
setelah menemukan pakaian yang cocok yang sesuai untuk Zuu, mereka berdua bergegas menuju restoran dimana kolega Kenzio sedang menunggu
Dan disinilah mereka sekarang disebuah restoran Jepang diruangan private, sedang bersama para koleganya memebahas perihal kerjasama bisnis perhotelan yang Kenzio kembangkan dibeberapa negara . Kenzio sedang serius mendengarkan apa yang disampaikan oleh para leaders perusahan yang hadir ,walau begitu matanya selalu sibuk melirik Zuu yang terlihat melamun dan senyum-senyum sendiri ,ia menganggkat satu alis keatas melihat tingkah Zuu yang menurutnya aneh
dan Zuu hanya diam dan sibuk dengan dunianya sendiri "kamu terlihat berbeda ketika sedang serius begini"gumamnya yang sedang melamun dan tersenyum menatap Kenzio
"hem"Kenzio yang melihatl Zuu sedang melamun dan senyum-senyum sendiri berdehem agar Zuu tersadar dari lamunannya. "ada apa dengannya, apa umpanku berhasil dengan mengajaknya kesini dan tertarik dengan para b*rand*l ini?hah. aku sungguh tidak percaya ini"
yaa Kenzio mengajak Zuu untuk ikut bersamanya hanya untuk melihat bagaimana reaksi Zuu saat berhadapan dengan para pria² kaya,sukses dan tampan yang sengaja Kenzio penuhi janji temu dengan mereka hanya untuk mengetesnya Zuu ,
yaa, Kenzio sengaja mengetes Zuu untuk memastikan bahwa Zuu memang wanita matre yang sengaja bermuka polos dihadapan lelaki hanya untuk menutupi kelicikannya,dan dengan wajah polosnya juga iya memikat pria² kaya dengan tipu muslihatnya
begitulah sosok seorang Zulaikha dimata Kenzio Aprilio Bramasta selama ini, dan semenjak hari dimana Zuu bertemu dengan Bastian dan tanggapan itu diperkuat dengan umpannya hari ini
"ada berapa banyak pria dalam benaknya itu?dasar player gilr " umpatnya kesal sambil menarik pinggang Zuu agar lebih dekat dengannya
"apa kau sedang men on aktifkan jaringanmu lagi untuk target selanjutnya?"ucapnya berbisik pas ditelinga Zuu hingga wangi sampo Zuu tercium olenya"s*al hanya dengan mencium aroma shamponya saja jantungku sudah berdetak tak beraturan begini .sadarlah Ken ini memang siasatnya untuk mendapat perhatian dari seorang pria "
__ADS_1
"hem"Kenzio berdehem menornalkan detak jantungnya agar Zuu tidak medengar suara² lucnat yang memalukan baginya
Setelah meeting Selesai Zuu dan Kenzio tidak langsung kekantor, Kenzio mengajak Zuu ke cafe untuk membicarakan hal yang penting
"katakan padaku diantara mereka tadi, mana yang menjadi targetmu selanjutnya?" mereka berdua sudah berada disebuah cafe yang terletak tak jauh dari restoran yang sebelumnya
"seharusnya kau memberiku hadiah karena aku merubah penampilan mu jauh lebih baik dari sebelumnya,sehingga kau bisa terlihat oleh mereka dan jalanmu lebih mudah" Kenzio tersenyum mengejek kepada Zuu
"terserah tuan ingin menilai saya seperti apa, saya sudah tidak peduli lagi"ucapnya dengan suara yang sudah pasrah dengan tanggapan dari pria itu
"apa sebelumnya kau peduli?"Zuu hanya diam tak menjawab
"apa aku termasuk dalam kriteria tergetmu?" Kenzio terus mencercah Zuu dengan pertanyaan-pertanyaan yang sulit untuk bisa di jawab Zuu dengan seenaknya,karena selain Kenzio masih bosnya ia masih ingat kalau pria itu dalam keadaan tidak bisa dihadapkan dengan kenyataan yang sebenarnya.
seperti saat beberapa waktu yang lalu saat pertemuan pertama mereka setelah sekian lama,hingga mereka bertemu dan Kenzio pingsan saat melihat dirinya,dan dokter juga mengatakan bahwa kepala pria itu sakit saat ada ingatan sekecil apapun yang muncul sekilas di benaknya
akhirnya Zuu pasrah dengan keadaan ini, kalaupun Kenzio sudah tidak ada harapan lagi untuk mengingatnya setidaknya ia masih bisa melihat pria itu didekatnya walau dengan menelan pahitnya kata² kasar dari pria itu
__ADS_1
" ialah pastinya aku kan tampan, selain tampan aku juga sangat kaya.iyakan" Kenzio mengangkat sudut bibirnya tersenyum merendahkan kepada Zuu
"kenapa tidak melanjutkan niatmu saja untuk mendekatiku ,apa aku saja tidak cukup untuk kau dekati?kau tidak usah khawatir aku akan menjamin kau akan hidup dengan nyaman dengan uang yang kuberikan jika kau bersamaku"lanjutnya dengan menghina harga diri Zuu
Zuu hanya memalingkan wajahnya dengan mengedip-ngedipkan matanya menahan rasa sesak yang menghimpit dada agar tidak menumpahkan air matanya dihadapan pria itu
"kau mengerti kan apa yang aku katakan,dan kau tahu siapa aku ini?"
Zuu hanya memalingkan pandangannya dari Kenzio dengan mengedip-ngedipkan matanya menahan rasa sesak yang menghimpit dada agar tidak menumpahkan air matanya dihadapan pria itu, dengan perkataan Kenzio padanya ia tidak tahu lagi harus bersikap seperti apa lagi.hatinya begitu sakit saat pria yang sangat ia cintai tidak berhenti untuk menghina dan merendahkan dirinya
"baiklah tuan jika itu yang Anda inginkan,aku akan mendekati tuan seperti wanita mur*han persis seperti apa yang anda inginkan" suaranya bergetar menahan tangis agar bisa terlihat kuat,ia tidak ingin terlihat lemah Dimata tuan Kenzio cukup ia dianggap sebagai wanita mu*ahan tetapi ia bukanlah wanita yang lemah
setelah mengatakan itu ia dengan cepat mendekati Kenzio dan melu*at bibir tebalnya yang kental,ia mengalunkan tangannya dileher pria itu ada memperdalam ciumannya,ia tidak peduli lagi tanggapan orang² yang ada di cafe tersebut
Kenzio yang terkejut dengan apa dilakukan Zuu matanya membola akan tetapi rasa keterkejutannya hanya sesaat karena dengan cepat Pria itu membalas c*um*n Zuu dengan panas saat ia menekan tengkuk Zuu untuk memperdalam c*um*n mereka
mereka seakan lupa dengan keadaan sekitar dan untungnya cafe sedang sunyi karena masih waktu jam kerja sehingga belum banyak pengunjung yang datang
__ADS_1