Zulaikha Dan Pria Misterius

Zulaikha Dan Pria Misterius
part 6.nama panggilan


__ADS_3

"Hei...sayang...tenanglah...tidak terjadi apa apa"bujuknya dengan begitu lembut untuk menenangkan


" ada apa...,apa kamu terluka?"Kenzio begitu panik ia terus membolak-balik badan Zuu karena merasa sangat khawatir,Zuu menggeleng karena memang dia hanya pegel dibagian belakangnya


"syukurlah"Kenzio memeluk kembali tubuh Zuu dengan erat sembari mencium pucuk kepala Zuu dan menghela nafas dengan kasar, merasa sangat legah karena gadis dihadapannya tidak terluka sedikitpun.


deg


jantung Zuu berdetak dengan sangat cepat,merasa sangat nyaman berada dalam pelukan Kenzio yang memberikan rasa aman,baru kali ini ia merasakan gejolak aneh dalam tubuhnya.


"baiklah kita harus secepatnya pergi dari sini sebelum mereka datang dan menangkap kita" dengan mata yang menatap sekeliling,dengan perlahan Kenzio membantu Zuu untuk berdiri dan membersihkan pakaian Zuu yang kotor dan rambutnya yang berantakan


Kenzio terkekeh melihat tampilan rambut dan pakaian Zuu yang kotor


"hahaha....Zio lihatlah dirimu kamu lucu,dan rambutmu itu ckckck...."ia membersihkan daun-daun kering yang menempel di rambut kenzio


deg


Kenzio hanya diam tak menanggapi perkataan gadis itu,fokusnya hanya kepada panggilan Zuu yaitu"Zio" sudah lama dirinya tidak mendengar penggilan itu,perasaannya saat ini seperti Dejavu karna otomatis teringat mantannya yang sudah lama menghilang,karna hanya wanita itu yang sering memanggil namanya dengan Zio dan bukannya Ken atau Kenzio seperti orang-orang memanggilnya selama ini


Zuu mengerutkan keningnya melihat Kenzio hanya diam saja seperti tidak merespon perkataannya


"huh"


karna merasa kesal, ia berlalu pergi meninggalkan pria itu sendiri yang sedari tadi hanya diam saja" pria itu sungguh sangat aneh"


Kenzio yang tersadar dari lamunannya segera mengejar gadis itu dan mencekal tangannya"hei.... tunggu,"pekiknya


"lepas gak"pekiknya merasa jengah karena sejak tadi terabaikan"emang enak dikacangin".


"gitu banget....hei lihat aku"Kenzio yang merasa diabaikan segera mengangkat dagu Zuu dengan satu jarinya agar gadis itu bisa menatapnya,mereka saling memandang dengan mata terpaut,mencoba saling menyelami pikiran masing-masing


Kenzio yang memandang wajah Zee, menelisik setiap jengkal wajah gadis itu yang begitu cantik dimatanya tanpa ada polesan make up sedikitpun,ia tanpa sadar dengan lembut mengusap pipi Zuu karna hanyut akan tatapan gadis itu


Zuu tersadar akan posisi mereka yang begitu dekat segera melepaskan tangan kenzio dari pipinya,"gak ini bahaya bagi jantungku"


"awas"ingin berlalu pergi tapi dirinya ingin menyampaikan sesuatu terlebih dulu"ingat namaku bukan hei... hei,jadi jangan memanggilku hei-hei lagi aku punya nama dan namaku....."suaranya menggantung di udara karna Kenzio memotongnya lebih dulu


"aku tahu namamu....,"menjeda sebentar


"namamu Zuu iyakan"ia tersenyum mengejek


"kamu tahu?kamu tahu dari mana?kamu seorang paranormal kah?atau kamu indigo?jawabnya yang dijawab dengan pertanyaan beruntun karna heran kenapa pria itu sampai tahu nama kecilnya

__ADS_1


pria itu hanya terkekeh mendengar gadis didepannya begitu cerewet,yah...satu hal lagi yang ia tahu dari sifat dari seorang Zuu selain bar bar dia juga sangat cerewet"menarik"ia tersenyum penuh arti


tetapi bukannya i**llfeel Kenzio justru senang dan bersyukur dipertemukan dengan gadis seunik Zuu ia merasa terhibur dengan tingkah gadis itu,ia seperti menemukan barang antik dan sangat unik


dimana sekarang ini para wanita diluar sana sangat menjaga penampilannya dan selalu menjaga image mereka untuk selalu tampak sempurna dan juga menarik,akan tetapi tidak dengan Zuu yang berpenampilan sangat sederhana


jentikan jari Zuu akhirnya membuat Kenzio tersadar dari lamunannya dan tersenyum menatap Zuu,sejak bertemu dengan gadis itu Kenzio seperti tidak mengenali dirinya sendiri


sebelumnya ia jarang sekali hanya untuk tersenyum pada orang lain dan sekarang ia bahkan tersenyum hanya melihat Zuu hanya terdiam,aneh kan


"ok karna kita sudah berkenalan dan sudah tau nama masing masing mulai saat ini kamu panggil aku Zio dan aku panggil kamu Zuu..."


"gimana...deal"sambungnya


"jadi sekarang tidak ada lagi panggilan heii....yang ada hanya panggilan sayang"Zio tersenyum menggoda pada Zuu yang tersipu malu


"iih apa sih...geli ah dengarnya,apaan panggilan sayang"ucapnya mengatupkan bibirnya menahan senyum


"mana ada panggilan sayang...ngawur aja kamu...udah ah,mending kita segera keluar dan pergi kedesaku,hanya itu yang bisa kita lakukan sekarang".


yah karna berapa keras pun mereka berusaha hanya sedikit kemungkinan bisa keluar dari hutan tersebut,desa tempat tinggal Zuu juga berada tengah-tengah hutan itu,dan untuk sementara hanya Temat itu yang paling aman


"ckckck...dasar cowok aneh"ia segera beranjak dari sana agar cepet-cepet sampai didesa


kruuulk....ruk...


"yah perutku gak tau tempat banget sih....ishk"Zuu meringis karna cacing-cacing diperut nya marah karna tidak dikasi makan


Zio yang sedari tadi berjalan dibelakang Zuu sampai mengulum senyumnya


"sabar kenapa sih ciiing....,mana rumah masih jauh lagi"gerutunya serta mengelus perutnya yang terasa lapar


kruk...rulk...kk


"aduh..... kalian itu kalau minta makan rame² yah,"gimana ini mana rumah masih jauh lagi"....


tambahnya sambil terus mengelus perutnya menahan lapar


"hahahaha......"tawa Zio meledak ledak saat mendengar semua gerutu Zuu ia sampai terpingkal pingkal karna tertawa,ia menertawakan kekonyolan Zuu


Zuu yang tersadar ditertawakan oleh Zio memukul bahu Zio dengan gemas


*buk

__ADS_1


buk*


Zio berlari sambil terus tertawa serta meledek meledek Zuu"....week....kejar...aku berani...."seperti anak kecil ia menjulurkan lidah untuk mengejek gadis itu


"awas kau yah"pekiknya kesal dia terus mengejar Zio karna merasa gemas ingin memberinya pelajaran karna sudah kali ia ditertawakan


"hah...uh....hah...uh.....huh..."akhirnya Zio berhenti karna lelah berlari menghindari pukulan tangan mungil Zuu,bukan sakit tapi ia merasa geli karna pukulannya tidak pernah mengenai dirinya


"sudah....sudah....huh....ampun.... ampun..."


ia terus mengatur nafasnya dan menangkap tangan Zuu yang terus memukul dada bidangnya


Zio menggenggam tangan mungil Zuu dan menatapnya"Zio lepaskan"pekiknya


"lepas gak"Zio seakan tuli dan tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Zuu,yang dia lakukan hanya terus menatapnya lebih dalam


deg


mata tajam itu seakan menggetarkan hati Zuu yang kian berdetak dengan cepat hingga suara bisa ia dengar


"lepas sekarang atau....akhp..."suara nya tenggelam saat bibir Zio kembali merenggut manisnya bibirnya , ciuman yang awalnya sangat lembut berubah menjadi pagutan dalam dan menuntut karena Zio kini menekan tengkuknya


merasa tidak mendapat respon dari Zuu yang masih awam ,Zio pun menggigit pelan bibir Zuu sampai akhirnya Zuu membuka mulut dan Zio pun tidak tinggal diam ,dan lidahnya masuk dalam rongga mulut Zuu,ia terus me****tnya dan me***a*nya hingga Zuu benar-benar kehabisan oksigen "uummp"


"kau mau membunuhku ya"ia memukul dada bidan zio merasa kesal karena membuat sampai tersengal kehabisan oksigen


"aakkh"pekiknya terkejut ketika Zio mengangkat tubuhnya untuk duduk dibatang pohon besar yang tumbang dan terangkat keatas sampai pinggangnya pria itu


tubuh Zuu yang dicekal badan dan tangan Zio yang berpegangan disisi kiri dan kanan Zuu pada batang kayu besar itu membuatnya tersudutkan apalagi saat ini wajah tampan Zio sejajar dengan wajahnya karna Zio sedikit membungkukkan badan


mereka saling tersenyum dan kembali Zio menempelkan bibirnya pada bibir Zuu yang sudah membuatnya candu sejak pertama kali ia merasakan manisnya bibir ranum itu


Zio menatap penuh rasa yang sebenarnya ia sendiri pun sulit untuk memahami rasa apa yang dimilkinya untuk Zuu


Zio mengusap Saliva yang menempel dibibir Zuu akibat perbuatannya,jantung Zuu seakan berlomba hingga membuat sesak untuk bernafas


******


Di tempat lain yang berada disebuah ruangan didalam apartemen terlihat seorang wanita muda yang terbangun dari tidurnya ia terkejut ole mimpinya sendiri"huh....ternyata hanya mimpi"


wanita itu meraup wajahnya dengan kasar sambil mengatur nafas yang memburu akibat dari mimpi buruknya."Ken kamu sebenarnya dimana sih....aku mohon kembalilah aku sangat...sangat merindukan mu"lirihnya


~happy reading~🥰

__ADS_1


__ADS_2