Zulaikha Dan Pria Misterius

Zulaikha Dan Pria Misterius
part 18. Salah mengenal orang


__ADS_3

Malam ini Zuu sedang lembur menggantikan Sif temannya yang sedang sakit, Zuu yang tidak tega melihat temannya yang sakit harus bekerja sampai larut malam, ia menyuruh temannya Wina pulang dan dia yang akan menggantikan sif nya untuk lembur, walaupun ia sempat murung sejak sore tadi lantaran ia menunggu Zio kembali kekantor akan tetapi berakhir kecewa karena pria itu tidak menampak kan batang hidungnya sama sekali.


Sebelumnya ia telah menghubungi Tita agar sahabatnya itu pulang lebih dulu, setelah banyak perdebatan akhirnya Tita pulang dan meninggalkan Zuu untuk bekerja sampai malam.


Selama ini Tita selalu menunggu Zuu ketika mendapat sif malam atau dia akan pulang dan kembali bersama dengan Joni untuk menjemput Zuu yang pulang larut malam, tapi kali ini Zuu memaksa ingin pulang sendiri, dan tita mengerti kalau saat ini sahabatnya itu lagi galau dan butuh waktu untuk sendiri, ia pun mengiyakan keinginan sahabatnya itu walaupun ia merasa khawatir Zuu pulang sendiri, akan tetapi ia ingin memberi ruang kepada Zuu untuk sendiri dulu.


Kali ini Zuu mendapat tugas membersihkan ruangan Presdir dan ruangan 2 lantai dibawahnya


setelah membersihkan dua lantai dibawah ruangan Presdir ia pun segera naik kelantai dimana ruangan Presdir berada dan ruangan asistennya yang ber seblahan karena dilantai tersebut hanya memiliki tiga ruangan saja dan satunya ruangan sekertarisnya yang terbuka dan berada didepan ruangan Presdir, dan satunya lagi adalah ruangan sang asisten yaitu Leo.


Zuu pun segera membersihkan ruangan asisten dan ruangan sekertaris dari lantai tersebut dan setelah selesai iapun masuk diruangan Presdir dan membersihkannya.


"Kira-kira dia kemana?"lirih Zuu mengusap bingkai foto yang berada diatas meja kerja Zio yang telah di bersihkannya.


"ternyata ini benar kamu Zio" Zuu memperhatikan pigura tersebut dengan intens. Ia tersenyum getir saat teringat kembali kejadian tiga tahun yang lalu, saat dirinya bertemu dengan Zio, saat itu Zio sedang terluka parah dan iapun menolongnya, ia juga mengingat bagaimana Zio yang selalu memberikan perhatian padanya, Zio yang selalu melindunginya, pria yang berjanji akan membawanya pergi dari neraka itu dan hidup layak pasangan, akan tetapi berakhir dengan kejadian naas yang merenggut nyawa ibunya dan saat itu ia tidak pernah lagi bertemu dengan Zio, ia tidak tahu apakah pria itu masih hidup atau sudah mati.


Zuu meneteskan air mata hingga membanjiri pipinya saat mengingat semua kejadian-kejadian tiga tahun yang lalu.


"Ternyata kamu masih hidup dan ternyata kamu adalah seorang Presdir perusahan sebesar ini. Aku tidak menyangka bahwa Zio yang kukenal dulu adalah pria sesukses dirimu" ujar Zuu tersenyum kepada pigura yang di genggamnya erat, seakan ia sedang berbicara langsung pada orangnya.


"Apa kau tahu, aku sangat merindukanmu, dan kemana saja kamu selama ini?" tanyanya menatap nanar pigura tersebut.


"Apa selama ini kau mencariku?" perkataannya yang membuatnya mulai ragu dan cemas, kalau-kalau Zio ternyata ada disini bukan untuk mencari dirinya.


"Bagaimana kalau sebenarnya kamu bahkan tidak pernah datang untuk mencari ku" ucapnya lirih dan tanpa terasa air matanya menetes membasahi pipinya.


Setelah membersihkan semuanya dan pekerjaannya telah usai Zuu akhirnya pulang larut malam.


Malam ini Zuu pulang sendiri berjalan ke halte bus dengan segala perasaan yang berkecamuk dalam hati nya. Apupun yang terjadi besok pagi ia harus menemui Zio bagaimanapun caranya.


*******


Pagi yang cerah matahari bersinar terang di langit biru mengawali langkah-langkah kaki para pekerja demi meraup rupiah. wajah-wajah yang segar masih terukir di wajah meraka tak terkecuali wajah tiga orang yang sedang melangkahkan kakinya keluar dari kontrakan Joni dan menuju kendaraannya


setiap hari Tita dan Zuu tidak pernah melewatkan sarapan ditempat Joni karena pria itu pintar memasak dan masakannya sangat enak.sebenarnya Zuu juga wanita yang pandai memasak akan tetapi Joni lebih senang jika memanjakan lidah para sahabatnya dengan masakannya sedangkan Zuu hanya sesekali memasak untuk mereka


"bener gak sih Zuu Kenzio Presdir baru kamu itu beneran Kenzio yang kita kenal?"Zuu hanya mengangguk lemah mengiyakan pertanyaan Joni yang kesekian kalinya bertanya hal yang sama


pak


"aduhh....sakit tahu ta...,kamu itu kebiasaan deh, suka banget mukul pala orang"


"izhhh....kepala ini Tita sayang bukan kelapa lagian kenapa sih?"kesalnya sambil mengusap kepalanya yang sakit kerena habis ditabok pake tas sahabatnya itu


"lagian lo tuh pikun atau gimana sih, lo itu udah bertanya li-ma- be- las kali dengan pertanyaan yang sama tahu gak"kesalnya dengan menekan kalimat lima belas


"gue tuh sampai budeg dengernya"lanjutnya dengan menggerutu kesal


"salah sendiri lagian aku itu gak nanya sama kamu bege"balasnya

__ADS_1


"hahahahha...."Zuu hanya tertawa melihat interaksi antara kedua sahabatnya.ini yang mereka sukai dari ketiganya yang sering berantem tapi tidak ada dendam diantara mereka


"lo tuh udah dibilangin juga kalau bos gue itu namanya Kenzio dan mukanya yang ganteng dan seksi itu sama dengan Kenzio yang Zuu kenal. buktinya kemarin Zuu sampai nangis-nangis gitu dan Zuu sendri kok yang bilang sama gue,iya kan"gerutunya panjang kali lebar dan terakhir dengan pertanyaan yang membuat Zuu malu karena perkataanya


"udah ah jangan bahas itu lagi.nanti bakalan tahu sensiri kok"


"oh ya Zuu. lo itu belum cerita ya ke gue ada hubungan apa lo sama pak bos kita"


"tapi jika di ingat-ingat kamu yang kemarin begitu down saat melihatnya sepertinya lo itu ada hubungan spesial ya sama dia"


"lo pernah pacaran sm pak bos,dan lo dicapamkan sama dia"


"apa sih makin gak jelas....yuk ah nanti kita terlambat dapat omelan apa lagi aku yang dapat omlean panjang kali lebar dari bu sinta"


"hayuk buruan...."Zuu menarik ujung bleser dari Tita agar segera berangkat kekantor karena kalau mereka tidak dihentikan akan panjang masalahnya


setelah menempuh perjalanan 30 menit membelah jalan raya yang mulai padat akhirnya motor yang mereka kendarai sampai didepan kantor pusat BRAMASTA GROUP


saat sampai di lobi Zuu yang melihat bu Sinta berjalan lebih dulu masuk dan ia pun segera menyusu ibu sinta karena ia takut kena omelan dari atasannya itu


karena berjalan dengan terburu-buru dan fokusnya hanya pada ibu sinta yang berjalan didepannya Zuu melihat disekitarnya dan ia pun menabrak seorang pria....


"aduh...maaf tuan saya tidak sengaja menyenggol lengan an.....,"ucapannya terhenti begitu saja saat melihat pria yang ia tabrak


"Zi-Zio...."lirihnya


Zuu sangat bahagia karena pada akhirnya ia bertemu juga dengan Zio yang sejak kemarin ia tunggu-tunggu kehadirannya namun pria itu tidak kembali kekantor.hingga akhirnya Zuu begitu sulit untuk bisa tidur dengan nyenyak karena memikirkannya


"Zi-Zio kamu kemana saja. aku kangen tahu gak sama kamu...iks...hiks...hisk..."Zuu menangis bahagia karena bertemu dengan Zio.


saking bahagianya Zuu reflek mengangkat tangannya untuk menyentuh wajah Zio dan memeluknya erat sembari menghapus air matanya


deg


Kenzio seperti Dejavu ia merasa sesak dan seperti ada yang mengganjal dihatinya tetapi ia tidak itu apa dan tidak tahu kenapa perasaannya begitu familiar dengan pelukan tersebut.untuk sesaat ia menikmatinya akan tetapi itu hanya bertahan lima detik saja karena detik berikutnya ia tersadar ia tidak mengenal wanita itu. Kenzio melepas tangan Zuu dengan kasar karena telah berani menyentuhnya


"who are you ?"tanyanya


"do I know you?"pertanyaan keduanya


Zuu merasa dunianya telah runtuh dengan pertanyaan pria itu dan sekarang ia tidak tahu mau menjawabnya seperti apa.hatinya hancur ia merasa sesak sepertinya seakan kehabisan oksigen. ia merasa malu karena pria yang dicintainya sama sekali tidak mengenali dirinya


"a-apa yang terjadi ?"


"to-tolong ada yang bisa menjelaskannya padaku"


"apa aku telah salah mengenal orang dan dia bukan Zio.tetapi kenapa rasanya begitu sama dengan saat aku memeluknya"monolog nya dalam hati yang begitu merasakan sakit yang luar biasa saat seorang yang kita cintai tidak mengenal kita


"i-itu adalah gadis yang pernah membuat tuan Ken melunak saat berada dihutan kan?"

__ADS_1


"ya benar dia orangnya"


"di-dia masih hidup dan sekarang dia bekerja diperusahaan ini,lebih tepatnya satu tempat bersama tuan Ken" Leo sedang bertanya pada dirinya sendiri yang ia dijawab sendiri. Leo memperhatikan penampilan Zuu dari atas ke bawah dan dari penampilannya itu Leo tahu bahwa ia bekerja sebagai office girl


"huh...*apa dia sudah gila?"


"what.....dia baru saja memeluk tuan Kenzio,berani sekali dia"


"dasar wanita mur*han gak tahu diri"


"lihatlah dirinya....dia mempermalukan dirinya sendiri "


"dasar wanita mur*han ....apa dia sedang berusaha menjerat pria kaya...huh*"


itulah beberapa perkataan samar-samar dari para karyawan yang masih bisa didengar dari jarak tiga meter.karena saat ini Zuu menjadi pusat perhatian semua orang termasuk Leo yang mengenal Zuu sejak kejadian tiga tahun yang lalu


Leo merasa harus menolong Zuu dari keadaan ini"nona Zulaikha apa ini anda....wah aku tidak menyangka kalau anda bekerja disini...mari ikut saya"Leo menarik tangan Zuu agar menjauh dari perhatian mereka


"sedang apa kalian disini. cepat bubar dan pergi dari sini sekarang!!!"sentak Zio yang merasa sudah menjadi pusat perhatian mereka


ia pun segera berjalan menuju dimana Leo membawa wanita itu"kemana mereka?"


disudut ruangan yang jarang dilewati orang-orang Leo sedang menenangkan Zuu dan memberinya pengertian bahwasanya saat ini Zio sedang mengalami amnesia ringan yang hanya kehilangan ingatannya beberapa saja dan hal-hal yang sangat melekat dihatinya


mendengar penjelasan Leo memberikan angin segar pada Zuu yang sebelumnya seperti kehilangan arah. ia sempat berfikir bahwa ia tidak mungkin lagi bisa bertemu dengan Zio.


tapi kenyataannya pria itu melupakannya bukan karena kehendaknya sendiri melainkan pria itu sedang amnesia


mengetahui kenyataan itu Zuu ikut bagaimana ia dan Joni bisa selamat dari maut.ia menjelaskan bahwa saat itu ia selamat dari dalam laut karena ada yang menolongnya dan membawa mereka ke indonesia dan ia juga baru tahu kalau Leo dan Kenzio adalah orang blasteran indo-prancis.ia juga menceritakan pada Leo bahwa ibunya sudah meninggal dan Leo sangat menyayangkan dan menyesal karena dirinya jugalah kejadian naas itu terjadi


"sudahlah tuan saya sudah melupakannya dan saya sudah mengikhlaskan nya"


di tempat tak jauh dari mereka berdiri terlihat tuan Kenzio sedang memperhatikan interaksi keduanya yang terlihat sangat akrab dan sesekali terlihat Leo menenangkan wanita itu


"siapa wanita itu. apa dia kenalan Leo tetapi tadi salah mengenali orang dan menganggap dirinya adalah Leo?"


tuan Kenzio mengangkat dua jari jempol dan telunjuknya menganalisa wajahnya di dinding kaca yang menampilkan dirinya.ia mengamati wajahnya saat mengingat wanita itu salah mengira dirinya adalah Leo


"sama sekali tidak...wajahku jauh lebih tampan dari nya"


"bisa-bisanya ia mengira aku Leo apa matanya rabun ?"ucapnya pada dirinya sendiri dengan menyombongkan diri


"atau karena aku jauh lebih tampan dari Leo itu sebabnya dia lebih ingin memelukku dari pada memeluk Leo"ia bermonolog sendiri dengan sudut bibir melengkung membentuk senyum tipis


"cikhh.... kenapa aku malah membandingkan diriku dengan Leo. apa pengaruhnya untukku "


ia berjalan kearah Leo dan wanita itu berada dan berdehem agar bisa menjadi perhatian dua orang tersebut


Zuu tersentak saat melihat Zio mendekat,dan di detik berikutnya ia mengubah rasa keterkejutannya menjadi biasa-biasa saja

__ADS_1


~happy reading~🥰


__ADS_2