Zulaikha Dan Pria Misterius

Zulaikha Dan Pria Misterius
53. Markas Black Hunters


__ADS_3

Happy reading 🥰


Semenjak pertemuan kedua keluarga, keluarga Kenzio dan keluarga Jasmine yang dirangkaikan dengan makan malam, serta menetapkan pernikahan Kenzio dan Jasmine yang dipercepat dan akan segera digelar 2 bulan setelah pertemuan itu, dan saat ini hanya tinggal menghitung hari H nya itu akan segera tiba.


Hari-hari yang dilalui Jasmine penuh dengan drama walaupun dirinya tak memungkiri perasaannya saat ini sangat bahagia semenjak di tetapkan tanggal pernikahannya bersama dengan Kenzio, akan tetapi masih ada yang mengganjal di benaknya.


Ia teringat kembali saat terakhir kali ia bertemu dengan pria itu dikantornya, betapa hancurnya perasaannya saat itu karena kenzio mengabaikannya dan lebih memilih mengejar Zuu yang seakan ingin menjelaskan bahwa yang saat itu terjadi hanyalah sebuah kesalah pahaman, selama ini memang ia sering diabaikan oleh Kenzio dengan sikap dingin dan arogannya namun ia masih tetap memberikan senyum terbaiknya pada pria pujaan hatinya itu, namun ini sangat berbeda, hatinya sangat hancur ketika ia melihat mata Kenzio yang begitu dalam saat menatap Zuu, tatapan penuh cinta itu tertuju pada wanita lain. Kenapa harus wanita itu?Kenapa bukan dirinya yang ditatap dalam seperti itu oleh Kenzio?


Iri? tentu saja dirinya iri. Tetapi kali ini nasib baik berpihak padanya, Ia akan menikah dengan Kenzio.


Sampai sekarang Ia sendiri masih ragu dengan pernikahannya, Ia tak tahu apa alasan Kenzio menerima begitu saja permintaan Daddynya yang ingin mempercepat pernikahan ini. Apakah Aku harus menutup mata dan telinga saja, agar aku bisa menikmati kebahagiaan ini? Dan persetan dengan yang lainnya.


"Hhuemm" Jasmine menghela nafas panjangnya seperti mengeluarkan semua sesak dalam hatinya. Sembari menekan nomor seseorang untuk dihubunginya


"Halo, aku ingin bertemu, denganmu sekarang"


{"Maaf No_"} sambungan terputus sebelum seseorang menjawab dari seberang sana.


Tidak lama wanita itu mensharekan lokasi yang ditujunya kepada orang yang baru saja Dia hubungi.


.

__ADS_1


.


.


Di tempat berbeda Kenzio sedang berada di markas Black Hunter, ia menelisik wajah seorang pria yang mengaku sebagai mata-mata dari geng mafia yang menajdi salah satu musuhnya, orang tersebut menyebutkan nama salah geng mafia,


bukan Kenzio namanya kalau Ia gampag percaya begitu saja, Ia tahu betul mana orang yang sedang mengibul dan mana orang yang betul-betul ketakutan, Ia tidak mudah tertipu, dirinya sudah sering melihat mata seseorang yang akan mati ditangannya dengan ekspresi yang berbeda-beda, seperti saat ini ekspresi yang ditunjukan mata-mata tersebut memang ada sedikit rasa takut tetapi matanya lebih memancarkan kebencian. Oleh karena itu ia tak akan mudah percaya


"Kau pikir aku bodoh, oh ayolah kau tahu ini sungguh menggelikan, kau seperti tikus got yang sangat ketakutan" ucapnya memprovokasi lawan.


Kenzio terus menerus menekan lawan dengan kata-kata yang memojokkan lawan hingga akhirnya pria itupun tertekan dan mau tidak menunjukan taringnya.


"Kau pikir aku berada disini untuk melawak, dasar bed*bah, ternyata kau hanya tong kosong saja yang nyaring bunyinya, betul kau memang licik tapi kau belum mengenalku, kau pikir aku datang kesini tanpa tujuan, mungkin kau bisa mengelabui orang lain tapi tidak denganku, perhatikanlah orang-orang disekitarmu dengan seksama, apa saja yang bisa kulakukan" ucapnya arogan sama sekali tidak menunjukkan ketakutan, keberaniannya meningkat saat mendengar bunyi bip di phone call nya yang menandakan pekerjaannya telah berhasil.


"Kau_,"


Bug


"Dasar k*parat"


Bug

__ADS_1


Bug


Satu tendangan keras dan dua bogem mentah, mendarat tepat di perut serta wajahnya hingga pria itu kembali tersungkur ke lantai.


"Berani sekali kau, Ga. Lucuti kulitnya dan_"belum sempat Ia melanjutkan ucapannya Jerry lebih dulu mendekat dan membertahukan sesuatu.


"Tuan baru saja ada akses dengan kode tertentu yang masuk ke handphonenya"


"Bagus, masukan saja tikus ini kedalam ruang bawah tanah, setelah ini aku sendiri yang akan mengeksekusi nya" ucapannya menohok dengan seringai licik disudut bibirnya.


Setelah itu Kenzio, Yoda dan Jerry kembali kedalam ruangan, yang mana ruangan itu menjadi tempat bagi para ketua team Black Hunters mengatur dan menyusun strategi. Didalam ruangan tersebut terdapat banyak monitor dan juga terdapat meja yang seperti meja meeting pada umumnya, dan didepannya terpampang layar besar, serta beberapa jenis makalah atau seperti sebuah peta diatas meja panjang tersebut. Didalam ruangan ada pintu yang menghubungkan dengan ruangan lain yang jauh lebih luas. Didalamnya terdapat berbagai macam dan jenis senjata, mulai dari pisau kecil sampai yang besar, pisau lipat, beberapa jenis pedang yang tak diragukan ketajamannya dan ratusan senjata api dari berbagai jenis dan keunggulannya, serta bahan peledak, peracikan dan perakitan yang lengkap.


Didalam markas tersebut juga terdapat ruangan khusus meracik dan membuat ramuan atau sejenis racun yang mematikan lawan dengan setetes saja meminumnya lawan dengan cepat meregang nyawa tanpa adanya efek yang tertinggal dan bahkan hanya dengan menghirup nya saja, orang seakan mati dengan dalil gagal jantung.


Satu lagi keistimewaan Markas ini yaitu mempunyai klinik sendiri dan semua anggota Black Hunters sudah dibekali cara mengobati diri sendiri serta mengobati anggota yang lain ketika mereka terluka. Dengan begitu mereka tidak membutuhkan seorang dokter spesialis.


sejak menginjakkan kaki kedalam Black Hunters seorang anggota sudah terlatih secara fisik maupun mental serta kejelian dan ketangkasan beladiri yang handal, kuat dan memiliki mental baja, agar tidak mudah ditumbangkan oleh lawan. Mereka terlihat bengis dan seperti tidak memiliki hati, hal yang percuma meminta belas kasih pada mereka.


Tak heran jika para ketua dan pemimpin mereka walau mempunyai wajah yang sangat tampan namun kebengisan dan arogansi tetap terpatri dengan jelas diwajah-wajah mereka.


Yoga dan Jerry segera melacak Handphone canggih milik pria tadi, tak lama kemudian ia menemukan letak infrared atau sinyal yang mengakses penggunanya. Belum sempat ia menyampaikan informasi penting tersebut handphone Kenzio lebih dulu berdering dan melihat wajah bosnya itu bertambah kesal, akhirnya Yoga dan Jerry mengurungkan niatnya untuk memberitahu hal yang sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2