Zulaikha Dan Pria Misterius

Zulaikha Dan Pria Misterius
part 21. awal kesalah fahaman


__ADS_3

"hahahaha....baiklah...baiklah..."jawab Bastian mengalah diselingi dengan tawa.entah itu tawa adalah tawa kekecewaan atau karena merasa lucu Zuu juga tidak mengerti


"kalau begitu saya permisi tuan karena masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan"Zuu berbalik dan segera beranjak dari ruangan tersebut


"tunggu Zulaikha"Zuu yang sedang menekan tombol lift berbalik menatap orang yang memanggilnya sebab ia tahu betul siapa pemilik suara itu sementara orang tersebut sudah berjalan mendekat kearahnya dengan langkah panjangnya yang begitu tegas, siapa lagi kalau bukan tuan Kenzio Aprilio Bramasta


bersamaan dengan itu pintu lift terbuka dan sekertaris Leo keluar dari dalam lift. Kenzio yang melihat Zuu sedang mengalihkan pandangannya kearah Leo membuat amarahnya kembali tersulut


"Zuu sedang apa....." belum sempat Leo bertanya kepada Zuu tangan gadis itu sudah lebih dulu ditarik paksa oleh tuannya yang terlihat menahan amarah. kemarahan yang begitu besar pada Zuu terlihat dari matnya tajam seperti elang dan wajah putihnya yang sudah memerah menandakan bahwa laki-laki itu sudah siap menerkam mangsanya


Leo menjadi khawatir dengan apa yang akan dilakukan oleh tuannya itu kepada Zuu iapun memberanikan diri untuk bertanya apa kesalahan gadis itu sehingga Zuu sampai ditarik dan diseret seperti itu


tanpa berpikir panjang Leo menahan lengan Zuu sehingga langkah keduanya terhenti


Kenzio yang merasa geram menatap tajam pada sekertarisnya itu, menetap tajam pada tangan yang telah berani menahan langkahnya


Kenzio menghembuskan nafas dengan kasar merasa jengah atas perhatian dan kekhawatiran nya yang berlebihan terhadap Zuu. wanita yang sama sekali tidak pantas untuk menerima perhatian dari dirinya


Kenzio kembali berjalan dan sama sekali tidak memperdulikan perkataan sekertarisnya itu


"tu-tuan apa yang anda lakukan."


"tolong tuan lepaskan Zuu sekarang.......saya mohon"Leo yang tahu seperti apa tuannya itu ketika marah segera mengejarnya dan kembali menahan langkah tuannya dan memohon padanya agar Zuu dilepaskan


" huh....s**l...se cinta itu kau pada wanita busuk ini?sampai kau berani melawanku"


"aku peringatkan!!! jangan ikuti kami atau kau akan menerima akibatnya"perkataan yang begitu tegas dan penuh dengan ancaman itu dilontarkan pada Leo yang notabennya adalah orang kepercayaan dari Presdir BRAMASTA GROUP itu.


Kenzio tidak bisa lagi mengendalikan diri nya saat ini,apalagi melihat kekhawatiran tergambar jelas pada wajah sekertaris nya itu untuk wanita sekelas office girl itu


mendengar ancaman dari tuannya itu Leo tidak bisa berbuat apa-apa. baik Zuu atau pun dirinya sudah pastikan akan habis ditangan tuan Kenzio kalau Sampai ia melanggar perintah tuannya itu


Zuu yang ditarik paksa menyeimbangi langkah lebar Kenzio dengan berlari kecil agar tidak terjatuh


Zuu hanya diam saja tanpa meronta ataupun merintih sedikit pun ia ingin mengetahui apa yang ingin dilakukan Kenzio pada dirinya dan sampai sejauh mana pria itu akan bertindak kasar padanya


setelah sampai diruangan yang seperti ruangan privat itu Kenzio langsung mengunci pintu dan kembali mencengkram kedua tangan Zuu dan mendorong kasar tubuh Zuu kebelakang hingga membentur dinding


Kenzio yang sudah tersulut emosi melampiaskan rasa sesak dan rasa sakit hatinya kepada Zuu dengan mencengkram erat dagu Zuu, ia merapatkan tubuhnya yang jangkung ke tubuh Zuu sehingga tidak ada jarak sedikit pun antara keduanya


Kenzio sedikit membungkukkan kepalanya agar sejajar dengan wajah Zuu dengan merapatkan dahi mereka berdua dan tangan kanannya yang masih mencengkram kuat dagu Zuu serta tangan yang satunya dipakai mencengkram kedua tangan Zuu kebelakang


hening


tidak ada yang mengeluarkan suara sedikitpun baik Zuu atau Kenzio mereka berdua hanya saling menatap dalam diam


tatapan yang begitu tajam sampai menusuk jiwa. saling menatap seperti ingin membaca pikiran dari raut wajah masing-masing deruh nafas yang naik turun saling berdesakan tanpa jarak


"katakan apa yang kau lakukan? hah"pekiknya pada Zuu yang hanya diam


"kenapa hah....kenapa kau hanya diam saja?"ucapnya semakin dingin dan menyudutkan Zuu


"kenapa kau hanya diam saja saat ada pria yang memelukmu seperti ini?"Kenzio terus menekan tubuh Zuu hingga berdesak-desakan "apa kau suka hah..kau suka dipeluk-peluk dengan pria yang berbeda seperti itu....katakan Zulaikha katakan apa kau suka hah?"pekiknya yang begitu dingin dengan intonasi suara yang meninggi


"aku pikir kau wanita yang berbeda, ternyata aku salah. kau sama saja dengan wanita-wanita diluar sana yang dengan rela disentuh oleh pria-pria berduit"ucapnya tanpa filter


dunia Zuu benar-benar sudah runtuh mendengar kata-kata kasar yang keluar dari mulut pria yang dicintainya itu


air mata Zuu sudah tidak dapat terbendung lagi air mata itu tumpah ruah membanjiri pipi mulusnya dadanya sesak hatinya hancur tak bersisa Kenzio terus mencengkeram dagu Zuu dengan kuat, tanpa mempedulikan tangisan Zuu ia juga tidak memberikan wanita itu kesempatan untuk berbicara


Kenzio sudah tidak dapat menahan rasa sesak serta amarah yang sudah naik di ubun-ubunnya iapun segera melampiaskannyab pada Zuu dengan bibirnya ia menyapu dan mel*mat habis setiap inci wajah Zuu dengan kasar menelusuri setiap jengkal wajahnya kemudian menyapu turun keleher jenjang milik Zuu ia memberikan k*s*mark dileher jenjang itu dengan membabi buta pria itu seperti orang kes*ta*an yang tak terkontrol

__ADS_1


"izh....eughhh...."r*nt*han disertai leng*han keluar begitu saja dari bibir Zuu yang membuat sudut bibir Kenzio terangkat membentuk senyuman tipis


Zuu terhanyut dan seakan lupa dengan ucapan dan perkataan yang baru saja menyakiti perasaannya . bibir itu bibir yang sama dengan bibir yang kini ia nikmati sentuhannya.cinta memang gila


"apa kau suka?"ucapnya dengan deruh nafas yang sama-sama memburuh dengan senyum mengembang bangga karena telah berhasil membuat Zuu terlena padanya


setelah puas menyapu wajah dan leher jenjang Zuu kini bibirnya menempel pada benda kenyal dan ranum milik Zuu, lalu ia m*lu*at habis bibir itu dan memberikan gigitan-gigitan kecil agar Zuu memberikan akses padanya, dengan sedikit usaha ia pun berhasil menyerobot masuk kedalam rongga mulut Zuu.lidah yang begitu liar menyingsing setiap inci rongganya ,mel*m*tnya dan m*mb*lit lidahnya, ia begitu menikmati ciuman yang begitu dalam dan manis untuknya


"eughh...." l*ng*han demi l*ng*han serta suara-suara decik kecupan yang terdengar ditelinga masing-masing


tangannya Kenzio yang sejak tadi mencengkram kini sudah tidak lagi tangan itu sudah menekan tengkuk Zuu dan satunya lagi berada di pinggang Zuu entah sejak kapan dan tangan itu seakan tidak mau diam di satu tempat tangan yang begitu liar itu masuk dalam pakaian Zuu merayap menelusuri pinggang hingga punggung wanita itu sambil terus memperdalam ci*m*nnya


Zuu mulai memberontak dan meronta-ronta ingin lepas dari rengkuhan Kenzio kerena saat ini ia merasa sesak dan seperti kehabisan oksigen serta bibir yang kebas karena perbuatan pria itu


"huh....uh.....huh..."keduanya mengatur nafas yang masih memburu


"ada apa hah....,tenang saja sayang aku akan membayarmu dengan harga yang sangat tinggi serta kekuasaan sehingga kau tidak usah lagi mencari pria lain "Kenzio tersenyum jahat seperti seorang yang sedang merendah kan orang lain


"selain materi dan kekuasaan aku juga jauh lebih bisa memberimu kepuasan"Kenzio kembali merengkuh dan ingin ******* bibir ranum Zuu akan tetapi Zuu melakukan hal diluar dugaan


pak


Zuu memberikan tamparan keras ke wajah tampan Kenzio dan mendorong begitu kuat tubuh pria yang sangat ia cintai itu, pria yang sudah menolongnya dari dunia yang penuh dengan kekejaman, pria yang mengajarinya cinta dan pria itu jugalah yang hanya beberapa hari telah mencuri hatinya hingga membawa serta sebagian jiwanya pergi


dan setelah kembali pria itu dengan teganya menghancurkan harapan cintanya menghancurkan dan merendahkan harga dirinya,pria yang sudah sangat menyakiti hatinya. pria itu adalah pria yang sama dengan pria yang dianggapnya sebagai pangeran berkuda yang tampan Kenzio Aprilio Bramasta satu nama yang telah terisi penuh dengan namanya


Zuu berlari kearaah pintu dan membukanya dan kembali berlari kearah lift untuk bisa segera pergi dari tempat itu


POV Zulaikha


duniaku benar-benar sudah hancur. harapan cintaku telah sirna sebelum aku mulai mengejarnya.ragaku seakan tak bertulang mengingat semua kata-kata kasar yang keluar dari mulutnya.akan aku apa cinta yang sampai ini.


"Zuu kau baik-baik saja ?"ucapnya


"seperti yang anda lihat.aku baik-baik saja "aku masih berusaha mengendalikan diriku


"sebaiknya saya antar kamu pulang sekarang"


"tidak usah pak .aku pulang sendiri saja"


"terimakasih"aku mengusap air mata yang terus mengalir dan aku menekan tombol lift


tuan Leo sepertinya ingin menenangkan ku, ia memegang pundak ku tapi sedetik kemudian aku melepaskan tangannya saat ucapan Kenzio masih terngiang-ngiang ditelinga ku


"saya akan mengantarmu pulang"ucapnya kembali menawarkan


"saya mohon pak jangan mempersulit keadaan saya"


setelah lift terbuka aku segera masuk tanpa mempedulikan lagi apa yang dikatakan tuan Leo .


didalam lift air mataku tidak pernah berhenti mengalir akan tetapi aku berusaha memperbaiki penampilan ku yang kusut ,ku sisir rambutku dengan jari agar terlihat lebih rapi agar orang-orang yang melihatku diluar tidak ingin mereka berpikir macam-macam tentang diriku


sudah cukup aku dibully, selama ini .setelah lumayan rapi aku dan lift terbuka aku keluar menuju loker dan mengambil tasku dan jaket ku kemudian kumasukkan kedalam kantongan plastik agar tidak ada orang curiga.


aku keluar dari pintu belakang gedung dan pulang. aku bersyukur dalam hati karena tidak satu orangpun yang curiga aku pulang sebelum waktunya kulirik jam yang melingkar di lenganku waktu baru menunjukkan pukul 15.33


terserah lah aku sudah tidak peduli lagi yang aku butuhkan sekarang ini adalah pulang dan menjauh dari gedung tempatku bekerja sekarang ini


setelah sampai di luar gedung kantor aku memesan taksi agar tidak ada orang yang menertawakan aku saat melihat penampilan ku yang berantakan serta menyedihkan seperti ini


saat diperjalanan aku teringat kembali perlakuan Zio padaku dan kata-kata yang di ucapkannya masih terngiang-ngiang di telingaku,aku sudah tidak peduli lagi dengan supir taksi yang sepertinya merasa kasihan melihatku terus terisak dan air mataku yang tak dapat aku tahan untuk mengalir dan tanpa terasa aku sudah sampai depan gang menuju rumah kost ku

__ADS_1


"maaf nona,kita sudah sampai"ucap pak sopir karena melihat saya hanya melamun dengan air mata yang sulit aku bendung


setelah membayar ongkos taksi aku segera menulusuri gang-gang sempit dengan langkah yang cepat agar aku bisa cepat sampai


setelah sampai aku masuk dan membanting pintu serta menguncinya kemudian aku mendarat kan tubuhku di kasur dan menangis sejadi-jadinya mengeluarkan semua rasa yang sejak tadi mengganjal seperti batu besar dalam hatiku


"kenapa.....kenapa....hiks.....hiks...."


"ke-kenapa......kau memandang rendah diriku.... hiks..."


"apa aku serendah itu hah...."


"apa aku serendah itu sampai kau harus membayar setelah menciumiku"


"aku cinta sama kamu Zio....aku cinta...."


"tapi.....hiks.....hiks.....aku benci sama kamu.... aku benci sama kamu Zio aku benci....hiks ..."


"dasar laki-laki br*ngs*k....aku benci sama kamu....aku membencimu Kenzio Aprilio Bramasta...hiks... hiks...."


tidak tahu sampai kapan aku terus mencercau tidak jelas sambil terisak dalam tidurku .dan untungnya belum banyak orang yang pulang bekerja sehingga tidak ada tetangga kost ku yang mendengar segala cercauan ku kalau tidak mereka sudah mengira aku sudah gila dan membawaku ke rumah sakit jiwa


tok


tok


tok


"zuujuuuu buka pintunya atau aku suruh joni mendobrak nya"


"Zuujuuuu...."


"buka...."


suara ketukan pintu dan suara cempreng itu semakin terdengar tak sabar dan aku pun terbangun dengan masih menggunakan pakaian kerja"yaa ampun aku bisa gila"


"iya-iya tunggu bentar"aku berteriak agar mereka mendengarnya


aku menarik nafas dan kubuang dengan perlahan dan akupun segera membuka pintu setelah mengganti pakaian dan membersihkan diri agar tidak terlalu menyedihkan didepan para sahabatku itu


"ada apa...." belum sempat aku berbicara Tita lebih dulu memotong pertanyaan ku dengan suara cempreng nya


"Lo itu apa-apaan sih Zuu.hah"


" Lo mau yak kalau kita itu jantungan mikirin elu"


"tahu gak si Zuu gue dan Joni itu sudah dari tadi mengetuk pintu Lo tapi sama sekali tidak ada jawaban"


"kita takut kalau sampai terjadi sesuatu sama elo....hiks....hiks ..."Tita memelukku dengan tubuh yang bergetar karena terisak


"ngerti gak sih....hiks..."


akupun membalas memeluknya dan menenangkannya dengan menepuk-nepuk pundak nya dan aku sendiripun kembali menangis dengan tubuh yang bergetar sama menahan isakan tangis ku Joni juga tak tinggal diam iapun ikut memeluk kami berdua agar bisa lebih tenang


"aku gak papa kok"


lama kami saling berpelukan sampai Joni


pergi karena ada yang menelfon dari tempat ia bekerja dan menyuruhnya segera kesana


~happy reading~🥰

__ADS_1


__ADS_2