
"Ma-maaf...."lirihnya kembali berbalik dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut dengan wajah yang sendu dan air mata yang hampir menetes dipelupuk matanya
Kenzio yang sempat terpaku oleh kehadiran Zuu dengan rasa keterkejutannya, ia pun baru tersadar saat ia melihat Zuu berlari keluar dari ruangannya, ia melihat dirinya dan Jasmine dengan jarak yang sangat dekat dan mungkin karena itulah saat ini Zuu pergi dengan wajah yang terlihat sendu dan muram, dan itu berhasil membuat hatinya gelisah dan khawatir pada Zuu apalagi kakinya saat ini sedang terluka
Ia segera melepaskan tangan Jasmine yang mengalun di lehernya. Dengan kuat dan kasar ia mendorong tubuh ringkih Jasmine agar menjauh darinya"sudah ku peringatkan agar kau menjaga batasan mu.Jasmine,apa kau tuli?" ucapnya tegas dengan sorot mata tajam serta tangan terkepal menahan emosinya. Setelah mengucapkan hal itu Kenzio dengan segera melangkahkan kakinya yang lebar keluar dari ruangan tersebut untuk mengejar Zuu yang entah kemana
Entah mengapa kali ini hatinya tidak tenang,ia tidak akan membiarkan Zuu pergi dengan kesalahfahaman yang ia lihat saat sedang bersama Jasmine, seblumnya ia memang selalu ingin membuat Zuu merasa cemburu dan sakit hati, karena memang itulah tujuannya mendekati Zuu, namun entah mengapa kali ini begitu berbeda apalagi saat melihat mata Zuu yang sangat dalam menatapnya, tatapan matanya seakan tak rela dengan semua yang terjadi antara dirinya dan Jasmine
Setelah mencari kesana kemari, dan kebeberapa tempat dan ruangan yang sering didatangi dan menjadi tempat kebiasaan Zuu untuk berkumpul dengan para karyawan yang lainnya, termasuk pantry,kantin, rooftop dan ruangan Tita tapi sama sekali Kenzio tidak menemukan wanita itu dimanapun.
sekelebat pikiran negatif memenuhi otak dan pikirannya, ia begitu gelisa mengkhawatirkan keadaan Zuu sehingga membuatnya panik dan merasa frustasi, bagaimana kalau saat ini Zuu sedang kesakitan atau pingsan dijalan atau di suatu tempat.....atau mungkin saja dia pergi meninggalkan dirinya dan tidak akan pernah kembali lagi,memikirkan itu saja sudah membuatnya frustasi
"kamu dimana"lirihnya frustasi dan menyesal di setiap perkataannya saat mengingat beberapa menit lalu raut wajah Zuu yang begitu kalut saat melihat dirinya bersama dengan Jasmine berciuman
__ADS_1
"kenapa....kenapa jadi begini.ada apa dengan diriku?Kenapa sepertinya aku merasa sangat takut kehilang dirimu? sepertinya aku sendirilah yang termakan dengan ucapan ku sendiri untuk tidak menghadirkan hati dalam hubungan ini, tetapi apa ini?"serunya menahan gejolak aneh dan sesak secara berasamaan dari dalam hatinya
******
sedangkan wanita yang masih berada didalam ruangan Presdir BRAMASTA GROUP kini terlihat sangat marah dan frustasi akan perlakuan kasar Kenzio padanya
"Arrgghh....dasar br*ngs*k....."pekiknya histeris yang kesal pada Kenzio yang pergi begitu saja tanpa memikirkan bagaimana perasaannya
"kenapa....kenapa kau selalu saja mengabaikan aku....kenapa?apa kurangnya diriku?"ujarnya dengan lelehan air mata yang sudah membanjiri pipi mulusnya
"kenapa....kenapa kau selalu menyakitiku seperti ini"
"hiks.....hiks.....hiks...."
__ADS_1
"Apa karena kau masih mencintainya dan mengharapkan dirinya?apa kau masih mengharapkan kedatangannya?"kenapa....Ken....kenapa kau tidak melupakannya saja dan mencintai aku saja Ken,kenapa kau tidak bisa melupakannya,kenapa.....?" ia luruh terduduk jatuh kelantai dengan penampilan yang sudah sangat menyedihkan,ia tidak lagi terlihat seperti wanita anggun dan elegan seperti biasanya
Hatinya begitu sakit dan hancur saat ia lagi-lagi ditolak oleh Kenzio,rasa cintanya seperti tak ada artinya dihadapan Kenzio"apa tidak ada sedikitpun aku dalam hatimu....apa setidak berharga itukah diriku?"ia terdiam sejenak sambil melirik handphone nya yang berbunyi terus menerus tanpa henti
Drrttt..... drrrttt.....
"iya halo?"
"halo non.daddy dan mommy anda saat ini ada di sini "
"Apa"
"ia nona Jasmine mereka saat ini Daddy dan mommy anda sudah berada di apartemen Anda nona"
__ADS_1
ia pun segera menuju kamar mandi yang berada didalam ruangan tersebut untuk membersihkan diri merapikan penampilannya yang kacau,kemudian pergi dari perusahan BRAMASTA GROUP