh ke sumber suara tanpa menghiraukan pertanyaan yang di tujukan padanya.


Tok


Tok


Tok


Zuu dengan sengaja mengalihkan pertanyaan Kenzio dengan memberikan kode padanya agar mempersilahkan orang itu masuk.


Kenzio hanya membuang nafasnya berat, dengan terpaksa menuruti keinginan dari wanitanya.


"Masuk" Jawab Kenzio kesal pada orang yang berada dibalik pintu tersebut yang ia yakini adalah Leo. Ia begitu kesal pada Asistennya itu karena merasa terganggu olehnya kedatangannya. Ingin sekali rasanya ia memberi hukuman kepada asistennya itu.


Kenapa juga dia harus datang pada waktu yang tidak tepat. pikirnya


Leo yang baru masuk tersenyum simpul dan pada saat melihat mata bosnya itu menyalang kearahnya, nyalinya langsung menciut serta dengan cepat mengulum bibirnya agar berhenti tersenyum sembari menundukkan kepalanya.


"Akhirnya, apa yang selama ini aku harapkan terjadi, walaupun Anda belum mengingat nona, tetapi hati anda tidak akan salah mengenali cintanya. Saya senang tuan, akhirnya saya bisa melihat anda kembali tersenyum setelah sekian lama. Saya berharap anda bisa bahagia bersama nona Zulaikha". ucap Leo dalam hati dan sangat berharap tuannya itu menemukan Kebahagiaannya.


"Maaf Tuan. Saya kesini hanya ingin memberitahukan Tuan, kalau saat ini mereka semua sudah menunggu kita diruangan meeting. Tuan" ujarnya memberitahukan maksud kedatangannya agar tidak menadapatkan hadiah akibat dari ke lancangannya.


Kenzio hanya mendengus kesal saat mendengar alasan yang diberikan oleh asistennya itu. "Dasar Asisten lucknat, bisa-bisanya dia tanpa berdosanya memberi alasan seperti itu. Awas saja kau, kukirim kekutub Utara dan bergaul saja dengan beruang kutub, agar tahu rasa kamu". gerutunya kesal dalam hati.


"Untung saja Zuu sudah mengklarifikasi hubungan kalian adalah sebuah kesalah fahaman, dan tidak ada yang spesial seperti yang selama ini aku pikirkan. Kaau tidak bisa-bisa aku berfikir negatif lagi tentang kamu dan kamu hanya modus datang kesini dan mencari-cari alasan saja untuk mencegah aku dan Zuu berduaan" ucapnya dalam hati.


"Baiklah kau bisa keluar" ujarnya memberi perintah pada Leo.

__ADS_1


"Baik Tuan" ujar Leo lalu ia dengan langkah lebarnya keluar dari ruangan tersebut saat melihat tatapan mata tuannya yang siap untuk memangsa dirinya.


Setelah Leo keluar dari ruangan tersebut, Kenzio kembali menatap dan mengelus kepala Zuu "Baiklah. Aku pergi dulu dan aku tunggu jawabanmu nanti malam Nona. Jangan pernah mengecewakanku" ucapnya sembari mendaratkan bibirnya pada bibir ranum Zuu dengan mel*mat habis bibirnya.


Kenzio menghentikan aktivitasnya saat menyadari ia akan menghadiri meeting pagi ini.


"Jangan lupa, nanti malam aku akan menjemputmu. Kita akan dinner romantis malam ini, jadi tunggu Aku". ucapannya mengingatkan Zuu dengan mengeryitkan mata jenaka.


"Apakah aku tidak ikut bersama kalian ke konstruksi?" tanyanya pada Kenzio yang biasanya mengajaknya untuk ikut bersamanya.


"Tidak usah sayang, Aku takut kamu kelelahan dan diluar cuaca sangat panas"


Zuu speechless sembari mengerjap-ngerjapkan matanya mendengar penuturan Kenzio yang begitu perhatian padanya "Tumben banget dia se perhatian itu padaku" ujarnya dalam hati, heran bercamour senang dengan perhatian yang diberikan Kenszio padanya .


"Aku pergi dulu. Kamu jaga diri baik-baik dan jangan kemana-mana, setelah pulang aku langsung menjemput mu" ujarnya memberi ultimatum kepada Zuu sembari mendaratkan satu kecupan di keningnya cukup lama setelah itu kemudian iapun berlalu pergi.


*******


Setelah satu jam lebih berkendara, ia pun sampai di rumah utama dengan langkah pasti dengan penuh keyakinan ia akan memberitahukan semuanya kepada Daddy nya, walaupun ia tak berharap banyak atas dukungan sang Daddy, karena hubungan keduanya memanglah tidak terlalu sedekat seperti ayah dan anak pada umumnya, akan tetapi sebagai anak ia berkewajiban untuk memberitahukan hal tersebut kepada sang Daddy.


Saat sedang menuju pintu masuk kedalam rumah utama, para pelayan menyambut dirinya, diantaranya adalah pengawal dirumah tersebut serta ada kepala pelayan yang bernama pak Ilham, yang saat sedang berdiri menundukkan kepalanya memberi hormat kepada tuan mudanya yang baru datang.


"Daddy dimana?" tanyanya kepada ilham yang masih menunduk.


"Tuan sedang berada di ruang kerjanya.Tuan Muda" ujar pak Ilham sang kepala pelayan yang sangat setia pada keluarga Bramasta itu. Pak Ilham adalah pria paru baya yang sudah mengabdikan separuh hidupnya bekerja dengan keluarga Bramasta. Ia adalah pelayan setia didalam keluarga Bramasta.


"Baiklah saya akan kesana" jawabnya sembari melangkah masuk kedalam rumah besar nan mewah itu. Para pelayan itu pun kembali menunduk.


"Baik. Anda ingin minum sesuatu. Tuan Muda?" tawar pak Ilham.


"Tidak usah. Setelah ini saya akan pergi lagi kok" jawabnya sembari melangkah pergi


"Baiklah Tuan" jawab sang kepala pelayan

__ADS_1


"Dad" ucapnya menyapa setelah masuk kedalam ruangan kerja Daddy nya tanpa embel-embel mengetuk pintu.


"Kau sudah pulang. Tumben kau langsung menemui Daddy ada hal penting apa? biasanya kamu selalu pulang saat Daddy sudah tidur dan saat kamu pergi di pagi hari kita tidak pernah sarapan bersama, kamu bahkan tidak sekalipun menyapa Daddy" ucapan Daddy nya dengan nada menyindir putra semata wayangnya.


"Semenjak kamu pulang kita sama sekali belum pernah duduk layaknya satu keluarga. Zio, Daddy tidak mengira, kalau kamu itu jauh lebih sibuk dari yang Daddy bayangkan"


"Apa semua berjalan lancar?" lanjutnya


"Daddy seperti tidak pernah dalam posisiku saja. Daddy tahul betul kenapa aku begini, itu semua karena Deddy sendirilah yang memberi contoh padaku" jawabnya berbalik menyindir Daddy nya.


"Apa Daddy lupa, dulu aku juga pernah mengatakan hal yang sama kepada Daddy?"


"Saat itu, aku juga sangat membutuhkan keberadaan Daddy disamping ku selepas kepergian Mommy, tapi apa..., Daddy malah sibuk dengan dunia Daddy sendiri, Daddy tidak pernah melihatku, bahkan semenjak Mommy meninggal aku sangat kesepian" ucapnya panjang lebar tak terima dengan sindiran Deddy nya.


"Aku tahu saat itu Daddy sangat terluka tapi Daddy masih memilki anak yaitu aku" ucap Kenzio yang membuat Daddy nya bungkam seribu bahasa, ia tak pernah menyangka bahwa apa yang dulu ia perbuat sangat menyakiti hati putranya.


"Sudahlah Dad. Lagi pula aku kesini bukan untuk mengenang masa lalu, tetapi aku kesini untuk memberitahukan kepada Daddy bahwa aku akan membatalkan pernikahanku dengan Jasmine" ucapnya jelas dan tegas dalam setiap kata-katanya.


"APA" ujar Daddy Indra Hermawan terkejut mendengar keputusan putranya.


"Kenapa kamu melakukan ini? Jasmine adalah gadis yang cantik dan baik, ditambah lagi dia adalah gadis pilihan Kakek mu. Apa kamu lupa?" ujar tuan Indra memberi pengertian kepada putranya.


"Dan kenapa baru sekarang kamu ingin putus hubungan dengannya setelah baru kemarin kita mengumumkan pernikahan kalian, sebenarnya apa yang kamu inginkan. Apa ada gadis lain, atau wanita itu sudah kembali, apa kamu masih mengharapkan wanita itu, wanita yang sudah meninggalkan kamu begitu saja". Ujar tuan Indra frustasi, tidak mengerti jalan pikiran putranya itu.


"Atau mungkin saja kamu sudah menemukan gadis dari hutan itu? Katakan apa alasanmu membatalkan pernikahan mu dengan Jasmine?"


Ia mengerutkan Alisnya mendengar ucapan Daddy-nya yang tahu soal gadis hutan yang diceritakan Leo padanya, dan sekarang karena sibuk dengan Zuu, ia malah tak pernah lagi bertanya kepada Leo perkembangan tentang gadis itu.


"Apa yang Daddy tahu tentang gadis itu, dan apa saja yang Daddy ketahui dengan kejadian beberapa tahun lalu, atau Daddy sengaja memata-matai ku?" ucapnya dingin kepada tuan Indra, karena sudah mencampuri urusan pribadinya.


"Dengar Tuan Indra Aku tidak perlu alasan untuk melakukannya, karena aku punya hak untuk itu"


~Happy reading~🥰

__ADS_1


__ADS_2