Zulaikha Dan Pria Misterius

Zulaikha Dan Pria Misterius
part 19. Hukuman ganda


__ADS_3

"Hemm"tuan Kenzio kembali berdehem mengurangi rasa gugupnya saat matanya bertubrukan dengan mata wanita yang sebelumnya telah berani menyentuhnya.


ia merasa aneh dengan hati dan tubuhnya sendiri yang tidak sinkron dengan akal pikirannya. bisa-bisanya dirinya begitu gugup berhadapan dengan pegawai rendahan seperti wanita yang berada didepannya itu(pikirnya)


"tu-tuan sebelumnya saya minta maaf karena saya sudah berbuat tidak sopan pada anda"


"saya tidak bermaksud demikian.sekali lagi saya minta maaf dan tolong jangan pecat saya tuan"


"saya adalah teman masa kecil tuan Leo dan kami baru bertemu kembali setelah sekian tahun,jadi maafkan saya tuan karena salah mengenal orang dan sudah lancang pada tuan"ucap Zuu menjelaskan dengan menuduk kan kepalanya


Zuu mengikuti setiap intruksi dari tuan Leo,agar Zuu bisa terus berada disisi tuan Kenzio ia harus berpura-pura dan mengabaikan perasaannya untuk sekarang ini , karena tuan Leo yakin bahwa tuan Kenzio masih sangat menginginkan dirinya.


seperti yang dikatakan tuan Leo Zuu harus ekstra sabar dan terus berusaha mengejar cinta tuannya itu agar bisa kembali luluh padanya dirinya dan Zuu dengan senang hati akan melakukannya


"bagus kalau kau tahu apa kesalahanmu"


ucapnya datar


"karena kau tidak sopan. kau akan diberikan hukuman"


"what..."


"a-apa hukuman...,"


"kau keberatan?"


"sa-sama sekali tidak tuan"ucapnya gugup dan takut akan hukuman apa yang akan diterimanya


"bagus kalau begitu"


"sebaiknya kau ke pantry segera buatkan saya kopi dan jangan terlambat. waktumu 3 menit dari sekarang"


"APA" suaranya meninggi


"2 menit...."


"ti-tidak.... saya segera buatkan kopi untuk anda mohon tunggu sebentar"


"ingat kalau sampai terlambat sedetik saja kau akan dapatkan hukuman ganda.mengerti"tegasnya memperingati


Zuu dengan cepat berlari ke pantry agar bisa membuatkan kopi untuk bossnya itu dengan waktu yang ditentukan


tuan Kenzio yang melihat punggung wanita itu berlalu mengangkat sudut bibirnya keatas tersenyum licik"menarik"


"ikut denganku. kau harus jelaskan semuanya"ucapnya tegas pada asistennya itu karena sudah banyak menyimpan rahasia termasuk siapa wanita yang baru saja memeluk dirinya


setelah selesai membuatkan kopi Zuu sampai di depan ruangan tuan Kenzio dengan mengatur nafasnya yang naik turun . ia segera mengetuk pintu dan meminta izin untuk masuk


tuan Kenzio yang mendengarnya mempersilahkannya masuk.


"kau terlambat 1 menit 28 detik"ucapnya sebelum Zuu mengangkat mulutnya untuk berbicara


"maaf tuan.ini kopinya"Zuu meletakkannya diatas meja yang berada dekat sofa


"dasar bos kej*m se jagat raya"pekiknya yang hanya bisa didalam hati


"kau meng*mpat ku ya?"matanya memicing tajam kearah Zuu yang sedang berdiri didepannya


"ti-tidak tuan mana berani saya"


tuan Kenzio menyeruput kopinya dan ia merasa aneh dengan rasa kopi yang dibuat oleh bawahannya itu.seperti sudah biasa menikmati rasa kopi tersebut yang rasanya begitu berbeda yang tidak sama seperti kopi yang sering diminumnya dikantor sebelumnya atau dikantor ini


"aneh kenapa rasa kopi ini seperti tidak asing bagiku?" tuan kenzio menatap Zuu dengan intens


"karena kau terlambat maka hukumannya akan berlipat ganda"ucapnya datar tanpa memuji rasa kopi yang begitu nikmat dilidahnya


"maaf tuan"


"hukuman kamu saya tambah"


"pertama setiap pagi sebelum aku datang kopiku sudah ada diatas meja dan tidak boleh dingin"


"kedua saya tidak mau tau kau yang sedang bekerja sif pagi atau sore yang jelas kopi saya setiap hari kau yang harus membuatkannya dipagi hari untuk saya.mengerti!!!"Zuu seperti menelan biji salak saat mendengar perintah dari boosnya itu


"baik tuan saya mengerti"


"baiklah kau boleh keluar"


"dasar boss kaku, kej*m semena-mena dan tidak berperi kebawahan. untung atasan kalau tidak sudah aku jitak kepalanya" gerutunya dalan hati


"kau mengumpatku lagi?"ucapnya dingin dengan memincing kan matanya


"ti-tidak tuan.mana berani saya mengumpat tuan"


"apa...dia itu indigo atau apa.bisa-bisanya dengar isi hati orang"

__ADS_1


"baiklah....,awas saja kau menumpatku ak...."


"ti-tidak tuan maafkan saya.saya tidak akan mengumpat anda lagi......,ups" Zuu menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena sudah kecoplosan berbicara.


Zuu yang merasa akan adanya bau-bau penindasan segera berbalik dan berjalan cepat agar bisa keluar dari ruangan tersebut yang seperti kandang macan baginya .


Zuu tidak mau mendapatkan hukuman tambahan dari bos nya yang semena-mena itu dengan cepat ia mengangkat tangan untuk membuka pintu akan tetapi belum sempat ia membukanya bosnya itu kembali memanggilnya


"tunggu"Zuu pun berbalik dengan lemah


"siapa suruh kamu pergi.sebelum aku menyuruhmu keluar....jangan pernah melangkahkan kaki mu dari sini"


"andaikan bisa aku akan duduk dipangkuan mu itu dan bermanja .dan tidak akan pergi kemanapun walaupun kau memintanya"Zuu bermonolog dalam hati dan memanyunkan bibirnya serta Zuu tersenyum merasa geli sebab hayalan nya sendiri


"sekarang kau menertawakan ku"ucapnya semakin meninggi dan dingin


"apa. maaf tuan...maaf"Zuu berjalan mendekat dan mengatupkan kedua tangannya,akan tetapi kakinya tersandung dikarpet bawah meja dan....


"aakhh"


Kenzio yang melihat Zuu akan terjatuh dengan cepat ia menangkap tubuh Zuu. Kenzio yang tidak terlalu bisa menyeimbangkan tubuh mereka kembali terduduk disofa dan Zuu berada diatas pangkuannya


Zuu reflek mengalungkan tangannya keleher tuan Kenzio karena takut terjatuh dan tangan tuan Kenzio yang menangkup pinggang Zuu membuat mereka sangat dekat dengan hidung yang hampir bersentuhan sehingga posisinya mereka saat ini seperti orang yang saling berpelukan dan tidak ada jarak antara keduanya


saking dekatnya mereka dapat merasakan deru nafas masing-masing yang berhembus. mereka saling bertatapan satu sama lain menelusuri setiap inci wajah yang tersuguh didepannya masing-masing


"apa kau memang berniat ingin menggodaku?"


"apa"ucapnya lirih tanpa melepaskan diri dari tuan Kenzio


"pertama kau lebih memilih untuk memelukku daripada memeluk asistenku yang notaben nya adalah teman masa kecilmu"masih dengan posisi yang sama


"kedua kau berpura-pura jatuh di pangkuanku,merangkul ku arat dan menatap wajah tampan ku dengan dalam.apa kau memang berniat menggoda diriku?"ucapnya dengan memperlihatkan kepada Zuu apa yang sudah ia lakukan dengan gerakan mata dan alisnya


"apa aku setampan itu?"godanya tersenyum jahil dan menaik turunkan alisnya


"iya"


"eh gak"mengangguk lalu menggeleng dan kembali menggangguk kan kepalanya


Kenzio yang melihat tingkah Zuu terkekeh memperlihatkan giginya


Zuu yang melihat tangannya Melingkar sempurna dileher tuan Kenzio dengan cepat ia melepaskannya dan bersamaan dengan itu Leo masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu


"Hmmm"Leo berdehem agak keras agar mengurangi kecanggungan yang terjadi


"Aakhh...."pekiknya


"aaduhh....kok delepas sih tuan sakit tahu"gerutunya dengan kesal memanyunkan bibirnya karena pantatnya yang mencium lantai dengan keras


"hem"Kenzio juga berdehem untuk mengurangi rasa kecanggungan yang terjadi karena merasa gugup


"kamu boleh pergi sekarang"ucapnya pada Zuu


"ba-baik tuan"Zuu pun segera keluar dari ruangan tersebut agar bisa mengurangi rasa kesal,malu dan rasa canggung yang terjadi dan ia rasakan secara bersamaan


setelah keluar dari ruangan tersebut ia dikejutkan dengan suara wanita yang berada dikursinya yang tak lain adalah sekertaris dari tuan Kenzio


"apa saja yang kau lakukan didalam.seingatku kau hanya mengantarkan kopi keruangan tuan Kenzio"


"kenapa lama sekali. apa kau kembali menggodanya?"


"karena tadi kau belum berhasil.begitu?"


"tidak bu...itu tidak benar"


"ba bu...ba...bu.panggil aku No-Na -De-nis-sa.faham kamu"perintahnya dengan tegas dengan menekankan namanya


"baik bu...eh No-na De-nis-sa"ucapnya dengan menirukan persis seperti yang diucapkan sekertaris dari tuan Kenzio.Denissa menatap tajam pada pegawai rend*han yang berdiri didepannya itu


"ku*ang ajar.jangan pernah kau berani mendekati tuan Kenzio lagi atau kau akan tahu akibatnya"ancamnya


Zuu menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan perlahan agar mengurangi rasa kesalnya"bisa-bisanya dia mengancamku"


"baik nona Denisa saya permisi dulu"nona Denisa mengibas-ngibaskan tangannya tanda menyuruhnya segera pergi karena merasa muak melihat pegawai rendahan seperti dirinya yang tidak tahu malu dan telah berani mendekati tuan Kenzio


didalam ruangan tuan Kenzio sedang menerima laporan dari asistennya itu terkait perkembangan perusahaan nya yang berada di negara H dan beberapa perusahaan di negara-negara bagian


sekertaris Leo juga melaporkan kondisi perusahaannya saat ini yang mengalami penurunan saham,penurunan harga pasar dan beberapa masalah yang terkait dengan para petinggi-petinggi perusahaan yang kemungkinan terkait masalah yang ada.kemungkinan besar ada penghianat yang telah membocorkan data-data penting dalam perusahaan dalam kepemimpinan ayahnya


inilah alasan Kenzio kembali ke Indo. agar bisa membongkar dalang dari masalah ini karena sebelumnya ia pernah merima laporan dari orang-orangnya yang khusus ia tempatkan dikantor pusat agar bisa dengan cepat mengetahui perkembangannya walupun ia berada jauh dari negaranya tersebut


ia ingin menangkap siapa pelaku yang telah berani mengacaukan perusahaan BRAMASTA GROUP


ia tidak akan segan-segan memberi pelajaran yang setimpal pada penghianat seperti itu agar membuat orang-orang akan berfikir ratusan kali untuk melakukannya

__ADS_1


"cepat panggil Jerry agar datang ke Indonesia "


"aku tidak ingin masalah ini terlalu lama berlarut-larut"ia melempar map keatas meja yang berisikan data-data yang diterimanya


"baik tuan.saya permisi"Leo berbalik dan akan berlalu


"tunggu...."


"iya tuan"


"siapa namanya tadi"Leo berfikir keras karena ia sejak tadi belum menyebutkan nama pelakunya siapa


"maksud tuan. Jerry?Kenzio sampai memijit pangkal keningnya dengan jawaban yang diberikan Leo yang tidak sesuai


"cikh salah sendiri. kenapa setiap kali kau bertanya selalu saja ambigu seperti itu"


"ck...kau itu lamban sekali.apa kemampuan mu sudah berkurang?"


"ma-maafkan saya tuan"


"sudahlah aku sudah malas membahasnya....lebih baik kau keluar sekarang"


"baik tuan"


Kenzio menyandarkan kepalanya disandaran kursi kebesarannya dan menghela nafasnya panjang


Kenzio kembali mengingat adegan dimana dirinya dan bawahannya yang ia lupa siapa namanya itu


tidak tahu kenapa mengingat semua itu ia merasa terhibur mulai dari pertemuannya dilobi saat wanita itu memeluknya dengan sangat erat dan menangis karena mengira dirinya adalah Leo


kemudian saat dirinya menyuruh membuatkan kopi untuknya hanya dalam waktu 2 menit saja


dan dengan segera ia berlari terbirit-birit.mengingat itu membuat Kenzio tersenyum lebar


"dan tadi betapa lucunya dia saat aku menggodanya...."Kenzio membayangkan wajah cantik Zuu yang terlihat memerah" apalagi pipinya itu seperti kepiting rebus sungguh menggemaskan"ia terkekeh sendiri dan merasa terhibur ditengah kepenatan dikepalanya dengan masalah-masalah perusahaan yang ada


"sepertinya aku sudah gila"


"aku harus mencari cara agar bisa mengerjainya lebih ekstrim lagi"


ditempat lain tapi masih di bangunan yang sama Zuu yang sedang membersihkan toilet merasa geram karena sejak tadi ia di nyinyiri oleh beberapa karyawan wanita yang berada didalam toilet tersebut


"oh ya...kamu lihat kan tadi pagi dilobi"salah satu dari mereka yang memulai


"iya pasti malu banget tuh orang"dua orang menimpali


"lagian gak ta*u diri banget sih. da*ar Up*k abu menantikan bulang"


"dia pikir dirinya itu siapa berani-beraninya memeluk tuan muda"


"baguslah kalau tuan muda tidak mengenalnya . pasti saat ini tuan muda lagi mandi kembang tujuh rupa tuh agar virus-virus yang melekat ditubuhnya hilang"


"hahahaha...iya pastinya "


"tuan muda pasti jij*klah....aku aja jij*k"Zuu yang mendengar semua nyinyiran mereka hanya diam saja menahan sesak di dadanya


"hahahahhaha"


"sabar Zuu....sabar " Zuu menarik nafas dalam-dalam agar tidak terpancing dengan nyinyiran mereka ia segera menyelesaikan pekerjaannya karena sudah masuk waktu jam makan siang


setelah Zuu membersihkan toilet dan membersihkan diri ia segera berjalan keluar meninggalkan orang-orang yang menghinanya


Zuu segera menuju kantin karena cacing-cacing di perutnya sudah meronta-ronta minta makan


"Zuujuuuu"teriakan itu mengalihkan pandangannya kearah sumber suara karena ia tahu bahwa suara cempreng itu pasti sahabatnya si Tita


"hei... hei... gue disini"Tita melambai-lambai kan tangannya didalam kantin dan menyuruhnya duduk disebelahnya


Zuu tersenyum saat melihat temannya itu yang begitu antusias pada dirinya, sahabatnya itu selalu care dan selalu mensupport dirinya setiap kali ada masalah


"lo itu dari mana aja lama banget . gue udah kelaperan tahu gak nungguin lo"ucapnya dengan memanyunkan bibirnya


"ya gak kemana-mana"


"tadi habis bersihin toilet aja.nih baru keluar"bisiknya


"yakin lo?"


"kok muka lo ditekuk gitu?"


"yaaakin Tita.....,bawel ah"ucapnya berbohong dan mengalihkan pembicaraan karena kalu sampai dilanjut masalahnya akan panjang


"makan aja yuk .laper kan?aku juga laper banget ini"ucapnya manja pada sahabatnya


mereka pun memesan makanan dan memakannya dengan lahap

__ADS_1


disudut ruangan ada sepasang mata yang sejak tadi memperhatikan keduanya dengan datar yang sulit untuk dimengerti


~Happy reading~🥰


__ADS_2