
"hiks...hiks...hisk"Zuu masih menangis sejadi-jadinya,ia begitu khawatir terjadi sesuatu kepada Kenzio. setelah peluru itu ia keluarkan Kenzio semakin kritis dan jatuh pingsan.ia terus menangis hingga merasakan tangan yang berada digenggaman nya bergetar
ia pun mengusap air matanya saat merasakan tangan yang digenggam nya bergetar karna menggigil,gadis itupun meletakkan punggung tangannya di kening Kenzio untuk memeriksa kembali keadaan pria itu
"badannya panas sekali"
"hei....tuan misterius kau kenapa?"tanyanya yang masih sesenggukan dengan mimik wajah yang begitu panik dan khawatir
"jangan buat aku takut dong"ia pun mengambil minyak sereh dan mengusapkannya diseluruh tubuh laki laki itu.
rasa panas dari minyak sereh ternyata ampuh mengurangi rasa dingin dan memberikan kehangatan pada tubuh Kenzio yang terus menggigil.walaupun Zuu harus melakukannya dengan menggosokkan di tubuh Kenzio secara berulang-ulang
tak berselang lama mata pria itu terbuka dengan perlahan"sudah kubilang namaku Kenzio bukan hei..hei dan....aku....tidak mati" ujarnya yang merasa kesal akibat perkataan Zuu yang menganggapnya sudah mati
"Aku Kenzio Aprilio Bramasta tidak mudah bagiku tiada hanya karna luka kecil seperti ini"ucapnya percaya diri tingkat dewa
"yaa walaupun aku kehilanganmu banyak darah,tetapi itu saja tidak membuat aku lemah"walau sedikit memaksakan diri untuk terus berbicara namun tetap saja kadar kesombongannya tidak berkurang dalam dirinya
"ya aampuun heran deh,ada yah manusia kayak gini,baru saja dirinya diambang Kematian....masih saja sombong,dasar manusia angkuh, tingkat KESOMBONGAN YANG HAQIQI ini mah" gerutu nya sampai menepuk jidatnya sendiri merasa jengah
"aku mendengar nya"
"dengar apa"
"aku tahu kamu itu lagi ngumpat saya kan"
******
malam kian larut hingga tak terasa sudah pukul 03.34 dini hari. dua anak manusia yang tertidur dengan nafas yang teratur menandakan betapa nyenyaknya tidur mereka,jangan ditanyakan kenapa, karena mereka memang sangatlah lelah seharian dengan kejadian-kejadian yang melelah fisik dan mental mereka
sangking nyenyaknya mereka tidak menyadari bahwa nyawa mereka sedang di intai oleh seekor piton besar,bahkan piton itu sudah mendekat dan terus bergerak kearah dua manusia yang sedang tertidur
ular yang sedang mengintai bahkan sudah siap untuk melahap mangsanya....yang ternyata mangsa pertamanya adalah Zulaikha
kreekk
buk
buk
dengan sigap dan penuh keberanian Kenzio mengangkat kepala sang piton dan membanting banting bagian badan piton yang sebelumnya melilit tubuhnya sehingga ular piton tersebut sudah tak berdaya
kreekk
__ADS_1
Kenzio mematahkan kepala sang piton begitu saja dengan gerakan terakhirnya
"huh"dia menghela nafas berat saat berbalik dan menatap Zuu yang tertidur pulas tanpa terusik sedikitpun dengan aksi kerennya barusan
"ckckck"
"dia itu tidur atau mati"merasa heran karena sejak tadi gadis itu sama sekali tidak terusik dengan apa telah ia lakukan
"ibu....maaf...,Zuu minta maaf bu"lirih gadis yang sedang tidur nyenyak dalam tidurnya sambil sesekali menepuk pipinya dan bagian tubuhnya sendiri yang digigit oleh nyamuk,dia mengigau karena sejak tadi ia kepikiran dengan ibunya yang mungkin begitu cemas dan khawatir pada dirinya
"dasar gadis aneh"Kenzio terkekeh dan kembali membaringkan tubuhnya didekat gadis yang menurutnya sangat aneh itu, dengan melipat kedua tangannya keatas untuk dijadikan bantal,ia terus terjaga karna merasa kantuknya sudah menghilang, iapun berbalik menatap gadis disamping nya dengan sangat intens
"jadi namamu Zuu?......cantik"ia tersenyum sambil memperhatikan wajah cantik Zuu yang sedang tertidur
"kira-kira apa yang sedang kau cari dihutan ini?kau tahu. kau itu begitu rapuh,apa yang membuatmu sampai nekat seperti ini?" lirihnya sambil merapikan anak rambut yang berantakan di wajah gadis itu
baru saja ingin menutup mata sayup sayup ia merasa ada orang yang sedang mengawasinya dirinya dan Zuu
"heii.... Zuu bangun"dirinya menepuk nepuk pipi gadis yang sedang tertidur pulas untuk membangunkannya
"eugh"lenguhnya ketika merasa tidurnya terusik oleh seseorang iapun mengerjap-ngerjapkan matanya
"Ummm...,ada apa"suara serak khas orang yang baru bangun tidur
"bangunlah kita pergi dari sini"jawabnya dengan berbisik
"benarkah"
"hum"jawabnya diiringi dengan anggukan kepala Kenzio"ayo buruan" Zulaikha langsung bergegas mengikuti langka Kenzio yang berada didepannya
"Aakkkpp......pekikan Zuu yang tertahan sebab Kenzio dengan cepat membungkam mulutnya.bisa bahaya kalau sampai terdengar oleh musuhnya
"dari mana datangnya ular ini?kenapa tidak bergerak,apa sudah mati?haahh....syukurlah...."
"apa kau tahu kenapa ular ini mati didekat kita?apa ular ini takut melihat dirimu,karena begitu kaku dan dingin?"
"huh...."Kenzio hanya bisa menghela nafas panjang sambil menggeleng ia sama sekali tidak tertarik dan tidak ingin menanggapi pertanyaan Zuu yang seperti gerbong kereta
mereka menelusuri tepi sungai dibawah tebing tebing yang lumayan tinggi"kamu tau arah keluar dari hutan ini?"tanya kenzio untuk memastikan sambil terus berjalan mendaki tebing tebing yang berumput dan memberikan uluran tangan pada Zulaikha
Zuu menggelengkan yang artinya sama sekali tidak mengetahui arah jalan keluar,
sambil mendongakkan kepalanya dan menatap uluran tangan dari pria itu lalu tersenyum manis padanya, Zuu menerima uluran tangan kenzio"terimakasih"ucapkan denga manis padanya
__ADS_1
mereka sudah berjalan jauh yang mengarah kedesa,tetapi desa tempat Zuu tinggal masih sangat jauh
"sebenarnya ada jalan untuk bisa keluar dari hutan ini,tetapi penjagaannya yang begitu ketat di perbatasan sehingga tidak sembarang orang bisa melewati perbatasan itu, aku sendiri tidak tau siapa mereka"jelasnya panjang lebar
"kau tahu"Zuu menjeda perkataannya, diikuti gelengan kepala dari Kenzio
"tidak"jawabnya serius
"belum dudee... ini baru mau ngomong".
"ya sudah bicaralah"ucapnya santai menahan senyum dibibirnya
"izh.... ngeselin ah"ia menggerutu sebel memanyunkan bibirnya
"ahahahaha...."kenzio pun melepaskan tawa yang sedari tadi ia tahan,tawa lepas yang selama puluhan tahun kenzio tidak pernah melakukannya,dan hanya karna melihat tingkah Zulaikha yang menurutnya begitu menggemaskan saat gadis itu kesal padanya seorang Kenzio bisa tertawa lepas seperti saat itu
"ya sudah aku mau pulang,aku tidak mau menolongmu lagi"Zuu pun semakin kesal kepada Kenzio yg sejak tadi tidak berhenti menertawakannya karna bagi Zuu tidak ada yang lucu sama sekali dengan apa yang dikatakannya,tapi kenapa pria itu malah menertawakan,"dasar aneh, nyebelin"
"i-iya...iya...maaf,hem....pria itu berdehem mengatur nafasnya untuk menahan tawanya "...iya maaf aku minta maaf sayang sekarang bicaralah aku...."perkataannya terjeda saat tersadar tentang penggilan apa yang baru saja ia ucapkan kepada Zuu
deg
"sayang?"lirih Zuu yang mendengar kata sayang dari pria itu
"sa-sayang...a-apa yang aku katakan?" tanyanya pada dirinya sendiri dengan terbata,hah seorang Kenzio terbata dalam berbicara? yang benar saja,pria perfeksionis seperti Kenzio bisa terbata dalam berbicara apa kata dunia nanti
"hem"ia kembali berdehem
dor
dor
dor
Tembakan beruntun yang diarahkan kepadanya da Zuu meleset, karena dengan cepat Kenzio menarik pinggang Zuu hingga membentur dada bidangnya,dikarena gerakan yang begitu cepat, Kenzio tidak dapat menahan tubuh mereka berdua sehingga mereka berdua pun terjatuh dan berguling guling dengan berpelukan terus berguling kebawah karena mereka berada diatas tebing yang lumayan tinggi
cukup lama mereka berguling-guling kebawah dan punggung Kenzio yang membentur batang pohon yang lumayan besar sehingga mereka terhenti.dan betapa terkejutnya mereka saat melihat kearah bawahnya
sedikit saja mereka berguling lagi mereka berdua benar benar akan terjatuh kebawah rawa yang berlumpur,dan lebih parahnya lagi itu adalah lumpur hidup atau yang b8asa disebut lumpur aktif
"Aaaakk....hampir saja"hiks...hiks...hampir saja"pekik Zulaikha diikuti dengan Isak tangis,ia merasa sangat bersyukur karna sedikit saja ia dan Kenzio akan terjatuh dilumpur mengerikan itu
Zulaikha kembali memeluk Kenzio dengan sangat erat karna terlalu terharu pada pria itu yang telah menyelamatkan hidupnya dari tembakan para musuh dan dari lumpur yang bagi Zuu itu sangatlah mengerikan
__ADS_1
"Hei...sayang...tidak apa apa"bujuknya dengan begitu lembut
"ada apa...apa ada yang terluka?dengan begitu lembut ia terus membolak-balik badan Zuu karena panik dan sangat khawatir