
Setelah meninggalkan ruangan Kenzio, dengan perasaan kesalnya, ia berniat pergi untuk menemui orang tuanya yang baru tiba dari negara H. Akan tetapi sebelum ia masuk kedalam mobilnya, ia tak sengaja melihat Kenzio sedang menghajar seseorang tak jauh dari tempatnya berdiri.
"itu kan, Ken"ujarnya sambil memastikan kalau itu memanglah tunangannya.
"Ken.....Ken....." pekiknya sambil berlari kearah sumber perkelahian. karena khawatir pada Kenzio, Ia pun memdekat, berniat mencari tahu, sebenarnya apa yang terjadi antara Ken dan orang itu. Akan tetapi saat mendengar suara bariton dari Kenzio, seketika itu juga langkahnya terhenti.
"Berhenti Zulaikha, sedikit saja kau melangkah, aku akan menghabisinya"ujar Kenzio begitu tegas dan penuh penekanan disetiap kata-katanya, tanpa ingin dibantah.
Jasmine terkesiap melihat kemarahan dari Kenzio kepada Zuu, baru kali ini ia melihat kemarahan yang begitu besar dan terlihat berbeda dari tunangannya itu.
"Ada apa dengan mereka? kenapa Kenzio bisa semarah itu kepada Zuu, kesalahan apa yang telah diperbuatnya?" pertanyaan-pertanyaan itu muncul begitu saja dalam benaknya, merasa heran dan serasa mengganjal dihatinya.
Tak cukup sampai disitu rasa keterkejutannya, ia sampai terhenyang dengan tingkah Kenzio yang membawa paksa Zuu dari tempat itu. Perasaan terabaikan kembali lagi ia rasakan, saat Kenzio berjalan melewati dirinya dengan jarak yang begitu dekat, namun Kenzio sama sekali tidak melihat keberadaannya, ia merasa seperti tak kasat mata dihadapan Kenzio. Ia seperti kesulitan untuk bernafas, sehingga air mata pun menetes membasahi pipinya tanpa sadar.
Jasmine berbalik, sepertinya ia tak rela diperlakukan seperti itu. Ia berniat ingin menyusul namun, terlihat dari kejauhan mobil yang ditumpangi Kenzio dan Zuu sudah keluar dari pekarangan kantor menuju jalan raya dan berbaur dengan beberapa kendaraan lain.
Jasmine sendiri merasa sangat aneh dan seperti ada keganjalan dengan sikap mereka selama ini.
selama ini ia berfikir kalau Zuu hanya alat yang digunakan Kenzio untuk bisa menghancurkan hubungan mereka seperti sebelum-sebelumnya, akan tetapi setelah melihat bagaimana kemarahannya kepada Zuu karena laki-laki lain, membuatnya berfikir lain.
"Apa selama ini aku salah mengira? dan akulah yang dijadikan alat baginya bukan Zuu, melainkan aku?"
"Apa mungkin Kenzio sudah menaruh hati pada wanita itu?"
"tidak-tidak tetapi......tatapannya tadi....itu tidak mungkin, aku mungkin hanya salah menafsirkan saja, itu bukan tatapan cinta, itu hanya tatapan kemarahannya kepada Zuu. Karena walau bagaimanapu Zuu masih dalam kontrak kerja dengannya"
Jasmine teringat kejadian-kejadian selama beberapa hari berada di negara ini yang begitu aneh menurutnya.
__ADS_1
#Flashback on*
POV Jasmine#
Bandara internasional Soekarno-Hatta.
Ketika aku sampai bandara, aku yang sedang duduk menunggu Wira memesan taksi online merasa terkejut melihat Kenzio datang untuk menjemputku, awalnya aku kira aku hanya berpapasan saja dengannya disini dan ia berniat akan pergi keluar kota, namun yang terjadi diluar nalarku, ketika melihat Kenzio sendiri yang datang menghampiriku untuk menyapaku dan menjemput diriku.
Kalau ditanya apakah aku senang, pastinya aku sangat senang tapi itu hanya seper kian detik saja, karena setelah itu
dia memperkenalkan aku dengan wanita yang dia sebut sebagai kekasihnya, perasaanku seketika itu kembali hancur oleh pernyataannya, sebenarnya sudah kuduga sih ini akan terjadi, mengingat pria itu memang tidak pernah menganggap diriku sebagai tunangannya, jangankan cinta, menatapku saja ia enggan.
Tetapi aku tetap berfikir positif bahwa Kenzio hanya berusaha mencari alasan untuk bisa putus dari ikatan kami ini yang disebut pertunangan, dan aku harus berusaha mengendalikan diriku walaupun kenyataannya hatiku sakit ketika ia kembali mengulang dan mencari cara agar dia terbebas dari pertunangan ini, aku sungguh tidak rela.
Tidak tahu kenapa aku sangat mencintainya dan ingin meluluhkan hatinya yang seperti batu es itu. sejak kecil aku hanya ingin dialah yang menjadi suamiku. Cinta memang bodoh dan buta tidak tahu dimana tempat ia akan berlabuh , mungkin kalimat itu yang tepat untuk disematkan pada diriku.
Hari-hari berikutnya
Sungguh sulit aku mengerti apa yang dilakukan beberapa hari ini oleh Kenzio, aku berfikir kedepannya aku akan merasa kesulitan dan sakit hati karena akan melihat kemesraannya dengan wanita yang ia sebut sebagai kekasihnya itu, akan tetapi diluar dari ekpektasi ku, sikapnya berubah 180° kepadaku, membuat aku berfikir bahwa dia memang sudah berubah dan mulai memiliki perasaan kepadaku, akan tetapi makin kesini semakin aneh bagiku, Kenzio hanya selalu perhatian dan selalu memanjakan aku hanya ketika Zuu hadir ditengah-tengah kami, seperti saat dia mengajakku ke butik untuk membeli gaun untuk acara peresmiannya sebagai pimpinan perusahaan yang baru sekaligus pengumuman pertunangan kami, akupun heran kenapa disetiap aku bersama dengan Kenzio selalu saja ada Zuu bersamanya.
Entah darimana perasaanku itu berasal, akan tetapi di sanalah aku mulai merasa sedikit aneh dan heran dengan semua hal-hal aneh yang terjadi.
"Sayang bisakah kamu memakai ini untukku, aku sudah tidak sabar ingin melihat kecantikanmu nanti malam ketika kamu menggunakan gaun ini, kau tahu....gaun ini sudah dirancang khusus hanya untuk dirimu" ucapnya tersenyum manis kearahku namun, matanya terlihat sinis kearah Zuu yang sedang duduk memandang kearah kami.
Aku menepisnya dan hanya bersikap biasa saja menanggapinya, tanpa memperdulikan tatapan dari wanita itu, ada terbesit rasa bangga karena aku lebih diutamakan dan sangat dimanja oleh Kenzio. Yaa pastilah dia iri padaku, siapapun yang melihatku bersama dengan Kenzio sudah pasti merasa sangat iri dan itu membuat aku tambah bersemangat untuk menjadikan Kenzio hanya milikku.
"wuaahh.....sangat indah, gaun ini cantik sekali Ken, makasih ya sayang" aku menerima gaun yang diberikan Ken padaku, sembari bergelayut manja di lengannya, aku begitu bahagia dan terkesima melihat keindahan gaun tersebut.
__ADS_1
"Iya sayang. Apa sih yang tidak buat kamu" ujarnya santai. Apa.....,Aku sampai tidak mempercayainya. Seorang Kenzio bisa berkata seperti itu? sepertinya dunia sudah terbalik.pikirku aneh
" ah bisa saja kamu. udah ah aku mau coba gaun ini dulu, nanti keburu sore" ucapku sembari berlalu.
Setelah aku memakai gaunnya, dan akupun berniat menunjukannya kepada Kenzio, namun setelah sampai diluar aku tidak melihat keberadaannya disana ataupun keberadaan Zuu " kemana mereka.....Ken....." aku mencarinya sambil melihat sekeliling, benar saja aku melihatnya bersama Zuu berada di dekat dinding kaca, aku sedikit cemburu melihatnya berduaan dengan wanita itu, apalagi saat pria yang menjadi tunangan ku itu membelit tangan Zuu kebelakang dan menyudutkan tubuh Zuu pada dinding kaca dan secara otomatis Kenzio seperti sedang memeluknya, walaupun dengan sikap yang sangat kasar menurutku, tapi tetap saja hatiku tidak rela.
Malam Peresmian Presiden Direktur baru BRAMASTA GROUP
Malam harinya aku sudah berada di ballroom hotel tempat acara berlangsung, Kenzio sedang asyik bercengkrama dengan para koleganya, dan aku sendiri hanya bersama dengan Wira asistenku, acap kali beberapa diantara tamu undangan menegur dan menyapaku karena mengenalku sebagai seorang modeling ternama dan tunangan dari Kenzio pimpinan perusahaan besar BRAMASTA GROUP, dan itu membuatku sangat bangga atas pencapaian ku, aku juga bangga bisa menjadi tunangan dari pengusaha muda, tampan dan terkenal seperti Kenzio. Yang pastinya banyak kaum hawa yang sangat iri padaku.
Tak lama aku melihat Zuu juga hadir dalam acara malam ini, Ia datang bersama temannya. Aku melihat kearah Kenzio apakah dia sudah melihat Zuu datang atau belum, akan tetapi saat aku melihat kearahnya, betapa perihnya hatiku ini, saat matanya sedang memandang Zuu berjalan masuk dengan tatapan yang sulit aku artikan namun ia begitu terpesona oleh kehadiran Zuu malam ini, aku tercengang melihat betapa terkesimanya dia melihat Zuu datang dengan penampilan yang tak seperti biasanya, cantik sih tapi tak kalah cantik dariku.Penilaianku
Kenzio seakan terhipnotis oleh kedatangan Zuu, tidak seperti saat melihatku yang baru datang sesaat tadi, dia hanya memandangku dengan ekspresi datar seperti biasanya, tatapan yang jauh berbeda kepada Zuu yang begitu pangling saat melihatnya . Saat itu aku tidak tahu harus berbuat apa, apa harus mengabaikannya atau memberikan ultimatum padanya, rasanya hal itupun hal yang bodoh juga untuk aku lakukan, karena Kenzio bukan orang yang bisa diprotes dengan sembarangan.
*******
Acara inti yang ku nanti-nantikan sejak lama akhirnya terjadi juga, pengumuman pertunanganku dengan Kenzio akan segera diresmikan, dan juga yang paling membahagiakan adalah akan adanya waktu yang akan ditetapkan untuk pernikahan kami.
" BAIKLAH, KEPADA PARA HADIRIN DAN TAMU UNDANGAN YANG TERHORMAT SAMBUTLAH TOKOH UTAMA ACARA PADA MALAM HARI INI, TUAN MUDA KENZIO APRILIO BRAMASTA DAN NONA JASMINE AVICENNA"
**********
Setelah acara utama yaitu peresmian Presdir baru dan pengumuman pertunangan kami usai, dengan rencana pernikahan yang sudah ditentukan yaitu 2 bulan lagi dari sekarang, membuat hatiku merasa tenang dan sangat bahagia, akhirnya penantianku selama ini untuk memiliki Kenzio akan segera terwujud.
Akan tetapi Insiden tak terhindarkan itu terjadi
~Happy reading~🥰
__ADS_1