Zulaikha Dan Pria Misterius

Zulaikha Dan Pria Misterius
part 20. bertemu dengan Bastian


__ADS_3

Matahari yang sejak pagi terbit dan bersinar kini kembali tenggelam digantikan malam yang gelap dan hanya bulan dan bintang yang menghiasi langit malam


saat ini tiga sahabat yakni Zulaikha, Joni dan Tita berada di teras depan rumah kontrakan Tita yang tengah serius membahas masalah yang dialami Zuu


kisah cinta yang diuji oleh ruang dan waktu dan sekarang cinta itu kembali hadir akan tetapi cinta tak mengenalnya


"WHAT"


"biasa aja jojon. gak pake teriak-teriak segala"


"budeg tahu gak lama-lama"keselnya karena Joni reflek berteriak sehingga dua gadis itu reflek menutup telinganya dengan kedua tangan


"bener Zuu tuan Kenzio amnesia?"tanya Joni yang masih gak percaya dengan menurunkan intonasi suaranya


Zuu menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan karena menjelaskan kepada temannya yang satu ini tidak hanya sekali.jadi menjelaskannya harus ekstra sabar


"huh....iya pria itu amnesia dan parahnya lagi dia memberiku hukuman karena mengira aku salah mengenali orang"ucapnya lemas mengingat atasannya itu semena-mena pada dirinya


"jadi apa rencana kamu sekarang ? Joni bertanya serius yang di angguki oleh Tita


"ya gak ada rencana gimana-gimana, mau gimana lagi, mungkin ini takdir yang telah ditakdirkan untukku yang harus aku jalani


"tapi kata sekertarisnya itu,siapa lagi namanya? aku lupa"


"Pak Leo Zuujuu. suka banget lupa nyebut nama orang"


"iya pak Leo "Zuu hanya nyengir kuda


"tadi itu pak Leo ngomong kalau aku harus tetap berada disisinya, agar aku bisa mengingatkannya kembali dengan hal-hal yang ia lupakan tentang diriku "


"dan itu bisa terealisasikan kalau aku berada didekatnya"


"dan katanya lagi Zio itu sebenarnya masih menginginkanku"ucapnya menjelaskan dan mengangkat bahunya bingung sendiri


"apa iya dia masih menginginkan ku disaat ingatan saja tidak ada tanda-tanda satupun yang mengingatku"


"kok pak Leo bisa tahu?"tanya Joni keheranan


"apa mungkin itu sebabnya tuan Ken belum menikah?"kali ini Tita yang bersuara


"tapi setau gue sih...., tuan Ken itu sudah bertunangan deh dan hampir menikah.....ups"Tita reflek mengatupkan bibirnya dan menepuk jidatnya sendiri yang sering berbicara tanpa difilter


"ma-maaf gue gak maksud Zuu"Tita menyesal dengan perkataan nya yang melihat raut wajah sahabatnya bertambah ditekuk


"siapa tahu mereka sudah putus.benerkan Ta..."Joni memberikan kode kepada Tita dengan menyenggol lengannya agar mengiyakan perkataannya "namanya juga masih tunangan bisa sajakan sekarang mereka sudah putus "lanjutnya yang ingin mengembalikan mood sahabatnya itu dengan memberikan harapan yang ia sendiri ragu dengan perkataannya


"iya....lagian beritanya itu sudah lama dari beberapa tahun yang lalu dan sekarang tuan Ken masih berstatus singgel kan"Tita menimpali dengan fakta yang ada


"jadi gak ada salahnya kok kalau Lo mau memperjuangkan cinta Lo kembali"


"pasti kita dukung Lo kok "Tita memeberi semangat pada sahabatnya itu sambil tersenyum dan mengangkat dua jarinya membentuk huruf V


"promise?"Zuu mengulurkan jari kelingking kanangnya kearah Tita dan yang kiri kearah Joni


"yes i promise"Tita menerimanya dan mengaitkan dengan kelingking nya dengan Zuu


"promise"Joni melakukan hal yang sama dengan mereka


Tita memeluk Zuu seperti ia sedang menyalurkan semangat bagi Zuu dan Zuu sangat bahagia mempunyai sahabat seperti mereka berdua


"aku gimana dong.gak ada gitu yang mau dipeluk sama aku..... sini"


"hayuk sini...biar aku peluk"


"GAK" keduanya serempak berteriak dan berlari menjauh dari Joni


********


Pagi-pagi Zuu sudah berada dikantor mempersiapkan hati dan mentalnya yang akan terkuras dengan drama karyawan wanita yang sering me*bulynya dan drama sang tuan muda yang semena-mena terhadap dirinya


"baiklah Zuu semangat...."


Zuu memulai pekerjaannya dengan penuh semangat dan setelah membersihkan pantry ia segera membuatkan coffee untuk tuan Presdir yang akan sampai beberapa menit lagi.


Zuu mendapatkan informasi dari sekertaris Leo kalau sebentar lagi mereka akan sampai.


setelah membuat coffee ia membawa keruangan Presdir dan sedikit merapikan mejanya, setelah itu ia ingin keluar dan membuka pintu tapi bersamaan dengan itu pintu terbuka dan muncul tuan Kenzio yang masuk dengan wajah tampan dan segarnya dengan rambut yang tersisir rapi


"kenapa selalu saja kayak gini,mataku selalu saja tidak bisa teralihkan dari pesonanya"(Zuu)


"dia disini,ck ini terlalu tiba-tiba "(Kenzio)


"Hem"deheman Kenzio yang menyadarkan Zuu bdari keterpesonaannya terhadap tuannya itu


"selamat pagi tuan semoga hari anda menyenangkan"Zuu menundukkan pandangannya dan memberi hormat kepada bosnya itu


"apa dia ini memiliki aura negatif sehingga saat melihatnya aku selalu merasa sesak tetapi disaat bersamaan hatiku merasa dekat dengan dirinya"


"sedang apa kau disini"ia mengalihkan rasa dalam dirinya

__ADS_1


"apa anda lupa? Anda sendiri yang menghukum saya membuatkan coffee sebelum anda datang.dan anda tidak mau tahu coffee anda harus ada dimeja tanpa tau saya bekerja sif pagi maupun sif sore"


"O.....mana mungkin saya lupa"


"kalau begitu saya permisi tuan"Zuu yang akan keluar membentur tubuh tinggi sekertaris Leo yang masuk dengan tiba-tiba sehingga sekertaris Leo memegang kedua lengan Zuu agar tidak terjatuh


melihat itu entah kenapa wajah dari tuan Kenzio menjadi suram dengan tangan yang terkepal kuat


"kamu tidak apa-apa"tanya sekertaris Leo yang khawatir melihat Zuu terbentur di dada bidangnya


"iya gak papa cuma ini aja hidungnya sakit"Zuu mengusap hidungnya yang memerah dan tersenyum manis pada Leo


"ck dasar wanita mur*han.tidak cukup apa dia menggodaku dan sekarang dia menggoda Leo...huh"


tuan Kenzio yang melihat senyuman manis Zuu kepada sekertarisnya itu merasa jengah dan membuang pandangannya kesebrangan arah dengan menahan sesak yang ada dalam hatinya.sejujurnya ia sendiri juga bingung dengan reaksi tubuh dan hatinya bisa-bisanya berlebihan seperti itu


"kalian berdua keluarlah dan jangan membuang-buang waktu dengan berpacaran dikantor karena saya tidak ingin kalian memakan gaji buta dari kantor saya"


Zuu dan sekertaris Leo melongo bingung dengan apa yang dikatakan bosnya itu


"Leo segera persiapkan meeting pagi ini dan jangan sampai ada kesalahan"tegasnya memberi perintah pada sekertaris nya


"baik tuan segera saya siapkan"leo keluar dengan alis ditekuk bingung dengan mood tuannya yang berubah-ubah


"sa-saya juga permisi tuan"Zuu pamit setelah melihat ketegangan dan aura dingin dari tuan Kenzio


menurut Zuu mata tajamnya itu seperti ingin mengulitinya sehingga membuat nyalinya menciut


"pergilah tidak ada yang membutuhkanmu disini"ucapnya tanpa berbalik menatap Zuu


"ba-baik tuan"ucapnya sedih mendengar semua perkataan Zio pada dirinya


"dia itu kenapa sih"Zuu segera pergi dari ruangan tersebut dengan rasa sakit di hatinya


Zuu kembali kepantry dan mengerjakan pekerjaan yang sudah menantinya


tiga hari berlalu Zuu melakukan hal yang sama seperti hari-hari sebelumnya di pagi hari ia akan membuatkan coffee untuk tuan Kenzio sebelum beliau datang dan setelah itu Zuu bekerja seperti biasa nya


"Zuu Lo kenapa sih?"tanya Tita yang cemas melihat sahabatnya selalu saja murung


"tiga hari ini gue perhatiin muka lo ditekuk aja. kayak benang kusut gitu tahu gak"


"Lo sakit?"


"gak kok lagi gak mood aja"jawabnya singkat Zuu gak mau sahabat ya itu jadi khawatir


"lo itu kalau ada masalah cerita kegue,atau ke Joni kek agar kita tuh tau Lo kenapa"


Tita sebenarnya ingin bertanya lebih, tetapi sepertinya Zuu belum siap untuk menceritakan semuanya dan Tita memahami perasaan sahabatnya itu


setelah makan dan beristirahat mereka kembali dengan pekerjaan mereka masing-masing


"Zuu tolong kamu antar kan minuman keruangan Presdir yah.katanya sih beliau sedang menerima tamu penting"ucap ibu sinta


"baik bu"jawabnya


"siapa ya tamu pentingnya" lirihnya dalam hati


"kamu sakit Zuu?"


"ya..."


"ti-tidak bu"


"aku perhatikan akhir-akhir ini kamu lebih banyak diam deh"


"iya saya lagi gak mood aja kok Bu beneran"


"yah sudah kamu antarkan minum sana sama tamu tuan Kenzio"


"baik bu"Zuu pun segera mengantarkan minuman untuk tamu dari tuan Kenzio yang katanya tamu penting


tanpa banyak berfikir Zuu mengetuk pintu ruangan dimana dirinya sering spot jantung berada didalam ruangan tersebut


***tok


tok


tok***


"bisa saya masuk tuan"setelah mendengarkan jawaban dari dalam Zuu masuk membawa nampan berisi dua cangkir kopi dan beberapa cemilan


setelah berada didalam ia segera membawa nampan tersebut kearah meja dimana ada dua orang pria dan salah satunya adalah pria yang dicintainya sedang duduk di sofa


"bagus kalau gitu.nanti gue usahain dateng keacara peresmian lo"tamu tuan kenZio menepuk bahunya dan kembali berbicara


"dan gue harap Lo gak mengingkari janji Lo"


"hahahaha" kedua pria itu saling bercengkrama dan berbagi cerita baik itu masalah bisnis ataupun pribadi tanpa mempedulikan dirinya Zuu yang sedang menata cangkirnya, tetapi yang sebenarnya adalah dari sudut mata Kenzio ia memperhatikan setiap pergerakan dari Zuu

__ADS_1


setelah meletakkan dua cangkir kopi dan cemilannya Zuu segera berpamitan


"selamat menikmati tuan"


"semoga hari anda menyenangkan"sebagai seorang office girl pekerjaan yang Zuu jalani selalu menuntutnya bersikap sopan kepada siapapun, baik itu karyawan kantor ataupun kepada tamu yang berkunjung


"Zulaikha"lirih dari tamu tuannya


"benar ini kamu kan.....Zulaikha?"


"ya"mendengar namanya disebut Zuu reflek menjawab dan otomatis mendongakkan kepalanya menatap orang yang mengenalinya


"tu-tuan Bastian"bertemu dengan orang yang pernah berjasa dalam hidupnya itu Zuu begitu senang dan mengembangkan senyum yang tadinya begitu suram


"Zulaikha...."Bastian yang begitu senang bertemu kembali dengan Zulaikha langsung merengkuh Zulaikha dalam pelukannya.selama 2 tahun lebih ia sibuk mencari Zulaikha dan Joni karena setelah pertemuan mereka dirumah sakit ia tidak pernah lagi menemukan jejak mereka berdua dan sekarang ia bertemu lagi dengannya setelah sekian lama


melihat Zuu sama sekali tidak keberatan dipeluk oleh pria yang mengaku mengenalnya dan itu adalah kawannya sendiri ia mengepalkan tangannya dengan rahang yang mengeras serta menahan rasa sesak dalam hatinya


"cih....kau benar-benar wanita mura*an"


"s*al aku sempat berpikir kau itu tertarik padaku"


"aku tidak menyangka wanita kelihatannya polos seperti dirimu begitu banyak dikelilingi oleh pria-pria berkelas"


"apa rasa sesak dan jantungku yang berdetak tak beraturan, yang aku rasakan saat dekat denganmu memang pertanda aura negatif mu yang mendominasi ku"


"tapi sudahlah itu semua tidak akan berpengaruh bagiku...dasar b*doh" ucap Kenzio menggeleng kepalanya dan mengumpat dirinya sendiri yang tidak sinkronisasi antara hati dan pikirannya


"bagaimana kabarmu sekarang?"setelah tuan Bastian melepaskan tubuh Zuu yang menahan sesak karena tuan Bastian memeluk nya dengan erat akhirnya Zuu bisa bernafas dengan secara teratur


"dari mana saja kamu dan dimana Joni?"Zuu tersenyum mendapat pertanyaan yang bertubi-tubi dari pria itu


"sebelumnya saya ingin berterima kasih pada anda karena sudah menolong kami"


"saya baik tuan dan Joni juga baik-baik saja"(Zuu)


"syukurlah kalau begitu.aku senang mendengarnya"(Bastian)


"siapa lagi Joni"(Kenzio)


"hem"Kenzio berdehem keras untuk mengalihkan dua orang yang sedang bernostalgia itu


"oh maaf gue lupa"ucap Bastian yang merasa tidak enak pada kawannya itu


"oh iya kamu kerja disini?"pertanyaannya untuk Zuu yang di angguki olehnya


"gue gak nyangka yah...orang yang selama ini gue cari ternyata ada dikantor Lo"


"tau gitu gue dari dulu yah sering-sering kesini"


Bastian menepuk pundak dari Kenzio sahabatnya itu karena secara tidak langsung Kenzio sudah membatunya bertemu dengan Zulaikha


"gue gak pernah tahu dan Lo gak pernah cerita ke gue kalau Lo cari dia "tunjuk ya pada Zuu


"seandainya Lo bilang ke gue. gue akan bantu Lo nyari dan pastinya langsung mengembalikannya "ia menatap tajam kepada Zuu yang sedang mencerna setiap perkataannya


Zuu balik menatap tajam kepadanya dengan begitu berani karena tersinggung dengan apa yang dikatakan tuan nya itu"bre*gsek emang aku barang apa , bisa dikembalikan begitu saja .dasar bo*oh aku itu milikmu dan akan selalu menjadi milikmu" kesalnya dalam hati


"oh yaa. lo emang sahabat gue yang paling the best"


"bagaimana kalau kamu bekerja di kantorku saja"tatapannya beralih kearah Zulaikha kemudian kembali menatap Kenzio dengan penuh harap


"Lo gak keberatankan bro?"ia menarik turunkan alisnya


Zuu menatap tuan Kenzio dengan mata memohon disertai gelengan kepala yang begitu samar agar tidak mengiyakan keinginan temannya itu.karena ia tidak akan sanggup lagi seandainya berpisah lagi dengan pria yang sudah mengisi penuh hatinya itu. ❤️****Kenzio**** Aprilio Bramasta.


"tentu saja"jawab Kenzio singkat dan padat dengan tangan yang masih terkepal erat .tetapi masih bisa mengangkat sudut bibirnya untuk tersenyum jahat pada Zuu


" cih apa yang kau harapkan dariku"


"tidak"pekiknya.bukan Kenzio yang menjawab melainkan Zuu


"maksud saya....eemmm....,"Zuu berfikir keras agar bisa menolak secara halus tawaran dari tuan Bastian agar tidak tersinggung dengan penolakannya"saya sudah merasa nyaman bekerja disini tuan dan saya tidak akan mengecewakan teman saya Tita yang sudah berusaha keras mencarikan saya pekerjaan"


"yaa walaupun bekerja sebagai office girl tetapi saya menikmatinya kok tuan"


"sebelumnya terima kasih tuan atas tawarannya. saya mohon maaf saya tidak bermaksud untuk menolaknya tetapi saya betah kok kerja disini tuan"


"dan saya sudah menganggap teman-teman saya disini seperti sebuah keluarga sendiri ,jadi sekali lagi saya minta maaf karena sudah tidak sopan menolak tawaran yang tuan berikan"


"baiklah kalau itu memang keputusanmu aku tidak akan memaksa tapi bolehkan kalau aku berkunjung kesini untuk menemui mu"


"maaf tuan tetapi karyawan seperti kami tidak diberikan wewenang menerima seorang tamu"


"hahahaha....baiklah...baiklah..."jawab Bastian mengalah diselingi dengan tawa.entah itu tawa kekecewaan atau karena lucu Zuu juga tidak mengerti


"kalau begitu saya permisi tuan karena masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan"


"tunggu Zulaikha"

__ADS_1


~happy reading~🥰


__ADS_2