Zulaikha Dan Pria Misterius

Zulaikha Dan Pria Misterius
Part 41. Insiden Malam Peresmian


__ADS_3

POV Author#


Drrrttt.....drrrttt......drrrttt.......


Dering ponsel Jasmine berbunyi dari dalam tasnya yang membuat aktifitas makannya terhenti. Jasmine yang sedang makan siang disalah satu restoran mewah yang berada di pusat Ibukota bersama dengan asistennya itu, segera mengangkat ponsel yang sejak tadi berdering tanpa henti.


" oh my God......, siapa sih ganggu aja" ujarnya sembari membersihkan mulutnya dengan tisu.


"Ya halo"


"kamu dimana? bersiaplah Yogi akan menjemputmu!!!" ucapan perintah seseorang dari seberang sana. Setelah mengatakan itu sambungan terputus begitu saja.


Tuut


"iiihhh.....ngeselin......Entah terbuat dari apa sebenarnya dia, terbuat dari batu es? tanya dulu kek, udah makan atau belum, ini salam aja ngak. Benar-benar manusia Es" gerutunya kesal, tapi dibalik kekesalannya itu ada rasa bahagia yang terselip dibagian dalam hatinya, karena baru kali ini ia dihubungi langsung oleh Kenzio, selama ini dialah yang selalu menghubungi pria itu.


"Tapi memangnya Yogi tahu apa, aku sekarang ada dimana?" ucapnya menerawang. Pasalnya ia belum memberitahukan kepada Kenzio dimana ia sekarang. Jasmine tidak tahu saja kalau menemukannya adalah hal yang sangan mudah bagi seorang Yogi.


Dan benar saja, saat setelah menyelesaikan makannya, ia segera bangkit dan mengayunkan langkahnya keluar restauran dengan penuh semangat, ia berjalan keluar dan menemukan Yogi sedang menunggunya bersedekap dada berdiri di samping mobilnya.


" hah....yang benar saja"lirih nya keheranan melihat Yogi sudah berada disana untuk menjemputnya.


"Apa nona Jasmine memakan semua menu didalam restauran ini?"Yogi membuka suara saat membukakan pintu penumpang untuk nona Jasmine.


"Maksudmu...?" ucapnya bertanya balik pada Yogi, yang baru membuka pintu kemudi "kau ingin mengatakan kalau aku rakus, begitu?" lanjutnya bertanya kembali dengan nada ketus pada Yogi.


"Apa?" ujarnya tak mengerti "Maaf nona, saya itu bertanya bukan mengatakan kalau anda itu rakus, tetapi sejak setengah jam tadi saya sudah menunggu anda disini. saya berfikir anda menghabiskan semua menu makanan restoran itu sehingga anda kesulitan untuk berdiri"


"what" pekiknya tak percaya"Itu sama saja kau menganggap aku rakus"


" Dasar bos dengan anak buah sama saja, sama-sama ngeselinnya"


"Dan satu lagi. Saya itu sedang makan bukan sedang maraton" ujarnya membela diri.


"Darimana kau tahu aku sedang ada disini?"

__ADS_1


"itu tidak penting Nona" jawanya santai


"iihh sebel...." ujar Jasmine bertambah kesel kepada pengawal dari tunjangannya itu. Yogi yang melihat tunangan dari bosnya itu hanya terkekeh didepan kemudi.


******


flashback off#


"Dengarkan aku Nona Zulaikha. Apa yang kau pikirkan?hah?"


"Jadi, kau berpikir aku ini milikmu? Apa aku seberarti itu dihatimu?" tanyanya menunjuk dada Zuu yang terletak bagian hati Zuu.


hening


Zuu hanya diam seribu bahasa, menunggu apa yang akan di ucapkan oleh Kenzio selanjutnya.


"Jadi, bisakah.... kau hanya berharap padaku saja, bisakah kau hanya bergantung kepadaku saja?"


"Kalau kau menganggap aku ini milikmu, bisakah kau jangan dekat lagi dengan pria lain? Karena itu sama menyakitkannya denganmu, ketika melihatku dekat dengan wanita lain. Apa kau mengerti Zulaikha Zalsabila?"


"katakan Zulaikha Zalsabila. katakan....." ucapnya setengah berbisik namun penekanan disetiap kata-katanya begitu tegas dan penuh pengharapan, sembari memegang tengkuk wanitanya berharap Zuu mengiyakan semua perkataannya.


" Sekarang tidak penting lagi perasaanku ini terhadapmu seperti apa. toh, kamu sudah memiliki wanita lain dan sebentar lagi kalian akan segera menikah" ucapnya menahan rasa sesak dalam hatinya.


"Lagi pula aku ini siapa yang bisa berharap padamu, aku hanya seorang karyawan rendahan dan simpanan yang tak ada harganya. Aku tidak memiliki hak itu untukmu" ujarnya melanjutkan pernyataan sebelumnya, yang membuat telinga Kenzio mendengung panas saat mendengarkan semua yang diutarakannya.


"Siapa dirimu yang berhak beranggapan siapa yang pantas dan tidak pantas untuk aku nikahi?" ucapannya begitu dingin yang membuat bulu kuduk Zuu bergidik ngeri.


"Dan apa hak mu mengatur hatiku untuk memilih siapa dan dimana tempat ia berlabu?" kata Kenzio yang sudah mendaratkan bibirnya tepat di bibir Zuu yang seksi, ia tak bisa lagi menahan dirinya untuk tidak ******* bibir Zuu yang sudah ngelantur kemana-mana.


Kenzio mengusap bibir Zuu yang basah dengan jarinya saat setelah ia melepas ciumannya, lalu ia menatap wajah Zuu dengan sangat intens.


"Dengar sayang. Kamu sudah salahfaham padaku tentang yang terjadi saat kau melihatku bersama Jasmine, aku akan menjelaskan semuanya, itu tidak seperti yang kau pikirkan" ucapnya mengklarifikasi kesalahfahaman yang terjadi antara dirinya dan Jasmine.


"Salah faham gimana, jelas-jelas kalian__"

__ADS_1


"Nona Zulaikha sayangku. Sudah kukatan itu semua tidak seperti yang terlihat, jadi aku mohon dengarkan semua yang aku katakan. please...."


"Baiklah, tuan Aprilio yang terhormat. Jawablah" jawabnya "Aduhh....sakit tahu...." pekiknya saat Kenzio mencubit gemes kedua pipinya.


"Dengar sayang. Aku minta maaf karena selama ini aku selalu menyakiti kamu, dan sebelumnya juga aku sudah berniat untuk melukai hati kamu, tapi semenjak insiden malam itu aku baru sadar kalau ternyata aku tidak bisa kehilangan dirimu. sayang"


Kenzio kembali teringat dengan insiden malam peresmian itu.


Flashback on #


POV Kenzio


"Selamat Tuan Kenzio, nona Jasmin. selamat atas pertunangan kalian dan semoga dilancarkan sampai hari H nya" ucapnya memberikan selamat kepadaku terdengar tulus namun, ia tidak dapat menyembunyikan rasa kecewa nya, terlihat jelas kesedihan dari raut wajahnya yang sendu serta masih terlihat matanya yang masih memerah, dan sedikit membengkak, dan ku yakini bahwa dia baru saja menangis.


Seharusnya malam ini, aku merasa bahagia dan puas atas hasil dari rencanaku. Aku berhasil membuatnya cemburu dan sakit hati dengan kemesraan yang sering aku tunjukkan bersama Jasmine dan pernikahan yang telah ditentukan diantara kami. Bukankah berarti apa yang kurencanakan itu berhasil. akan tetapi, kenapa rasa sakit Zuu yang terpancar memberikan dampak buruk pula didalam hatiku, aku justru merasa sesak melihatnya sesedih itu.


Menikahi Jasmine hanyalah bagian dari rencanaku, dan setelah aku membalas Zuu, barulah aku akan putuskan hubunganku dengan Jasmine, karena memang aku tidak pernah mencintai dirinya. Perjodohan ini adalah keputusan kakek sebelum meninggal, dan aku sama sekali tidak pernah setuju dengan keputusannya. Terdengar jahat sih, tetapi saat ini hanya itu yang bisa aku lakukan. Dan aku akan bertanggung jawab dengan semua konsekuensinya.


"Terimakasih Nona Zulaikha, atas semuanya. Dan aku harap setelah ini kamu bisa pergi dari kehidupan kami karena mulai malam ini kontrak anda sudah habis. Calon suami saya sudah tidak membutuhkan anda lagi, karena seperti yang kamu lihat hubungan kami baik-baik saja dan rencana pernikahan kami tidak akan lama lagi" ucapan Jasmine kali ini sudah sangat kelewatan, aku sampai mengepalkan tanganku kuat agar bisa menahan rasa emosiku mendengar semua ocehannya. Apalagi saat melihat raut wajah Zuu yang semakin menyedihkan.


Aku tahu ini bukan sepenuhnya kesalahan Jasmine, akulah yang harus bertanggung jawab atas semua yang terjadi. Akan tetapi aku tidak bisa menerima jika ada orang yang merendahkan wanitaku seperti itu.


"Anda jangan khawatir Nona. Setelah masa kontrak saya berakhir, saya pastikan tidak akan pernah terlihat lagi disekitar calon suami anda" jawabnya dengan suara lantang, tetapi matanya terlihat sendu saat menatapku, dan itu membuat hatiku berdesir hebat.


Aku terkejut mendengar penuturan yang keluar dari mulutnya, seakan-akan ada hantaman batu besar yang menghantam dadaku saat mendengarnya.


"Kalau begitu saya permisi Nona. Tuan" Dia pun pamit dan berlalu, kemudian aku tidak tahu tiba-tiba ia berbalik kembali dan berlari kearahku_____


"jedorrrrr"


"Akkhhhh......"


Suara tembakan dan pekikan dari orang-orang bersahutan begitu memekikkan telinga, akan tetapi bukan itu yang menjadi sumber kepanikanku, wanitaku saat ini sedang terjatuh di pelukanku dengan darah segar yang sudah mengalir deras dan merembes dari balik punggungnya, jantungku seperti berhenti berdetak melihatnya terluka. Lututku menjadi lemas, tulang-tulang ku seperti terlepas dari persendian. Nyawaku bak hilang entah kemana.....


~happy reading~🥰

__ADS_1


__ADS_2