Zulaikha Dan Pria Misterius

Zulaikha Dan Pria Misterius
part 3. Arwah misterius


__ADS_3

"Setelah berjalan setengah jam menelusuri jalan yang terjal ia sekilas melihat bayangan gadis yang sedang duduk dibalik pohon yang hendak berdiri "hah....kena kau. Gadis nakal"pria itu menyeringai mengangkat sudut bibirnya.


Iapun berfikir sejenak, kemudian mengingat kelakuan wanita yang sempat bertemu dengannya beberapa jam yang lalu."Bisa-bisanya, ada seorang gadis yang tega meninggalkannya ditengah hutan dengan tubuh tidak berdaya seperti itu"


"Dasar gadis aneh"


Menurutnya gadis yang ia itu temui itu adalah gadis yang aneh, karena selama ini dirinyalah yang selalu menghindari wanita-wanita yang ingin mendekat padanya. Dan kalau wanita pada normalnya dikeadaan seperti itu, mereka bisa jadikan itu salah satu cara mendekatinya. Akan tetapi gadis itu malah meninggalkannya seorang diri ditengah hitan seperti ini. Bukankah itu aneh,


dan yang membuat nya lebih heran lagi, sedang apa gadis itu sendirian di tengah hutan belantara ini, dan ia yakini pun dirinya sangat susah menemukan jalan untuk bisa keluar dari hutan tersebut.


Kenzio pun mendekat dan mencekal tangan gadis yang hendak pergi dari peristirahatan nya itu.


Zulaikha yang terkejut spontanitas menutup mata dan memukul-mukul lengan orang yang sedang mencekal tangannya.


"Aaahk....ampun arwahnya pria misterius.....Ampun...ampun....tolong lepaskan saya...."


"Saya tidak sengaja meninggalkan mu sendirian dihutan sehingga kamu mati dimangsa hewan buas....huaaaa....hiks...hiiks...." Zuu menangis sejadi-jadinya karena ketakutan oleh arwah pria misterius.


"Ampun....aampuunnn saya mohon...saya mohon...lepaskan saya"


Setelah mencercau cukup panjang, akhirnya Zuu memberanikan diri untuk membuka matanya untuk melihat arwah dari pria misterius yang tadi ia tinggalkan sendiri ditengah hutan dengan keadaan tak berdaya. dan betapa terkejutnya ia sampai matanya melotot dengan mata membola sempurna karena kembali melihat pria yang sama terjatuh dan tumbang lagi dihadapannya.


Kenzio sudah tidak punya tenaga lagi untuk menopang tubuhnya yang berat, apalagi luka yang ia rasakan diseketujur tubuh nya mulai terasa. Dengan kepala yang terasa sangat pusing pria itu lemas dan ambruk kembali ketanah.


"Heii....bangun, dasar pria aneh kenapa sih pingsannya harus didepan saya lagi" ujarnya sembari kembali menendang-nendang kakinya, karena ia masih ragu apakah pria itu manusia atau arwah penasaran yang akan menuntut balas atas kematiannya.


Zuu pun akhirnya memberanikan diri untuk memberikan tepukan-tepukan kecil dipipi pria itu dan mengguncangkan gungcangkan bahunya.


"Sepertinya dia masih manusia" ucapnya polos tanpa dosa, memeriksa hidungnya apakah masih bernafas atau tidak.


"Manusia kan, contohnya masih bernafas" ucapnya terkekeh dengan celotehnya sendiri.


"Sekarang aku harus bagaimana "Zuu mengeluarkan isi ranselnya dan menemukan minyak sereh dari hasil olahan ibunya sendiri kemudian ia mungusapkannya dihidung pria itu.


"Heeii....bangun. Kenapa belum bangun. kau itu pingsang atau mati sih" ucapnya menggerutu kesal karena pria itu tak kunjung sadarkan diri. Ia merasa kesal karena sejak tadi ia membangunkan pria itu, akan tetapi tidak bergerak sama sekali dan sekarang matahari sebentar lagi akan tenggelam

__ADS_1


"Bagaimana ini"


"Ini itu sudah hampir gelap tahuu.....,aku tidak mau bermalam di hutan ini"


" Ibu pasti sudah khawatir dan mencariku"


*****


Langit yang tadi berwarna jingga pun hilang digantikan dengan warna gelap. Yah sekarang sudah malam dan dua insan yang masih ditengah hutan tersebut, masih dalam keadaan yang sama dengan yang sebelumnya, akan tetapi Zulaikha saat ini sudah lelah dan terlelap disamping Kenzio yang sedang tak sadarkan diri.


"Eengh" lenguhan dari pria yang sejak sore tadi tidak sadarkan diri itu kini mulai tersadar dari pingsannya.


"izh....akhh....aku dimana" dengan suara berat dan meringis menahan rasa sakit disekujur tubuhnya, pria itupun bangun dan bersandar dibawah pohon yang besar tadi.


Kenzio menatap sembari menyeritkan alisnya bingung, menatap gadis yang tengah tertidur pulas disampingnya.


Mendengar suara orang yang sedang meringis dan pergerakan dari Kenzio membuat Zuu terbangun dan mulai membuka matanya "kau sudah sadar? syukurlah...." Zuu menghela nafas lega " haauommm......ayo berdiri kita harus mengobati luka mu itu, takut nanti infeksi" ucap Zuu menguap sembari merentangkan kedua tangannya merenggangkan ototnya.


Kemidian Zuu berdiri sembari mengulurkan tangannya kepada pria yang ada di hadapannya itu.


"kalau gak mau ya sudah"


Bai..." ia ingin meninggalkan tempat itu akan tetapi ia berbalik lagi dengan mengurutkan keningnya "ada apa dengannya" batinnya bertanya.


"apa dia bisu,atau dia tuli atau.....,ya ampuun...jangan jangan dia amnesia lagi"


"aku harus memastikannya, oleh karena itu aku harus bertanya langsung padanya" masih dengan membatin ia pun mengangguk-anggukkan kepalanya yang hanya ia sendiri yang tau apa maksudnya.


"aku yakin bahkan namanya sendiri dia tidak ingat karena pria ini sedang geger otak" dan ia pun emulai pertanyaannya.


"Siapa namamu?"


"Dimana Anda tinggal?"


"Nama ayah ibumu?"

__ADS_1


"Sedang apa kamu disini?"


"Dan kenapa kamu terluka?"tanyanya tanpa henti


"Dan ke....aaakhpp" pertanyaan selanjutnya tenggelam pada bibir yang bertubruk dengan bibir keyal pria misterius yang ada dihadapannya.


Matanya langsung membola sempurna manakala merasakan seperti adanya aliran listrik yang menjalar sangat panas didalam tubuhnya yang belum pernah ia rasakan seblumnya"ughmm"


Tidak jauh berbeda dengan pria yang menciumnya, perasaan yang sama namun ekspresi yang berbeda ia tersenyum samar, saat merasakan manis bibir ranum gadis yang telah menunggunya sejak tadi ditengah hutan belantara yang gelap gulita.


"sstttth berisik" setelah ciuman mereka terlepas


"Agrrh....aduh sakit, apaan sih"ucap Kenzio tanpa rasa berdosa telah mencium bibir orang dengan sembarangan semabari mengusap kepalanya yang dipukul keras oleh Zuu. Bukan tanpa sebab ia memukul kepala Kenzio " dia sudah gila apa, sudah mengambil first kiss orang masih juga bertanya"


"Apaan kamu bilang" Zuu menatap Kenzio dengan tatapan mematikan yang siap melenyapkan seseorang. "ingin sekali aku mencekiknya setelah apa yang baru saja dia lakukan" kesalnya dan akan mengangkat tangan tergantung membuat gerakan seperti orang yang siap untuk mencekik.


"kamu itu sudah merebut first..... ,"ucapannya terjeda saat pria itu mengalihkan ucapannya


"Aku Kenzio dan aku tidak hilang ingatan seperti yang kau harapkan" ucapnya sengaja mengalihkan perkataan gadis didepannya dan itu ia lakukan sebagai bentuk hukuman karena gadis dihadapannya ini telah beranggapan kalau ia adalah pria amnesia.


"Dan juga apa tadi. kau bilang aku arwah misterius"


"Hah...yang benar saja, mana ada arwah sekelas dan setampan diriku"ucapnya sark menyombongkan diri dengan segenap kepercayaan dirinya yang tinggi.


"cih....narsis sekali anda"


Zuu segera berdiri dan mengambil ransel nya dan beranjak pergi tapi baru melangkah ia kembali berbalik karna mendengar suara meringis dari pria itu lagi.


"izh... aduuh"pekiknya menahan rasa sakitnya


"sekarat kok masih bisa sombong"


Ia pun memapah tubuh besar Kenzio dan berniat membawahnya ketepi sungai untuk membersihkan luka lebam dan darah yang mengering dibagian kanan wajahnya


~ happy reading~🥰

__ADS_1


__ADS_2