Zulaikha Dan Pria Misterius

Zulaikha Dan Pria Misterius
part 17. PENERUS KELUARGA BRAMASTA


__ADS_3

Hari berganti hari bulanpun berganti bulan.dan sekarang Zuu sudah 3 bulan bekerja diperusahaan yang sama dengan sahabatnya Tita, Zuu melewati hai-harinya seperti biasa, datang bekerja dan pulang bersama.


Zulaikha,Tita dan Joni melewati hari-hari mereka dengan sangat menyenangkan saling berbagi, saling mensupport dan saling menjaga satu sama lain.


mereka ciptakan dunia mereka sendiri


sesekali ketika weekend mereka akan jalan keberbagai tempat-tempat hiburan baik itu ketaman kota,seperti berburu jajanan dan bermain atau bila sedang gaji bulanan tiba mereka akan mendatangi tempat-tempat wisata yang terjangkau dengan isi dompet mereka


walaupun mereka lalui dengan kesederhanaan, mereka tetap bensyukur menjalaninya


hari ini semua orang dikantor baik itu dari petinggi-petinggi perusahaan seperti para pemegangnya saham, para dewan direksi, para Manajer-manajer dan CEO-CEO yang berada dibawah naungan kerajaan bisnis BRAMASTA GROUP serta para karyawan kecuali para OB yang sedang bekerja untuk menjamu mereka.


semua orang saat ini terlihat sangat cemas dan merasa was-was memikirkan masalah apa yang akan disampaikan oleh pimpinan perusahaan, sehingga mereka semua dikumpulkan pagi-pagi buta seperti rini


tidak biasanya semua orang dihadirkan seperti ini,begitulah kira-kira yang ada dibenak mereka


sibuk dengan pikiran masing-masing terkait masalah apa dan sepenting apa yang akan disampaikan , mereka semua yang berada di dalam ruangan tersebut melongo melihat seorang pria yang datang dan memasuki aula dengan kepercayaan diri yang tinggi wajah dingin yang dimilikinya


"loh itukan anaknya tuan Indra Hermawan"


"tuan muda Kenzio Aprilio Bramasta ?"


"Aaaaakkkkhhh....."


"wuaaahh....tampan sekali"


pekikan para karyawan wanita dalam hati


diantara gumaman dari para karyawan,dan yang paling histeris adalah para karyawan wanita yang berada diruangan sambil mengucek mata mereka merasa tidak percaya


mereka dikejutkan dengan seorang pria yang bertubuh tinggi masuk keruangan tersebut , bahu yang tegap dan kekar dan jangan lupakan wajah tampan nya yang memiliki alis tebal dengan hidung mancung serta rahang yang tegas membuatnya begitu berkharisma ,siapa saja yang melihat penampilan dari tuan muda pasti akan terpesona olehnya,siapa lagi kalau bukan Kenzio Aprilio Bramasta pewaris tunggal BRAMASTA GROUP


Kenzio berjalan dengan wajah yang datar memasuki aula bersama dengan ayahnya Indra Hermawan dan Leo serta beberapa orang yang berjalan dibelakang mereka


mereka yang berada didalam ruangan tersebut serempak menbungkuk kan badan mereka


setelah Indra Hermawan mempekenal kan anaknya itu sebagai penerusnya dan menjadi Presdir baru di perusahaan nya kini semua para karyawan dibubarkan dan yang tinggal hanya dewan direksi dan para pemegang saham, untuk meresmikannya sebagai formalitas


semua kariawan kekantin pada saat makan siang dan beristirahat dan beberapa dari mereka sedang menunaikan kewajiban mereka sebagai ummat beragama


Zuu yang masih sibuk dengan pekerjaan nya karena hari ini sunggguh menyibukkan bagi seorang OB seperti dirinya walaupun melelahkan akan tetapi Zuu tidak pernah mengeluh


"Zuu tolong kamu keruangan Presdir dan bawakan hidangan penutup dan minuman.satu lagi sajikan makanan yang sudah mereka pesan diatas meja dengan benar"perintah dari ibu Sinta


"baik bu segera saya kerjakan"


"oh ya bu....apa tidak apa-apa ya kalau saya yang membawakannya keruangan Presdir? Presdir baru kita tidak galak kan bu?"pertanyaan polos Zuu keluar begitu saja yang membuat ibu Sinta tersenyum geli


"apa maksud perkataan mu. kau ingin aku yang membawanya kesana dan aku yang akan terkena masalah begitu"ketusnya setelah mencerna perkataan dari Zuu


Zuu hanya nyengir kuda memperlihatkan gigi nya


"izh.... ibu mah sensian"Zuu melongos dan segera berlalu.takut mendapat amukan ibu sinta dan terlebih takut terlambat dan mendapat masalah dihari pertama Presdir baru mereka masuk kantor


"hei mau kemana? perginya sama siti saja karena tanganmu itu tidak akan cukup untuk membawa semuanya"saran ibu sinta yang diangguki oleh Zuu


dan disinilah mereka sekarang didepan ruangan Presdir yang berada dilantai paling atas dari bangunan tinggi tersebut


dengan membawa beberapa makanan dan minuman serta beberapa piring dan gelas untuk empat orang yang berada didalam ruangan tersebut

__ADS_1


Zuu dan Siti sebenranya sangat takut kalau-kalau Presdir nya itu ternyata orang yang sangat galak dan takut mereka membuat kesalahan


dengan memberanikan diri Zuu segera mengetuk pintu dan memberi salam kepada orang yang berada didalam ruangan


"selamat siang tuan kami membawakan minuman Anda"setelah dipersalahkan untuk masuk Zuu menyapa sambil menunduk


deg


"su-suara itu....?kenapa suaranya itu begitu familiar di telinga ku? bukankah suara itu seperti suara gadis yang sering hadir dalam mimpiku yang begitu sulit aku melihat wajahnya "


"suara gadis yang sering membuat nafasku menjadi sesak setiap kali aku bangun karena memimpikannya, suara gadis yang membuat hari-hariku sial setelah memimpikannya"Kenzio kesal setiap kali gadis yang hadir dalam mimpinya itu , bagaimana bisa ada seseorang hadir dalam mimpinya akan tetapi tidak pernah bisa sedikitpun untuk melihat wajahnya,dan setiap kali memimpikannya kepalanya akan sakit karna berusa memngingat sesuatu tapi tidak tahu itu apa


ia menarik nafas dalam-dalam untuk menetralisir perasaannya yang gelisah hanya karena mendengar suara wanita yang sama sekali ia tidak kenal,apalagi suara itu berasal dari karyawan rendahan seperti itu


Zuu dan Siti segera berjalan kearah meja yang terdapat tuan Indra Hermawan yang duduk di sofa dan dua laki-laki lainnya yang duduk di depannya dan satu lagi ada orang berdiri didekat dinding kaca besar yang bisa melihat dari atas kebawah dimana jalanan dengan segala kemacetan nya


Zuu tidak kenal siapa mereka bahkan Zuu tidak ingin menatap ketiga pria itu,ia hanya tersenyum dan mengangkat kepalanya ketika tuan Indra Hermawan yang mengajaknya berbicara. Zuu hanya berani mengangkat kepalanya dan menatap tuannya itu di karenakan , tuan Indra memang dikenal sebagai atasan yang sangat ramah kepada setiap karyawannya termasuk kepada dirinya yang notaben hanya pesuruh dikantornya


Zuu seakan enggan mengangkat kepalanya hanya untuk melihat yang mana Presdir baru mereka,ia terlalu takut sebab beberapa gunjingan yang sempat ia dengar sebelum masuk keruangan tersebut


ya....sebelum Zuu naik keruangan tersebut .Zuu sempat mencuri dengar desas-desus tentang sifat arogan dan tak tersentuh dari Presdir baru mereka


ia sempat mendengar bahwa pria itu memiliki watak yang keras,arogan, tidak memilki belas kasih kepada karyawan yang melakukan kesalahan, sangat sombong dan juga dingin seperti kulkas 16 pintu dan sama sekali tidak tersentuh .itulah yang didengar dari para karyawan laki-laki yang sedang bergosip ria dengan sesama kaumnya, dan berbeda lagi dengan para wanita yang tidak ada capeknya memberikan pujian-pujian kepada Presdir barunya itu


"sudah siap tuan.selamat menikmati" Zuu membukkukan badannya Dengan hormat dan berjalan mundur untuk pamit undur diri


tuan Kenzio menatap tajam wanita yang sudah membuatnya merasa sesak dan gelisah disaat bersamaan,hanya mendengar kembali suara wanita itu


deg


saat melihat wajah wanita itu Kenzio bukannya membaik malah semakin gelisah dan lututnya semakin lemas hingga ia tak sadarkan diri


"Ken"


"tuan"


pekikan serempak dari tuan Indra dan 2 orang yang berada didalam ruangan segera membantu Kenzio yang sedang tergeletak di lantai ,sedangkan Zuu dan Siti hanya diam bingung dengan apa yang terjadi


"Ken.... Ken....,hei...."tuan Indra menepuk-nepuk punggung putranya ia pun sebenarnya merasa heran, kenapa anak semata wayangnya itu bisa pingsan tak sadarkan diri ,mengingat anaknya itu begitu kuat dan sebelumnya tidak pernah sakit atau pingsan kecuali pada saat ia masuk ke rumah sakit tiga tahun yang lalu yang mengakibatkan putranya itu hilang ingatan separuhnya


"tuan saya sudah memanggil dokter dan akan segera kemari,sebaiknya kita membaringkan tuan muda di sofa "tuan Indra mengangguk dan dua orang pria itu membantu Kenzio berbaring di sofa


Zuu dan Siti tidak sempat melihat wajah tuan muda yang sedang pingsan itu dikarenakan tubuh tiga orang pria yang sedang membatunya ditambah mereka berdua sudah di perintahkan oleh salah satu atasannya untuk keluar


setelah diperiksa. dokter memberikan penjelasan bahwa tuan Kenzio hanya lelah karena perjalannya kembali dari negara H membutuhkan waktu puluhan jam dan belum istirahat sedikitpun


******


setelah kejadian beberapa hari lalu waktu dimana tuan muda tak sadarkan diri itu Zuu tidak pernah lagi menginjakkan kakinya kedalam ruangan tersebut


Zuu seakan meminimalkan agar terhindar dari keadaan dimana ia harus keruangan Presdir


"Tita tunggu bentar ya aku ke toilet dulu,kebelet ini"Zuu segera berlari dan meninggalkan Tita yang sedang memesan makanan untuk mereka dikantin kantornya,ia duduk di pojok dekat dinding kaca agar bisa melihat dengan jelas aktifitas jalan raya diluar sana


"ckck...ke bisaan deh"Tita melihat punggung Zuu yang berlalu


setelah beberapa menit menunggu Zuu datang dan bersamaan dengan itu makanan juga datang yang Tita pesan sebelumnya dan mereka makan diselingi beberapa candaan


"Zuu"

__ADS_1


"Ummm"


"Zuujuuu...."tita yang gemes menyenggol bahu Zuu karena Zuu hanya asyik mengunyah makanannya tanpa mempedulikannya


"izh...apaan sih ta"


"itu.... lihat deh"Tita menunjuk kebawah ditempat parkiran


"apaan...sih"tita terus menunjuk arah dimana ia melihat Presdir dan asisten nya sedang berada diparkiran


"itu bege...ah masa gak lihat sih,itu...tuh"


"dimana?"


"mata kamu rabun atau gimana sih,masa gak bisa lihat cowok mencolok,ganteng transparan begitu kamu gak bisa lihat sih"


"mana bening-bening lagi.ampun deh kamu itu"


"emang siapa sih?orangnya mana ?


"itu tuh orangnya diparkiran.dekat mobil sports putih"Zuu melihat arah telenjuk Tita yang sedang menunjuk dua orang pria bertubuh tinggi terlihat jelas karena mereka hanya dilantai tiga


deg


"Zi-Zio"gumamnya


"apa itu beneran Zio?"


"siapa Zio? itu tuan muda Presdir kita yang baru Zuu"Tita heran dengan raut muka Zuu yang berubah pucat saat melihat pria yang diketahuinya adalah Presdir baru mereka


"emang kamu kenal Zuu?"Zuu sudah tidak lagi mendengarkan perkataan nya


Zuu segera berlari memanggil dan nama Zio ia tanpa sengaja menabrak beberapa orang yang berjalan didepannya


dan saat sampai diparkiran orang yang ia cari sudah tidak berada ditempatnya. Zuu terlihat seperti seorang yang kehilangan arah ia terus mencari dimana Zio berada ia terus mencari dan melihat kedalam semua mobil yang terparkir disana.ia terus berteriak-teriak memanggil nama Zio


Tita yang menyusul Zuu ke parkiran melihat Zuu sedang menangis duduk di lantai dan sedang menyebut-nyebut nama Zio ditengah terik matahari


Zuu yang kelelahan dan tidak bisa menahan rasa sesak didadanya itu menangis terseduh-seduh dan sesekali sesegukan


Tita yang melihat sahabatnya itu bersedih dan terpuruk seperti itu tidak tega ia segera memeluk Zuu.setelah Zuu merasa lebih tenang Tita membujuk dan membantu Zuu untuk berdiri dan memberinya minum


"Zuu..kamu kenal ya sama tuan Kenzio?"


"tu-tuan Ke-kenzio?lirih Zuu terbata belum mengerti apa yang dimaksud oleh Tita. Tita mengangguk


"a-apa di-dia Presdir ki-kita yang baru?" ia kembali bertanya dan sesekali sesegukan.dan kembali diangguki oleh Tita sahabatnya


"a-apa"lirihnya menutup mulutnya dengan kedua tangan .ia sama sekali tidak pernah menyangka bahwa ternyata Presdir baru yang selama ini ia hindari agar tidak mendapatkan masalah dengan Boss nya itu adalah Zio nya. pria yang selama ini ia nantikan kedatangannya untuk menjemputnya


"a-apa dia datang untuk mencariku dan akan menjemputku?"senyum manis itu terbit dibibirnya sehingga Tita yang berada didekatnya merasa heran dengan tingkah Zuu yang moodnya berubah-ubah


"lo kenal Zuu?"Zuu pun menggagguk dan tersenyum simpul yang membuat Tita hanya bisa geleng-geleng


"lo kenal tuan Ken dimana?"


"udah ah ceritanya panjang butuh waktu lebih lama untuk menceritakannya"


"hayuk ada yang ingin aku pastikan terlebih dulu"Zuu pun menggandeng tangan Tita dengan bersemangat untuk masuk kekantor dan kembali bekerja

__ADS_1


~happy reading~🥰


__ADS_2