Zulaikha Dan Pria Misterius

Zulaikha Dan Pria Misterius
part 34. Hukuman level 2


__ADS_3

"Aduhhh.... izkhh....."


"aduhh.....saakiit ihh"pekikakannya mengusap-usap jidatnya yang begitu perih setelah disentil oleh jari Kenzio


"itu hukuman yang pertama karena sudah berani ingin keluar dari ruangan ini,apa kau masih berniat menebar pesona pada semua laki-laki di kantor ini?sangat murahan!"serunya mencerca Zuu dengan seenak jidatnya


"i-itu....tidak. mana ada kayak......"


cup


"itu hukuman kedua karena sudah sekian kali kuperingatkan jangan memanggilku dengan sebutkan tuan tuan tetap saja ka melakukannya.apa kau begitu menyukainya,sehingga kau sengaja berbuat salah agar bisa menerima hukuman dariku.begitu?"


"APA?"pekiknya tak terima karena sudah dua kali Kenzio mencerca dirinya sebagai wanita gampangan


"mana ada kayak gitu, aku tid....hummp...." pekikan Zuu yang tenggelam dalam sapuan bibir Kenzio yang membuat ia tak dapat melanjutkan kata-katanya. kali ini bukan kecupan kilat yang diberikan Kenzio padanya melainkan sebuah ciuman panas dan dalam hingga membuatnya kesusahan untuk bernafas


"ini hukuman yang ketiga karena kau sudah sok menolak diriku. berani sekali kau menolak ku.dimana banyak wanita diluar sana dengan suka rela menghabiskan malam panjang hanya untuk bersama denganku"ujarnya percaya diri sambil mengusap bibir Zuu dengan jarinya yang basah karena ulahnya

__ADS_1


"iya dan itu bukan aku.sana cari cari wanita yang anda maksud"serunya menahan kekesalannya dengan bibirnya yang manyun


"kamu ituh lucu deh....,lain di mulut lain dihati.lihat wajahmu sekarang bak kepiting rebus"ujarnya tersenyum geli melihat wajah Zuu yang begitu menggemaskan


"apaan. gak kok....."ujarnya mengeles sembari menangkup kedua pipinya sendiri dengan kedua tangan


"hahaha....."tawa yang sudah tidak bisa ia tahan lagi


"apakah hukuman ini termasuk level 3?"lanjutnya bertanya


"ngaco kamu. yang tadi itu hanya level ke 2 yang belum ada apa-apanya"ujarnya sembari mencubit kedua pipi mulus Zuu dengan gemes


Kenzio semakin hari semakin tak bisa menahan dirinya untuk tidak menggangu dan memggoda Zuu. rasanya ada yang berbeda ketika dalam sehari Kenzio tak melakukannya, bahkan ia merasa ada sesuatu yang hilang ketika ia tidak melihat Zuu merengek , merasa kesel dan jengkel akibat ulahnya, tingkah Zuu yang menggemaskan itulah yang kini jadi mood booster baginya setiap hari


Awalnya Kenzio mengikat Zuu perjanjian, hanya untuk meruntuhkan ego dan kepercayaan diri wanita itu.


Waktu ke waktu kehadiran Zuu membawa perubahan besar pada dirinya, pria yang dulu selalu bersikap dingin kepada siapa saja kini tidak terlalu demikian.dalam beberapa hari ini acap kali ia tersenyum hanya untuk hal-hal sepele apalagi hal-hal yang menyangkut Zuu

__ADS_1


Drrrttt...... drrrttt......


dering ponsel mewah dan canggih milik Kenzio berdering menampilkan Leo sang asisten menghubunginya


"hmm..."


"halo tuan hari ini saya dan Denissa akan pulang ke ibukota sore hari"


"bagus"ujar Kenzio yang selalu bisa mengandalkan Leo


"tetapi ada sedikit masalah tuan,para pekerja di lokasi banyak yang mengeluh,selama ini mereka menerima upah yang tidak sesuai dengan yang semestinya.sepertinya ada telah membatasi dan menyabotase hak mereka


"ya sudah kau selesaikan dan segera pulang.ada banyak yang harus kau kerjakan disini!!"


"baik tuan"


"hm"ucapnya singkat lalu menutup panggilan tersebut

__ADS_1


"Ahh....s*al......kemana dia?"umpatnya setelah menyadari ruangannya telah kosong karena Zuu sudah keluar dari ruangan tersebut akan tetapi ia tak menyadari karena sedang sibuk menerima laporan dari Leo. Kesempatan itu digunakan Zuu untuk bisa kabur dari bosnya


__ADS_2