Zulaikha Dan Pria Misterius

Zulaikha Dan Pria Misterius
part 13.Pangeran Berkuda Putih


__ADS_3

flashback on


setelah memasukkan beberapa s*nj*ta dan beberapa gr*nat kedalam kardus ia pun memanggil Joni untuk membantunya


Joni yang mendapat perintah dari Zio dengan cekatan membantu, Zio berhasil mengeluarkan dua box dan mereka segera keluar meninggalkan tempat itu, ternyata masuk dan keluar dari ruangan tersebut penuh dengan drama


terlihat dari apa yang dilakukan para pengawal yang menjaga ruangan tersebut, mereka memeriksa box yang berada ditangan Zio,akan tetapi bukan Zio namanya kalau tidak bisa mengelabui para b*ndit itu, karena tidak ada yang mencurigakan dari dalam box tersebut, Zio dan Joni dibiarkan pergi begitu saja dari tanpa mereka sadari senyum simpul dari keduanya merekah


"yes kita selamat.... hampir saja"gumaman dari Joni yang hanya didengar oleh Zio


"tidak semudah itu jon"


"didepan masih banyak penjaga yang akan kita lewati jadi kau harus pasang tampang biasa saja agar tidak menimbulkan kecurigaan...mengerti"joni mencerna setiap perkataan Zio yang artinya ia masih harus spot jantung


didalam dua box itu terdapat lapisan yang atasnya sudah mereka isi dengan beberapa barang bekas yang akan mereka bawah ke pembuangan yang akan dihancurkan,dan tentu saja lapisan bawah dari box itu adalah barang utama yang harus mereka selamatkan


itulah mengapa mereka tidak curiga sama sekali karena selama ini memang tidak ada satu orangpun yang berani menyentuh barang-barang tersebut.


sama seperti penjaga yang berada didalam,para penjaga gerbang pun sama sekali tidak mencurigai nya dan itu memperlancar rencana selanjutnya


Zio saat ini berada dirumah joni,dan tengah menyusun langkah selanjutnya,yaitu menjemput Zulaikha dirumahnya setelah mengamankan ibunya ditempat yang aman


yaa ibu Laras saat ini tengah bersama mereka dikarenakan ibunda dari Zuu sendiri yang datang padanya meminta sebuah jawaban atas semua pertanyaan yang sejak tadi siang mengganggunya


saat mereka baru datang dirumah Joni ibu Laras sengaja mengajaknya berbicara berdua saja.Joni hanya tinggal seorang diri


"Zio....ibu sudah tau semua yang kalian rencanakan,tapi apakah kamu bisa menjamin keselamatan Zuu ?orang yang melihat interaksi antara Zuu dan Zio dibawah pohon siang tadi adalah ibu Laras


"kamu tahukan hanya Zuu yang ibu punya"


"dan selama ini Zuu sudah banyak menderita,jadi ibu mohon sama kamu nak,tolong pastikan Zuu selamat dan bebaskan anak ibu dari rantai yang membelenggu hidupnya selama berada ditempat ini"


Zio meraih tangan ibu Laras dan menggenggamnya"ibu...selama saya tinggal disini, ibu sudah merawat saya dan memberikan tumpangan hidup,walaupun kita tidak saling kenal tetapi ibu dan Zuu dengan tulus menolong saya...."ia menjeda untuk mengambil nafas agar bisa meyakinkan ibu dari gadis yang selama beberapa hari ini memberikan warna baru dalam hidupnya


"saya janji bu...saya akan membebaskan Zuu dari tempat ini,bukan hanya Zuu tetapi ibu dan semua penduduk yang berada disini aku akan membebaskan kalian semua dari k*kej*man dan ketidakadilan yang selama ini kalian jalani"ujarnya yang begitu yakin hingga ibu yang melihat kesungguhan dari pria itupun sampai merasa terharu


yah ibu Laras sangat terharu mengetahui ada seseorang oyang mau dengan rela membahayakan hidupnya sendiri hanya untuk menolong mereka


setelah meyakinkan ibu Laras Zio akan menjemput Zuu dirumahnya dan membawanya pergi dari desa itu


"Joni aku titip ibu Laras ,kita bertemu ditempat yang sudah kita sepakati,ok"Zio juga memberi Joni perlengkapan senjata agar bisa ia gunakan disaat mendesak dan juga bisa menjaga dirinya dan ibu Laras


"dan ya jaga dirimu baik-baik"Zio memberi nasehat pada joni dan berjalan menuju rumah Zuu dengan menggandeng ransel berisikan beberapa perlengkapan s*nj*ta yang menjadi bekal mereka

__ADS_1


selama perjalanan menuju rumah Zuu, Zio terus merasa cemas, mengingat kalau Alek berada didesa ini menambah kecemasannya berlipat ganda, iapun mempercepat langkahnya agar bisa cepat sampai ditempat Zuu


setelah menempuh perjalanan 20 menit berjalan kaki iapun sampai depan pintu belakang,dimana itu adalah akses baginya keluar masuk rumah Zuu secara diam-diam,hal itu ia lakukan agar tidak ingin diketahui oleh penduduk sekitar


dan betapa kagetnya ia saat mendengar suara Zuu yang memohon kepada seseorang agar ia dilepaskan,tanpa berpikir panjang Zio berlari kedalam kamar dan betapa kagetnya saat ia melihat wanitanya disentuh lelaki lain,darahnya sampai mendidih dengan tidak sabaran ia langsung mengh*nt*m tengkuk pria bi*dab itu


dengan menggunakan gagang p*stol yang ia genggam, satu h*nt*man keras ditengkuk pria br*ngs*k yang telah berani menyentuh wanitanya,sehingga memebuat pria itu pun tumbang tidak berdaya


Zio yang sudah naik pitam menghajar Alek dengan membabi buta,ia seperti kerasukan setan dengan mata merah menyala,ia tidak akan mengampuni Alek,ia tidak peduli dengan keadaan Alek yang sudah sekarat


kalau saja Zuu tidak langsung mendekapnya bisa dipastikan Alek bisa langsung menjeput ajalnya


setelah memenangkan Zuu dan memastikan gadis itu baik-baik saja, ia dengan cepat mengikat Alek yang sudah tidak berdaya


flashback off


Zio segera membawa Zuu meninggalkan tempat itu,rumah yang selama Ini menjadi saksi penderitaannya,penderitaan ayah dan ibunya,Zuu akan segera meninggalkan kepahitan hidup nya dirumah itu


belum sempat mereka menginjakkan kaki keluar dari rumah,mereka sudah dihadang lebih dulu oleh anak buah Alek,dan perk*lahi*npun terjadi antara Zio dan anak buah Alek


Zio yang sudah berhasil melumpuhkan beberapa dari mereka tanpa melepaskan tangannya yang menggenggam kuat tangan Zuu,didalam ruangan yang sempit akhirnya mereka keluar dan melanjutkan p*rkel*hian diluar rumah


luka dibagian sudut bibir Zio mengeluarkan darah segar akibat salah seorang menendang keras wajah Zio


pekikan itu bukan bersumber dari


Zio melainkan pekikan dari Zuu yang histeris


melihat pria yang menjadi sumber kecemasannya sejak tadi itu terluka


"ya ampun...."Zuu yang merasa nyeri didalam hatinya melihat pria itu terluka menggangkat tangannya untuk mengusap darah segar yang keluar


suara-suara khas perk*lah*an itupun terhenti saat Zio sudah melumpuhkan semua anggota Alek,dan merebut salah satu kunci dari tangan salah satu dari mereka


Zio dan Zuu dengan cepat menaiki salah satu mobil dan menancap gas agar bisa segera pergi dari tempat itu,terlambat sedikit saja semua anggota Alek yang berada dipabrik dan dimarkas utama,dipastikan datang untuk membantu,dan Zio tidak akan bisa melawan mereka semua yang jumlahnya belum bisa diprediksikan banyaknya, ditambah lagi ia tidak ingin membahayakan nyawa Zuu dan ibunya


"kamu tidak apa-apa kan"Zio mengusap lembut pipi mulus Zuu dengan sayang dan membolak balik badannya memeriksa keadaanya


Zuu hanya bisa mengangguk saja tanpa bisa berkata-kata,ia masih shock atas semua yang baru saja terjadi


"maaf karena membuatmu berada diposisi tadi,aku tidak tahu lagi jika......,aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri kalau saja terjadi sesuatu padamu,aku minta maaf"ucapnya dengan sangat menyesal


"sssttth"

__ADS_1


Zuu menutup bibir Zio dengan satu jarinya agar pria itu berhenti mengatakan apapun,ini sama sekali bukanlah salahnya,justruh Zuu sangat bersyukur karena Zio datang di waktu yang tepat untuk menolongnya,kalau saja Zio datang sedikit saja terlambat, maka ia tidak tahu lagi apa yang akan dilakukan si Alek pria br*ngs*k yang selama ini menginginkan dirinya


"kau tahu.... kau adalah pahlawanku,kau seperti pangeran tampan berkuda putih yang datang untuk menolongku"ia tersyum manis kepada pria dihadapannya


Zio yang mendengar pujian panjang dari gadis dihadapannya itu merasa seperti ada bunga-bunga yang bermekaran dihatinya , ia seakan ingin jungkir balik karenanya,


kalau saja ia tidak sedang berkendara dan tidak dalam keadaan genting bisa dipastikan ia akan membawa Zuu dalam kungkungannya


"Really"Zuu hanya menganggukkan kepalanya sambil menggit bibir bawahnya meresa sangat malu karena sudah berkata jujur kepada pria itu


Zio yang merasa tingkah Zuu hari ini begitu menggemeskan, ia segera mendekatkan wajahnya kearah Zuu lalu mengecup dan mengigit pipi mulus gadis itu


"aakkkh...saakit tahu"ia mengusap pipinya yang digigit Zio dengan bibir yang dimanyungkan


"itu hukuman dariku karena sudah menggodaku disaat seperti ini"ucapnya dengan lengkungan tipis di bibirnya


''what"pekiknya


"memuji dengan terang-terangan seorang pria,


kalau bukan menggoda apa dong namanya"


"iizh...aku itu tidak menggodamu tahu.....,aku hanya mengatakan kalau....."


"kalau kamu fikir aku menggodamu,itu salahmu sendiri" dengan cepat ia mengalihkan pembicaraan takut Zio terus menggodanya


setelah beberapa menit berkendara mereka sampai ditempat yang telah ditentukan,dan sampai lah mereka dimana Joni dan ibu Zuu berada


Joni dengan segera mengajak ibu Zuu masuk kedalam mobil,akan tetapi belum sempat mobil mereka melaju ada beberapa mobil yang sedang mengintai mereka dari arah belakang,Zio yang bukan pemain awam tentu saja ia bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya


"cepat pasang seatbelt nya " dengan cepat Zio segera tancap gas mengemudi dengan kecepatan maksimal


"menunduk...semuanya menunduk"


dor


dor


dor


t*mb*kan demi t*mb*kan itu terus meremukkan permukaan mobil yang ditumpangi Zio, Zuu , Joni dan ibu Laras.mereka terus menunduk agar terhindar dari peluru yang bisa saja mengenai kepala mereka


~happy reading~🥰

__ADS_1


__ADS_2